Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Sumber Hidangan, Toko Roti Legendaris di Bandung yang Wajib Dikunjungi

20 komentar

 

toko roti legendaris di Bandung, Sumber Hidangan
roti klasik dengan rasa otentik di toko Roti Sumber Hidangan.
dokumen pribadi

Sumber Hidangan, sebuah toko roti legendaris di Bandung yang wajib dikunjungi. Daya tarik utama toko roti ini adalah kehadiran bermacam-macam roti klasik dan nuansa tempo dulu, yang membuat kita seolah dibawa ke dalam masa kolonial.

Sumber Hidangan yang bernama asli Het Snoephuis (yang berarti Rumah Manis) sudah berdiri sejak tahun 1929. Jika dibandingkan dengan umur toko roti lainnya, Sumber Hidangan dapat dikatakan sebagai toko roti tertua yang berdiri di kota Bandung. sementara nama "Sumber Hidangan" baru mulai digunakan di tahun 60-an.

Terletak di Kawasan Braga, tepatnya di jalan Braga nomor 22-24, Sumber Hidangan sangat mudah dijangkau oleh berbagai macam moda transportasi.  Namun yang seringkali membingungkan adalah toko ini tidak pernah memasang plang nama, jadi harus cermat dan jeli untuk menemukan toko roti yang didepannya dipenuhi lukisan ini.

papan nama toko roti Sumber Hidangan
papan nama toko roti Sumber Hidangan terdapat di dalam toko saja.
dokumen pribadi


Sumber Hidangan buka dari  pagi sampai sore saja, yaitu pukul 9.30 sampai pukul 16.00 WIB. Waktu aku mengunjungi toko ini pada pukul 10.00 para pengunjung sudah berdatangan dan suasana mulai ramai.

 

Sumber Hidangan Menghadirkan Nuansa Tempo Dulu

Suasana pagi setelah buka di toko Sumber Hidangan
suasana pagi sesaat setelah buka di Sumber Hidangan. dokumen pribadi


Saat pertama kali memasuki  toko roti Sumber Hidangan, seperti memasuki lorong waktu yang membawa kita kepada suasana tempo dulu, lebih tepatnya di masa kolonial. Bangunan toko sama sekali belum pernah direnovasi besar-besaran. Bangunan masih menggunakan arsitektur yang terkenal pada masa kolonial. Hal itu terlihat dari langit-langit toko yang tinggi dengan lampu-lampu yang menjuntai.

Kemudian masih terdapat tegel jadul yang berwarna putih tulang dengan bintik-bintik hitam. Perpaduan keduanya sangat serasi, ditambah dengan tembok yang berwarna putih dan interior berbahan kayu yang berwarna cokelat tua.

Aku membayangkan Sumber Hidangan ini dulunya adalah kafé hits, tempat nonkrong para tuan belanda yang tinggal di Bandung.



ruangan dengan nuansa tempo dulu, cocok untuk menikmati roti klasik dan es krim
Ruangan dengan nuansa tempo dulu yang cocok untuk menikmati roti dan es krim.
dokumen pribadi


Di ruangan sebelah, terdapat beberapa meja dan kursi yang terbuat dari rotan. Ruangan ini disediakan untuk pengunjung  toko roti yang ingin menikmati makanannya secara langsung. Di ruangan ini tidak ada colokan listrik atau wifi, jadi benar-benar digunakan untuk menikmati hidangan yang sudah kita beli.

 

Mencicipi Roti dan Es Krim dengan Cita Rasa Otentik

roti dan kue di Sumber Hidangan menggunakan resep otentik yang turun temurun
kue di etalase Sumber Hidangan.dokumen pribadi


Suasana klasik semakin bertambah kala pandangan mata melihat etalase jadul dengan berbagai jenis roti dan kue. Bahkan ada kue kering yang dituliskan menggunakan Bahasa belanda di dalam toples. Karena tidak bisa berbahasa Belanda, aku tidak bisa mengucapkan nama kue tersebut. Tetapi hanya bisa menebak bahwa di dalam toples itu berisi roti kering.

roti kering dinamai dengan bahasa Belanda di Sumber Hidangan
roti kering di dalam toples ini menggunakan bahasa Belanda. dokumen pribadi


Meskipun dikelola oleh generasi kedua, toko roti legendaris di Bandung ini masih konsisten menyediakan bermacam-macam bakery dengan resep jadoel yang ada sejak jaman Belanda. Tidak hanya itu saja, ternyata Sumber Hidangan juga menyediakan es krim dengan resep jadoel yang siap menggoyang lidah.

Etalase jaman dulu di toko Sumber Hidangan tetap dipertahankan
Etalase jaman dulu di toko Sumber Hidangan tetap dipertahankan.
dokumen pribadi


Walaupun mengaku sebagai pecinta roti, tapi aku tetap saja bingung saat memilih roti yang ada di Sumber Hidangan. Maklum saja karena pilihannya banyak dan aku sangat “kemaruk” ingin mencoba semuanya. Beruntung sekali pemilik Sumber Hidangan membantuku memberikan rekomendasi beberapa roti yang menjadi andalan mereka.

 “Kalau yang ini adalah sojics brood. Isinya daging sapi, rasanya gurih dan kulitnya renyah mirip kulit bolen pisang”, jelas pemilik Sumber Hidangan sambil menunjukkan Sojics Brood sapi yang ada di etalase.

