Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Membatalkan Pembelian Rumah

2 komentar

 

Pengalaman Membatalkan pembelian rumah

Kehilangan dua juta rupiah kali ini bukan sebuah penyesalan, karena dibalik dua juta rupiah ada pengalaman berharga dalam perjalanan hidup kami yaitu pengalaman membatalkan pembelian rumah.

Pengalaman adalah guru yang terbaik, termasuk pengalaman membatalkan pembelian rumah yang baru saja kami alami. 

Apakah pembelian rumah bisa dibatalkan? Ya tentu saja bisa tetapi ada syarat dan ketentuannya. 

Kami sebenarnya sudah berhati-hati, namun setelah mempertimbangkan banyak hal, kami memilih untuk membatalkannya sebelum tanda tangan SPR (Surat Pemesanan Rumah) diatas materai. Beruntung sekali kami belum menyerahkan uang DP (down payment) ke developer, jadi pembatalannya tidak rumit. Kami hanya kehilangan dua juta rupiah sebagai uang booking fee.


Pengalaman Membatalkan Pembelian Rumah


Cari rumah itu mirip seperti cari jodoh, kadang udah masuk masa penjajakan pun bisa aja bubar di tengah jalan. Tapi kalau udah jodoh, pasti nggak akan kemana-mana.

Alasan Ingin Beli Rumah : Tidak Betah Tinggal di Rumah Kontrakan


Rumah kontrakan yang kami tempati sejak masa pandemi covid ini sebenarnya nyaman. Nyaman di kantong, nyaman lingkungannya dan pemiliknya juga baik. Namun beberapa bulan terakhir ini, ada saja yang mengusik kenyamanan tersebut. Puncaknya adalah saat tetangga kanan kiri renovasi rumah berbarengan. Salah satu tetangga memang sudah menginformasikan akan melakukan renovasi rumah, namun tetangga yang satunya ikutan renovasi rumah juga.

Rumah kontrakan yang merupakan rumah subsidi ini bocor dan temboknya rontok. Dokumen pribadi


Bayangkan saja setiap hari mendengar suara gaduh, melihat tembok pada rontok (karena rumah subsidi temboknya untuk barengan) dan atap menjadi bocor tentu saja membuat tidak nyaman. Belum lagi kalau pengeras suara (toa) masjid yang digunakan tidak semestinya, seperti pujian & ceramah yang berteriak-teriak tentu saja sangat menggangu karena menimbulkan polusi suara. Jadi kami memilih menutup rapat pintu dan jendela rumah, supaya suara yang terdengar tidak memekakkan telinga.
Berbagai kejadian diatas membuat kami memutuskan untuk mencari rumah lain sekaligus ingin membelinya jika dirasa cocok.


Kami Mulai Mencari Rumah

Contoh brosur rumah komersil. Dokumen : developer kota Deltamas


Setiap buka grup jual beli rumah di FB, banyak sekali yang menawarkan rumah, baik yang subsidi maupun komersil. Harganya pun sangat beragam mulai dari 172 jutaan sampai 1 Milyar pun ada.

 
Nah untuk rumah subsidi di area Cikarang, harganya sekitar 172 juta-an ukuran 29/60 m². Sayangnya, tembok rumah subsidi itu single, tembok digunakan bersamaan dengan tetangga dan tidak ada dapurnya. Artinya kalau kita beli rumah subsidi harus menyiapkan uang lagi untuk membangun dapur. 

Dari pengalaman orang-orang terdekat, beli rumah subsidi lebih mirip beli tanah, bonusnya rumah karena rumah benar-benar "asal berdiri". Bahkan tetangga pernah bercerita, setelah membeli rumah langsung renovasi besar supaya rumah layak untuk ditempati.

 
Kemudian untuk rumah komersil harganya berkisar 300 juta-an keatas. Dari pengalaman saudara yang beli rumah komersil, dapur biasanya sudah setengah jadi atau minimal ada tembok dapur yang sudah berdiri satu meter. Jadi seandainya belum punya uang pun dapurnya bisa dibuat semi permanen dulu, yang penting tidak kehujanan. 

Ukuran rumah komersil bervariasi, untuk harga 300 juta-an cluster biasanya dapat ukuran 36/60 m². Namun yang paling berat dari rumah komersil menurut saudara adalah cicilannya saat udah masuk bunga floating. Mau take over ke bank lain juga harus siap dengan biaya akad lagi.

 
Dengan berbagai pengalaman orang-orang sekitar, kami memutuskan untuk cari rumah komersil. Kami mulai list rumah satu per satu untuk nantinya disurvei.

 
Nah disinilah kami membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang jual beli rumah lewat channel YouTube Adhitya Mulya , KPR Academy dan Ayah Kylan. Minimal kami punya bekal supaya tidak merasa terjebak karena kami sama sekali belum pernah beli property. 

 

Satu pesan mas Adhitya Mulya yang akan selalu kami ingat, yaitu beli rumah itu bisa saja sekali seumur hidup jadi lo harus berhati-hati. Jangan sampe nyesel. 

 
Mau beli handphone yang harga sejutaan aja kita pasti liat review detailnya di youtube. Masa mau beli rumah kayak beli kacang goreng. Ini transaksinya besar lho, lebih besar dari harga handphone.

 
Setelah mendapatkan final list rumah yang diinginkan, kami mulai melakukan survei rumah setiap akhir pekan dan bertemu marketing rumah satu per satu. Dari list 5 rumah, kemudian menyusut menjadi 2 rumah. Namun yang satu sangat tidak terjangkau dengan pendapatan kami jadi dilepas. 

 
Pada akhirnya pilihan kami jatuh kepada satu rumah komersil berukuran 42/70 m² yang letaknya tidak jauh dari Cifest Hill. Pertimbangan kami waktu itu adalah boleh liat fotokopi legalitas, lokasinya cocok dan harganya sudah all in sebesar 420 juta rupiah.


Kemudian, marketing perumahan tsb menegaskan kalau tidak menerima slip gaji cash atau mark up gaji, jadi bank akan melihat riwayat keuangan dari hasil print rekening koran. Seandainya ada penurunan plafon KPR , nanti bisa dicicil ke developer. Aku pikir setidaknya ini bisa jadi opsi terkahir saat terjadi penurunan plafon.


Alasan Pembatalan Pembelian Rumah

Kuitansi booking fee rumah. Dokumen pribadi


Meskipun sudah booking fee dan dijanjikan untuk cap basah di kuitansi, pada kenyataannya kuitansi booking fee tidak diberikan cap basah. Itu masih nisa dimaklumi sedikit. Namun beberapa hal dibawah ini membuat keputusan kami untuk batal semakin bulat, yaitu : 


Developer Hanya Bekerjasama Dengan Satu Bank

Source : yt channel Adhitya Mulya. 


Sebenarnya ini adalah warning awal dari mas Adhitya Mulya, karena menurut beliau kita sbg konsumen harusnya dibebaskan untuk pilih bank sesuai keinginan kita. Kalau sejak awal diharuskan KPR di bank tertentu, bisa jadi developer memiliki kesepakatan tertentu dengan bank tersebut.

 
Saat kami menyakan hal ini kepada marketing perumahan, selalu jawabannya, "kan nanti bisa take over bank setelah selesai bunga fixed". 

Menurut kami itu bukan jawaban yg tepat, justru lebih ke "ngeles". Take over ke bank lain setelah bunga fixed terlihat menggiurkan tapi tetap harus persiapan karena ada biaya akad kredit lagi.

 
Bank yang kerjasama dengan developer ini juga bunganya lumayan tinggi. Info dari marketing bank, saat ini bunganya sampai 6,3 % entah nanti kalau sudah masuk bunga floating cicilannya jadi berapa. Hal ini membuat budget kami untuk cicilan KPR jadi bengkak dong bahkan diatas batas DBR (debt burden ratio) . Batas DBR saat ini untuk gaji 10 juta kebawah menurut Ayah Kylan adalah 40% . 

 
Setelah menyampaikan keberatan cicilan ke marketing perumahan, justru aku ditanya balik "loh memang sudah tau cicilannya berapa, kan SP3K belum turun? " Hmm speechless aku tuh.

