Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Piknik Keluarga ke Kebun Raya Bogor

6 komentar

 

piknik keluarga ke kebun raya Bogor
edited by me using canva

Tinggal di kota industri sering terasa membosankan karena minimnya ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh publik. Sejauh mata memandang, akan terlihat banyaknya pabrik di kawasan industri yang berbanding lurus dengan kepadatan pemukiman. Cikarang menjadi kota industri yang kami tinggali sejak beberapa tahun terakhir. Rasa bosan yang melanda dan tempat wisata yang tidak ramah di kantong, menjadi alasan kami untuk sejenak meninggalkan Cikarang. Apalagi kami tidak mudik saat lebaran, tentu saja healing dengan cara meninggalkan Cikarang sejenak adalah jurus ampuh agar tetap waras.

Sejak awal bulan Mei 2023, keluarga kami sedikit disibukkan dengan pemilihan tempat healing yang cocok dengan budget dan ramah anak. Ditambah putri semata wayang kami akan berusia 6 tahun, kami ingin membuat sedikit kejutan untuknya. Sambil melihat materi pembelajaran putri kami di sekolah, akhirnya kami memutuskan untuk piknik keluarga ke Kebun Raya Bogor.

 Piknik Keluarga ke Kebun Raya Bogor

Alasan Memilih Kebun Raya Bogor Sebagai Tempat Piknik Keluarga

suasana dari pintu 3 kebun raya Bogor
suasana dari pintu 3 kebun raya Bogor. dokumen pribadi

Letaknya Tidak Jauh Dari Cikarang

Kalau mau piknik saat weekend tentu jarak dari rumah ke tempat piknik akan selalu jadi pertimbangan, karena bisa saja di jalan terkena macet. Nah kami memutuskan untuk ke Kebun Raya Bogor karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Cikarang, berkendara pun hanya sekitar 2 jam saja melewati jalan tol.

Walaupun letak Kebun Raya Bogor tidak terlalu jauh dari Cikarang, jika memilih menggunakan kendaraan umum seperti commuter line akan terasa ribet karena harus muter ke Jakarta baru ganti commuter line yang ke arah Bogor. Oleh karena itu, kami memutuskan menggunakan mobil saja yang bisa lebih cepat sampai tujuan.  

 

Tempatnya Luas dan Kaya Akan Sejarah

monumen Lady Raffles
monumen Lady Raffles. dokumen pribadi

Sebagai orang yang butuh healing ke tempat bersejarah, aku sejak awal sudah mengusulkan ke Kebun Raya Bogor karena tempatnya luas dan kaya akan sejarah. Usulan ini disetujui oleh keluarga yang selalu mendukungku untuk jalan-jalan ke tempat bersejarah. Sebelum berangkat ke Bogor tentu aku harus mengenal sedikit sejarah Kebun Raya Bogor, supaya nanti disana bisa bercerita kepada si kecil.

Sejarah Singkat Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor adalah kebun raya pertama di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan pada 18 Mei 1817 oleh Caspar Georg Karl Reinwardt bekerjasama dengan dua ahli botani William Kent dan James Hooper. Namun jauh sebelum menjadi kebun raya, tempat ini diperkirakan adalah hutan buatan pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi yang kemudian terbengkalai semenjak Kerajaan Sunda runtuh. 

Pada tahun 1744 VOC mendirikan taman dan wastu di tempat tersebut. Nah pada masa pendudukan Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles menjadikan istana Bogor sebagai tempat tinggalnya dan mengembangkan halaman istana menjadi taman cantik yang bergaya inggris klasik, yang menajdi cikal bakal Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor memiliki luas 87 hektar, mempunyai 15.000 jenis koleksi pohon dan tanaman. Saat memasuki kebun raya kami sudah disuguhi dengan pemandangan hijau, udara segar, dan suara cicitan burung diatas pohon. Mengingat usia kebun raya yang sudah 200 tahun, rasanya tidak heran jika pepohonan disana banyak yang tumbuh menjulang tinggi. Ada beberapa pohon yang tidak asing buatku seperti pohon gayam, pandan laut, mahoni, salak, kaktus, berbagai jenis bambu dan pinus.

Suasana semakin nyaman saat kami berjalan kaki menuju makam Belanda, melewati jalan yang jarang dilalui karena memutar di sisi selatan kebun raya. Jalanannya sudah beraspal dengan pepohonan dan akar gantung, mirip seperti jalanan ke rumah ibu. 


Makam Belanda (Kerkhof) Kebun Raya Bogor

Pemakaman Belanda di kebun raya Bogor
Pemakaman Belanda di kebun raya Bogor. dokumen pribadi

Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi makam Belanda sejak pindah ke Cikarang. Buatku sebuah makam adalah penanda adanya sebuah peristiwa di tempat tersebut. Sebelum ke kebun raya aku sudah terkesima dengan tulisan yang dibuat oleh mbak Yulia Surjarwo tentang monument Lady Raffles. Sayang sekali disana hanya ada monumen, tidak ada makam Lady Raffles karena sudah dipindahkan ke museum lain. Jadi acara jalan-jalan kami lanjut ke makam Belanda Kebun Raya.

Untuk menuju makam belanda (kerkhof) yang letaknya tidak jauh dari pintu 1, melewati kerumunan orang yang menuju dekat istana Bogor. Letak kerkhof ini sebenarnya tidak jauh dari gerbang istana, namun dikelilingi oleh kebun bambu yang rimbun, yang membuatnya tampak sedikit menyeramkan.

Menurut catatan dari Kebun Raya Bogor, kerkhof ini terdiri dari 42 makam, yang 38 diantaranya memiliki identitas. Di pemakaman ini terdapat makam Gubernur Jenderal Hindia Belanda  D.J. de Ereens  yang menjabat tahun 1836-1840. Selain itu, terdapat makam Mr. A Prins seorang ahli hukum yang pernah menjadi PLT Gubernur Jenderal Hindia Belanda sebanyak 2 kali dan makam para ahli botani beserta keluarganya yang pernah mengabdi di Kebun Raya Bogor.

nisan dari makam seorang pejabat di masa kolonial
nisan dari makam Mr A Prins, seorang tokoh penting di masa kolonial. dokpri 

Sebelum berkeliling makam, kami mendoakan mereka yang sudah berpulang terlebih dahulu di kursi panjang yang terletak di depan makam. Selanjutnya, aku mengajak si kecil berkeliling makam sambil membaca nisan satu persatu dan sedikit membersihkan dedaunan yang ada diatas makam. Aku sempat berdiri agak lama di depan nisan D.J. de Ereens yang namanya tidak terlalu kelihatan karena diblok cat warna putih, namun terdapat lambang bintang kehormatan. 

Kami tidak bisa lama-lama berkeliling makam karena digigitin nyamuk. 