Akupun mengangguk sambil menjawab, “ Ya pak saya mau mencicipinya satu.” roti sosis jadul itu kemudian sudah berpindah ke piring kecil dengan cepat.

beberapa jenis roti bercitarasa otentik yang aku cicipi


Setelah berkeliling etalase aku memutuskan untuk mencoba es krim vanilla, roti cokelat, kue Soes, Suikerbol dan Socijs brood sapi.  Roti-roti pesananku tadi ditaruh dalam piring kecil berwarna putih dengan garpu kecil dan selanjutnya aku bawa ke meja setelah membayar. Khusus untuk es krim, akan diantarkan oleh pelayan.

Jika rotinya ingin dibungkus, bisa minta dibungkuskan kepada pelayan. Tetapi karena suasana toko roti semakin siang semakin ramai jadi harus sedikit bersabar.  Oh iya untuk pembayarannya, disini aku menggunakan uang tunai, aku tidak sempat menanyakn apakah bisa cashless karena pelayan tokonya sudah mulai sibuk melayani pelanggan yang lain.

roti yang akan dibawa pulang dibungkus menggunakan kertas roti yang bertuliskan Sumber Hidangan
roti yang akan dibawa pulang dibungkus menggunakan kertas roti yang bertuliskan Sumber Hidangan


Sepotong makanan yang masuk ke dalam mulut terkadang membawa sebuah kenangan saat kita benar-benar menikmatinya.

Seperti pagi itu di Sumber Hidangan, sepotong kue Soes jadul yang meluncur ke dalam mulut, membuatku mengingat kembali rasa kue Soes dari toko Oen Semarang. Yup, rasa kedua kue Soes ini hampir sama, sangat jadul, kulitnya lembut,  gurih dengan isian vla yang ringan dan tidak terlalu manis. Kue Soes ini sepertinya cocok sekali untuk menemani minum kopi, duduk santai di kursi rotan dan menikmati suasana Braga.

es krim vanila, roti cokelat dan kue soes dari toko Sumber Hidangan
es krim vanila, roti cokelat dan kue soes.


Untuk Socijs brood sapi, kulit rotinya terasa renyah dan gurih, berpadu dengan daging sapi cincang yang lembut sangat cocok untuk sarapan pagi. Makan satu saja sudah bikin kenyang.

Es krim vanilla disajikan dalam mangkuk eskrim kecil tanpa ada tambahan lain, tidak seperti di toko Oen Semarang.  Jadi kalau di Sumber Hidangan eskrim vanilanya benar-benar polosan. Tanpa menunggu waktu lama, si kecil langsung menghabiskan es krim tersebut jadi aku tidak sempat mencicipinya.  

Sebenarnya aku ingin lebih lama menikmati roti dan suasana klasik di toko roti Sumber Hidangan. Namun karena ada keperluan lain aku segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan.

Roti coklat dari Sumber Hidangan menjadi penyelamatku setelah terjebak macet dalam perjalanan menuju stasiun. Tekstur rotinya lembut, dengan lelehan coklat yang lumayan banyak di dalamnya. Ini sangat cocok untuk pecinta cokelat seperti Kanjeng Papi.

Sementara untuk Suikerbol yang mirip dengan Cinnamon roll (atau mungkin nama lain cinnamon roll dalam Bahasa Belanda), tekstur rotinya empuk, rasanya cenderung manis dan wangi kayu manisnya tidak terlalu kuat.

 

Pikiranku Masih Melayang ke Toko Roti Sumber Hidangan

Sambil menikmati Cinnamon roll buatanku siang ini, wangi kayu manisnya masih membuat pikiranku melayang ke toko roti Sumber Hidangan.

Menjelang siang suasana toko roti Sumber Hidangan semakin ramai
Menjelang siang suasana toko roti Sumber Hidangan semakin ramai


Sumber Hidangan sebagai toko roti legendaris di Bandung masih konsisten menghadirkan roti klasik dan es krim dengan resep yang sudah ada dari jaman Belanda. Toko yang berdiri sejak tahun 1929 ini menawarkan roti jadoel dengan nuansa klasik, yang menjadi daya tarik utamanya bagi pengunjung. Sampai sekarang toko roti dikelola oleh generasi kedua.

Untuk menuju Sumber Hidangan sangat mudah karena terletak di Kawasan Braga. Dengan catatan harus cermat karena tidak ada plang nama yang besar dan didepan toko dipenuhi lukisan. 

harga roti di Sumber Hidangan mulai dari 10-ribu saja
nota pembelian roti dan eskrim di Sumber Hidangan.
dokumen pribadi


Harga roti di Sumber Hidangan menurutku sangat terjangkau, mulai dari 10-ribuan sudah bisa menikmati roti cokelat yang lembut. Toko ini buka di pagi hari sampai sore saja, jadi tidak bisa dikunjungi untuk menikmati senja ya.

Semoga diberikan kesempatan untuk kesana lagi ya karena aku masih penasaran dengan berbagai macam roti/kue bercita rasa otentik lainnya.

 

 

3 Rekomendasi Restoran Untuk Pesan Online di Cikarang Selatan

Tidak ada komentar
Sekarang kebanyakan restoran bisa dipesan secara online
Dok : canva

Saat ini rata-rata sebuah restoran pasti tergabung dalam aplikasi layanan pesan online karena memiliki banyak manfaat. Selain untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, restoran juga bisa meningkatkan penjualan. 