 
Padahal kalau mau simulasi KPR kan sekarang udah gampang banget, salah satunya lewat website KPR Academy, nanti langsung muncul angka cicilannya. Kalau mau lebih detail bisa pakai format Microsoft Excel yang diberikan mas Adhitya Mulya gratis dari channel youtubenya. Atau kalau males utak atik Excel, kan bisa pakai simulasi KPR dari rumah.com dan Pinhome yang lengkap beserta tabel saat bunga floating.


Developer Tidak Terdaftar di SIRENG PUPR dan Tidak Aktif di REI (Real Estate Indonesia) 

Dalam artikel sudah banyak yang menuliskan bahwa untuk beli rumah cek dulu tracking record developernya. Cara yang sering digunakan jika track record developer tidak muncul di internet adalah minimal cek dulu developernya terdaftar atau tidak di SIRENG PUPR. Apabila tidak terdaftar, coba cek melalui Asosiasi terkait seperti REI atau APERSI.

 

Kenapa sih harus developer yg terdaftar di SIRENG PUPR ? 

Dilansir dari News Olx, aplikasi SIRENG ini adalah bagian dari Kementerian PUPR  untuk melakukan pengawasan terhadap pengembang (developer). Kemudian, SIRENG juga merupakan bentuk perlindungan konsumen. 

Contoh nama developer yang sudah terdaftar di SIRENG PUPR. Dokpri


Jika developer tidak terdaftar di SIRENG, beberapa artikel menyarankan untuk cek developer ke Asosiasi. Tujuannya selain sebagai perlindungan konsumen, jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan (misal : sengketa rumah atau tanah) tuh asosiasi bisa menjembatani / membantu penyelesaian permasalahan tsb.

 

Halaman utama website SIRENG PUPR. Developer rumah yang ingin kami beli nggak terdaftar


Pada awalnya aku ingin mencoret perumahan ini dari daftar karena developer tidak terdaftar di SIRENG PUPR. Namun karena sudah janjian dengan marketing perumahan, kami datang saja sekalian lihat-lihat dan mendapat brosur yg menuliskan bahwa developer terdaftar di REI dengan nomor NPA XXX-XXX. 

Pulang dari perumahan tersebut, aku langsung menghubungi pihak REI melalui whatsapp. Hasilnya developer tsb terdaftar di REI pada tahun 2019, namun untuk saat ini belum/tidak aktif lagi.

Jawaban dari REI. Dokpri


Waktu itu aku masih berpikir, " Oh mungkin blm sempat aktifin keanggotaan lagi. Mungkin bentar lagi aktif juga jadi coba dilanjutkan aja deh".

Oh iya sedikit cerita, pernah ada marketing perumahan yang aku tanyain soal developer tidak masuk di SIRENG PUPR, tapi jawabannya bikin calon pembeli kabur. 

"loh tapi ini kenapa developernya belum terdaftar di SIRENG PUPR?", tanyaku. 

"SIRENG PUPR itu apa Bu? Wah sepertinya itu bukan urusan saya, tapi urusan developer. " jawabnya seolah melempar knowledge product ke developer. 

Setelah mendengar jawaban itu, aku langsung kabur aja karena terlihat sangat kurang knowledge productnya. Aku bisa bilang gini karena aku juga pernah bergelut di dunia marketing, meskipun bukan marketing perumahan. Minimal knowledge product itu harus dikuasai kan kalau mau jualan? 


Ada Klausul yang Sangat Memberatkan Konsumen Pada SPR (Surat Pemesanan Rumah) 

Surat Pemesanan Rumah yang akhirnya tidak kami tanda tangani karena ada klausul yang memberatkan calon pembeli. Dokpri


Setelah mencari tau banyak hal tentang rumah yang diinginkan, kami memutuskan untuk mengumpulkan berkas dan booking fee sebesar Rp 2.000.000 pada hari Sabtu, 25 September 2022. Tapi sebelum booking fee, kami sudah sepakat jika nantinya booking fee ini hilang tidak usah menyesal. Pokoknya udah siap "lahir batin" kalo uangnya hilang.

 
Setelah booking fee dan mengumpulkan berkas, kami diberikan kuitansi berwarna putih yang ada kop nama developernya. Marketing rumah berjanji untuk mengganti kuitansi tersebut dengan kuitansi cap basah developer. Kemudian kami diperlihatkan contoh SPR yang ada tanda tangan bermaterai. 

Aku sempat membaca poin dalam SPR, sementara kanjeng Papi menuliskan berbagai catatan untuk nantinya disepakati dengan developer saat pembangunan rumah.

 
Pada hari Selasa, marketing rumah datang untuk memberikan SPR agar ditandatangani oleh Kanjeng Papi. Namun Kanjeng Papi mengulur waktu tanda tangan diatas materai karena poin-poin catatan kesepakatan pembangunan dengan developer belum juga dibuat secara tertulis. 

Sambil menunggu tanda tangan, aku mempelajari isi SPR dan menemukan ada klausul yang sangat memberatkan bagi konsumen yaitu Klausul Ketentuan Pemotongan Pembatalan bagian Mengundurkan Diri yang tertulis pada SPR (Surat Pemesanan Rumah). Klausul tersebut berbunyi :  mengundurkan diri dikenakan denda 50% dari harga jual * 

Misalnya batalin beli rumah secara sepihak setelah tanda tangan diatas SPR, kan nanti bisa dituntut ke ranah hukum dong karena sudah tanda tangan diatas materai. 
Sementara itu harga jual rumah 420 juta rupiah, bayangin aja dendanya 50% belum pajak dsb kan banyak banget tuh. Mau ga mau konsumen akan lanjut KPR walaupun cicilannya berat kan? Daripada harus bayar denda yang berat juga. KPR tentunya butuh komitmen panjang dan lama. 

Jawaban atas pertanyaanku jika mundur dari youtube Ayah Kylan. Dokpri



Karena sudah merasa keberatan dengan klausul tersebut, kami berencana untuk mundur. Aku langsung mencari informasi atau cara membatalkan pembelian rumah. Beruntung sekali jawaban dari channel YouTube KPR Academy dan Ayah Kylan membuatku semakin mengerti bahwa perjalananku untuk membeli rumah masih di tahap yang sangat awal, jadi masih bisa dibatalkan.

 

Jawaban dari KPR academy. Dokpri


Kemudian dari KPR Academy juga menjelaskan bahwa sebelum ada tanda tangan akad kredit itu konsumen masih bisa mundur. Hanya saja harus waspada dengan jebakan yg dibuat marketing. Pokoknya kalau masih "memaksa", jalan terakhir laporkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). 

 
Klausul yang memberatkan ini juga aku tanyakan kepada marketing perumahan. Namun dia tidak bisa menjawab dengan jelas dan hanya berjanji akan memberikan nomor whatsapp admin developer supaya dapat penjelasan lebih jelas. 

Disela pembicaraan, marketing mulai ngeles lagi dengan berkata, " Developer kurang baik apa coba Mbak. Disini ada yg masih hutang ke developer, ada ttd diatas materai tapi tidak dituntut apa-apa kalau bayar telat".

 
Aku cuma mbatin, "kok justru makin aneh, kalau ada kredit macet ke developer tentu nanti akan berpengaruh ke keuangan developer dong. Apalagi kok ngelesnya gini terus."

 
Keesokan harinya karena tidak kunjung mendapatkan nomor whatsapp admin developer, aku memutuskan untuk menceritakan klausul ini kepada teman yang paham hukum dan berprofesi sebagai advokat atau lawyer. 

 
Temanku mengatakan bahwa tanda tangan diatas materai sudah bisa dituntut jika melanggar klausul yang ada di dalamnya. Beruntung sekali Kanjeng Papi belum tanda tangan apapun diatas SPR. Jadi lebih mudah membatalkan pembelian rumahnya, tinggal nyiapin batin saja jika tertekan oleh pernyataan-pernyataan marketing. 


Marketing Perumahan Kurang Profesional

Umur tidak bisa menjadikan patokan bahwa seseorang akan profesional pada profesinya. Sebelumnya, aku pernah bertemu dengan marketing rumah subsidi yang menjelaskan pun sambil merokok. Ya aku langsung kabur dong, kesan pertama saja sudah merasa nggak dihargai euyyy!! 

Melihat tag di Get Contact saat mengumpulkan nomor marketing juga penting. Minimal kita jadi tau orang tsb pernah kerja jadi marketing di perumahan mana saja. Namun walaupun sudah pernah bekerja sebagai marketing perumahan di banyak tempat, belum tentu profesional lho. Ada juga yang hanya ikut-ikutan freelance temennya demi dapat tambahan uang. Jadi knowledge sebagai marketing property, ya seadanya doang.