 

Sesuai Dengan Budget

Piknik atau wisata tuh bener-bener harus menghitung budget supaya keuangan keluarga tetap stabil. Buat kami tidak masalah mengeluarkan budget asal worth it dengan tempat yang dikunjungi. Harga tiket masuk Kebun Raya Bogor saat wekkend untuk wisatawan domestic adalah Rp 25.500/ orang. Anak berusia 5 tahun sudah dihitung tiket full, jadi kami bertiga menghabiskan uang sebanyak Rp 76.500 untuk tiket masuk kebun raya bogor.

Loket tiket masuk di pintu 3 kebun raya Bogor
Loket tiket masuk di pintu 3 kebun raya Bogor. dokumen pribadi

Pembelian tiket Kebun Raya Bogor sebenarnya bisa melalui online, namun dalam pemilihan jam masuk kebun raya, jadi kami memilih beli tiket secara offline saja. Pembelian tiket offline yang dilayani di pintu 3 dapat dibayar menggunakan QRIS, jadi aman untuk yang tidak sering bawa uang cash seperti aku. Tapi saat beli tiket di loket jangan kaget dengan kehadiran manusia-manusia yang tidak bisa antri, harus dibanyakin sabarnya kakak!

FYI, kebun raya Bogor buka setiap hari, nah saat weekend akan buka lebih pagi dari jam 07.00 sampai pukul 16.00

Oh iya kami masuk ke Kebun Raya Bogor melalui pintu 3 karena dekat dengan Amaris Hotel Padjajaran, tempat kami menginap sekaligus parkir mobil. Menurut review dari beberapa orang di google maps, parkir mobil juga bisa di Lippo Plaza Keboen Raya yang harganya terjangkau. Tadinya kami mau parkir di Lippo, tapi berhubung sudah memutuskan menginap di Amaris jadi parkirnya sekalian di Amaris saja. Waktu itu kami tidak memilih masuk melalui pintu 1 karena ada renovasi jembatan Otista dan dekat titik kemacetan yang ruwet. Kami juga nggak kepikiran parkir di dalam kebun raya karena harganya mahal. 

Btw, alasan menginap di Amaris Hotel Padjajaran sudah kami ceritakan di Kompasiana ya.

 

Kekurangan Piknik Kebun Raya Bogor

Biaya Parkir Mobil Cukup Menguras Kantong

Selain menawarkan keindahan pemandangan hijau, udara segar dan peninggalan sejarah yang mengagumkan, piknik ke kebun raya Bogor juga ada kekurangannya. Dari beberapa review yang aku lihat di google maps rata-rata mengeluhkan biaya parkir mobil di kebun raya Bogor. 

Yup, biaya parkir mobil terbilang cukup menguras kantong yaitu sebesar Rp 50.000 , apalagi jika (diwajibkan) membeli bundling dengan harga souvenir totalnya menjadi Rp 100.000 . Beberapa waktu yang lalu tiket parkir mobil ini dibundling dengan voucher resto, tapi sependek pengetahuan kami sekarang tiket parkir mobilnya bundling dengan voucher souvenir. Biaya parkir mobil yang terbilang cukup mahal ini membuat kami memilih untuk sekalian staycation saja di Amaris.  

Oh iya selain biaya parkir mobil yang menguras kantong, harga aqua botol 600 ml di dalam kebun raya juga overprice yaitu sebesar Rp 10.000. Jadi sebaiknya memang membawa minum dan bekal sendiri supaya tidak overbudget ya. Kami juga kemarin bawa bekal sendiri, sayangnya si kecil lupa membawa botol minumnya sehingga kami beli aqua 600 ml seharga Rp 10.000 di dekat danau yang tidak jauh dari monument Lady Raffles.

Kompleks Pemakaman Belanda (Kerkhof) Kurang Terawat

makam belanda yang nisannya tidak terbaca lagi
makam belanda yang nisannya tidak terbaca lagi. dokumen pribadi

Sebagai penyuka sejarah kolonial, rasanya sedih melihat kondisi makam belanda di Kebun Raya Bogor kurang terawat. Menurut teman yang dulu tinggal di Bogor, kompleks pemakaman ini tadinya berpagar namun saat kami kesana sudah tidak berpagar dan beberapa nisan ditumbuhi lumut.

Padahal letak kompleks pemakaman Belanda ini tidak jauh dari pintu masuk istana, namun karena dikelilingi pohon bambu jadi kurang mendapat perhatian. Apalagi ditambah narasi horror tentang makam belanda di sebagian masyarakat, ya sudah makamnya jadi jarang dikunjungi.  

Kenapa aku berani bilang gitu? Karena waktu kami berkunjung ke kerkhof, orang-orang hanya melintas saja dari jalanan kecil dekat makam. Sebagian bahkan memandang kami “aneh” karena ngajak anak kecil ke makam, berjalan dari nisan satu ke nisan yang lain. Padahal kalau mau belajar sejarah kebun raya, tentunya tidak bisa lepas dari adanya kompleks pemakaman Belanda tersebut lho.

 

Kebun Raya Bogor, Rekomendasi Untuk Piknik Keluarga. Woth It Nggak?

berfoto di dekat air mancur kebun raya Bogor
berfoto di dekat air mancur kebun raya Bogor. dokpri

Menurut kami, Kebun Raya Bogor bisa jadi rekomendasi tempat piknik keluarga yang nyaman dengan harga tiket yang masih masuk akal dan worth it. Pemandangan hijau, udara segar, banyaknya varian tumbuhan dan peninggalan bersejarah bisa jadi tempat piknik sekaligus edukasi untuk kita semua.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat mengunjungi kebun raya diantaranya titik kemacetan, parkir mobil dan harga makanan-minuman di dalam karena akan merogoh kocek lebih dalam. Jadi tidak heran jika melihat pengunjung membawa bekal dari rumah, termasuk kami sekeluarga. Untuk parkir mobil, beberapa review di google maps menyarankan untuk parkir mobil di mall terdekat seperti Lippo Plaza Keboen Raya dan Botani Square karena dirasa lebih terjangkau. 

Sementara itu kami memilih parkir di Amaris Hotel Padjajaran karena sekalian staycation disana. Mungkin lain waktu jika mengnjungi kebun raya Bogor akan kami coba menggunakan transportasi umum seperti KRL disambung dengan Bis Kita karena ada halte dekat kebun raya Bogor.

Sayang sekali untuk pemakaman Belanda di tempat ini kurang terawat. Semoga kedepannya bisa lebih diperhatikan oleh pihak pengelola kebun raya karena belajar sejarah kebun raya tidak bisa lepas dari pemakaman Belanda yang berdiri di dekat pintu masuk istana Bogor.

