Tampilkan postingan dengan label lombablog. Tampilkan semua postingan

Memanfaatkan Komoditas Lokal Untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan

Tidak ada komentar
Memanfaatkan Komoditas Lokal Untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan
Komoditas lokal bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Dokpri

Memanfaatkan komoditas lokal untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Menjaga kesehatan, melakukan perawatan diri dan kecantikan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini. 

Apalagi dengan pandemi covid-19, masyarakat dituntut untuk memberikan perhatian lebih soal kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan oleh masyarakat agar tetap sehat dengan mengkonsumsi vitamin. Tetapi di awal pandemi stok vitamin sempat langka dan harganya menjadi mahal. Oleh karena itu, masyarakat kemudian beralih melirik komoditas lokal yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh seperti madu dan jamu-jamuan.

Madu Komoditas Berkelanjutan yang Banyak Manfaatnya

Madu sudah dikenal memiliki banyak manfaat, oleh karena itu kelompok Jerora Jaya dari Sintang, Kalimantan Barat membudiayakan lebah Apis Melifera dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Usaha budidaya lebah madu selain mampu menghasilkan madu juga membantu pelestarian lingkungan.

Madu dan Tengkawan merupakan hasil hutan masyarakat Taman Nasional Betung Kerihum Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Tangkapan layar dari 
www.hutanitu.id

Selain membudidayakan lebah untuk menghasilkan madu,ada juga madu yang diambil dari hutan atau dikenal dengan madu hutan. Seperti madu dan tengkawang yang berasal dari taman nasional Betung Kerihum Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang dikelola oleh masyarakat sekitar sekaligus menjadi mata pencaharian mereka. Madu hutan dikelola menggunakan teknik pangan lestari agar menjadi komoditas berkelanjutan yang bisa membuat masyarakat sejahtera.

Membudidayakan Apotek Hidup Demi Kesejahteraan Masyarakat

Hidup berdampingan dengan alam memang memberikan banyak manfaat. Kebiasaan memanfaatkan komoditas lokal dari hutan dan sekitar rumah untuk kesehatan sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat di tanah kelahiranku yaitu dusun Kalibiru, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Disini warga masih terbiasa mengkonsumsi jamu untuk menjaga kesehatan sekaligus membudidayakan tanaman apotek hidup di pekarangan rumah.

Merica bolong komoditas lokal hasil hutan yang banyak manfaatnya
Merica bolong merupakan buah dari pohon kayu putih.
Dok : tehdanubi.blogspot.com

Beberapa hasil hutan di sekitar Kalibiru yang biasanya dipanen warga adalah merica bolong (Malaleucae Fructus) yang dihasilkan oleh pohon kayu putih. Bagi masyarakat di pulau Jawa dan Bali merica bolong biasanya digunakan untuk campuran pembuatan jamu karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. 

Kemiri bisa dimanfaatkan untuk kecantikan dan kesehatan
Kemiri merupakan komoditas lokal yang sering dimanfaatkan warga.
Dok : Suara.com

Nah selain merica bolong ada juga hasil hutan berupa kemiri yang bisa diolah menjadi bahan kecantikan dan kesehatan.

Pohon temulawak yang ditanam di pekarangan rumah. Temulawak menjadi komoditas lokal warga Kalibiru
Pohon temulawak di pekarangan rumah ibu.
Dokpri

Tidak hanya mengandalkan hasil hutan, tananam apotek hidup juga dibudidayakan oleh masyarakat. Biasanya warga menanam temulawak, jahe merah, daun papaya, cengkih, kunyit, lengkuas, kapulaga, daun pegagan dan daun dadap. Bahkan daun dadap yang sejak dulu sering digunakan untuk pereda demam sering ditanam sebagai pagar pembatas rumah.

Tanaman apotek hidup seperti lengkuas dan kunyit ditanam di kebun ibu, di Kalibiru
Mencoba panen lengkuas dan kunyit di kebun ibu. Dokpri

Di tengah hantaman pandemi yang membuat destinasi wisata Kalibiru menjadi sepi, warga masih bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari penjualan tanaman apotek hidup. 

Kanistri Botanicals, Menghadirkan Skincare yang Ramah Lingkungan

Pandemi covid membuat sebagian orang memilih untuk tetap di rumah. Nah bagi kaum hawa, menjaga agar tetap cantik cenderung menjadi sebuah kebutuhan, meskipun dirumah saja. Dalam pemilihan produk perawatan diri dan kecantikan perlu diperhatikan label dan komposisi produknya. 


Pegagan (Centella Asiatica) banyak digunakan sebagai bahan skincare alami yang ramah lingkungan
Pegagan (Centella Asiatica) 
Dok : klik dokter

Nah ngomongin soal daun pegagan, akhir-akhir ini bermunculan produk skincare berbahan dasar  pegagan (Centella Asiatica). Pegagan memiliki kandungan saponin, flavonoid, asam lemak, dan antioksidan. Kandungan dalam pegagan ini bermanfaat untuk mencegah tanda-tanda penuaan pada kulit wajah, rejuvenasi sel, membantu pemulihan luka dan menyamarkan noda hitam bekas jerawat. Jadi tidak heran apabila pegagan banyak dilirik menjadi bahan skincare alami yang ramah lingkungan.

Kanistri Botanical Apothecary berhasil memanfaatkan daun pegagan ke dalam produk-produknya. Salah satu produk yang memiliki kandungan ekstrak pegagan adalah serum healing elixer

Damiana Nitya Kanistri, selaku owner Kanistri Botanical Apothecary sejak awal memang sudah berkomitmen menghadirkan skincare alami yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahan lokal yang mudah didapatkan, secara tidak langsung juga memberdayakan masyarakat sekitar.  