Sebagai ibu rumah tangga yang kadang-kadang kena sindrom males masak, restoran yang bisa dipesan secara online ini tentu sangat memudahkan. Apalagi kalau aplikasi layanan pesan antarnya sedang memberikan promo ditambah harga bahan pokok pada naik, ya udah auto gercep aja pesen makanan daripada masak sendiri. 

Nah selama tinggal di Cikarang Selatan, aku udah nyobain makanan dari beberapa restoran dibawah ini. 


3 Rekomendasi Restoran Untuk Pesan Online di Cikarang Selatan 


RM Padang Khairurrizqi

Masakan padang dari rumah makan padang yang letaknya nggak jauh-jauh amat dari rumah ini lumayan rekomended. Rasa bumbu padangnya lebih nendang dari yang lain dan harganya murah. 

Pertama kali membeli masakan padang di rumah makan padang Khairurrizqi ini pun karena resto tujuanku saat itu tutup. Awalnya sih nggak ada ekspektasi apa-apa karena rata-rata disini tuh nasi padang rasanya kurang nendang. Nah waktu nasi padangnya diantar gojek sampai rumah, tercium aroma rempah-rempah yang kuat. 

Nasinya juga masih panas, dibungkus dengan daun pisang, baru pakai kertas nasi. Jadi perpaduan nasi hangat, sambal ijo, gulai nangka, ikan kembung bakar dan wangi daun pisang yang kena nasi panas itu menggugah selera. Wis pokoknya tau-tau udah habis aja. 

Sekarang kalau lagi pengen masakan padang, pasti cek dulu ke RM Padang Khairurrizqi lewat aplikasi layanan pesan antar. 


Dapur Ikonyo

Dapur Ikonyo ini modelnya kayak penyetan. Sampai sekarang pun aku tidak tau apakah resto ini menyediakan layanan dine in atau tidak. Lha wong kalau disuruh kesana, aku tidak tau tempatnya. 😅

Pertama kali menemukan resto ini karena diskon di salah satu aplikasi layanan pesan antar. Sekali lagi aku tidak punya ekspektasi apa-apa waktu makanannya datang. Tapi saat mencoba ayam gorengnya yang empuk, rempah-rempahnya terasa dan sambalnya mantul, ya udah langsung masuk list resto favorit. 

Kelebihan dapur Ikonyo ini tuh makanannya selalu fresh. Jadi waktu sampai rumah, makanannya selalu masih hangat. Selain itu harganya juga terjangkau banget. Yhaaaa kapan lagi sih nasi, ayam, lalapan dan sambal seharga 15ribu kalau di Cikarang? Kalau di Jogja banyak😂


Bumbu Ndeso

Warung Bumbu Ndeso


Resto yang punya beberapa cabang di Cikarang ini bisa jadi pilihan untuk yang doyan masakan pedes. Aku udah pernah nyobain menu nasi ayam bulgus rujak kangkung. Nasi dan ayamnya porsi kecil, tapi bumbunya meresap ke dalam daging ayam. Untuk sambalnya juga pedes nampol, cocok disantap dengan kangkung. 

Sayang sekali harganya nggak semurah dua resto diatas. Selain itu kita harus ngasih catatan kalau menginginkan sambalnya dipisah. Jangan tanya tempatnya di sebelah mana, karena aku biasanya order lewat aplikasi pesan antar makanan saat promo. 😂


Nah itu tadi beberapa rekomendasi restoran untuk pesan online di Cikarang Selatan. Soal rasa masakan itu selera masing-masing ya, jadi kalau yang ini murni versiku sendiri. 

Kalau teman-teman punya rekomendasi resto favorit yg melayani delivery, yuk cerita di kolom komentar. 

Emma & Ethan’s Pizza, Menawarkan Kelezatan Pizza Tipis Italia di Tengah Kota Jogja

Tidak ada komentar

 

Emma & Ethan's Pizza menawarkan kelezatan pizza tipis Italia di tengah kota Jogja
Dokpri, edited using canva

Emma & Ethan’s Pizza menawarkan kelezatan pizza tipis Italia di Jogja. Lelehan keju mozzarella, irisan daging cincang dan saus tomat berpadu menjadi satu membentuk kelezatan pizza yang tak terlupakan.

Saat sepotong pizza masuk ke dalam mulut, rasanya aku ingin berteriak,” ini enak banget!” . Namun yang keluar dari mulut hanya senyum lebar sambil terus mengunyah. Senyum lebar juga sekilas tampak dari raut wajah beberapa orang teman. Mungkinkah merasakan hal yang sama sepertiku? Kelezatan pizza mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, jadi sebaiknya langsung dicoba saja.

Saat pizza mulai masuk ke dalam perut, rasanya tidak membuatku ingin berhenti makan. Bukannya kemaruk lho ya, tapi karena pizza ini sangat lezat dan tidak bikin eneg. Satu slice delicious pizza apakah cukup? Tentu saja jawabannya TIDAK. Sampai semua pizza dengan 8 varian berbeda keluar, aku masih bertepuk tangan untuk menyambutnya.