 

 

Pengalaman Pertama Naik MRT Jakarta

1 komentar

Pengalaman pertama menggunakan MRT Jakarta
Pengalaman pertama naik MRT Jakarta. Dokpri


MRT (Mass Rapid Trans) adalah sistem transportasi massal yang menggunakan rel atau lebih dikenal dengan kereta bawah tanah yang beroperasi di Jakarta. Pengalaman pertama naik MRT Jakarta aku dapatkan saat mengunjungi ibu kota pada bulan Juni 2022. Meskipun kasus covid sudah mulai landai, namun aku tetap menerapkan protokol kesehatan saat menggunakan transportasi umum seperti saat naik MRT.

MRT Jakarta menghubungkan stasiun Lebak Bulus dengan stasiun bundaran HI yang melewati beberapa stasiun lainnya. Sampai saat ini jalur MRT Jakarta yang sudah beroperasi adalah sepanjang 15,7km.

Peta Stasiun MRT Jakarta
Dokumen : website MRT Jakarta


Rute MRT Jakarta melewati beberapa stasiun diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Stasiun Lebak Bulus
  2. Stasiun Fatmawati
  3. stasiun Cipete Raya
  4. Stasiun Haji Nawi
  5. Stasiun Blok A
  6. Stasiun blok M 
  7. Stasiun ASEAN
  8. Stasiun Senayan
  9. Stasiun Istora Mandiri
  10. Stasiun Bendungan Hilir
  11. Stasiun Astra
  12. stasiun Dukuh Atas BNI
  13. Stasiun Bundaran HI

Sementara itu untuk jadwal operasional MRT, terdapat perbedaaan jam buka pada hari kerja dan akhir pekan. Pada hari kerja, MRT mulai beroperasi pada pukul 05.00 sampai pukul 23.00. Sedangkan untuk akhir pekan (weekend), jam operasional MRT dimulai pada pukul 06.00 sampai 23.00. Pada jam-jam sibuk jarak waktu keberangkatan MRT setiap 5 menit sekali, tetapi diluar jam sibuk MRT akan berangkat setiap 10 menit sekali.

Pengalaman Pertama Naik MRT Jakarta

Sebagian stasiun MRT Jakarta letaknya dibawah tanah
Mencoba naik MRT untuk pertama kalinya.
Dokumen pribadi

Sebelum menggunakan MRT Jakarta, aku menyempatkan diri untuk browsing dulu beberapa hal penting tentang MRT, salah satunya adalah panduan menggunakan MRT Jakarta supaya perjalananku lancar.  Setelah dirasa cukup paham dengan panduan tersebut, aku memutuskan untuk pakai aplikasi MRT Jakarta saja karena terasa lebih praktis daripada pakai e-money atau kartu lainnya. Untuk cara membeli tiket MRT Jakarta ada dibawah ini ya.

Cara Membeli Tiket MRT Jakarta

Tangkapan layar aplikasi MRT Jakarta


  1. Download Aplikasi MRT J di Playstore
  2. Daftar/registrasi akun MRT J terlebih dahulu
  3. Log in akun MRT J
  4. Pilih Tiket
  5. Klik Beli Tiket, isi stasiun keberangkatan dan tujuan. Jika akan bepergian sendiri bisa memilih tiket satuan, dan apabila ingin menggunakan MRT bersama keluarga bisa memilih tiket grup maksimal 5 orang. Untuk tiket MRT yang akan dibeli pun ada pilihan sekali jalan atau pulang pergi.
  6. Bayar tiket menggunakan beberapa metode pembayaran yang tersedia. Nah disini aku pakai metode pembayaran LinkAja karena merasa lebih mudah dan praktis.
  7. Konfirmasi pembayaran dan akan mendapatkan QR Code. Nah QR Code ini tuh digunakan untuk masuk dan keluar gerbang stasiun MRT
Tarif MRT Jakarta tahun 2022.


Cara Naik MRT untuk Pemula

Tiket MRT sudah ditangan, akupun siap untuk berangkat menuju stasiun tujuan supaya tidak telat untuk mengikuti sebuah acara. Dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan KRL dari stasiun Cikarang, aku akhirnya sampai di stasiun Sudirman. Nah anak-anak Citayam Fashion Week juga pasti pada turun disini, jadi tidak heran kalau mulai dari underpass yang menghubungkan stasiun Sudirman sampai stasiun Dukuh Atas BNI ini sering ramai. 

Hanya dengan berjalan kaki lima menit dari stasiun Sudirman, aku sampai di depan stasiun Dukuh Atas BNI. Terlihat beberapa petugas di depan stasiun yang siap membantu calon pengguna MRT sekaligus mengingatkan untuk scan QR Code peduli lindungi. Oh iya rute yang akan aku tempuh adalah Stasiun Dukuh Atas BNI sampai stasiun Senayan, harga tiketnya hanya Rp 5000 saja.

Harga tiket MRT dari Dukuh Atas ke Senayan


Memasuki stasiun yang ada dibawah tanah, sinyal di smartphoneku mulai hilang. Tapi tenang saja karena masih ada wifi stasiun yang bisa digunakan hanya untuk membuka aplikasi MRT J. 

Gate MRT di stasiun Dukuh Atas BNI. Dokpri


Nah sebelum naik MRT, kita harus memperhatikan beberapa gate untuk scan tiket karena gate yang bisa digunakan untuk scan QR Code dan tap e money berbeda. Aku sempat agak kebingungan untuk scan tiket, beruntung sekali ada petugas yang siap membantu. Jadi gate untuk scan tiket MRT yang berupa QR Code itu terpisah dengan gate yang digunakan untuk tap e-money atau kartu MRT.

Setelah memasuki peron, petugas akan membantu mengatur flow penumpang supaya tidak berebut saat akan masuk MRT. Penumpang yang turun akan diprioritaskan terlebih dahulu daripada yang akan naik. 

Suasana di dalam MRT pagi itu masih sepi dan terasa sangat dingin, hanya beberapa petugas keamanan terlihat berkeliling gerbong sambil mengingatkan penumpang untuk tidak berbicara selama di dalam kereta. Dari stasiun Dukuh Atas BNI ke stasiun Senayan terasa sangat singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit saja. 

Kesimpulan



Menggunakan MRT Jakarta bisa menjadi pilihan yang tepat saat bepergian ke ibu kota karena dapat menghemat waktu, terhindar dari macet dan nyaman karena tidak bising seperti di kereta api. Selain itu harga tiket MRT juga sangat terjangkau dan sudah bisa dibeli menggunakan aplikasi MRT J yang lebih praktis. 

Dari segi pelayanan, petugas MRT sigap membantu pengguna MRT yang masih pemula seperti aku. Jadi nggak khawatir naik MRT lagi. Stasiun MRT juga sudah dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman, tempat ibadah dan toilet yang bersih.  

Jadi apakah kalian tertarik mencoba naik MRT Jakarta?