Toner dari ekstrak kunyit yang diproduksi oleh Kanistri Botanical Apothecary
Hydrating Purifying Essence Toner.
Dok : Kanistri Botanical Apothecary

Selain memanfaatkan pegagan, Kanistri Botanical Apothecary juga memanggunakan ekstrak kunyit untuk membuat Hydrating Purifying Essence Toner. Kunyit memiliki berbagai manfaat seperti membantu meredakan radang untuk kulit, membantu mengontrol sebum di wajah dan meredakan sunburn

Potensi komoditas lokal yang tersedia di sekitar kita dengan beragam manfaat ternyata bisa membuat masyarakat sejahtera dan lingkungan terjaga. Jadi tunggu apalagi yuk gunakan komoditas lokal demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. 



 

 Sumber referensi

1. https://hutanitu.id/pesonahutan/komoditas-pangan/

2.https://kelingkumanggroup.co.id/news/keling-kumang-dampingi-petani-lebah-madu

3. Instagram Kanistri Botanicals

5 Kegiatan Positif Selama #DiRumahAja

Tidak ada komentar
Pic : pinterest, edit : picsart. 


Pandemi covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak tanggal 2 Maret 2020  membuat banyak sekali perubahan. Pemerintah membatasi mobilitas warga demi memutus rantai penyebaran virus ini. Pasien yang sudah sembuh semakin banyak, namun kita tidak boleh panik dan tetap harus waspada.

Panik itu Wajar,  Tapi Tidak Perlu Berlebihan



Sebagai seorang ibu yang memiliki balita, aku pernah merasakan panik yang berlebihan dengan penyebaran virus ini. Tetapi ternyata panik berlebihan hanya membuat aktifitas terganggu. Padahal untuk menghadapi pandemi covid-19 diperlukan pikiran yang positif, yang nantinya akan mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan positif.

Untuk mengalihkan rasa panik yang berlebihan, aku memilih sounding kepada diri sendiri untuk tetap berpikiran positif.  Supaya aku tetap bisa melakukan kegiatan positif selama berdiam diri di rumah.


5 Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan #Dirumahaja



1. Mencoba Resep Masakan

Mie ayam home made,
 hasil coba-coba resep.
Dokpri

Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan kegiatan memasak. Alasannya karena masak itu bikin gerah, kalau sudah terasa gerah, pasti kulit kepalaku jadi gatal-gatal. Nah gatal-gatal di kulit kepala ini sangat menggangu.

Tetapi di masa pandemi seperti ini harus hemat. Oleh sebab itu aku harus memasak. Supaya tidak bosan dengan masakan yang itu-itu saja, aku juga mencoba resep masakan selama stay di rumah.

Walaupun dalam mencoba resep masakan itu beresiko gagal, tapi setidaknya aku sudah mencoba daripada tidak sama sekali.

Beberapa resep makanan yang berhasil aku coba salah satunya mie ayam. Resep membuat mie ayam ini aku dapatkan dari  salah seorang chef yang kini juga menjadi youtuber.

Tetapi mencoba resep masakan juga belum tentu berhasil semua. Kemarin sore aku gagal mempraktekkan resep kue ganjel rel khas Semarang. Untung saja bahan-bahannya tidak terlalu menguras isi dompet. Jadi masih bisa hemat 😅


2. Berkebun

Tanaman sirih gading di depan rumah.
Dokpri

Setiap kali memasak, aku mengumpulkan sisa sayuran atau bumbu dapur ke tempat yang berbeda dengan sampah plastik. Sisa-sisa sayuran ini biasanya aku pakai untuk pupuk tanaman sirih gading di depan rumah.

Kalau sisa bumbu dapur seperti kunyit dan jahe biasanya aku tanam sekalian di pot. Selain itu aku juga menanam sirih gading, daun suji dan daun pandan yang kaya akan manfaat.


3. Membersihkan Rumah

Dok : pixabay

Menghadapi virus covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah sebenarnya tidak begitu sulit. Garda terdepan penanganan virus ini adalah kita sendiri, sedangkan tenaga medis adalah garda terakhir.

Rutinitas membersihkan rumah selama masa pandemi covid-19 ini lebih tinggi intensitasnya. Kalau dulu aku tuh ngepel lantai seminggu 2x, sekarang ngepel lantai setiap hari. Setelah itu ditambah lagi dengan menyemprotkan disinfektan ke beberapa bagian rumah yang sering disentuh.

Capek? Iya pasti capek tapi semuanya dilakukan demi perlindungan kesehatan keluarga.

4. Olahraga

Yoga exercise.
Dok :pixabay

Walaupun tidak bisa jogging lagi karena pandemi covid-19, tapi masih ada olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Walaupun tidak memiliki alat untuk berolahraga di dalam rumah, tapi masih ada pilihan olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Sekarang aku rutin memilih yoga atau senam selama 30 menit di sore hari agar badan tetap sehat. Soalnya kedua olahraga ini bisa dilakukan di dalam rumah dan tidak perlu membeli alat-alat olahraga yang bikin isi dompet semakin menipis.

5. Merawat Diri


Sebagai seorang ibu, merawat diri itu ibarat me time yang bisa dibilang langka. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, merawat diri itu aku ibaratkan sebagai salah satu cara untuk mengelola stress. Ada berbagai macam cara untuk merawat diri, nah salah satunya dengan melakukan perawatan rambut.

Keramas sebagai salah satu cara perawatan rambut.
Dok : suara.com


Tapi kalau udah jadi seorang ibu yang di rumah sama si kecil, melakukan perawatan rambut yang agak lama itu harus cari waktu yang tepat. Soalnya bisa aja waktu keramas tiba-tiba kamar mandi digedor si kecil yang ingin buang air kecil. 😅 Jadi biasanya sebelum aku keramas, aku harus memastikan dulu apakah si kecil mau ke kamar mandi atau tidak.  Atau bisa juga menyiapkan keperluan-keperluan si kecil sebelum ditinggal melakukan perawatan rambut sendiri di rumah.