 
Kalau dari kejadian yang kami alami kemarin, ke--tidak profesional--an itu tercermin dari beberapa hal berikut :

  1. Cara "ngeles" /defense yang out of topic seperti selalu bilang "Developer kurang baik gimana sih". Masalahnya bukan developer baik atau tidak, tapi yang namanya tanda tangan diatas materai ada tanggung jawab yang mengikuti dan bisa dibawa ke meja hijau. 
  2. Memberikan rekening koran yang tidak jelas ke marketing Bank. Aku pikir karena marketingnya sudah senior, dia sudah paham berkas mana yang harus disetorkan ke bank. Minimal rekening koran yg asli pasti disetorkan ke Bank karena akan dianalisis oleh pihak Bank. 
  3. Tidak bisa menjelaskan secara detail ke calon konsumen karena keterbatasan knowledge, sehingga konsumen terkesan kena jebakan betmen.
  4. Saat aku menyampaikan pembatalan rumah melalui whatsapp, marketing perumahan mengatakan, "tapi berkas sudah diproses", " Apakah terdaftar di REI itu penting banget", dan sebagainya. Wah ini kesannya "nggendholi" banget, karena ternyata proses bisa dihentikan saat itu juga asal memberikan informasi ke marketing Bank. Bank juga tidak akan memproses berkas lebih lanjut jika tidak ada SPR pada berkas yg diserahkan. Ya setidaknya setauku prosedur resminya sih begitu. Kalau prosedur bisik-bisik atau salam tempel, aku nggak tau.😅


Cara Membatalkan Pembelian Rumah KPR

Dari langkah yang aku lakukan kemarin sebenarnya cukup mudah tapi bikin deg-degan, yaitu cukup memberitahukan pembatalan kepada marketing perumahan dan marketing bank tanpa surat apapun. Hal ini dilakukan karena kami tidak ada tanda tangan apapun diatas materai. Namun jika sudah ada tanda tangan diatas materai, sebaiknya dikonsultasikan dengan advokat atau lawyer. Bukannya lebay sih, tetapi semuanya dipersiapan untuk kemungkinan terburuk sekalipun. 

Oh iya sebenarnya udah banyak banget tips beli rumah dari para profesional dan artikel di internet. Nah yang dibawah ini tambahan tips saat akan membeli rumah dari pengalamanku, diantaranya :

  • Kita harus dalam keadaan yang sedang baik-baik saja, tanpa tekanan apapun. Kalau kemarin tuh aku ingin beli rumah karena ada tekanan yaitu ketidaknyamanan di rumah kontrakan. Nah ini akan membuat pikiran kalang kabut, merasa capek banget dan tidur tidak nyenyak lho. Akhirnya semua terasa buru-buru, disinilah celah kemungkinan akan terjadi kesalahan karena kita tidak konsentrasi. 
  • Harus sangat berhati-hati dan teliti dalam membaca poin-poin SPR, apalagi kalau sudah sampai PPJB yang disaksikan Notaris. 
  • Jangan asal (mau-mau aja) tanda tangan diatas materai karena itu ada hukumnya. 
  • Perbanyak informasi dari para profesional supaya tidak salah langkah. Sekarang sudah banyak yang memberikan edukasi tentang pembelian rumah kok di youtube. Jadi belajar tentang cara beli rumah bisa dari mana saja. 

Proses beli rumah KPR itu melelahkan karena akan melibatkan banyak pihak mulai dari kita, developer dan Bank. Kami yang baru di tahap awal saja merasa sangat lelah, apalagi yang sudah di tahap akhir. Jadi harus meluangkan banyak waktu, biaya dan pikiran. 

Semoga pengalaman kami ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang mau beli rumah dan semoga kedepannya semakin banyak perlindungan untuk calon pembeli rumah dari pemerintah. Selain itu, semoga marketing perumahan lebih profesional supaya pembeli tidak merasa kena jebakan betmen dan benar-benar bisa membantu calon konsumen sampai ke titik akad kredit. 

3 Hal Ini Membuatku Malas Checkout di Shopee

Tidak ada komentar
Shopee merupakan salah satu marketplace terbesar di Asia Tenggara
Edited using canva. 

Shopee menjadi marketplace favoritku sejak pandemi. Beli barang apapun mulai dari yang receh seperti kaos kaki sampai elektronik rumah tangga pasti di Shopee. Namun akhir-akhir ini banyak kejadian yang cukup membuatku kecewa dengan marketplace kesayangan ini. 

3 Hal Ini Membuatku Akhirnya Malas Checkout di Shopee

Kekecewaan dengan marketplace kesayangan berwarna orange ini diantaranya, 

Sejak #Shopeetindaskurir Trending di Twitter

Beberapa bulan yang lalu hastag ini trending di twitter dan berhasil membuatku seperti menelan buah simalakama sebagai member platinum Shopee. Belanja dengan harga murah dan dikasih gratis ongkos kirim memang terlihat menggiurkan. Tetapi kadang kita lupa saat berbelanja online ada jasa seorang kurir yang harus dibayar sesuai dengan resiko pekerjaanya. 

Kalau belanja terus di marketplace ini kok nggak tega sama kurir, tapi kalau pindah kok barang-barang di Shopee sepertinya lebih murah dan banyak memberikan gratis ongkir. Pusing kan?

Tidak Ada Pilihan Jasa Ekspedisi

Aku agak lupa sejak kapan Shopee tidak lagi memberikan pilihan jasa ekspedisi, tapi seingatku jika alamat paket berdomisili di Jabodetabek biasanya lebih sering pakai Shopee Ekspress. Sejak adanya Shopee Ekspress, kelihatan sekali Shopee ingin mendominasi untuk jasa pengiriman. (Mungkin terinspirasi dari Lazada yang punya jasa pengiriman sendiri) 

Tidak adanya pilihan jasa kirim paket ini membuatku “manut” saja dengan jasa ekspedisi yang tertera setelah check out barang. Pokoknya kalau sudah selesai bayar, tinggal untung-untungan dapat jasa ekspedisi apa. 

Kejadian yang bikin aku kecewa berat dengan tidak adanya pilihan jasa ekspedisi adalah saat belanja 8.8 kemarin. Ceritanya aku beli masker anak dari Jakarta, seller mengemas barang selama 2 hari kemudian dikirim menggunakan jasa ekspedisi J&T. Kemudian tertulis estimasi barang akan sampai rumah maksimal tanggal 14 Agustus. 

Paketku hanya berputar-putar.


Biasanya kalau aku belanja barang dari Jakarta ke Cikarang itu 1-2 hari saja udah sampai. Namun update yang aku terima, barang tersebut justru sampai ke Gudang Cirebon padahal alamatku sudah jelas di Cikarang. Oke mungkin human error, aku masih bisa sabar menunggu sampai tanggal 14. 

Setelah jalan-jalan sampai Cirebon, barang kembali ke Jakarta namun kembali lagi jalan-jalan ke Bandar Lampung di tanggal 13. Human error again? Kebangetan! Pokoknya sampai tanggal 14 tidak ada barang yang aku terima.  

Akhirnya aku mengajukan pengembalian ke Shopee namun ditolak oleh seller dengan alasan sudah mengirimkan barang. Tapi pengembalian dana akhirnya disetujui tanggal 19 Agustus 2021 oleh Shopee setelah tidak ada tanggapan dari pihak J&T.

Akhirnya ada pengembalian dana dari Shopee atas paket yang tidak sampai rumah. 

Mungkin kalau Shopee memberikan pilihan jasa kirim, aku akan memilih jasa ekspedisi lain yang lebih professional. Rasanya jadi males aja mau belanja di Shopee, takut nanti dapat jasa ekspedisi yang barangnya diputer-puterin dulu.

Oh iya kemarin waktu di DM lewat twitter, Shopee sempat memberitahu bahwa kita bisa mengganti jasa ekspedisi setelah check out tapi aku belum pernah mencobanya. Udah terlanjur males~

Biaya Top Up Shopeepay

Kalau tidak salah sejak bulan Juli Shopee mulai memperlakukan adanya biaya top up Shopeepay. Walaupun nominalnya hanya 500 rupiah, tapi bikin semakin males aja soalnya kadang aku top up berkali-kali. Kalau salah hitungan kan bisa rugi. 