Stasiun MRT Dukuh Atas BNI

Sumber Hidangan, Toko Roti Legendaris di Bandung yang Wajib Dikunjungi

20 komentar

 

toko roti legendaris di Bandung, Sumber Hidangan
roti klasik dengan rasa otentik di toko Roti Sumber Hidangan.
dokumen pribadi

Sumber Hidangan, sebuah toko roti legendaris di Bandung yang wajib dikunjungi. Daya tarik utama toko roti ini adalah kehadiran bermacam-macam roti klasik dan nuansa tempo dulu, yang membuat kita seolah dibawa ke dalam masa kolonial.

Sumber Hidangan yang bernama asli Het Snoephuis (yang berarti Rumah Manis) sudah berdiri sejak tahun 1929. Jika dibandingkan dengan umur toko roti lainnya, Sumber Hidangan dapat dikatakan sebagai toko roti tertua yang berdiri di kota Bandung. sementara nama "Sumber Hidangan" baru mulai digunakan di tahun 60-an.

Terletak di Kawasan Braga, tepatnya di jalan Braga nomor 22-24, Sumber Hidangan sangat mudah dijangkau oleh berbagai macam moda transportasi.  Namun yang seringkali membingungkan adalah toko ini tidak pernah memasang plang nama, jadi harus cermat dan jeli untuk menemukan toko roti yang didepannya dipenuhi lukisan ini.

papan nama toko roti Sumber Hidangan
papan nama toko roti Sumber Hidangan terdapat di dalam toko saja.
dokumen pribadi


Sumber Hidangan buka dari  pagi sampai sore saja, yaitu pukul 9.30 sampai pukul 16.00 WIB. Waktu aku mengunjungi toko ini pada pukul 10.00 para pengunjung sudah berdatangan dan suasana mulai ramai.

 

Sumber Hidangan Menghadirkan Nuansa Tempo Dulu

Suasana pagi setelah buka di toko Sumber Hidangan
suasana pagi sesaat setelah buka di Sumber Hidangan. dokumen pribadi


Saat pertama kali memasuki  toko roti Sumber Hidangan, seperti memasuki lorong waktu yang membawa kita kepada suasana tempo dulu, lebih tepatnya di masa kolonial. Bangunan toko sama sekali belum pernah direnovasi besar-besaran. Bangunan masih menggunakan arsitektur yang terkenal pada masa kolonial. Hal itu terlihat dari langit-langit toko yang tinggi dengan lampu-lampu yang menjuntai.

Kemudian masih terdapat tegel jadul yang berwarna putih tulang dengan bintik-bintik hitam. Perpaduan keduanya sangat serasi, ditambah dengan tembok yang berwarna putih dan interior berbahan kayu yang berwarna cokelat tua.

Aku membayangkan Sumber Hidangan ini dulunya adalah kafé hits, tempat nonkrong para tuan belanda yang tinggal di Bandung.



ruangan dengan nuansa tempo dulu, cocok untuk menikmati roti klasik dan es krim
Ruangan dengan nuansa tempo dulu yang cocok untuk menikmati roti dan es krim.
dokumen pribadi


Di ruangan sebelah, terdapat beberapa meja dan kursi yang terbuat dari rotan. Ruangan ini disediakan untuk pengunjung  toko roti yang ingin menikmati makanannya secara langsung. Di ruangan ini tidak ada colokan listrik atau wifi, jadi benar-benar digunakan untuk menikmati hidangan yang sudah kita beli.

 

Mencicipi Roti dan Es Krim dengan Cita Rasa Otentik

roti dan kue di Sumber Hidangan menggunakan resep otentik yang turun temurun
kue di etalase Sumber Hidangan.dokumen pribadi


Suasana klasik semakin bertambah kala pandangan mata melihat etalase jadul dengan berbagai jenis roti dan kue. Bahkan ada kue kering yang dituliskan menggunakan Bahasa belanda di dalam toples. Karena tidak bisa berbahasa Belanda, aku tidak bisa mengucapkan nama kue tersebut. Tetapi hanya bisa menebak bahwa di dalam toples itu berisi roti kering.

roti kering dinamai dengan bahasa Belanda di Sumber Hidangan
roti kering di dalam toples ini menggunakan bahasa Belanda. dokumen pribadi


Meskipun dikelola oleh generasi kedua, toko roti legendaris di Bandung ini masih konsisten menyediakan bermacam-macam bakery dengan resep jadoel yang ada sejak jaman Belanda. Tidak hanya itu saja, ternyata Sumber Hidangan juga menyediakan es krim dengan resep jadoel yang siap menggoyang lidah.

Etalase jaman dulu di toko Sumber Hidangan tetap dipertahankan
Etalase jaman dulu di toko Sumber Hidangan tetap dipertahankan.
dokumen pribadi


Walaupun mengaku sebagai pecinta roti, tapi aku tetap saja bingung saat memilih roti yang ada di Sumber Hidangan. Maklum saja karena pilihannya banyak dan aku sangat “kemaruk” ingin mencoba semuanya. Beruntung sekali pemilik Sumber Hidangan membantuku memberikan rekomendasi beberapa roti yang menjadi andalan mereka.

 “Kalau yang ini adalah sojics brood. Isinya daging sapi, rasanya gurih dan kulitnya renyah mirip kulit bolen pisang”, jelas pemilik Sumber Hidangan sambil menunjukkan Sojics Brood sapi yang ada di etalase.

Akupun mengangguk sambil menjawab, “ Ya pak saya mau mencicipinya satu.” roti sosis jadul itu kemudian sudah berpindah ke piring kecil dengan cepat.

beberapa jenis roti bercitarasa otentik yang aku cicipi


Setelah berkeliling etalase aku memutuskan untuk mencoba es krim vanilla, roti cokelat, kue Soes, Suikerbol dan Socijs brood sapi.  Roti-roti pesananku tadi ditaruh dalam piring kecil berwarna putih dengan garpu kecil dan selanjutnya aku bawa ke meja setelah membayar. Khusus untuk es krim, akan diantarkan oleh pelayan.

Jika rotinya ingin dibungkus, bisa minta dibungkuskan kepada pelayan. Tetapi karena suasana toko roti semakin siang semakin ramai jadi harus sedikit bersabar.  Oh iya untuk pembayarannya, disini aku menggunakan uang tunai, aku tidak sempat menanyakn apakah bisa cashless karena pelayan tokonya sudah mulai sibuk melayani pelanggan yang lain.

roti yang akan dibawa pulang dibungkus menggunakan kertas roti yang bertuliskan Sumber Hidangan
roti yang akan dibawa pulang dibungkus menggunakan kertas roti yang bertuliskan Sumber Hidangan


Sepotong makanan yang masuk ke dalam mulut terkadang membawa sebuah kenangan saat kita benar-benar menikmatinya.