Jatuh Hati  Emeron Nutritive Shampoo Black Shine

Emeron nutritive shampoo blackshine.
Dokpri

Dulu aku pernah tidak percaya diri dengan rambut hitamku, tetapi mengecat rambut juga bukan hal mudah. Rambut hitamku susah diwarnai dengan cat. Akhirnya aku menerima rambut hitamku yang alami.

Nah masalah lain muncul saat merawat rambut hitam yaitu warna rambut yang kusam karena aktifitas sehari-hari. Walaupun di rumah aja selama pandemi covid-19 tapi rambut juga kena sinar matahari, debu dan keringat saat berkatifitas. Apalagi kalau sedang berkebun di depan rumah atau olahraga, rasa gatal di kulit kepala pasti datang tanpa diundang.

Jatuh hati sama Emeron nutritive shampoo
 black shine.
Dokpri


Untuk merawat rambut hitamku agar tetap sehat selama di rumah aja, aku percayakan kepada Emeron Nutritive Shampoo Black Shine. Sebelumnya aku udah beberapa kali cobain sampo lain, tapi ternyata yang bikin jatuh hati cuma Emeron Black Shine.


Beberapa hal yang bikin aku jatuh cinta sama Emeron Nutritive Shampoo Black Shine, diantaranya :


  1. Emeron Nutritive Shampoo Black Shine mengandung ekstrak urang aring yang sudah teruji untuk menutrisi rambut dari akarnya.
  2. Emeron Nutritive Shampoo Black Shine mengandung active profit amino yang membuat rambut hitam tetap cantik berkilau.
  3. Emeron shampoo harganya terjangkau. Untuk kemasan botol paling kecil (70 ml) bisa didapatkan dengan harga 7ribuan saja. 
  4. Kemasan Emeron Nutritive Shampoo Black Shine ini tidak mudah tumpah, jadi gampang kalau mau dibawa travelling.
  5. Wangi Emeron Nutritive Shampoo Black Shine ini agak manis dan tahan lama. Jadi rambut yang habis dikeramasin tuh tetep wangi sepanjang hari walaupun sudah dipakai beraktifitas.
  6. Emeron shampoo tersedia dimana saja.  Aku kemarin beli Emeron shampoo di toko kelontong dekat rumah. Tapi sayang sekali kondisoner & vitamin rambutnya sedang kosong. Kalau pengen beli Emeron Hair Care komplit bisa secara online di marketplace seperti Shopee, Tokopedia dan sebagainya. Tetapi dengan konsekuensi paket sampai agak lama karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
  7. Emeron shampoo diproduksi oleh PT Lion Wings dibawah lisensi dari Lion Corporation Jepang. 

Emeron nutritive shampoo
Black shine.
Dokpri


Jadi tidak usah khawatir berkegiatan selama di rumah aja. Kan ada Emeron Hair Care yang setia menemani. ❤️




Membangkitkan Rasa Percaya Diri dengan Mandi Parfum Vitalis

Tidak ada komentar


Vitalis Body Wash memiliki 3 varian.
Dokpri


"Vitalis bukannya merk parfum ya?"

Saat mendengar kata Vitalis, yang terbersit di dalam pikiran saya adalah merk parfum. Ya merk parfum Vitalis memang sangat familiar, soalnya sangat mudah ditemukan di supermarket atau minimarket terdekat.

Nah kabar baiknya adalah sekarang Vitalis ternyata sudah punya produk sabun mandi cair, yang diberi nama Vitalis Parfume Body Wash. Wangi parfum Vitalis yang elegan, segar dan tahan lama masih dipertahankan dalam kandungan body wash ini.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Kemasannya keren ya, glamour gitu.
Dokpri

Sebagian orang merasa kehilangan rasa percaya diri ketika tidak wangi. Begitu juga dengan saya, rasa percaya diri bisa melorot ke titik terendah saat merasa tidak wangi.

Apalagi kalau orang terdekat sampai berkomentar, "kok bau keringat sih? Nggak wangi lagi ah kamu". Aduh saya mendingan cepat-cepat mandi deh.

Sayangnya, kebanyakan sabun cair yang pernah saya coba itu hanya semerbak waktu dipakai saja. Setelah dibilas dengan air, wanginya akan hilang.

Nah beruntung sekali saya menemukan review tentang Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Jadi sekarang saya bisa kembali meningkatkan rasa percaya diri dengan mandi parfum dari Vitalis.

Sensasi Mandi Parfum dengan Vitalis Body Wash


Saat membeli produk body wash, hal yang pertama kali saya lakukan adalah memanjakan indera penciuman. Begitu juga saat memilih Vitalis body wash,  indera penciuman saya sangat dimanjakan dengan wangi yang elegan, segar dan tahan lama.

White Glow (Skin Brightening)

Varian White Glow untuk mencerahkan kulit.
Dokpri

Saat varian White Glow dituangkan ke shower puff untuk kemudian dibusakan, wangi parfumnya itu semerbak memenuhi kamar mandi. Apalagi saat digosokkan ke kulit kemudian dibilas dengan air, wanginya itu seperti terkunci di dalam pori-pori alias tahan lama. FYI, wangi dari varian White Glow ini cenderung soft dan feminin.
Mencoba Vitalis Perfumed Moisturizing
 di punggung tangan.
Dokpri

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash juga memiliki kandungan moisturizer untuk melembutkan kulit. Dalam varian White Glow terdapat tambahan berupa kandungan ekstrak Licorice dan susu yang juga membantu mencerahkan kulit. Jadi setelah mandi parfum itu kulit akan terasa lebih cerah, halus dan lembut plus wangi. 
dibusakan di punggung tangan.
 Dokpri


Fresh Dazzle (Skin Refreshing)

Varian Fresh Dazzle.
 Dokpri


Nah varian lain yang dikeluarkan oleh Vitalis adalah Fresh Dazzle. Selain mengandung moisturizer untuk melembutkan kulit, varian Fresh Dazzle juga mengandung ekstrak Yuzu Orange dan ekstrak teh hijau. Mandi parfum dengan varian Fresh Dazzle ini bisa memperbaiki mood karena wangi parfumnya segar.