Emma & Ethan’s Pizza Menawarkan Kelezatan Pizza Tipis khas Italia di Tengah Kota Jogja

Meat lovers, best seller dari Emma & Ethan's Pizza
Meat lovers, best seller dari Emma & Ethan's Pizza. Dokpri

Sebelum mengenal pizza tipis khas italia, aku lebih dulu mengenal pizza ala amerika yang ada di berbagai pusat perbelanjaan sekitar Jogja. Nah beberapa tahun terakhir aku baru mengenal pizza tipis Italia dari seorang teman kuliah. Seiring dengan berjalannya waktu, aku justru lebih menyukai pizza tipis khas italia yang tipis dengan pinggiran renyah. Alasan lebih menyukai pizza tipis karena nggak bikin eneg walaupun aku makan beberapa slice.

Lelehan keju mozarella pada pizza bolognese
Keju yang meleleh menambah kelezatan pizza.
 Dok : Riana Dewie

Beruntung sekali beberapa waktu yang lalu aku sempat mencicipi kelezatan pizza tipis khas Italia bersama teman-teman Kompasianer Jogja. Tidak hanya orang dewasa yang menyukai pizza, tetapi anak-anak juga menyukainya.

Satu slice pizza tidak akan cukup
Satu slice tidak akan cukup. Dokpri 

Berawal dari kedua buah hatinya yang sering minta dibuatkan pizza, Ida Bagus Narendra (mas Bagus) owner Emma & Ethan’s Pizza akhirnya membuka kedai pizza di dalam kompleks Hotel Puri Pangeran Jl. Masjid No.7 Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta. Dengan bekal berupa pengalaman bekerja di kedai pizza selama menempuh pendidikan di negeri Kanguru, mas Bagus menghadirkan pizza yang  enak dan lezat, fresh from the oven.

Mas Bagus bercerita mengenai Emma & Ethan's Pizza
Mas Bagus bercerita mengenai awal mula Emma & Ethan's Pizza. Dok : Riana Dewie

Emma & Ethan’s Pizza menghadirkan 8 varian pizza tipis yang berdiameter 30 cm. Kedelapan varian antara lain meat Lovers, vegetariana, tuna, hawaiian, bolognesese, deluxe cheese,margherita dan pepperoni. Untuk varian meat lovers menjadi best seller dari Emma & Ethan’s Pizza.  Dalam menyiapkan pizza, mas Bagus bercerita butuh waktu sekitar 15 menit, dengan catatan oven sudah mencapai derajat tertentu. Soal bahan-bahan pizza, beberapa menggunakan bahan impor dan lokal yang mudah diapatkan. Sementara itu rasa  yang disajikan itu sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Croissant keju dan cokelat dengan rasa otentik.
Croissant keju dan cokelat. Dokpri

Selain menyajikan pizza, Emma dan Ethan’s Pizza juga menawarkan Cinnamon Roll dan Croissant yang bercita rasa otentik. Croissant, bentuknya terlihat kokoh tapi saat digigit ternyata lembut. Takaran bahan-bahannya seperti tepung, keju dan cokelatnya sangat pas. Croissant ini cocok disantap dengan teh hangat sambil menikmati matahari yang hampir tenggelam.

Cinnamon roll bertabur kayu manis dan gula
Cinnamon roll. Dokpri

Kehadiran Cinnamon Roll menemani Croissant. Wangi aroma taburan kayu manis, yang dulu banyak diburu oleh bangsa kulit putih berpadu dengan manisnya gula dan kelembutan roti membuat lidah tidak berhenti bergoyang. Semua rasa yang dihadirkan sangat otentik, tidak ada yang berlebihan.

Sepotong Kelezatan Pizza Tipis Italia Dinikmati Dengan Perpaduan Nuansa Jogja-Bali

Foto bersama mas Bagus dan teman-teman Kompasianer Jogja
Dok : Riana Dewie

Menikmati kelezatan pizza itu akan menjadi luar biasa dengan tempat yang mendukung. Aku merasa Emma & Ethan’s Pizza sangat memahami hal tersebut. Nuansa Bali berpadu dengan bangunan joglo dan rindangnya pepohonan ada disini. Saat sinar matahari mulai menyengat, rindangnya pepohonan masih bisa menangkal sengatannya. Bahkan semilir angin pun masih terasa menyejukkan. 

Ketika senja mulai datang, beberapa lampu mulai dihidupkan dan membuat suasana terasa hangat. Untuk menikmati suasana seperti ini bersama kelezatan sepotong pizza, cukup dine in diantara jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Tetapi kalau ingin menikmati kelezatan pizza dari rumah, silahkan pesan Emma & Ethan’s Pizza pada aplikasi Gofood atau Grabfood, dan pizza yang lezat akan sampai di depan rumah.

 

Emma & Ethan’s Pizza

Jl. Masjid No.7 Pakualaman, Yogyakarta

Dine in 10.00-21.00

Order online 24 jam

IG : @emmaethanpizza

Whatsapp 082186860087

Sukun, Roti dari Hutan Dengan Segudang Manfaat

Tidak ada komentar
jalan menuju desa nenek kira-kira seperti ini,
setelah melewati sawah maka akan bertemu hutan
yang menyimpan sumber makanan.
dokpri


Saat saya masih kecil, seorang teman bapak membawakan buah yang bentuknya hampir mirip dengan nangka tetapi memiliki wangi berbeda. 
“ini sudah matang, nanti digoreng aja pakai tepung,” jelas teman bapak kepada ibu saat menerima buah tangan tersebut. 
Saya yang memiliki rasa penasaran tingkat tinggi akhirnya menyusul ibu ke dapur. 
“ini namanya Sukun, mirip roti kalau sudah diolah.  Kalau sudah matang berbau wangi,”jelas ibu. Kemudian saya membantu ibu menggoreng sukun di dapur dan setelah matang kami menikmatinya bersama.  Ternyata enak sekali yang namanya sukun goreng, pikir saya saat itu.