Seperti pagi itu di Sumber Hidangan, sepotong kue Soes jadul yang meluncur ke dalam mulut, membuatku mengingat kembali rasa kue Soes dari toko Oen Semarang. Yup, rasa kedua kue Soes ini hampir sama, sangat jadul, kulitnya lembut,  gurih dengan isian vla yang ringan dan tidak terlalu manis. Kue Soes ini sepertinya cocok sekali untuk menemani minum kopi, duduk santai di kursi rotan dan menikmati suasana Braga.

es krim vanila, roti cokelat dan kue soes dari toko Sumber Hidangan
es krim vanila, roti cokelat dan kue soes.


Untuk Socijs brood sapi, kulit rotinya terasa renyah dan gurih, berpadu dengan daging sapi cincang yang lembut sangat cocok untuk sarapan pagi. Makan satu saja sudah bikin kenyang.

Es krim vanilla disajikan dalam mangkuk eskrim kecil tanpa ada tambahan lain, tidak seperti di toko Oen Semarang.  Jadi kalau di Sumber Hidangan eskrim vanilanya benar-benar polosan. Tanpa menunggu waktu lama, si kecil langsung menghabiskan es krim tersebut jadi aku tidak sempat mencicipinya.  

Sebenarnya aku ingin lebih lama menikmati roti dan suasana klasik di toko roti Sumber Hidangan. Namun karena ada keperluan lain aku segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan.

Roti coklat dari Sumber Hidangan menjadi penyelamatku setelah terjebak macet dalam perjalanan menuju stasiun. Tekstur rotinya lembut, dengan lelehan coklat yang lumayan banyak di dalamnya. Ini sangat cocok untuk pecinta cokelat seperti Kanjeng Papi.

Sementara untuk Suikerbol yang mirip dengan Cinnamon roll (atau mungkin nama lain cinnamon roll dalam Bahasa Belanda), tekstur rotinya empuk, rasanya cenderung manis dan wangi kayu manisnya tidak terlalu kuat.

 

Pikiranku Masih Melayang ke Toko Roti Sumber Hidangan

Sambil menikmati Cinnamon roll buatanku siang ini, wangi kayu manisnya masih membuat pikiranku melayang ke toko roti Sumber Hidangan.

Menjelang siang suasana toko roti Sumber Hidangan semakin ramai
Menjelang siang suasana toko roti Sumber Hidangan semakin ramai


Sumber Hidangan sebagai toko roti legendaris di Bandung masih konsisten menghadirkan roti klasik dan es krim dengan resep yang sudah ada dari jaman Belanda. Toko yang berdiri sejak tahun 1929 ini menawarkan roti jadoel dengan nuansa klasik, yang menjadi daya tarik utamanya bagi pengunjung. Sampai sekarang toko roti dikelola oleh generasi kedua.

Untuk menuju Sumber Hidangan sangat mudah karena terletak di Kawasan Braga. Dengan catatan harus cermat karena tidak ada plang nama yang besar dan didepan toko dipenuhi lukisan. 

harga roti di Sumber Hidangan mulai dari 10-ribu saja
nota pembelian roti dan eskrim di Sumber Hidangan.
dokumen pribadi


Harga roti di Sumber Hidangan menurutku sangat terjangkau, mulai dari 10-ribuan sudah bisa menikmati roti cokelat yang lembut. Toko ini buka di pagi hari sampai sore saja, jadi tidak bisa dikunjungi untuk menikmati senja ya.

Semoga diberikan kesempatan untuk kesana lagi ya karena aku masih penasaran dengan berbagai macam roti/kue bercita rasa otentik lainnya.

 

 

Cara Mudah Beli Tiket KRL pakai Gojek

1 komentar

 

cara beli tiket krl pakai gojek terasa lebih mudah dan praktis
foto : jawapos.com

Cara beli tiket KRL pakai Gojek terasa lebih mudah dan praktis. Cara membeli tiket KRL melalui fitur Go Transit baru saja resmi dirilis di akhir Juni 2022. Dengan adanya fitur Go Transit, pengguna KRL Commuter line dapat membeli tiket dengan lebih mudah dan praktis tanpa menggunakan kartu. 

Walaupun aku bukan pengguna KRL setiap hari, kemudahan ini tentu saja patut diapresiasi. Beberapa waktu yang lalu aku membeli tiket KRL menggunakan fitur Go Transit dari Gojek. Didorong oleh rasa penasaran untuk mencoba fitur Go Transit, akhirnya jadilah pengalaman seperti yang aku tuliskan disini.

Sebenarnya di rumah aku punya beberapa kartu e-money, tetapi karena menggunakan kartu terasa ribet jadi aku memilih beli tiket KRL pakai Go Transit. Apalagi jarak rumah ke stasiun terdekat sekitar 17km, kalau belum pegang tiket KRL dari rumah khawatir takut kehabisan. 

Ada berbagai cara beli tiket KRL Jabodetabek 2022, tapi menurutku yang paling mudah dan praktis menggunakan Go Transit. Jika pada kartu e-money hanya dapat digunakan oleh satu penumpang dengan minimal saldo sebesar 5000 rupiah, nah pada layanan Go Transit ini sangat berbeda. 

Dalam satu akun gojek, kita bisa membeli tiket KRL untuk beberapa orang sekaligus alias rombongan. Menurut berita yang ditulis oleh cerdas belanja, pembelian tiket KRL melalui fitur Go Transit memungkinkan pengguna untuk membeli sampai 10 tiket.

 

Cara Beli Tiket KRL pakai Gojek

Masuk ke akun Gojek 

halaman utama aplikasi gojek


Pilih fitur Go Transit dan klik beli tiket KRL/ Commuter Line

halaman fitur go transit pada aplikasi gojek


Ketik Stasiun Keberangkatan dan Tujuan, kemudian bayar menggunakan Gopay atau LinkAja. Karena aku tidak punya saldo Gopay, jadi kemarin aku bayarnya pakai LinkAja. 

pembayaran tiket KRL bisa menggunakan Gopay dan LinkAja


Pengguna akan mendapatkan QR Code pada halaman fitur Go Transit. Nah QR Code ini nanti di scan di pintu masuk dan keluar stasiun. Nah kalau mau nambah beli tiket KRL tinggal klik Buy More dan ulangi step-stepnya dari awal.

tiket KRL yang sudah dibeli akan terlihat pada fitur Go Transit


 

Kelebihan Beli Tiket KRL pakai Gojek

Lebih Mudah dan Praktis

Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, membeli tiket KRL pakai gojek ini lebih praktis karena tidak perlu membawa berbagai macam kartu. Selain itu, pembayaran tiket KRL lewat aplikasi Gojek bisa menggunakan Gopay dan LinkAja. Nah aku pilih menggunakan LinkAja karena biaya top up LinkAja  dari bank plat merah masih gratis. Jadi lumayan hemat 1000 rupiah daripada top up Gopay.