Cocok banget buat yang capek habis beraktifitas seharian terus mandi pakai varian Fresh Dazzle. Kulit halus, lembut dan wangi,  masih ditambah moodnya bagus. Jadi semakin percaya diri untuk menebarkan pesona ke sekeliling kita.

Soft Beauty (Skin Nourishing)

Varian Soft Beauty dengan kandungan
 ekstrak Alpukat & Vit.E.
dokpri


Satu varian terakhir dari Vitalis Body Wash adalah varian Soft Beauty yang memiliki kandungan Vitamin E dan ekstrak Alpukat. Vitamin E sejak dahulu sudah terkenal dapat menjaga kelembaban kulit. Sedangkan buah alpukat memang dikenal memiliki berbagai manfaat yang sangat baik untuk kulit kita. Perpaduan keduanya di dalam Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash ini akan menjaga kelembaban kulit sehabis mandi.

Varian Soft Beauty ini cenderung lebih soft namun tidak se-feminin White Glow. Jadi seandainya pak suami ikut mandi parfum menggunakan varian Soft Beauty juga tidak masalah. 😁

Wah dobel-dobel ya yang kita dapatkan dari Vitalis Body Wash. Bikin semakin percaya diri nih sehabis mandi parfum pakai Vitalis body wash.

Kemasan


Vitalis body wash dikemas menggunakan botol 100 ml dan 200ml dengan tutup yang aman, sehingga tidak mudah tumpah saat dibawa bepergian.Selain itu, Vitalis juga menyediakan kemasan refill 250ml dan 450ml.

Keterangan produk tertulis dengan jelas.
Dokpri


Keterangan lengkap mengenai produk ini  ditulis dengan jelas di bagian belakang, termasuk exp date-nya.

Harga Terjangkau


Ngomongin soal harga, Vitalis body wash harganya masih terjangkau. Mulai dari 10.000 rupiah saja, kita sudah bisa merasakan sensasi mandi parfum dengan Vitalis Parfumed Moiturizing Body Wash.

Mudah Didapatkan


Nah untuk mendapatkan sensasi mandi parfum dari Vitalis itu sangat mudah. Produk ini hadir di supermarket atau minimarket terdekat.  Selain itu Vitalis Body Wash bisa dibeli secara online di marketplace kesayangan.

Jadi tunggu apalagi, yuk  cobain Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.

Sukun, Roti dari Hutan Dengan Segudang Manfaat

Tidak ada komentar
jalan menuju desa nenek kira-kira seperti ini,
setelah melewati sawah maka akan bertemu hutan
yang menyimpan sumber makanan.
dokpri


Saat saya masih kecil, seorang teman bapak membawakan buah yang bentuknya hampir mirip dengan nangka tetapi memiliki wangi berbeda. 
“ini sudah matang, nanti digoreng aja pakai tepung,” jelas teman bapak kepada ibu saat menerima buah tangan tersebut. 
Saya yang memiliki rasa penasaran tingkat tinggi akhirnya menyusul ibu ke dapur. 
“ini namanya Sukun, mirip roti kalau sudah diolah.  Kalau sudah matang berbau wangi,”jelas ibu. Kemudian saya membantu ibu menggoreng sukun di dapur dan setelah matang kami menikmatinya bersama.  Ternyata enak sekali yang namanya sukun goreng, pikir saya saat itu.

Akrab Dengan Sukun

desa nenek ada dibawah bukit yang masih tertutup hutan,
letaknya kayak tempat yang saya tunjuk.
dokpri

Tidak lama kemudian saya mendapatkan kesempatan untuk tinggal bersama nenek di desa yang tidak jauh dari hutan tutupan. Jadi saya semakin sering menjumpai buah sukun. Bahkan di hutan tutupan menjulang tinggi pohon-pohon sukun yang tidak boleh ditebang. Pohon sukun memiliki batang besar yang lurus dan menjulang tinggi bahkan dapat mencapai puluhan meter saat pohon sukun tumbuh di hutan . Daunnya menyirip dan berwarna hijau tua, jadi pohon sukun sangat mudah dikenali walaupun tumbuh di dalam hutan.
pohon sukun yang masih muda (tengah). dokpri


Oh iya hutan tutupan sendiri merupakan istilah lokal di desa tempat tinggal nenek. Hutan tutupan bisa diartikan sebagai hutan larangan, karena di hutan ini warga dilarang untuk berburu satwa yang ada di hutan, dilarang untuk menebang pohon dan dilarang membawa kayu-kayu besar hasil hutan ke rumah. Tetapi warga diperbolehkan untuk mengambil hasil hutan seperti buah-buahan, umbi-umbian yang tumbuh di hutan atau sekedar mencari pakan ternak berupa dedaunan. Saya mendapatkan penjelasan ini dari nenek dan saya lihat sampai sekarang warga masih mematuhi peraturan ini.

Buah sukun. Dok : wikipedia

Sukun (breadfruit) memiliki nama latin Artocarpus altilis, sekilas memang mirip buah nangka tetapi tidak berduri tajam. Daging buah pada sukun berwarna putih, empuk dan tidak berbiji. Jadi  wajar saja kalau dalam Bahasa inggris dinamakan breadfruit soalnya memang mirip roti, roti hasil adonan alam lebih tepatnya.

Sukun banyak digemari oleh warga desa karena bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, palagi sukun juga mengenyangkan. Warga terbiasa membawa olahan sukun sebagai bekal saat mengolah sawah atau mencari pakan ternak ke dalam hutan. Biasanya mereka mengolahnya menjadi sukun goreng atau sukun kukus. Olahan sukun sebenarnya tidak hanya sebatas digoreng dan dikukus saja, sukun bahkan bisa dijadikan keripik, kolak dan tepung.