Jadi sejak bulan Juli aku harus lebih cermat jika akan berbelanja di Shopee, mulai dari menghitung belanjaan dan biaya top up dihitung dengan cermat supaya tidak menyisakan uang terlalu banyak di Shopeepay. 


Setelah menelan beberapa kekecewaan seperti yang aku tuliskan diatas, udah saatnya untuk bermalas-malasan checkout di Shopee. Lagian sekarang belanja di tanggal kembar sudah tidak seantusias dulu. Atau mungkin ini saat yang tepat untuk berhemat dan mengucapkan sayonara kepada Shopee? Who knows~

Kulit Gatal Kemerahan, Mungkin Dermatitis?

Tidak ada komentar

 

Mencuci tangan akan menjadi sebuah kegiatan yang menyakitkan bagi penderita Dermatitis
Mencuci tangan akan menjadi sebuah kegiatan yang menyakitkan bagi penderita Dermatitis. Dok : Pixabay

Aktifitas sehari-hari menjadi terganggu saat kulit kita bermasalah. Seperti masalah kulit terasa gatal dan kemerahan, yang bisa jadi merupakan gejala terkena dermatitis. Saat mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan seperti aku, yang harus mengalami masa-masa sulit untuk sekedar mencuci tangan. 

Awal Kena Dermatitis, Dikira Kena Kutu Air

Cuci piring terasa menyiksa bagi penderita Dermatitis
Cuci piring terasa menyiksa bagi penderita Dermatitis. Dok : Pixabay

Memiliki wastafel cuci piring yang lebih kecil dari rumah lama membuatku semakin sering mencuci piring. Soalnya kalau tidak segera dicuci, nanti piring kotor akan numpuk di wastafel. Tidak cuma itu aja, sejak sembuh dari Covid aku juga semakin sering mencuci baju. Dalam sehari bahkan bisa mencuci baju sampai 4 kali supaya tidak ada lagi kasus virus masuk rumah gara-gara nempel di baju. Namun dibalik terlalu sering melakukan kegiatan cuci-mencuci, ternyata ada kulit yang tersakiti. Bahkan untuk mencuci tangan pun harus meringis merasakan perihnya kulit yang kena air dan sabun. 

Pertama muncul rasa gatal dan kemerahan di sela-sela jari tangan, mirip seperti kutu air. Karena gejalanya mirip kena kutu air, jadi aku obati dengan salep 88. Rasa hangat yang ditimbulkan salep 88 seketika membuat gatal-gatal itu hilang. Namun setelah rasa hangatnya reda, gatal-gatal itu muncul lagi. Bahkan setelah beberapa hari penggunaan salep 88 secara rutin, kulit tidak membaik.

Gatal pada kulit yang tak kunjung sembuh membuatku mencari obat alternatif lainnya. Obat alami untuk membasmi kutu air seperti bawang putih dan soda kue yang tersedia di rumah aku coba gunakan untuk meredakan gatal. Namun lagi-lagi hasilnya NIHIL. Soda kue tidak memberikan efek apapun dan bawang putih ternyata justru membuat keadaan kulitku semakin memburuk. Bahkan untuk sekedar mencuci piring aku harus menahan rasa sakit dan menggunakan sarung tangan plastik.

Konsultasi Online ke Dokter

Konsultasi ke dokter secara online menjadi pilihan saat pandemi
Konsultasi dokter secara online. Dok : Pixabay

Rasa gatal yang bercampur pedih pada kulit terasa sangat menganggu. Namun aku masih enggan bertemu dokter di masa pandemi. Akhirnya aku mencari jalan lain dengan memilih konsultasi dokter melalui aplikasi Alo Dokter dan Klik Dokter. 

Hasil konsultasi dari Alo Dokter berupa saran untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit. Sementara itu hasil konsultasi dari Klik Dokter adalah saran penghentian penggunaan bawang putih dan dokter memberikan resep obat untuk mengurangi rasa gatal. Tapi saat melihat harga obat yang diresepkan, aku mengurungkan niat untuk menebusnya. Aku pikir pasti ada obat generiknya yang harganya lebih terjangkau. 

Masih dengan keyakinan kena kutu air, aku kembali mencoba salep kutu air yaitu Fungiderm. Harapannya tentu saja dengan salep yang cocok, kondisi kulit akan membaik. 

Namun setelah penggunaan rutin selama 1 minggu hasilnya NIHIL dan rasa gatal hebat sering menyerang di malam hari sampai membuatku susah tidur. Aku sempat berpikir apakah mungkin terkena scabies dan membayangkan ribuan kutu hidup dibawah kulit. Ngeriiiiii….!!!  

Memutuskan Bertemu Dokter di Klinik 

Dermatitis berupa kulit gatal dan kemerahan
Dermatitis di tangan seperti yang aku alami. Dok : Alo Dokter

“Pi, aku menyerah! Besok pagi harus ke dokter”, ucapku pada Kanjeng Papi saat kami membicarakan keadaan kulitku yang tak kunjung membaik.  

Di masa pandemi berangkat ke klinik untuk sekedar bertemu dokter itu rasanya seperti mau perang. Masker dobel tidak lupa digunakan dan handsanitizer jangan sampai ketinggalan. Beruntung sekali pagi itu klinik masih sepi jadi bisa cepat bertemu dokter.

“dok jangan-jangan aku kena scabies?”, aku ungkapkan kekhawatiranku semalam pada dokter. 

Namun dokter hanya menggeleng dan bertanya, “nyuci baju pakai tangan? pakai detergent merk apa? “. 

Meskipun agak bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan dokter, aku tetap menjawabnya dengan jujur. Tidak lama kemudian dokter menjelaskan bahwa aku terkena Dermatitis. Deg! Pantesan dikasih obat kutu air nggak mempan.

Salep Betamethasone Valerate untuk meredakan peradangan pada kulit
Salep Betamethasone Valerate untuk meredakan peradangan pada kulit. Dokumen pribadi


Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang menimbulkan gejala mengganggu seperti ruam kemerahan serta kulit terasa gatal, kering dan bersisik. --Alodokter

Dermatitis merupakan penyakit kulit jangka panjang (kronis) yang tidak berbahaya. Gejala yang muncul biasanya berupa gatal-gatal pada kulit, namun jika digaruk terus menerus akan menimbulkan luka pada kulit sehingga terjadi infeksi. Kadang-kadang Dermatitis juga disertasi dengan bruntusan kecil yang berisi cairan (blister) atau retakan kulit di bagian dalam yang menimbulkan rasa nyeri (fisura). --Halodoc

Dokter kemudian memberikan resep obat yang terdiri dari antibiotik, obat pereda rasa gatal dan salep Betamethasone Valerate. Setelah mendapatkan obat, aku segera melangkah keluar klinik diiringi rasa kesal. 

“Kenapa nggak kemarin-kemarin ke dokter sih!”, umpatku dalam hati. 

Mendapatkan penanganan yang tepat menjadi kunci keberhasilan meredakan Dermatitis. Tiga hari setelah mengkonsumsi obat, rasa gatal sudah berangsur hilang dan hanya menyisakan kulit yang kasar kemerahan. Penggunaan salep secara rutin juga dapat membantu mengembalikan kelembaban kulit.

Penyebab Dermatitis Belum Diketahui

Sejak mengetahui terkena Dermatitis, aku mengganti merk deterjen dan sabun cuci piring serta membatasi intensitas untuk kegiatan yang sering bersentuhan dengan air dan sabun. Kalau terpaksa harus nyuci baju dalam jumlah banyak, ya tetep aku cuci sih. Tapi waktu udah selesai nyuci, aku langsung mengeringkan tangan dan menggunakan salep. 

Beberapa hari ini air PAM di rumah mati, jadi aku nyuci menggunakan air sumur yang ternyata lebih ramah di tangan. Kalau kata Kanjeng Papi mungkin karena air sumur tidak mengandung klorin seperti air PAM, jadi tidak membuat tanganku gatal dan kemerahan. Bersyukur sekali keadaan kulitku sekarang semakin membaik saat ini. 