Bisa Beli Untuk Rombongan

Bepergian menggunakan KRL bersama -sama akan terasa lebih praktis kalau tiketnya dipegang oleh satu orang. Nah sekarang beli tiket KRL untuk rombongan juga sudah bisa menggunakan Gojek. Misalnya kalau dari Cikarang mau ke Citayam Fashion Week bareng-bareng, tiap orang tidak perlu pegang kartu e-money lagi. Tetapi cukup dikoordinasi oleh satu orang, yang bisa membeli beberapa tiket KRL sekaligus lewat aplikasi Gojek.  

Harga Tiket KRL Langsung Terlihat

Untuk membeli tiket KRL pakai Gojek setauku sampai sekarang tidak ada syarat minimal saldo, karena setiap mengetik stasiun keberangkatan dan tujuan akan langsung keluar tarifnya. Kemarin aku berangkat dari stasiun Cikarang ke stasiun Sudirman harga tiketnya hanya sebesar Rp 5000 per orang. Kemudian tiket KRL ini berlaku selama satu hari, tidak ada batasan harus naik KRL yang jam sekian pokoknya asal naik KRL di hari yang sama dengan kita membeli tiket. Tetapi berangkatnya harus sesuai dengan stasiun yang sudah tercantum pada tiket KRL ya.

Kekurangan Beli Tiket KRL Pakai Gojek

Kekurangan membeli tiket KRL pakai gojek untuk rombongan diperlukan ketelitian dan kesabaran ekstra. Saat membeli tiket untuk rombongan tuh kan belinya harus satu per satu, tidak bisa langsung beli 3 sekaligus seperti membeli tiket MRT. Kemudian saat akan masuk ke stasiun keberangkatan dan keluar di stasiun tujuan juga scan tiketnya satu per satu.  

 

Membeli Tiket KRL Jadi Mudah dan Praktis dengan Go Transit dari Gojek

suasana di peron stasiun Cikarang
suasana di stasiun Cikarang, terlihat beberapa gate untuk scan QR Code KRL.
dokumen pribadi


Beli tiket KRL kini semakin mudah dengan adanya fitur Go Transit pada aplikasi Gojek. Terbosan ini menurutku patut diapresiasi karena sangat membantu untuk yang ingin bepergian naik KRL dengan lebih praktis. Untuk metode pembayaran  tiket KRL, Gojek memberikan dua pilihan yaitu melalui Gopay dan LinkAja. Kemudian untuk tarif tiket KRL dihitung dari tempat asal dan tujuan, jadi tidak memotong saldo dengan tarif terjauh.

Selain itu, pengguna KRL juga bisa membeli tiket KRL untuk rombongan  dalam satu akun gojek. Jadi tidak perlu repot menyiapkan kartu satu per satu saat akan naik KRL. Namun sebaiknya teliti saat membeli tiket rombongan karena tiketnya "beneran” dibeli satu per satu, tidak bisa beberapa sekaligus seperti membeli tiket MRT.

Apakah teman-teman sudah mencoba beli tiket KRL pakai aplikasi Gojek? Aku tunggu ceritanya di kolom komentar ya.

Pengalaman Menginap di Greenotel Cilegon Bersama Keluarga

24 komentar
Pengalaman menginap di Greenotel Cilegon
Pengalaman menginap di Greenotel Cilegon. Dokumen pribadi

Greenotel Cilegon adalah hotel bintang 3 yang menawarkan pengalaman menginap di Cilegon, dengan keindahan pemandangan alam dan memberikan pengalaman seru melalui Cilegon Green Waterpark. Yup, benar sekali hotel ini jadi satu kompleks dengan waterpark.

Lebaran tahun ini kami tidak mudik, namun memutuskan untuk main ke tempat saudara di Cilegon sekaligus staycation. Persiapan untuk traveling ke Cilegon sudah dirancang sejak pertengahan bulan puasa, termasuk memilih tempat untuk menginap yang krusial banget.

Mengunjungi 2 Taman Kota di Dekat Stasiun Purwakarta yang Rindang

34 komentar

Stasiun Purwakarta ternyata merupakan stasiun yang sangat strategis di tengah kota Purwakarta. Selain dekat dengan toserba, jalan provinsi dan perpustakaan daerah, ternyata stasiun Purakarta juga dekat dengan taman kota. Kedua taman tersebut adalah Taman Air Mancur Sri Baduga dan Taman Cerdas Surawisesa Purwakarta. Jaraknya hanya ratusan meter dari stasiun, ditambah dengan tersedianya trotoar yang lebar dan pepohonan rindang, tentu sangat mendukung untuk berjalan kaki

Stasiun Purwakarta letaknya dekat dengan taman Air Mancur Sri Baduga
Stasiun Purwakarta. Dokumen pribadi


Berbekal tiket kereta seharga 4000 rupiah, akhirnya aku sampai di Stasiun Purwakarta. Dengan menggunakan kereta lokal Walahar dari Stasiun Cikarang, menuju stasiun Purwakarta membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit. 

Waktu menunjukkan jam 1 siang saat aku menginjakkan kaki di stasiun Purwakarta.  Semua kekesalan selama naik kereta rasanya sudah menguap begitu saja. Rasa kesal itu kemudian berganti dengan rasa penasaran. Patung Gatotkaca di depan Stasiun sudah menyambut kedatangan siapa pun yang menginjakkan kakinya di Purwakarta. Rasanya kaki ini ingin segera melangkah menyusuri trotoar, menuju beberapa tempat yang sudah aku rencanakan. 

Patung di dekat stasiun Purwakarta
Patung Raden Kian Santang. Dokumen Pribadi

Sebenarnya aku masih ingin menyusuri lorong Stasiun Purwakarta. Namun setelah turun  dari gerbong kereta, arus penumpang langsung diarahkan ke pintu keluar oleh petugas. Hal ini dilakukan karena untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di peron stasiun. Jadi aku hanya bisa melihat sekilas bahwa stasiun ini masih memiliki wajah aslinya. 

Wajah bagian dalam stasiun Purwakarta masih dipertahankan
Bagian dalam Stasiun Purwakarta. Dokumen pribadi


Stasiun Purwakarta merupakan cagar budaya, yang berarti wajah aslinya harus dipertahankan. Dari website kementrian kebudayaan, Stasiun Purwakarta yang dibangun pada tahun 1881 sampai 1884 ini tercatat dengan nomor registrasi nasional CB 822. 

Saat keluar dari kompleks stasiun, terdapat patung Raden Kian Santang yang duduk bersila. Di dekat patung ini terlihat beberapa orang yang sedang menunggu angkot, jemputan atau ojek online. Stasiun diapit oleh Gedung Kembar yang belum aku ketahui fungsinya. 

Yhaa gimana mau masuk, lha wong pagernya ditutup. Mungkin libur karena tanggal merah. Kebetulan waktu itu aku main ke Purwakarta pas tanggal merah. 