Olahan Sukun Terfavorit

Sukun goreng tepung.
Dok : bisnisgorengan68.blogspot.com

Kalau olahan sukun terfavorit saya tentu sukun goreng tepung, dengan catatan sukun sudah matang dari pohon, jadi rasa sukun lebih manis dan baunya wangi. Walaupun sukun digoreng menggunakan tepung tetap terasa manis dan berbau wangi. Tetapi memang agak susah untuk mendapatkan sukun matang dari pohon. Karena sukun hanya berbuah sekali dalam satu tahun. Selain itu semakin besar buah sukun maka bobotnya akan semakin berat, sampai akhirnya akan jatuh dengan sendirinya dari pohon karena terlalu berat walaupun belum tentu sukun tersebut sudah siap dipanen. Warga  desa juga biasanya memanen sukun yang sudah dirasa cukup tua untuk kemudian dijual ke pasar.

Waktu tujuh harian almarhum nenek, keluargaku juga menyuguhkan sukun goreng tepung untuk para tamu yang mengaji di rumah.

Kandungan Gizi Dalam Sukun


Ngobrolin buah sukun memang tidak ada habisnya. Dilansir dari Alodokter, sukun memiliki kandungan gizi yang lumayan lengkap. Beberapa jenis nutrisi yang dimiliki sukun diantaranya karbohidrat kompleks, protein, serat, air, mineral (kalium, zat besi, magnesium,zinc, dan fosfor), dan vitamin (vitamin B, betakaroten, folat dan vitamin E). Selain itu kalori dari buah sukun ini lebih rendah dibandingkan beras dan kentang, jadi sukun bias dijadikan makanan diet.
Tabel komposisi zat gizi sukun per 100gram.
Dok : Irwantoshut.com

Manfaat Sukun Bagi Kesehatan


Selain kandungan gizi yang lengkap dalam sukun, ternyata sukun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
  1.  Sukun bermanfaat untuk mengontrol gula darah, walaupun belum ada penelitian lebih lanjut untuk pengobatan diabetes. Tetapi setidaknya sukun bisa digunakan sebagai alternatif pengganti nasi untuk mengontrol gula darah di dalam tubuh.
  2.  Ekstrak daun sukun bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.
  3. Kandungan antioksidan pada sukun bisa digunakan untuk mengurangi peradangan
  4. Kandungan antioksidan pada sukun dapat mencegah pertumbuhan kanker
  5. Sari buah sukun bisa digunakan untuk melindungi kesehatan jantung. Kandungan anti oksidan pada buah sukun dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah pada jantung, mengurangi hipertensi dan kolesterol.
  6. Daun sukun yang sudah dijadikan teh bisa mengurangi asam urat.
  7. Sukun dapat membantu melancarkan buang air besar maupun buang air kecil karena mengandung serat yang tinggi.
  8. Sukun bias membantu melawan radikal bebas. Penelitian membuktikan bahwa sukun mengandung senyawa flavonoid dan phenolic yang bersifat antioksidan sehingga dapat membantu melawan radikal bebas.

Teh dari daun sukun. Dok : Star Jogja


Hutan Harus Dijaga Bersama


Tinggal bersama nenek memberikan banyak pengalaman terutama soal makanan dari hutan yang sebelumnya asing bagi saya seperti sukun. Nenek yang sering menyajikan makanan-makanan hasil hutan di meja makan secara tidak langsung mengenalkan hutan sebagai sumber makanan. Nenek juga selalu berpesan bahwa hutan harus dijaga bersama-sama karena hutan sumber makanan yang disediakan Tuhan untuk kita.

Untuk mewujudkan swasembada pangan sebenarnya bukan hal mustahil kalau kita mau kembali dekat dengan alam. Makanan-makanan hasil hutan seperti sukun bisa kita jadikan alternatif pengganti beras. Jadi pemerintah tidak perlu melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok di dalam negeri.

Dengan bergandengan tangan bersama WALHI, kita bisa bersama-sama menjaga hutan untuk diwariskan kepada anak cucu di masa depan. Oh iya sekilas tentang WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) merupakan organisasi lingkungan hidup yang independent dan non profit di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an. WALHI menjalankan berbagai kampanye untuk lingkungan hidup seperti kampanye perubahan iklim dan bencana, hutan dan pesisir, kedaulatan pangan dan energi serta Kawasan ekosistem esensial.


Mau Liburan ke Kota Lama Semarang? Tenang #PastiAdaOYO

Tidak ada komentar

Wajah Kota Lama, Semarang.
Dok : Aga Yurista

Pengalaman Mencari Penginapan di Semarang


Saat masih kuliah di tahun 2013, seorang teman mengajak saya untuk menjejakkan kaki di Semarang. Dia diminta oleh kakaknya untuk legalisir ijazah di Universitas Sultan Agung. “Kakak mau daftar CPNS soalnya, jadi harus sekarang juga”, jelasnya saat kami mengobrol di depan kelas.

Dikarenakan membutuhkan waktu seharian untuk urus legalisir, kami akhirnya memutuskan untuk bermalam di Semarang. Tapi untuk mendapatkan penginapan tentu tidak mudah pada tahun 2013. Setelah selesai dengan keperluan di Universitas Sultan Agung, kami berputar-putar mencari penginapan menggunakan taksi.  Setelah berputar-putar sekitar satu jam, akhirnya kami dapat penginapan yang disarankan oleh seorang warga yang kami temui. Untuk mencapai penginapan tersebut lumayan ribet dengan masuk ke dalam gang. Bahkan sampai sekarang saya tidak ingat penginapan tersebut terletak di daerah mana.

Penginapan yang dikategorikan homestay itu memberikan harga yang lumayan mahal. Tetapi bagaimana kami menolaknya karena sudah terlalu lelah untuk berputar-putar mencari penginapan menggunakan taksi. Artinya kalau mencari penginapan lagi sama saja bayar taksi lagi kan?