Kurang lebih begitulah ceritaku saat terkena dermatitis. Pelajaran berharga kali ini adalah jangan pernah melakukan diagnosa sendiri jika terjadi sesuatu pada tubuh kita, termasuk gatal dan kemerahan yang seringkali dianggap sepele. Jika gatal dan kemerahan terasa mengganggu sebaiknya segera bertemu dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah teman-teman pernah merasakan kulit gatal-gatal seperti aku? Terus penanganannya gimana? Ceritanya aku tunggu di kolom komentar ya. 

Pengalaman Berjuang Melawan Covid

Tidak ada komentar

Pengalaman berjuang melawan covid
Pengalaman berjuang melawan covid.
Dokumen : Canva


Pengalaman berjuang melawan Covid, virus jahat dengan 1000 wajah. Rasa sesak masih mengendap di relung hati saat menuangkan pengalaman ini ke dalam bentuk tulisan. Tidak ada yang bisa memastikan keadaan esok hari akan baik-baik saja. Yang ada hanya kita selalu berusaha menjaga apa yang kita miliki saat ini, salah satunya tubuh yang sehat.

“Mi, rasanya aku mau flu”, kata kanjeng Papi di suatu sore setelah pulang kerja.

Sebuah kata yang awalnya mungkin terdengar biasa saja tapi ternyata keesokan harinya membuatku kalang kabut. Meskipun aku sudah mempersiapkan keadaan terburuk, tapi melawan virus covid ini susahnya bukan main. Bahkan seorang sahabat berkata virus covid memiliki 1000 wajah.

Pengalaman Positif Covid-19

Dok : Pixabay


Hal yang paling aku takutkan akhirnya terjadi, hasil tes PCR Kanjeng Papi menyatakan positif Covid-19. Virus yang terbawa dari kantor ini dengan enaknya masuk ke dalam tubuh, padahal kami sudah patuh protokol kesehatan.

“kok bisa sampai kecolongan?Ya gimana lawannya virus ga keliatan, tau-tau sakit. ”

Tentu saja rasanya ingin marah tapi dengan marah-marah atau nyalahin orang lain, virus tidak serta merta mati saat itu juga di dalam tubuh kita.

Rasanya tidak usah ditanyakan lagi, flu berat, batuk, deman dan sakit kepala bercampur jadi satu. Apalagi Kanjeng Papi memiliki riwayat sakit di bagian kepala belakang, jadi tentu saja virus ini menggedor kepala bagian belakang lebih kencang. Makannya tidak heran jika virus covid 19 sangat ganas ketika menyerang pasien dengan komorbid, lha wong virusnya pinter sekali menggedor bagian-bagian tubuh yang “pernah” sakit.

Di tengah kebingungan untuk mendapatkan obat, beruntung sekali banyak teman yang memberikan saran. Satu saran dicoba yaitu menemui dokter di faskes yang tertera dalam kartu BPJS. Sayangnya faskes itu menyatakan bahwa jika pasien positif covid itu bukan ranah faskes tapi ranah puskesmas setempat.

Saat itu rasanya makin bingung sampai ingin menangis sambil curhat sama Tuhan,” Tuhan tolong suamiku butuh obat dan saran dari dokter bukan di ping-pong seperti ini”.

Saran lain seperti menelepon UGD RS terdekat sudah dicoba tapi hasilnya nihil. Sampai browsing di internet tentang prosedur standar pelayanan pasien covid pun hasilnya nihil. Namun yang pertama dilakukan suami setelah hasil tes PCR positif adalah lapor ke RT. Nah RT meneruskan laporan kepada satgas covid kemudian pihak puskesmas melakukan tindakan. Pada kenyataanya yang menghubungi petugas adalah Kanjeng Papi, itupun petugasnya buru-buru pengen nutup telepon saat dihubungi. What??edukasi macam apa ini!! 

Jadi pasien covid itu beneran harus siap semuanya termasuk mencerna informasi yang simpang siur dan tentunya harus siap dana pribadi buat beli berbagai macam vitamin dan obat-obatan.

Jawaban dari admin Pikobar
Screenshot email tanggapan dari Pikobar. 


Beruntung sekali perhatian dari teman, keluarga dan tetangga sekitar terus mengalir. Kalau perhatian dari puskesmas sekedar collect data tanpa tracing apalagi kirim obat-obatan dan vitamin. Setelah aku tanyakan lewat aplikasi PIKOBAR katanya sih disediakan obat-obatan dan vitamin dari puskesmas setempat. Tapi kenyataannya puskesmas setempat hanya collect data. Justru warga yang “ngopeni” kami dengan memberikan support dan bantuan sembako, sayuran, buah-buahan dan vitamin.

Ketika merawat anggota keluarga yang terkena covid, hal yang paling ditakutkan adalah tertular. Tes swab antigen yang sesegera mungkin setelah Kanjeng Papi dinyatakan positif ternyata salah karena hasilnya NEGATIF PALSU. Hal itu terjadi karena si virus belum keliatan aktifitasnya meskipun sudah bersarang di tubuh.  Jadi seharusnya aku melakukan swab antigen sekitar 2-3 hari setelah kontak atau PCR di hari ke 4-5 setelah kontak dengan orang yang positif covid.

Sekitar hari ke 4, ketika keadaan Kanjeng Papi mulai anosmia ternyata virus covid sudah mulai aktif menyerangku. Gejala covid seperti sakit kepala, demam, dan batuk berdahak becampur jadi satu menggempur seluruh tubuh. Rasanya sampai bingung harus minum obat yang mana dulu biar sakitnya berkurang.

Mencari Obat-Obatan dan Vitamin Untuk Melawan Virus Covid

Dok: Pixabay 

Untuk bertempur melawan virus Covid-19 ini emang susah banget karena virusnya sendiri seperti memiliki 1000 wajah. Jadi waktu kemarin sakit kepalaku sudah berhenti,  si virus kemudian menyerang tenggorokan sampai aku batuk-batuk tak berkesudahan. Habis batuknya dihajar pakai obat batuk dan mulai sembuh, virus pindah menyerang indera penciuman sampai akhirnya aku anosmia. Ngeselin pokoknya!!

Dikarenakan belum ada obat yang pasti, akhirnya aku terpaksa memakai metode coba-coba obat berdasarkan saran dari teman sesama penyitas covid. Tapi filter tetap ada di pribadi masing-masing. Tidak semua obat ditenggak, setiap disarankan obat tertentu selalu cek kemasannya apakah berkode merah atau tidak. Obat berkode merah bisa dibeli harus dengan menyertakan resep dokter. Nah permasalahannya adalah kami tidak bisa bertemu dokter. Kalau konsultasi dokter lewat aplikasi kesehatan hanya disarankan tes PCR ulang dan minum vitamin.

Setelah berdiskusi dengan Kanjeng Papi dan membubuhkan sedikit keberanian, aku membeli obat herbal bertuliskan huruf mandarin seperti yang disarankan seorang teman. Nah untuk pembelian obat bekode hijau atau biru dan multivitamin, aku memilih membeli di apotek terdekat lewat marketplace seperti Tokopedia dan aplikasi kesehatan seperti Alo Dokter.

Waktu obat herbal bertuliskan huruf mandarin itu sampai di rumah, kami segera menggunakan bantuan google untuk mentranslate tulisan mandarin ke dalam bahasa inggris karena kami tidak tau dosis penggunaan obat. Beruntung sekali obat herbal ini cocok, keadaan kami semakin membaik namun cara nekat seperti ini sangat-sangat tidak disarankan. Obat yang cocok di tubuh kami belum tentu cocok di tubuh orang lain.

Pengalaman Sembuh dari Covid

Dok : Pixabay

Selain mengkonsumsi obat-obatan dan vitamin agar imun tubuh dapat melawan virus, asupan makanan bergizi juga harus diperhatikan. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang sangat membantu tubuh dalam melawan virus covid.

Setiap pagi kami selalu menunggu sinar matahari muncul di teras rumah. Berjemur seperti menjadi hal wajib saat penyembuhan. Pola hidup sehat harus lebih diperketat lagi dan rumah harus selalu bersih.

Sampai aku menuliskan cerita ini, kami sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala meskipun aku masih anosmia dan hasil tes PCR Kanjeng Papi masih positif.

Covid itu beneran nyata dan udah kayak dementor yang cari mangsa di sekitar kita. Melawan covid tugas bersama-sama, bukan tugas nakes dan dokter doang. Kelalaian satu orang bisa mengakibatkan orang lain kena covid. Tanpa bergandengan tangan, yuk bersama-sama melawan covid dengan mematuhi protokol kesehatan. Kalau ada kesempatan mendapatkan vaksin, yuk segera vaksin biar tidak perlu merasakan sakitnya dihajar covid-19 seperti kami.