Akrab Dengan Sukun

desa nenek ada dibawah bukit yang masih tertutup hutan,
letaknya kayak tempat yang saya tunjuk.
dokpri

Tidak lama kemudian saya mendapatkan kesempatan untuk tinggal bersama nenek di desa yang tidak jauh dari hutan tutupan. Jadi saya semakin sering menjumpai buah sukun. Bahkan di hutan tutupan menjulang tinggi pohon-pohon sukun yang tidak boleh ditebang. Pohon sukun memiliki batang besar yang lurus dan menjulang tinggi bahkan dapat mencapai puluhan meter saat pohon sukun tumbuh di hutan . Daunnya menyirip dan berwarna hijau tua, jadi pohon sukun sangat mudah dikenali walaupun tumbuh di dalam hutan.
pohon sukun yang masih muda (tengah). dokpri


Oh iya hutan tutupan sendiri merupakan istilah lokal di desa tempat tinggal nenek. Hutan tutupan bisa diartikan sebagai hutan larangan, karena di hutan ini warga dilarang untuk berburu satwa yang ada di hutan, dilarang untuk menebang pohon dan dilarang membawa kayu-kayu besar hasil hutan ke rumah. Tetapi warga diperbolehkan untuk mengambil hasil hutan seperti buah-buahan, umbi-umbian yang tumbuh di hutan atau sekedar mencari pakan ternak berupa dedaunan. Saya mendapatkan penjelasan ini dari nenek dan saya lihat sampai sekarang warga masih mematuhi peraturan ini.

Buah sukun. Dok : wikipedia

Sukun (breadfruit) memiliki nama latin Artocarpus altilis, sekilas memang mirip buah nangka tetapi tidak berduri tajam. Daging buah pada sukun berwarna putih, empuk dan tidak berbiji. Jadi  wajar saja kalau dalam Bahasa inggris dinamakan breadfruit soalnya memang mirip roti, roti hasil adonan alam lebih tepatnya.

Sukun banyak digemari oleh warga desa karena bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, palagi sukun juga mengenyangkan. Warga terbiasa membawa olahan sukun sebagai bekal saat mengolah sawah atau mencari pakan ternak ke dalam hutan. Biasanya mereka mengolahnya menjadi sukun goreng atau sukun kukus. Olahan sukun sebenarnya tidak hanya sebatas digoreng dan dikukus saja, sukun bahkan bisa dijadikan keripik, kolak dan tepung.

Olahan Sukun Terfavorit

Sukun goreng tepung.
Dok : bisnisgorengan68.blogspot.com

Kalau olahan sukun terfavorit saya tentu sukun goreng tepung, dengan catatan sukun sudah matang dari pohon, jadi rasa sukun lebih manis dan baunya wangi. Walaupun sukun digoreng menggunakan tepung tetap terasa manis dan berbau wangi. Tetapi memang agak susah untuk mendapatkan sukun matang dari pohon. Karena sukun hanya berbuah sekali dalam satu tahun. Selain itu semakin besar buah sukun maka bobotnya akan semakin berat, sampai akhirnya akan jatuh dengan sendirinya dari pohon karena terlalu berat walaupun belum tentu sukun tersebut sudah siap dipanen. Warga  desa juga biasanya memanen sukun yang sudah dirasa cukup tua untuk kemudian dijual ke pasar.

Waktu tujuh harian almarhum nenek, keluargaku juga menyuguhkan sukun goreng tepung untuk para tamu yang mengaji di rumah.

Kandungan Gizi Dalam Sukun


Ngobrolin buah sukun memang tidak ada habisnya. Dilansir dari Alodokter, sukun memiliki kandungan gizi yang lumayan lengkap. Beberapa jenis nutrisi yang dimiliki sukun diantaranya karbohidrat kompleks, protein, serat, air, mineral (kalium, zat besi, magnesium,zinc, dan fosfor), dan vitamin (vitamin B, betakaroten, folat dan vitamin E). Selain itu kalori dari buah sukun ini lebih rendah dibandingkan beras dan kentang, jadi sukun bias dijadikan makanan diet.
Tabel komposisi zat gizi sukun per 100gram.
Dok : Irwantoshut.com

Manfaat Sukun Bagi Kesehatan


Selain kandungan gizi yang lengkap dalam sukun, ternyata sukun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
  1.  Sukun bermanfaat untuk mengontrol gula darah, walaupun belum ada penelitian lebih lanjut untuk pengobatan diabetes. Tetapi setidaknya sukun bisa digunakan sebagai alternatif pengganti nasi untuk mengontrol gula darah di dalam tubuh.
  2.  Ekstrak daun sukun bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.
  3. Kandungan antioksidan pada sukun bisa digunakan untuk mengurangi peradangan
  4. Kandungan antioksidan pada sukun dapat mencegah pertumbuhan kanker
  5. Sari buah sukun bisa digunakan untuk melindungi kesehatan jantung. Kandungan anti oksidan pada buah sukun dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah pada jantung, mengurangi hipertensi dan kolesterol.
  6. Daun sukun yang sudah dijadikan teh bisa mengurangi asam urat.
  7. Sukun dapat membantu melancarkan buang air besar maupun buang air kecil karena mengandung serat yang tinggi.
  8. Sukun bias membantu melawan radikal bebas. Penelitian membuktikan bahwa sukun mengandung senyawa flavonoid dan phenolic yang bersifat antioksidan sehingga dapat membantu melawan radikal bebas.