Kalau tidak salah ingat, tarif penginapan tersebut per malam dibanderol sebesar 300ribuan pada tahun 2013. 

Pengalaman susahnya mencari penginapan dengan harga yang terjangkau dan tempat yang strategis ini akhirnya membuat saya setia menggunakan aplikasi yang menawarkan penginapan. Apalagi untuk mengunjungi kota yang menarik seperti Semarang, wajib banget googling dulu tempat penginapannya.


Kota Semarang


Sebagai penikmat sejarah kolonial, saya suka menjelajahi  jejak-jejak kolonial di negeri ini .Salah satunya mengunjungi sebuah kota pelabuhan yang terletak di pesisir utara pulau Jawa yaitu kota Semarang. Saya sendiri tinggal di Jogja, jadi tidak terlalu jauh untuk menempuh perjalanan menuju kota Semarang.

Sungai yang mengalir di dekat Kota Lama.
Dok : Aga Yurista


Kota Semarang pernah dijuluki Venetie van Java oleh orang-orang Belanda di masa lalu. Hal itu tidak mengherankan karena kota Semarang dilalui oleh banyak sungai. Bahkan dalam sebuah lagu berbahasa jawa menuliskanKota Semarang pada sebuah lirik “semarang kaline banjir”.

Secara administratif kota Semarang menghubungkan kabupaten Semarang, Kendal dan Demak. Kota ini juga memiliki pelabuhan yang sangat sibuk bernama Tanjung Emas.

Untuk menempuh perjalanan dari Jogja menuju Semarang lebih mudah menggunakan bus dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Tetapi sekarang bisa juga ditempuh menggunakan kereta api di jam-jam tertentu dengan tarif yang terjangkau. Opsi terakhir tentu menggunakan kendaraan pribadi melewati jalan raya yang sama dengan bus.

Menurut berbagai literatur sejarah, kota Semarang dulunya merupakan wilayah milik Kerajaan Mataram Islam. Tetapi semasa pemerintahan Susuhunan Paku Buwono I, kota ini dilepaskan kepada VOC. Makannya tidak heran jika Semarang kemudian memiliki bangunan peninggalan kolonial yang masih berdiri kokoh dan menarik untuk dikunjungi.


Little Netherland “Kota Lama” Selalu Memanggil Untuk Kembali 


Pertama kali saya mengunjungi Kota Lama Semarang itu di tahun 2010 dan saya kesana sendirian. Di tahun 2010, masih jarang sekali orang mengunjungi Kota Lama.

Bahkan  seorang ibu sepuh yang saya temui di dalam angkot berpesan, “hati-hati mbak kalau ke Kota Lama sendirian soalnya disana banyak preman”.

Tetapi karena Kota Lama sudah terlihat di sebrang sungai, maka saya tidak menurungkan niat untuk berkunjung walaupun hanya sampai di depan gereja Blenduk sambal celingak celinguk takut ada pemerasan.
Saya mengunjungi Kota Lama,
di tahun 2013.
 Dokpri



Tiga tahun kemudian saya juga berkesempatan mengunjungi kota Lama kembali bersama teman yang saya ceritakan diatas tadi. Suasana di kota lama sudah jauh lebih menyenangkan daripada tahun 2010. Beberapa orang juga sudah terlihat mulai mengunjungi kota lama, buktinya untuk berfoto di depan gereja Blenduk saja harus bergantian.

Saya berfoto di depan gedung kolonial,
tahun 2013
Dokpri


Selanjutnya di tahun 2015, saya berusaha untuk menyusuri gang di kota lama yang diapit oleh Gedung-gedung tinggi peninggalan Belanda. Saya menginjakkan kaki di kota Lama menjelang senja, jadi hanya bisa menyusuri sebagian gang saja. Saya menyusuri gang  di sebelah Gedung Marba kemudian berputar melewati gedung-gedung tinggi sampai akhirnya ke Jembatan Berok.

Gereja Blenduk Semarang.
Dok : Aga Yurista


Kehadiran orang-orang yang menikmati kota Lama seperti saya ternyata disambut baik oleh pemerintah kota Semarang.   Hal ini dibuktikan dengan adanya revitalisasi Kota Lama tahap 1 yang dimulai sejak tahun 2017. Kemudian revitalisasi Kota Lama saat ini memasuki tahap kedua.
Nah untuk mengelilingi Kota Lama, pemerintah kota Semarang ternyata sudah meluncurkan sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai pemandu.

Walaupun sudah berkali-kali mengunjungi kota Lama, saya merasa belum puas karena belum menyentuh Kota Lama sampai ke sudut-sudutnya. Apalagi saat melihat postingan seorang teman yang berisi beberapa bangunan di kota Lama sudah mulai dibenahi agar terlihat lebih cantik. Seperti gedung Spiegel yang sudah menjadi Bistro, Marba yang sudah dicat ulang, Gedung-gedung di dekat jembatan Berok yang sudah bersolek cantik (padahal terakhir kali berkunjung tuh atapnya hampir roboh) dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa bulan yang lalu ada parade festival Kota Lama. Sayangnya waktu belum berpihak kepada saya, kesempatan untuk mengunjungi Kota Lama belum juga terealisasi.


Kenyamanan si Kecil Saat Menginap adalah Prioritas Traveling


Nah dalam melakukan traveling, pasti kita membutuhkan tempat untuk beristirahat. Apalagi seperti saya yang memiliki batita, memilih tempat penginapan itu sangat penting. Tidak mungkin saya menyewa sejenis dormitory seperti waktu masih single.