Tujuan pertama jalan-jalan kali ini adalah Taman Sri Baduga. Jarak dari stasiun ke Taman kurang lebih 500 meter. Namun karena kehabisan uang cash dan perut sudah keroncongan, akhirnya harus mampir dulu ke Toserba Yogya yang arahnya berlawanan dengan taman. Ya nggak apa-apa sih wong udah diniatin jalan-jalan. 😁

Patung yang aku temui sebelum ke Toserba. Dokumen pribadi

Sampai di pertigaan sebelum Yogya Supermarket ternyata masih ada patung wayang. Sepertinya Arjuna sedang mengendarai kereta kudanya atau mungkin Kresna? aku kurang hapal dengan tokoh pewayangan.

Taman Air Mancur Sri Baduga

Setelah selesai dengan urusan perut, perjalanan dilanjutkan ke Taman Air Mancur Sri Baduga yang jaraknya sekitar 700 meter dari Toserba Yogya. 

Taman Air Mancur Sri Baduga ternyata masih tutup di masa pandemi
Hanya bisa menikmati keindahan taman air mancur Sri baduga dari luar. Dokumen pribadi

Saat melintas di dekat pagar pintu masuk Taman Sri Baduga, berbagai karakter wayang terukir di dindingnya. Bahkan di dekat gerbang utama terdapat relief yang menceritakan perang Bubat dan diatas relief itu ada patung Sri Baduga Maharaja yang sedang menunggang kuda. 

Banyak pengunjung yang berfoto di depan relief taman air mancur Sri Baduga
Beberapa pengunjung terlihat berfoto di depan relief taman air mancur Sri Baduga. Dokumen Pribadi


Tapi saat udah sampai di pintu utama, ternyata Taman Sri Baduga TUTUP. Saat aku bertanya kepada petugas, ternyata taman sengaja ditutup karena pandemi covid. Yah sayang sekali yaaa... 

Taman Air Mancur Sri Baduga masih tutup saat pandemi
Gerbang utama Taman Air Mancur Sri Baduga hanya dibuka untuk petugas. Dokpri

Sedikit melihat ke dalam taman, disana sepertinya ada patung Raden Kian Santang yang dikelilingi danau bernama Situ Buleud. 

Menurut kebanyakan orang, waktu yang tepat untuk berkunjung ke Taman Air Mancur Sri Baduga adalah saat malam hari. Karena di malam hari terdapat pertunjukan air mancur terbesar se-Asia Tenggara. Namun itu sama sekali nggak masuk dalam listku karena aku nggak tertarik sama taman air mancur yang mirip sama yang di kota Bandung. 

Untuk mengurangi kekecewaan karena nggak bisa masuk ke dalam taman, akhirnya banyak orang yang berfoto di depan relief perang Bubat. Kalau aku sih fotonya di sebrang aja, biar patung Sri Baduga Maharaja bisa masuk frame. 

Oh iya di depan taman ini juga masih ada beberapa bangunan peninggalan kolonial yang bikin penasaran. Salah satunya bangunan kolonial yang digunakan untuk kantor PLN. 


Taman Cerdas Surawisesa Purwakarta

Taman Surawisesa yang masih bisa dikunjungi selama pandemi
Taman Cerdas Surawisesa Purwakarta. Dokumen pribadi


Sebelum masuk ke Taman Sri Baduga, aku sempat melintasi Taman Cerdas Surawisesa yang katanya taman untuk anak-anak. Nah waktu pulang dari Taman Sri Baduga, mampirlah ke Taman Cerdas Surawisesa. Saat matahari sudah bergeser ke arah barat, para pengunjung mulai berdatangan.  Beberapa orang tua terlihat membawa anak-anak mereka untuk bermain. 

Taman Surawisesa tidak seluas Taman Air Mancur Sri Baduga. Di dalam taman terdapat halaman yang dikelilingi kursi berwarna-warni, kolam ikan dan panggung. 

Nah di bagian bawah panggung ini ada fasilitas toilet dan tempat ibadah. Serta bagian bawah panggung ini digunakan petugas taman untuk istirahat. Ya mirip seperti taman-taman yang ada di kota Bandung sih menurutku. 

Di sekitar Taman Surawisesa banyak banget yang jual jajanan, jadi nggak khawatir perut keroncongan. Bahkan ada beberapa yang menyewakan kuda untuk ditumpangi anak-anak. 


Mencicipi Mie Kocok dekat Stasiun Purwakarta

Mie kocok legendaris, letaknya di depan gedung kembar Purwakarta
Mie kocok dan teh hangat, cocok untuk mengisi perut sambil nunggu kereta. Dokumen pribadi


Dikarenakan hari sudah mulai gelap dan akan hujan, aku memutuskan untuk kembali ke Stasiun lebih awal dari rencana. Selain itu supaya bisa mencicipi mie kocok di depan Gedung Kembar sambil menunggu jadwal kereta untuk kembali ke Cikarang.

 Mie kocok legendaris ini buka mulai pukul 16.00 dan sudah ramai pembeli. Waktu sampai sana pun aku nggak dapat tempat duduk jadi harus nunggu sebentar. Dengan harga 12000 rupiah, mie kocok legendaris ini sudah siap menggoyang lidah. Selain itu dikasih minum satu gelas teh tawar gratis. Lumayan banget kan. 


Akan Menyusuri Tempat di Sekitar Stasiun Purwakarta Lagi? 

Wah kalau ada yang tanya gini pasti aku jawab 100% yessss!! soalnya belum puas menyusuri sekitar Stasiun. Aku juga belum ke Purwakarta Public Library dan Bale Panyawangan Diorama Nusantara. Padahal dua tempat ini pasti punya banyak informasi sejarah yang bermanfaat. 

Lain waktu aku pasti kembali untuk menyusuri gedung-gedung peninggalan kolonial di sekitar Stasiun Purwakarta. Asal perginya nggak pas tanggal merah aja karena pasti pada tutup. 😅

Kesan pertama ke Purwakarta adalah kota ini punya ciri khas dan karakter kuat tanpa meninggalkan ke-Sunda-anya. Semoga bisa main ke Purwakarta lagi secepatnya yaaa.. 



Pengalaman Booking Tiket Menggunakan Pegi Pegi

Tidak ada komentar
Dok : Pixabay


Yeaaay sebentar lagi Kanjeng Papi mau pulang ke Jogja untuk wisuda, sebuah kabar bahagia yang harus didukung oleh ketersediaan transportasi tentunya. Ya bisa dibayangkan kalau tidak dapat tiket untuk pulang ke Jogja kan sayang banget, soalnya udah bayar lunas buat ikut prosesi yang namanya wisuda.