Teh dari daun sukun. Dok : Star Jogja


Hutan Harus Dijaga Bersama


Tinggal bersama nenek memberikan banyak pengalaman terutama soal makanan dari hutan yang sebelumnya asing bagi saya seperti sukun. Nenek yang sering menyajikan makanan-makanan hasil hutan di meja makan secara tidak langsung mengenalkan hutan sebagai sumber makanan. Nenek juga selalu berpesan bahwa hutan harus dijaga bersama-sama karena hutan sumber makanan yang disediakan Tuhan untuk kita.

Untuk mewujudkan swasembada pangan sebenarnya bukan hal mustahil kalau kita mau kembali dekat dengan alam. Makanan-makanan hasil hutan seperti sukun bisa kita jadikan alternatif pengganti beras. Jadi pemerintah tidak perlu melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok di dalam negeri.

Dengan bergandengan tangan bersama WALHI, kita bisa bersama-sama menjaga hutan untuk diwariskan kepada anak cucu di masa depan. Oh iya sekilas tentang WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) merupakan organisasi lingkungan hidup yang independent dan non profit di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an. WALHI menjalankan berbagai kampanye untuk lingkungan hidup seperti kampanye perubahan iklim dan bencana, hutan dan pesisir, kedaulatan pangan dan energi serta Kawasan ekosistem esensial.


Melihat Perkembangan Promosi Sentra Gudeg Wijilan

Tidak ada komentar
Sinergi yang akan dilakukan antara pengusaha gudeg.
 dokpri

Apa sih yang pertama kali terpikirkan kalau mendengar kata Gudeg? Pasti sebagian besar akan menjawab makanan khas dari Jogja atau oleh-oleh khas dari Jogja bahkan kota jogja sendiri sering disebut juga sebagai kota gudeg. Menemukan makanan bernama gudeg dengan cita rasa manis plus gurih ini terbilang sangat mudah saat menginjakkan kaki di Jogja. Apalagi dengan adanya sentra Gudeg Wijilan yang terletak tidak jauh dari jantung kota Jogja.

Sarasehan Promosi Sentra Gudeg Wijilan

Pemaparan dari BPOM DIY. Dokpri

Pada tanggal 24 September 2019, Dinas Koperasi dan UKM DIY dan Badan POM DIY dan APEG (Asosiasi Pedagang Gudeg) bertatap muka secara langsung dalam Sarasehan Promosi Sentra Gudeg Wilijan yang bertempat di Gudeg Bu Lies, Wijilan, Yogyakarta. Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya pemerintah DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM untuk memfasilitasi pengusaha gudeg dalam mengembangkan bisnisnya agar menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Bu Siwi kepala dinas Koperasi dan UKM DIY sebelum menjangkau pasar yang lebih luas, pengusaha gudeg harus melakukan pembenahan di bidang internal, misalnya membenahi laporan keuangan atau membenahi sumber daya manusia.

Sementara itu dari BPOM DIY mengajak pengusaha gudeg untuk melakukan pembenahan di dapur alias tempat untuk memasak gudeg. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk gudeg yang akan dijual ke pasar yang lebih luas.

Setelah mendengar pemaparan dari Dinas Koperasi UKM DIY dan BPOM DIY, asosiasi pengusaha Gudeg juga ternyata sudah lama berkeinginan untuk menbuat terobosan agar usaha mereka tetap berjalan lancar dan berkembang sesuai jaman. Sampai saat ini sekitar 45 pengusaha gudeg yang sudah tergabung dalam APEG dan 15 diantaranya terdalat di Sentra Gudeg Wijilan.
Bu Hj.Lies selaku pengusaha gudeg
sedang bertanya kepada narasumber.
dokpri

Berkeliling Sampai Dapur Gudeg Wijilan

Gudeg kaleng bu Hj.Rini yang berukuran sampai 2kg.
Dokpri

Sebagai penikmat kuliner bernama gudeg, rasanya tidak afdol kalau tidak melihat tempat membuat gudegnya secara langsung. Kebetulan sekali beberapa pengusaha gudeg mengajak kami berkeliling menuju jantung tempat pembuatan gudegnya yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah dapur. Berbagai bahan utama dan pendamping untuk gudeg terlihat dikerjakan dengan cekatan oleh para pekerja yang menggunakan penutup rambut, masker, celemek dan sarung tangan. Untuk bahan bakar pembuatan gudeg ada yang masih menggunakan arang dan ada juga yang sudah beralih ke gas. menurut salah satu pengusaha gudeg bernama bu Hj.Rini alasan beralih menggunakan gas untuk industri gudegnya karena dapur terlihat lebih bersih.
"Apalagi itu lho Mbak langesnya (kotoran yang ditimbulkan dari pembakaran kayu yang berwarna hitam) kalau pakai kayu kan bikin atap dapur cepet kotor", tambahnya saat berjalan meninggalkan dapur.