Dok : OYO Hotels Indonesia


Untuk melakukan traveling, hal pertama kali yang dicari adalah penginapan yang sesuai dengan budget di kantong . Kategori penginapan yang saya cari tentunya harus terjangkau dengan isi dompet, dekat dengan transportasi umum dan memberikan kenyamanan maksimal. Oleh karena itu pilihan saya jatuh kepada OYO Hotels Indonesia yang sudah tersebar di 100 kota di Indonesia. Dengan #PastiAdaOYO jaringan hotel ini mudah sekali ditemukan di berbagi wilayah seluruh Indonesia.

OYO memberikan beberapa kategori penginapan yang disesuaikan dengan budget para traveler, yaitu

  1. OYO Flagship yang memberikan kamar nyaman dengan harga terjangkau
  2. OYO Collection O berupa hotel premiumdengan lokasi dan infrastruktur sangat baik
  3. OYO town house yang didesain sesuai dengan gaya milenial
  4. OYO Smart memberikan kamar nyaman yang dapat diandalkan dengan harga terjangkau
  5. OYO Capital O didesain dengan keunggulan infrastruktur dan aksesibilitas.

Nah selain itu OYO Hotels Indonesia menawarkan berbagai  promo yang menarik di waktu yang tepat. Seperti pada bulan November ini, OYO Hotels menawarkan harga Rp 18.000 di hotel-hotel tertentu yang bisa dicek pada aplikasi OYO. Pada tanggal keren seperti 11.11, OYO juga punya Harbolnas (Hari Booking OYO Hotels Nasional) yang menawarkan promo menginap hanya Rp 99.000 dengan periode booking dari tanggal 11 sampai 13 November 2019 dan periode menginap sampai akhir November 2019.

Untuk update promo yang ditawarkan OYO Hotels bisa di cek di aplikasi OYO mobile dan media social OYO.  Aplikasi OYO juga memiliki versi kecil yang tidak memakan space di dalam smartphone kita yaitu OYO Lite. Saya pakai OYO Lite soalnya memori smartphone hampir penuh.


Mau Ke Semarang Lagi?


Kalau dikasih pertanyaan : mau ke Semarang Lagi? Jawaban saya sudah pasti IYA.

Salah satu gedung kolonial di Kota Lama
Dok :Aga Yurista

Soalnya Kota Semarang memiliki berbagai destinasi wisata juga sudah dijangkau oleh OYO Hotels Indonesia. Sebenarnya di penghujung tahun ini saya merencanakan untuk menuntaskan berkeliling ke Kota Lama bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Apalagi jika mendapatkan diskon 70% dari OYO, saya bisa menghemat untuk biaya penginapan. So, dana yang tadinya digunakan untuk penginapan bisa dialihkan untuk memanjakan lidah.  Seperti mencicipi bebek gongso legendaris yang terletak di samping Gedung Marba atau nasi goreng babat pak Karmin dekat Jembatan Mberok.

Nasi goreng babat pak Karmin.
Dok : Merdeka.com


Kabar gembiranya adalah OYO Hotels ternyata ada yang letaknya tidak jauh dari Kota Lama.  Dengan kabar gembira ini, emak-emak berprinsip hemat seperti saya tidak akan mejerit dengan biaya transportasi ke Kota Lama dong. Kan mudah sekali menemukan OYO Hotels #PastiAdaOYO.

Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Untuk Merawat Cagar Budaya Indonesia

Tidak ada komentar

Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Untuk Cagar Budaya Indonesia 



Situs Payak yang merupakan situs petirtaan
semasa kerajaan hindu budha.
Terletak di kecamatan Piyungan, Bantul, DIY.
Dokpri



Beruntung sekali saya tinggal di Daerah Istimewa Yoyakarta, di mana wilayah ini memiliki berbagai peninggalan bersejarah yang termasuk dalam kategori Cagar Budaya. Jantung kota ini saja memiliki bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang di depannya terdapat plakat  bertulis “cagar budaya”. Tetapi saya tidak tinggal di jantung kota ini, melainkan di pinggiran kota Jogja sebelah timur.

Awal saya pindah ke pinggir kota, saya tidak mengetahui bahwa di sekitar tempat tinggal terdapat sebuah candi yang unik. Saya berpikir bahwa candi-candi semasa Hindu Budha hanya tersebar di kawasan Prambanan saja, tidak sampai ke sini. Dugaan saya salah, tidak jauh dari rumah terdapat Candi Gampingan yang di depannya terdapat sebuah plakat bertulis “cagar budaya”.

Sebagian besar dari kita sering bertanya-tanya Cagar Budaya itu apa sih? Penetapannya bagaimana tuh sebuah peninggalan bersejarah dikategorikan sebagai Cagar Budaya? 

Pengertian Cagar Budaya menurut UU RI no 11 Tahun 2010 :
Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda Cagar Budaya, bangunan Cagar Budaya, struktur Cagar Budaya, situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/di air yang , perlu dilestarikankeberadaanya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Jadi kalau yang tidak bersifat kebendaan seperti tarian, bahasa dan sebagainya tidak termasuk ke dalam Cagar Budaya. Terus penetapan sebuah benda atau peninggalan bersejarah sebagai cagar budaya itu juga ada aturannya.

Masih menurut UU RI Tahun 2010 penetapan cagar budaya itu dilakukan oleh pemerintah kabupaten atau kota berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Jadi sudah jelas ya penetapan Cagar Budaya ini bukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan Tim Ahli Cagar Budaya adalah kelompok ahli dari berbagai bidang yang kompeten (memiliki sertifikat kompetensi). TACB ini bisa memberikan rekomendasi untuk penetapan, pemeringkatan, dan penghapusan Cagar Budaya. Oleh karena itu sebaiknya setiap kabupaten/kota memiliki TACB.

Sudah cukup jelas ya mengenai pengertian Cagar Budaya dan penetapannya. Sekarang tinggal sikap kita sebagai masyarakat nih bagaimana memperlakukan sebuah peninggalan yang dikategorikan sebagai Cagar Budaya.