Lagian siapa sih yang mau “diendorse” covid, ORA ONO BOSQUE!!

 


Grand Opening Mi Shop Jogja : Banyak Promo Menggiurkan, Tapi Pelayanan Ala Kadarnya

Tidak ada komentar

 

Ilustrasi belanja di Mi Shop
Edit by me using canva

Belanja itu kadang menjadi hal krusial buat sebagian orang. Kadang kita memilih berbelanja di suatu tempat bukan karena harganya aja, tapi pelayanannya juga jadi pertimbangan tersendiri. 

Mi Shop Jogja hadir di pertengahan Desember dengan banyak promo yang menggiurkan. Tetapi di balik promo tersebut, ada beberapa hal yang kadang ada yang menjadi perhatian lebih dari seorang customer. 

Keputusan Untuk Belanja di Mi Shop Jogja

Pagi itu udara terasa lebih dingin, rasanya ingin tarik selimut lagi tetapi alarm jam sudah berdering tiada henti. Cuaca di luar rumah belum begitu menyenangkan, langit masih kelabu walau rintik hujan tidak terlihat. di saat menghadapi pagi seperti itu, sejujurnya aku merindukan matahari. Soalnya tanpa matahari rasanya lebih gloomy

Didorong rasa penasaran dengan berapa suhu udara, ku ambil handphone diatas meja. Satu pesan masuk, tapi aku masih enggan membalasnya. Jari jemariku malah meluncur ke Instagram. 

Detik selanjutnya aku tercengang melihat postingan akun Mi Shop Indonesia. Promo yang dinanti-nanti pun tiba karena ada Grand Opening Mi Shop di Jakal tanggal 19 Desember 2020. Tanpa basa basi lagi, aku langsung meluncur ke instagramnya Mi Shop Jogja. 


Memantau Produk Xiaomi

Sebenarnya sejak Agustus aku udah sering kepoin instagramnya Xiaomi. Waktu itu dikarenakan ibu ingin membelikan hp baru, jadi aku harus memantau harga Xiaomi. Alasan memilihkan Xiaomi untuk orang tua tentunya karena lebih mudah dipakai dan harganya terjangkau. Apalagi aku dan suami sudah pakai Xiaomi sejak bertahun-tahun lalu, jadi rasanya sudah familiar aja sama fitur-fitur handphone Xiaomi. 


Pengalaman Pahit Masa Lalu

Berbekal pengalaman pahit di masa lalu saat meminang Xiaomi Redmi 6A, aku sering menyarankan orang terdekat untuk membeli produk Xiaomi di toko resmi. Soalnya dulu harga Redmi 6A yang aku dapatkan lebih mahal 200 ribu daripada harga di toko resmi. Nyesel plus Nyesek jadi satu! apalagi waktu itu nggak ada bonus dari tokonya, kan jadi tambah nyesek aja.

Nah sekarang aku lebih cermat untuk meminang (lagi) produk-produknya Xiaomi. Tidak hanya memantau harga dan spesifikasi lewat medos Xiaomi, tapi berbagai review di akun  youtube Pricebook dan blog juga jadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk beli produk dari Xiaomi.


I feel blessed, pas fee ngevlog udah turun, pas ada promo grand opening Mi Shop. 


Letak Mi Shop Jogja Strategis

Banyak promo di grand opening Mi Shop Jogja
Credit : IG Mi Shop Jogja


Awalnya aku pikir Mi Shop Jogja letaknya di Super Dazzle, atau minimal mepet-mepet di sekitar bangunan itu karena grand opening Mi Shop sempat diposting di instagram Super Dazzle. Selain itu salahku juga nggak baca alamat Mi Shop, padahal udah jelas tertera di bio Instagram. Hasilnya kemarin aku kebablasan sampai ke arah Super Dazzle. 

Jadi letak Mi Shop ini strategis banget yaitu di jalan Kaliurang km.5 CT III / No.8 Catur Tunggal, Depok, Sleman , Yogyakarta. Lebih tepatnya sih di sebelah utara MM UGM. 

Mi Shop bisa dijangkau pakai kendaraan umum seperti Transjoga. Untuk jalur 5A dan 3B malah bisa turun di halte seberang Mi Shop. Kalau dari arah sebaliknya yaitu jalur 3A bisa turun di halte Gading Mas Swalayan kemudian jalan kaki sedikit ke utara. Nah kalau kendaraan pribadi juga mudah dijangkau, cuma parkirnya mungkin yang jadi PR tersendiri ya. Kalau pakai ojek online tinggal turun di depan Mi Shop aja. Yang jelas Jakal km.5 itu selalu padat meskipun sekarang ini masa pandemi.


Harga Produk Xiaomi di Mi Shop Jogja

Untuk membeli produk Xiaomi bisa dilakukan secara online dan offline. Nah karena ekspedisi overload di akhir tahun, jadi beli produk Xiaomi secara offline bisa jadi pilihan meskipun ada selisih harga. Selain itu aku masih khawatir dengan pengemasan produk saat beli produk Xiaomi secara online, soalnya kerusakan produk karena ekspedisi nggak ada yang menjamin. 

Saat aku cek harga Redmi Note 9 secara online lewat akun Xiaomi Official di Shopee Mall dan aplikasi Mi Store, ternyata harganya lebih murah 100ribu dari harga offline. Tapi dengan pertimbangan eskpedisi yang lama dan beresiko, akhirnya aku memutuskan untuk beli secara offline aja di Mi Shop Jogja.


Banyak Promo di Mi Shop Jogja

Sebelum memutuskan untuk membeli Redmi Note 9 aku menanyakan beberapa hal kepada admin Instagram Mi Shop Jogja, seperti syarat dan ketentuan untuk mendapatkan bonus. Nah untuk pembelian Redmi Note 9 dapat bonus berupa powerbank 20.000 mAh, gift box dan fish bowl game (sejenis lucky draw gitu). 

Karena aku merasa tingkat ke-HOKI-an ku nggak bagus-bagus amat, jadi harapanku fish bowl gamenya jangan sampai dapat kertas kosong aja. Beruntung banget dari fish bowl game aku dapat kepala charger yang udah support fast charging 18Watt. Kalau isi gift box berupa kaos dan tumbler bertuliskan Xiaomi.

Redmi Note 9, produk smartphone dari Xiaomi yang aku beli di Mi Shop Jogja
Hasil belanja Redmi Note 9. Dokpri

Powerbank 20.000 mAh dari Xiaomi sebagai bonus pembelian smartphone
Bonusnya Powerbank 20.000 mAh. Dokpri

Kepala charger yang udah support fast charging, hasil fishbowl game
Hasil dari Fishbowl game, kepala charger yang udah support fast charging. Dokpri

Isi gift box akhir tahun Xiaomi
Gift box isinya tumbler dan kaos. Dokpri


Nah untuk promo selama masa grand opening ini promonya mulai dari pembelian smartphone sampai smart TV juga. Banjir promo ini dimulai dari tanggal 19 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021.

Oh iya untuk pembayaran di Mi Shop Jogja saat ini hanya menerima cash dan beberapa kartu debit yang masih sangat terbatas. Jadi sebelum membeli sesuatu di Mi Shop Jogja, sebaiknya tanyakan dulu metode pembayaran yang bisa diterima lewat medsosnya Mi Shop ya. 


Pelayanan Mi Shop Jogja 

Bagian dalam Mi Shop Jogja
Bagian dalam Mi Shop Jogja.
Dok : IG Mi Shop Jogja


Nah soal pelayanan secara online, admin medsos Mi Shop Jogja itu responnya lumayan cepat. Soalnya aku tanya-tanya dulu sebelum beli Redmi Note 9 tuh pasti dijawab. Terus aku upload IG story juga direpost. Jadi merasa dapat apresiasi tersendiri aja dari Mi Shop Jogja. Soalnya kadang apresiasi tuh nggak harus dalam bentuk uang atau barang, direpost aja udah seneng kok.