Spanduk gudeg Bu Lies di pintu depan.
Dokpri

Sementara itu Bu Hj.Lies, seorang pengusaha gudeg yang sudah memulai usahanya sejak tahun 1993 bercerita tentang masa-masa kejayaan  penjualan gudeg di tahun 2000an. Kalau untuk saat ini penjualan gudeg hanya menghabiskan beberapa kwintal saja. Salah satunya karena jalan Wijilan dibuat searah jadi tidak banyak bus pariwisata yang membawa wisatawan untuk mampir ke Wijilan. Bu Lies juga mengakui bahwa keadaan saat ini penjualan gudegnya banyak dibantu dengan penjualan gudeg kaleng. Bahkan beberapa gudeg kaleng bu Lies sudah bisa didapatkan di supermarket lokal.




Sate Ratu Kuliner Nusantara yang Mendunia

1 komentar

Menu yang disajikan di Sate Ratu. Dokpri

Mencicipi sate ratu, mencicipi warisan kuliner nusantara. Menyajikan kuliner sate dengan ciri khas bumbu rempah yang kuat beserta sedikit pedasnya cabai yang memikat.  

Sebagai kota wisata Jogja tidak lepas dari ketersediaan kuliner di restoran favorit yang siap menggoyang lidah, salah satunya adalah sate.

"Kalau dulu, pengelompokan tempat kuliner di Tripadvisor itu kan per provinsi jadi Sate Ratu nangkring di nomer satu. Nah sekarang per kabupaten, sementara Sate Ratu masuk Kabupaten Sleman jadi di Tripavisor udah nggak kelihatan bintangnya kalau search sate Ratu di wilayah DIY", ungkap Fabian Budi Seputro, sang owner Sate Ratu saat berbincang dengan teman-teman blogger dan Kompasianer Jogja di restoran satenya pada 22/06/2019.

Perjalanan Sate Ratu Selama 3 Tahun

Pak Budi menceritakan perjalanan Sate Ratu. Dokpri

Penghargaan demi penghargaan diterima Sate Ratu di tahun 2018, seperti dari Tripadvisor. Tetapi di balik perjuangan itu, ada keputusan luar biasa dari pak Budi (panggilan sang owner) untuk banting stir dalam kehidupannya. Bagaimana tidak, beliau yang sudah malang melintang selama 20 tahunan di dunia hospitality-- bahkan udah sampai level atas-- kemudian memulai bisnis kulinernya dari 0.

"Saya bahkan memberikan pengertian kepada istri untuk mengubah lifestyle dan saya juga melakukan perencanaan keuangan untuk 5 tahun kedepan dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi atas bisnis kuliner yang saya jalankan. Tahun-tahun pertama ya berdarah-darah tapi itu saya nikmati dan tidak membuat saya mundur dari bisnis kuliner", ungkap pak Budi saat menceritakan banting stirnya ke bisnis kuliner. Bahkan banyak yang tidak percaya jika beliau berbisnis kuliner karena beliau memang bukan seorang masterchef. 😅

 Tapi dengan semangat perjuangan yang tidak pernah surut,  akhirnya bisnis kulinernya berjalan dengan baik. Aku setuju dengan apa yang dikatakan pak Budi, financial planning merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam membuka bisnis. Setiap bisnis pada jaman sekarang kan tantangannya pasti beda sama jaman dulu.

Sate Ratu, berawal dari angkringan Ratu di tahun 2016, bertempat di jalan Solo adalah cikal bakal Sate Ratu saat ini. Berbagai riset dilakukan oleh Pak Budi, termasuk menu apa saja yang disukai pelanggan sampai akhirnya melakukan branding Sate Ratu. Selain itu,prinsip beliau adalah tidak mau bergantung dengan karyawan jadi jangan heran kalau kita berkunjung ke Sate Ratu terus lihat pak Budi lagi bakar sate. 😁 Begitu pula dengan pak Nanang, partner pak Budi dalam menjalankan bisnisnya ini tidak segan melayani pelanggan seperti mengantar pesanan ke meja atau beres-beres piring kotor di meja.

Menu yang Disajikan Sate Ratu


Sate Ratu menyajikan tiga menu yang konsisten sejak dibangunnya brand Sate Ratu yaitu Sate Merah, Lilit Basah dan Ceker Tugel. Saat ini bahkan Sate Ratu berinovasi dengan menyajikan sate kulit dan kuah kaldu ayam.


Sate Merah

Sate Merah yang siap disantap. Dokpri

Menu sate merah terinspirasi dari sate rembiga dari lombok yang kemudian dipadukan bumbunya dengan bumbu sate banjarmasin. Perpaduan bumbu kedua sate ini menjadikan Sate Merah memiliki rasa rempah-rempah yang kuat dan rasa pedas yang menggugah selera, apalagi dimakan selagi masih hangat.

Lilit Basah

Lilit Basah dengan taburan bawang dan acar mentimum. Dokpri

Nah kalau menu ini terinspirasi dari sate lilit, tapi nggak pakai tusuk jadi dinamakan lilit basah. Tekstur daging ayamnya empuk dan lembut, bumbu rempahnya meresap ke dalam daging ayam,  tidak lupa ada taburan bawang goreng, serta yang terkahir ada acar mentimunnya. Kombinasi kesemuanya ini berhasil membuat lidah bergoyang saat sepotong lilit basah memasuki rongga mulut.