Sementara itu pada pasal 3 UU RI no 11 tahun 2010 juga menyebutkan bahwa pelestarian Cagar Budaya bertujuan untuk :
  1. Melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia.
  2. Meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui cagar budaya
  3. Memperkuat kepribadian bangsa
  4. Meningkatkan kesejahteraan rakyat
  5. Memperomosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional



Bertemu Sosok Teladan  Pelestari Cagar Budaya


Kawasan Candi Gampingan dekat dengan rumah warga. dokpri

Tadinya saya ragu akan mendekati Candi Gampingan karena di dalam pagar berduri itu ada seseorang. Tetapi saat melihat gerbangnya tidak terkunci, saya beranikan diri untuk masuk dan meminta ijin berkunjung kepada seseorang tersebut. Beliau bernama pak Muji yang bertugas membersihkan sekitar Kawasan Candi Gampingan.  

Bangunan Candi Gampingan merupakan candi budha yang terbuat dari batu putih, berbeda dengan candi-candi yang selama ini saya kunjungi. Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke 9 Masehi ini memang sudah hilang atapnya, tetapi kita masih bisa melihat reruntuhan dan reliefnya yang tercerai berai. Candi Gampingan pertama kali ditemukan oleh warga pengrajin batu bata di tahun 1995. Saya sangat mengapresiasi warga yang dengan sadar melaporkan penemuan candi kepada BPCB. Kalau tidak dilaporkan ke BPCB, mungkin Candi Gampingan sudah musnah oleh tangan-tangan jahil.

Menurut penuturan Pak Muji, setelah diteliti oleh tim ahli cagar budaya bahwa gapura Candi Gampingan ada di pinggir jalan raya. Jadi rumah yang menutupi jalan setapak menuju Candi Gampingan itu tidak seharusnya dibangun. Terkait permasalahan ini, pak Muji mengatakan bahwa BPCB sudah memenangkan gugatan terhadap rumah tersebut sehingga pembangunan rumah tidak dilanjutkan bahkan pasti akan dibongkar saat penggalian Candi Gampingan dilanjutkan.

Pak Muji sendiri merupakan pensiunan satpam BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) yang pernah ditugaskan di TWC (Taman Wisata Candi)  Borobudur dan Prambanan. Jadi tidak heran jika beliau bisa menceritakan tentang candi. 

Di masa pensiunnya, beliau masih mau dan mampu untuk menjaga kebersihan Candi Gampingan yang tidak jauh dari rumahnya. Selain itu beliau juga bertugas menjaga situs Payak yang ada di sebelah timur Candi Gampingan. Bisa dibayangkan tanpa seorang Pak Muji mungkin semak belukar akan menutupi kawasan candi sehingga masayarakat tidak mengetahui bahwa di Gampingan ada sebuah Candi budha atau malah mungkin tempatnya dianggap angker. 
Plakat Situs Payak dan papan peringatan dari BPCB. Dokpri

Ah masyarakat kita memang suka menghubungkan sebuah peninggalan sejarah dengan hal-hal mistis.

Ikut Merawat Cagar Budaya Dengan Cara Sederhana

Mengunjungi Cagar Budaya


Kalau Pak Muji sudah mendedikasikan dirinya untuk merawat cagar budaya Candi Gampingan dan Situs Payak dengan cara bersih-bersih, sekarang saatnya kita untuk ikut merawat cagar budaya dari yang paling sederhana yaitu mengunjungi cagar budaya.

Pak Muji selalu menerima pengunjung Candi Gampingan dengan tangan terbuka apalagi untuk edukasi kepada masyarakat. Oleh karena itu mengajak masyarakat untuk mengenal peninggalan cagar budaya di sekitar kita wajib dilakukan. Saat ini hanya komunitas-komunitas sejarah, mahasiswa, penulis atau peneliti yang sering mengunjungi Candi Gampingan karena memang tidak dibuka sebagai tempat wisata seperti Candi Sambisari.

Sebelum mengajak anak-anak mengunjungi Candi Gampingan yang merupakan Cagar Budaya, yang harus diedukasi adalah pendidik dan orang tuanya supaya tidak memandang sebelah mata peninggalan masa lalu berupa cagar budaya. Nilai sejarah yang terkandung dalam bangunan cagar budaya tidak bisa lepas dari sejarah bangsa kita lho.
relief pada candi Gampingan. dokpri

Jika hal itu sudah dilakukan maka untuk memberikan pesan-pesan toleransi, budi pekerti dan keberagaman akan lebih mudah disampaikan kepada anak. Contohnya Candi Gampingan memiliki relief berupa sulur-sulur dan binatang yang melambangkan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan alam.

Kolaborasi

komunitas Kandang Kebo
 bekerjasama dengan BPCB DIY
 melakukan jelajah bertema
 " Menapak Jejak Sejarah".
Saya ikut dalam jelajah ini. Dokpri


Kemudian kolaborasi antara BPCB, Pemerintah Daerah dan komunitas sejarah juga sangat diperlukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Contohnya seperti melakukan jelajah sejarah  yang melibatkan warga lokal dan terjun langsung mengedukasi masyarakat saat merayakan hari-hari besar nasional.
Warga lokal yang merupakan sesepuh
di kawasan Masjid Gedhe Mataram,
Kotagede, Yogyakarta
sedang memberikan penjelasan tentang masjid.
Dokpri




Warisan nenek moyang berupa cagar budaya di Indonesia ini perlu kita jaga bersama agar tidak musnah tersapu oleh ketidak pedulian kita terhadap cagar budaya. Kalau musnah, bagaimana kita akan bercerita kepada anak cucu tentang peninggalan nenek moyang sebuah bangsa yang luar biasa bernama Indonesia?

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia : Rawat atau Musnah. Lomba ini diadakan oleh Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan  didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kalau kamu punya pengalaman tentang cagar budaya di sekitarmu yuk ikutan lombanya karena hadiahnya menarik banget lho.