Daaan peraturan kampusnya itu ikut wisuda atau tidak ikut wisuda bayarnya tetap sama, jadi akhirnya Kanjeng Papi memutuskan untuk wisuda dong.😪

Dibalik Kanjeng Papi yang ribet ngurusin mau wisuda, ada seorang istri yang gemar ngintip isi ATM. Iya dong kan aku harus tau posisi keuangan keluarga (kok istilah yang dipakai kayak jaman kuliah ekonomi ya 😝), sampai akhirnya harus menentukan pilihan transportasi untuk Kanjeng Papi pulang ke Jogja.

Berhubung Kanjeng Papi ada di planet Cikarang, untuk menentukan pilihan transportasinya juga harus memperhitungan waktu. Apalagi Kanjeng Papi kan sekarang kerja tetap (bikin pesawatnya Decepticon kali 🤣) bukan freelance lagi, jadi nggak bisa fleksibel kalau mau keluar kota dengan alat transportasi massal. Daerah industri seperti Cikarang tentunya memiliki jam-jam sibuk dengan kendaraan padat merayap sehingga waktu tempuh kendaraan akan meleset dari perkiraan awal.


Bulan lalu waktu pulang ke Jogja tuh Kanjeng Papi sudah mencoba bus AKAP (baik yang booking melalui Traveloka atau yang langsung lewat agen), nah sekarang saatnya berhemat  dengan pilihan moda transportasi lainnya. Berhematnya nggak cuma soal uang lho, tapi juga waktu tempuh soalnya kan ini keburu mau wisuda. 🙄

Akhirnya pilihan moda transportasi itu jatuh kepada kereta api dan pesawat yang dibooking melalui Pegi Pegi. Jadi Kanjeng Papi pulang ke Jogjanya naik kereta api, sedangkan kembali ke Cikarang setelah wisuda menggunakan pesawat.


Kemudahan yang Diberikan Pegi Pegi


Booking Tiket Kereta Api


Kereta api.
Dok : Pegi Pegi

Untuk mendapatkan tiket kereta api yang bersubsidi, aku harus rajin intip ke aplikasi Pegi pegi dan bookingnya dari jauh-jauh hari. Aku booking tiket kereta api Bengawan, dengan keberangkatan tanggal 27 Maret dari Pasar Senen (PSE) ke Lempuyangan (LPN) itu sejak akhir bulan Februari. Ya takutnya keburu abis kalau nggak cepet-cepet dibooking kan, apalagi harga tiketnya murah meriah dan waktu tempuhnya juga lebih cepat daripada bus.

Loh kenapa naiknya dari PSE?
Jawabannya karena kalau dari Bekasi itu tinggal kereta yang non subsisi, harganya lumayan menguras isi kantong dan jam keberangkatannya juga tidak pas dengan jadwal Kanjeng Papi. Makannya akhirnya aku memilihkan KA Bengawan kelas ekonomi dengan harga Rp 74.000 plus Convenience Fee Pegi Pegi sebesar 7500.


Pengisian Data Penumpang KA

Booking tiket kereta api di aplikasi Pegipegi itu hampir mirip seperti di KAI Access kok. Jadi setelah isi data penumpang, kita akan diarahkan untuk memilih seat. Setelah itu baru dilakukan pembayaran.

Booking Tiket Pesawat 

Maskapai Citilink.
Dok : Cermati.com

Tiket pesawat di bulan Maret ini memang agak miring, soalnya dunia penerbangan lagi agak sepi karena virus Corona. Kalau tidak karena HARUS wisuda, mungkin aku akan meminta Kanjeng Papi untuk menunda bepergian.


Aku berhasil mendapatkan tiket pesawat dari maskapai Citilink untuk tanggal 29 Maret sebesar 400-ribuan (sudah termasuk asuransi). Aku pilih jam keberangkatan yang agak sore supaya tidak terburu-buru. Padahal sebelumnya aku cek Citilink selalu menyediakan keberangkatan paling pagi yaitu pukul 06.00 dan aku tidak yakin Kanjeng Papi bisa bangun sepagi itu di hari libur. Jadi sebelum dapat tiket yang agak sorean ini,  aku sering cek aplikasi Pegi Pegi supaya dapat jam keberangkatan yang sesuai dengan harga terjangkau.

Beberapa hal aku pertimbangkan ketika memilih pesawat, salah satunya adalah maskapai Citilink masih memberikan bagasi gratis sebanyak 20kg. Selain itu Citilink masih beroperasi di bandara Adi Sutjipto (JOG), yang dekat dari rumah orang tua kami. Jadi tidak perlu spare time lebih banyak untuk perjalanan ke bandara.

Pembayaran Tiket Melalui Pegi Pegi


Oh iya kedua tiket tadi aku bayar menggunakan m-banking BRI. Cara bayarnya gampang banget kok karena instruksinya sangat jelas dari Pegi pegi. Metode yang digunakan adalah transfer, jadi kita akan diberi no.rekening BRI milik Pegi Pegi yang bisa dicopy kemudian paste ke dalam m-banking. Copy-paste ini buatku sangat membantu soalnya aku orangnya kurang teliti jika harus memasukkan nomer rekening satu persatu. Apalagi rekening BRI kan panjang tuh, kalau harus nulis ulang agak merepotkan. Iya kan? Pengguna BRI mana suaranya? 😁

Oh iya kita dikasih waktu sekitar satu jam untuk melakukan pembayaran tiket. Biar nggak lupa kalau ada pesanan yang belum dibayar, Pegi Pegi juga mengingatkan kita melalui email petunjuk pembayaran tiket.

Hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah tiga digit terakhir nominal pembayaran. Iya 3 digit terakhir harus sama dengan yang diberikan oleh Pegi pegi, supaya dari pihak Pegi pegi lebih mudah memproses pembayaran tiket kita.

Setelah pembayaran berhasil,  Pegi Pegi  memberikan email yang berisi e-ticket dan invoice. Nah untuk pesawat, selain tiket dan invoice tuh ada email yang berisi asuransi yang sudah dipilihkan untuk penumpang.




Kesimpulannya adalah Pegi Pegi sangat membantuku untuk mendapatkan tiket kereta api dan pesawat dengan harga terjangkau, plus pembayarannya juga gampang banget.

Kalau kamu punya cerita apa dengan Pegi Pegi nih gaes?

Update : Tiket yang dipesan dari Pegi Pegi akhirnya direfund semua karena wisudanya Kanjeng Papi ditunda. Penundaan ini berkaitan dengan keadaan pandemi virus covid-19. Untuk refund tiket KA harus melalui KAK Access, sedangkan tiket pesawat bisa melalui Pegi Pegi. Aku tidak memilih reschedule karena belum tau keadaan bulan depan seperti apa.

Note : Tulisan ini bukan sponsored post dari Pegi Pegi. Tulisan ini murni pengalamanku dan ditulis untuk sekedar berbagi pengalaman aja.