Ceker Tugel


Jangan pernah menyepelekan ceker ayam, karena sekalinya dimasak dengan bumbu nusantara, bakal jadi cemilan favoritmu.

Sebagai penikmat ceker ayam, ceker tugel bisa dicicipi juga saat mengunjungi Sate Ratu. Apalagi kalau Jogja udaranya sedang dingin seperti sekarang, kuah ceker tugel yang kaya rempah dan pedasnya cabai akan menggugah selera makan yang pada akhirnya membuat tubuh terasa hangat.



Ya itulah kenapa di abad 16 orang Eropa cari rempah sampai nusantara, ya  rempah-rempahnya digunakan untuk menghangatkan tubuh waktu musim dingin, salah satunya lewat masakan berbumbu rempah.

Sampai saat ini sudah ada 74 negara di dunia yang mengunjungi Sate Ratu. Nah pelanggan dari luar negeri ini biasanya menuliskan pengalamannya ketika mencicipi menu Sate Ratu dengan menuliskannya di tempat yang sudah disediakan. Selain itu mereka juga tidak segan menuliskan pengalamannya mencicipi menu sate Ratu di Tripadvisor. Makannya terkenal banget kan Sate Ratu di Tripadvisor 😁. Jadi jangan heran kalau ketemu pelanggan dari luar negeri saat kamu berkunjung ke kedai Sate Ratu ya.
😁
Pak Nanang dan pak Budi (berkaos hitam) sedang foto bersama teman-teman blogger -- Kompasianer Jogja. Dok : Kompasianer Jogja


Sate Ratu
Alamat : Jogja Paradise Foodcourt, Jl.Magelang km.6 Yogyakarta
Buka : Senin s/d Sabtu, pukul 09.00- 21.00
Instagram : @sateratu
Twitter : @sateratujogja







Menggoyang Lidah di 5 Tempat Makan Favorit

Tidak ada komentar
sapo tahu RM Makmur. dokpri

Urusan lidah memang tidak bisa disamakan antara satu orang dengan orang lain. Tetapi aku akan mencoba mengeksplor 5 tempat makan favoritku yang mungkin bisa dijadikan referensi.

Nah 5 tempat makan favoritku, antara lain :

1. RM Makmur Chinese Food.
Sebagai penggemar chinese food, dulu aku  sering berkunjung ke rumah makan Makmur. Tetapi ketika aku pindah kos, sempat beberapa kali mencoba mencari RM Makmur walaupun hasilnya nihil. Beruntungnya beberapa bulan yang lalu teman memberitahu bahwa RM Makmur pindah lokasi di jalan Gandekan Lor samping refleksi Kakiku. Berbekal rasa kangen dengan kwetiaw siram seafood-nya, akhirnya aku dan suami berhasil menyambangi RM Makmur di hari terakhir PBTY 2018.

2. Keong Mas Resto
Suasana lawasan yang disuguhkan oleh Keong Mas Resto beserta masakan ala rumahannya membuatku merasa kembali ke rumah nenek. Rumah makan yang berada di Sewon, Bantul ini memiliki tempat outbond juga lho. "Jangan Ndeso" menjadi menu favorit ketika mengunjungi resto ini bersama keluarga.

3. Sate Ratu
Awalnya rasa penasaran menyelinap saat hendak mengunjungi sate ratu. Sate tanpa bumbu kacang yang saya kenal selama ini hanya sate kambing, tetapi sate ratu berhasil membuat rasa penasaran saya terjawab. Pecinta pedas wajib mampir kesini deh! Di jogja paradise foodcourt jalan Magelang ya jangan lupa.

4. Bakmi Jawa Tsibitsu
Warung bakmi jawa yang terletak di jalan bantul (selatan Universitas Terbuka) buka mulai sore sampai (kadang-kadang) dini hari. Menu utamanya ada bakmi jawa rebus, goreng dan rica-rica ayam kampung yang siap menggoyang lidah. Ada yang spesial disini yaitu pembuat teh pocinya adalah seorang disabilitas yang tidak lelah melayani pengunjung. Teh buatannya selalu berhasil bikin kangen, apalagi ditambah dengan gula batu. Tapi jangan pernah tanyakan ES karena disini tidak menyediakan minuman dingin. Hehe

5. Toko Oen Semarang
Mengunjungi Toko Oen Semarang di malam hari tentu memiliki sensasi berbeda. Aku pertama kali mengunjunginya di tahun 2011. Resto yang ada di dalam toko Oen buka sejak siang hari, tetapi mengunjunginya di malam hari akan lebih terasa syahdu. Atmosfir di tahun 30an cukup terasa kental apalagi ditambah dengan alat musik keroncong yang tertata rapi. Menurut temanku yang paling enak dari toko yang terletak di jalan Pemuda kota Semarang ini adalah nasi goreng ham-nya, tetapi aku tidak bisa mencicipinya. Bagiku es krim toko Oen sudah cukup untuk membuat pikiranku melayang-layang ke tahun 30an.

Mau referensi tempat makan lebih banyak lagi? Nah tunggu ya karena temanku yang doyan kuliner bernana Mbak Yatmi juga akan menceritakannya.