Beberapa jam sebelum ke Mi Shop Jogja, aku baca rating di google maps tentang toko resmi Xiaomi di Jogja seperti Mi Store Hartono Mall dan Amplaz. Tujuannya apa? ya biar tidak kaget aja sama pelayanan offline. Bahkan ada komentar yang bilang kalau nggak jadi beli karena pelayanannya tidak ramah. 😱

Nah kalau Mi Shop Jogja kan belum ada ratingnya, tapi gambaran di benakku soal pelayanannya sih udah ada. Ya kira-kira nggak jauh beda sama Mi Store.

Perkiraanku ternyata nggak meleset, waktu menginjakkan kaki di Mi Shop tuh tidak ada basa basi ucapan seperti ini, “selamat datang di Mi Shop, ada yang bisa dibantu?”. Aku sih masih positif thinking aja, mungkin semua karyawannya lagi pada sibuk.

Terus untuk menemukan dami (replika untuk sample) Redmi Note 9 aku sempat salah pegang Redmi Note 9 pro. Dari kejadian itu baru karyawannya menanyakan mau mencari smartphone jenis apa. Nah karena dami Redmi Note 9 warna hijau sementara aku ingin lihat warna grey, karyawan yang menemaniku kemudian mengeluarkan Redmi Note 9 miliknya yang berwarna grey. “bagus kok mbak yang grey”, komentarnya. 

Aku tuh bukan dukun yang bisa nebak isi hati orang lain. Tetapi yang aku rasakan saat membeli Redmi Note 9 sejujurnya seperti beli permen di warung, pilih-bayar-selesai. Padahal kadang ada konsumen yang seneng diajak ngobrol waktu unboxing hp sama karyawannya. Misalnya seperti ditanya gini deh, “ tau grand opening Mi Store darimana Kak?”. Lagian waktu itu konsumen juga tidak sampai bejubel dan luber ke luar toko, jadi aku pikir karyawannya nggak terlalu sibuk untuk menyempatkan diri small talk sebentar dengan pembeli. Tidak semua pembeli itu perlu dijelaskan soal knowledge produk kok, kadang disapa aja udah seneng.

Daripada aku badmood dengan pelayanan yang ala kadarnya, aku memilih sibuk dengan si kecil yang udah seneng banget sama balon di atas meja. Aku ambil balon buat si kecil juga udah ijin dulu ke karyawan Mi Shop. 

Nah waktu duduk sama si kecil ini aku lihat sebuah pemandangan yang bikin mengernyitkan dahi. Aku nggak peduli dengan jabatannya (yang pasti bukan owner Xiaomi 😜) tapi kalau makan siang di meja yang sebenarnya diperuntukkan buat customer itu rasanya nggak etis aja. Sampai ada customer lain yang unboxing smartphone sambil berdiri gara-gara nggak ada tempat duduk. 

Saat akan meninggalkan toko, tidak lupa aku ucapan terima kasih kepada semua karyawan. Soalnya nggak ada yang bilang gini sih, "terima kasih sudah berbelanja di Mi Shop ya, ditunggu kedatangannya kembali " 🤣🤣🤣 *ketawa miris plus tepok jidat. 


Kesan Berbelanja di Mi Shop

Belanja Redmi kantongnya Pocophone
Belanja Redmi Note 9, kantongnya Pocophone kan jadi pengen isinya Poco juga 🤣. 
Dokpri


Aku sih seneng-seneng aja belanja di Mi Shop Jogja, soalnya udah percaya sama produk-produknya Xiaomi, apalagi ditambah banyak promo dan admin medsosnya responsif. Tapi alangkah lebih baik jika Mi Shop meningkatkan keramahan pelayanan di toko karena sebagian customer (salah satunya aku 😌) ada yang terkesan dengan pelayanan, yang ujung-ujungnya jadi setia sama brand. *cari yang setia itu susah lho 🤣🤣🤣

Sebagai mantan pelayan toko hp, aku bisa ngerasain gimana capeknya melayani customer. Tapi ya itu resiko yang harus ditanggung karena bekerja menjadi ujung tombak penjualan. Beruntung sekarang udah ada media sosial yang sangat membantu penjualan. Namun jika tidak dibarengi dengan pelayanan offline yang ramah, customer bisa pindah kemanapun dia suka. 

Terus kalau mau makan siang mbokya jangan di meja yang diperuntukkan buat customer. Kan masih bisa ngumpet di kasir atau di lantai dua. 🤣 Kelihatannya remeh ya, tapi itu nggak enak dipandang mata. Serius! 

Kuku Lepas Karena Kecelakaan, Apakah Harus ke Dokter?

2 komentar

 

Kuku pada jari kaki
Edited by me using Canva.
Pic : Canva

Sekitar bulan Februari yang lalu, kuku jempol kakiku lepas karena kecelakaan. Ceritanya saat itu aku akan menggeser motor, tetapi karena kurang hati-hati tersandung standar motor yang membuat kuku jempol kakiku terlepas. 

Kukunya hanya terlepas sebagian, tapi justru itu yang membuat sakitnya terasa sampai ke ubun-ubun. Jempol kaki terasa berdenyut kencang dan darah tercecer kemana-mana. Tapi kuku yang terlepas harus dipotong karena jika tidak dipotong akan melukai kulit dibawah kuku yang sedang berdarah-darah. Ini pengalaman pertama kali dalam hidupku kuku jempol kaki terlepas. 😭


Tidak Ada Dokter di Hari Minggu

Dokter perempuan
Dokter yang menanganiku mirip difoto ini.
dok : Pixabay

Sialnya lagi kuku lepas terjadi di hari Minggu, saat dokter di klinik tidak ada. Sedangkan perawat tidak bisa menangani kasusku karena diluar SOP-nya. Selain itu betadine yang tersedia di rumah sudah expired dan aku hanya dirumah berdua dengan si kecil.

Akhirnya aku memberanikan diri memotong kuku yang terlepas sambil menumpahkan air mata sederas-derasnya. Kemudian luka dibersihkan dengan alkohol dan ditutup menggunakan kassa steril. Sampai sekarang rasanya jempol kakiku masih berdenyut saat membayangkan kejadian kuku kaki terlepas.


Konsultasi Online Terus ke Klinik

Konsultasi online. Dok : tripzilla.id

Setelah rasa shock agak reda, aku mencoba berkonsultasi online dengan dokter melalui Halodoc. Nah dari konsultasi tersebut dokter tetap menyarankanku untuk ke klinik. Akhirnya hari Senin aku datang ke klinik pagi-pagi dengan harapan segera ditangani dokter. Sayang sekali dokter umum saat itu tidak mau menangani luka (entah karena bukan kompetensinya atau gimana, pokoknya perawat sudah memberitahukan bahwa dokter yang jaga pagi itu tidak mau menangani kasusku) dan aku akhirnya disuruh datang lagi sore hari demi bertemu dokter lainnya. Ingin menangis sekaligus kesal tapi bagaimana lagi aku butuh dokter.


Kembali ke Klinik di Sore Hari

Klinik kesehatan
Dok : doctortool

Sore hari aku kembali ke klinik dan beruntung sekali dokter muda yang aku temui bisa menangani kasusku. Sambil menyiapkan peralatan, dokter mulai berbincang denganku.

" Ini kejadiannya kapan?", tanya dokter muda yang ternyata berdinas di RS Panti Rini. 

"Kemarin dok, tapi kan aku ga bisa langsung ke klinik. Hari Minggu kan gak ada dokter", jawabku sambil merinding melirik jarum suntik.

" Sebenarnya pas habis kejadian bisa langsung dibawa ke UGD rumah sakit loh. Punya BPJS kan?", kembali dokter muda itu bertanya.

" Punya BPJS kok Dok. Owalah kirain gak bisa, padahal aku nunggu klinik buka. Tapi ya gimana Dok, aku cuma sama si kecil kalo ke RS nanti kasian dia," jawabku sambil menunjuk si kecil yang sibuk memperhatikan peralatan di ruang dokter. 

"Wis gak apa-apa yang penting sekarang sudah di klinik untuk ditangani", jelas dokter itu menenangkan. 

Sejujurnya aku memang tidak tau kalau kejadian seperti kuku lepas ini masuk ke dalam kategori gawat darurat yang bisa ditangani oleh UGD rumah sakit. 

Kalau aku tahu, mungkin aku sudah masuk UGD malam itu dan tidak usah merasakan semalam bersama jempol kaki yang berdenyut.😅 

Oke habis ini mari kita mempelajari kriteria gawat darurat yang bisa dicover BPJS. 


Menahan Sakitnya Disuntik

Alat suntik yang membuatku merinding ketakutan
Alat suntik yang bikin merinding
Dok : pixabay

Aku memejamkan mata sambil menahan sakitnya jarum suntik yang menembus kulit jempol kaki. Jarum suntiknya tentu lebih besar dari jarum suntik biasa. Saat aku meringis kesakitan, si kecil sempat ikut menangis. Tapi aku jelaskan bahwa dokter tidak menyakitiku, justru dengan cara seperti ini supaya jempol kakiku segera sembuh.


Luka Dibersihkan dan Sisa Kuku Dipotong

Jari kaki diperban
Jempol kakiku akhirnya diperban seperti foto ini.
Dok : detik.com

Menurut Alodokter, ekstraksi kuku atau Avulsi kuku merupakan tindakan bedah ringan yang dilakukan dokter. Oleh karena itu dokte perlu memeriksa luka lebih dulu sebelum melakukan tindakan bedah ringan.

Namanya bedah ringan pasti dibius ya. Nah setelah dibius, luka dibersihkan dengan cairan infus. Kemudian sisa kuku yang belum terlepas segera dipotong. Luka kemudian dikompres dengan kassa steril yang sudah dibasahi dengan cairan infus. Kemudian luka dibalut lagi dengan kassa steril + perban dan tidak boleh kena air. Selain itu aku diberikan obat pereda rasa sakit seperti asam mefenamat.


Pergantian Perban Oleh Dokter

Dokter melalukan tindakan medis dan membersihkan luka pada kuku kaki yang lepas
Dok : Alodokter

Penggantian perban harus dilakukan oleh dokter dalam minggu-minggu pertama pasca bedah ringan. Jadi 3 hari sekali aku selalu mengunjungi klinik di jam untuk bertemu dokter yang sama. Pada minggu selanjutnya, setelah perkembang lukannya cukup baik dan tidak bernanah, maka kontrol bisa dilakukan lima hari sekali.  

Saat kontrol terakhir, luka sudah mulai kering dan aku merasakan gatal di sekitar jempol kaki. Dokter memberi kabar baik bahwa gatal-gatal itu pertanda cikal bakal kuku sudah mulai terbentuk jadi tidak boleh digaruk. 


Diberikan Salep Antibiotik

Salep antibiotik untuk kuku lepas
Salep antibiotik untuk luka (akibat kuku terlepas) yang diberikan dokter.
Dokumen pribadi


Setelah luka kering, perawatan bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Dokter memberikan salep antibiotik untuk kuku lepas bernama Gentamicin Sulfate 0,1 %. Salep ini termasuk obat generik dengan lambang merah yang berarti obat keras, pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaanya sesuai dengan saran dokter. 


Kuku yang Lepas Bisa Tumbuh Lagi

Kaki dengan kuku yang sehat
Kuku kaki itu punya peran penting. 
Dok : pixabay

Hal yang paling sering ditanyakan saat kuku lepas adalah berapa lama kuku akan tumbuh lagi? 

Nah menurut dokter yang merawatku, kuku yang lepas bisa tumbuh kira-kira 6 bulan sejak kita merasakan gatal-gatal di sekitar kuku yang lepas. Tapi kuku akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan jika kita mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi. 

Pertumbuhan Kuku Lebih Cepat dari Perkiraan

Aku sangat bersyukur kuku jempol kakiku tumbuh lebih cepat dari perkiraan dokter. Dari pengalamanku tadi jika terjadi kuku lepas, sebaiknya segera kunjungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pokoknya jangan lelah untuk mengikuti saran dokter dan telaten merawat luka pasca kuku lepas ya. Dan jangan lupa jaga kuku baik-baik karena kalau kehilangan baru terasa sakitnya 💔 

Apakah teman-teman punya pengalaman kuku lepas seperti aku? Kalau iya, bisa sharing di kolom komentar ya.😊

4 Alasan Harus Menulis Walaupun Sudah Menjadi Ibu

Tidak ada komentar

4 Alasan Harus Menulis Walaupun Sudah Menjadi Ibu
Dok : Canva

Pengalaman adalah guru yang sangat berharga, sayang sekali jika tidak dituangkan ke dalam sebuah tulisan. 

Bertransformasi menjadi seorang ibu tidak menyurutkan langkahku untuk terus berkarya melalui sebuah tulisan. Justru hal itu malah membuat tulisanku semakin beragam. Terkadang aku merasa perlu menulis artikel berbau sejarah, tapi lain waktu aku bisa membuat tulisan yang sama sekali  tidak berhubungan dengan sejarah.

Aku mulai aktif menulis lagi di blog menggunakan laptop
Aku mulai menulis lagi sejak 4 tahun yang lalu.
Dokpri

Sebenarnya aku sudah mulai menulis sejak sekolah menengah, hasilnya waktu itu berupa karya tulis yang mewakili sekolah ke tingkat daerah. Namun sayangnya aku berhenti menulis karena keadaan yang tidak mendukung. 

Baru sekitar 4 tahun ini aku kembali aktif menulis. Nah berbagai alasan kenapa aku harus menulis sudah dituliskan dibawah ini.

4 Alasan Harus Menulis, Walaupun Sudah Bertransformasi Menjadi Seorang Ibu


Beban Pikiran Berkurang

Dok  : pixabay

Bagiku menulis itu seperti menuangkan air dari gelas yang udah penuh, ke gelas lain yang masih kosong.

Aku pernah merasa terbebani dengan keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ya aku kaget menjadi seorang ibu dengan bayi kecil yang membuat banyak perubahan dalam kehidupanku. Walaupun aku sudah sering membaca artikel atau buku untuk mempersiapkan diri menjadi seorang ibu, tapi prakteknya tetap saja kaget duluan. 

Beruntung sekali aku ada di dalam lingkaran yang selalu memberikan support untuk menulis. Sejak itu aku meluangkan waktu untuk menuangkan beban pikiran ke dalam tulisan. Jadi dengan menulis, beban pikiran berkurang, tidak gampang stress dan rasanya kayak habis pencet tombol refresh. Plong! Jadi aktifitas sehari-hari nggak terganggu kalau sudah menuangkan sebagian beban pikiran ke dalam tulisan.


Tidak Perlu Curhat ke Orang yang Salah

Pernah curhat ke orang yang salah?Terus merasa ga nyambung? Atau malah curhatan kita dibeberkan ke orang lain?
Kalo aku ditanya gitu sih udah pasti jawabannya PERNAH. 

Belajar dari pengalaman, akhirnya aku lebih pilih menulis daripada curhat ke orang yang salah. Nanti kalau diadu domba, kan malah merusak tali silaturahmi. Lagian kalau menulis itu ceritanya dari kita sendiri, tidak ditambahin bumbu sama orang lain. 

Salah Satu Self Healing


Self healing adalah sebuah proses untuk menyembuhkan luka yang bisa dilakukan oleh diri sendiri. Nah menulis bagiku bisa menjadi self healing yang sangat manjur. Dalam sebuah tulisan, aku bisa menuangkan apapun termasuk emosi yang sedang aku rasakan. 

Kesedihan mengenai sebuah Bangunan Tua di jalur kereta yang sudah tidak beroperasi pernah aku tuliskan dalam sebuah artikel. Tujuannya biar aku tidak kepikiran terus sama bangunan tua tersebut. Soalnya capek kalau kepikiran sesuatu tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, iya kan? 

Berbagi Informasi dan Pengalaman

Tahun lalu aku blusukan ke bekas Keraton Mataram Islam di Pleret, sebelah timur kota Jogja. Kalau aku tidak menuangkan pengalamanku saat blusukan dalam bentuk tulisan di blog, bagaimana aku bisa bercerita kepada anak cucu jika jejak digitalnya tidak ada. 

Dok : pixabay

Oh iya menulis fiksi atau non fiksi tetap membutuhkan pengetahuan yang cukup agar menjadi tulisan yang berkualitas.  
Kalau merasa kurang pede sama tulisan yang sekarang, kita juga bisa memilih pelatihan yang sesuai dengan kemampuan. 

Sekali lagi bertransformasi menjadi seorang ibu, tidak membuatku berhenti berkarya melalui sebuah tulisan. 



" Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Catatan Pringadi bekerja sama dengan Tempo Institute."