Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan

Review YOU Cloud Touch Fixing Tint - Blushing Sky & Airy Kiss

Tidak ada komentar

 

Lip tint dengan kandungan ceramide yang membuat bibir tidak kering
YOU Cloud Touch Fixing Tint. Dokpri

Review YOU Cloud Touch Fixing Tint, lip tint terbaru dari YOU Beauty dengan tekstur lembut dan ringan, namun tetap memberikan warna matte yang tahan lama. Kandungan Ceramide dan ekstrak daun strawberry Perancis membuat bibir tampak lebih sehat dan bernutrisi. 

Siapa yang suka kesal dengan cap bibir yang nempel di masker?Atau bibir kering karena pakai liptint? Kalau aku sih pasti ngacung soalnya dua masalah ini tuh masih sering terjadi. 

Di satu sisi kadang aku pengen pakai lipstick supaya bibirnya nggak kering, tapi nanti nempel di masker. Di sisi lain pengen pakai lip tint supaya nggak nempel di masker, tapi resikonya bibir jadi kering. Ada nggak sih lip tint yang nggak bikin bibir kering?

Kebetulan banget belum lama ini YOU Beauty meluncurkan produk terbarunya, yaitu YOU Cloud Touch Fixing Tint. Lip tint yang lembut dan ringan, namun tetap matte ini menjadi sebuah jawaban untuk kegalauanku saat memilih lip tint. Yes! akhirnya lip tint yang aku inginkan tuh beneran ada dan diwujudkan oleh YOU Beauty, hmm jadi nggak sabar untuk mencobanya.

Sambil nungguin paket yang berisi YOU Cloud Touch Fixing Tint sampai rumah, aku kepoin dulu review YOU Beauty supaya tidak ragu dengan kualitas dan keamanan produknya.

Sejak mulai dipasarkan di Indonesia pada akhir tahun 2018, YOU Beauty yang punya tagline “Long Lasting Beauty” sudah menjamin bahwa semua produknya telah sesuai standar BPOM dan sudah teregistrasi di BPOM. Nah bisa dipastikan bahwa produk YOU Beauty aman digunakan oleh wanita Indonesia. Selain itu, YOU Beauty juga sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI lho. Wah semakin yakin untuk pakai produk-produk YOU Beauty dong pastinya.

Kembali lagi ke lip tint, kali ini aku mencoba YOU Cloud Fixing Tint Blushing Sky dan YOU Cloud Fixing Tint Airy Kiss. Baiklah untuk cerita selengkapnya langsung di bawah ini ya.

Shade lip tint yang aku coba. Dokpri


Review YOU Cloud Fixing Tint

Packagingnya mewah dan cantik. Dokpri


Packaging

Pertama kali lihat packaging lip tint ini tuh langsung jatuh hati soalnya packagingnya cantik dan mewah. Warna lilac muda mendominasi, dengan kemasan yang kokoh dan tutup yang rapat. Waktu dipegang bakalan kerasa deh kalau ini adalah kemasan mewah nan cantik. 

Aplikator YOU Cloud Fixing Tint terasa empuk saat digunakan dan ujungnya runcing, jadi mempermudah untuk meratakan warna lip tint sampai ujung bibir. 


Formula YOU Cloud Touch Fixing Tint

Liptint lembut dan ringan ini ternyata Airy matte finish karena memiliki formula water in oil yang ultra thin dan breathable. Jadi saat pertama kali aku mengoleskan lip tint pada bibir rasanya nyaman dengan warna matte yang tampak natural. 

Lip tint pada umumnya sering membuat bibir kering. Namun berbeda dengan YOU Cloud Fixing Tint. Adanya formula smooth lasting tint, memberikan stain tahan lama dengan daya transfer rendah, mudah menyatu dan tidak membuat bibir menjadi kering. Waktu pakai lip tint ini selama 6 jam tuh bibir sama sekali tidak terasa kering loh. Waaah bisa jadi andalan nih kalau dibawa traveling. 

Nggak cuma kedua formula diatas loh ya, ternyata YOU Cloud Fixing Tint juga punya nourishing formula dalam produknya. Nourishing formula yang kandungan bahan utamanya adalah Ekstrak daun strawberry Perancis dan Ceramide menjadikan bibir tetap sehat dan ternutrisi dengan baik. Wah lengkap banget ya formulanya, jadi makin bulat nih tekadnya untuk setia sama YOU Cloud Fixing Tint. 


Tekstur

Tekstur lip tint ini tuh terasa lembut banget saat dioleskan ke bibir dan sekali swipe aja warnanya langsung keluar. Coverage lip tint ini juga juara, karena bisa menutupi warna gelap pda bibir sampai ke sudut-sudutnya dengan sekali swipe

Oh iya awal mengoleskan lip tint akan terasa agak glosssy, namun tidak lama kemudian tinggal stainnya saja yang tertinggal kok. 


Varian Warna/Shades

Kedua shade lip tint ini jadi andalanku sekarang. Dokpri


Nah untuk varian warna yang ditawarkan oleh YOU Cloud Touch Fixing Tint ada 6 shade. Namun kali ini aku hanya mencoba dua saja yaitu Blushing Sky dan Airy Kiss. 

R688 Blushing Sky

Mencoba YOU Cloud Touch Fixing Tint blushing sky. Dokpri


Awalnya aku kira shade ini tuh mirip dengan warna bibir. Namun saat dioleskan ke bibir, warnanya cenderung ke warm red, agak bold, namun tetap soft saat dipandang. Enggak kayak warna darah juga sih, tapi menurutku cocok digunakan untuk yang berkulit kecoklatan seperti aku. 

R199 Airy Kiss

Kalau yang ini shade Airy Kiss, jadi merasa ikutan cerah dan muda lagi 😅. Dokpri


Dari keenam shade yang ditawarkan oleh YOU Cloud Touch Fixing Tint, Airy Kiss ini menawarkan warna yang cerah tapi tidak norak sama sekali. Saat pertama kali dioleskan ke bibir, warna pink cerah yang cenderung merah ini membuat raut wajahku menjadi ikutan cerah dan tampak lebih bersemangat. 

Sepertinya untuk shade Airy Kiss ini cocok banget buat ombre tapi kemarin aku belum mencobanya karena udah excited banget untuk nyoba satu layer saja. 


Kesimpulan

Selain lip tint, YOU juga punya produk lain yang cocok dan ramah di kantongku. Dokpri


YOU Cloud Fixing Tint ini tuh menurutku sebuah jawaban atas kegalauan pemilihan lip tint. Dengan formula yang oke banget yaitu Airy Matte Finish, tekstur yang lembut, ringan, tahan lama, transferproof dan tidak membuat bibir kering patut diacungi jempol. 

Selain formulanya yang lengkap dan oke banget dalam satu produk, packaging YOU Cloud Fixing Tint ini juga cantik dan mewah. Nah untuk harga YOU Cloud Fixing Tint  sangat terjangkau yaitu Rp 93.000 /2,5 gr. Untuk mendapatkan lip tint ini juga sangat mudah kok, karena udah tersedia di toko kosmetik kesayangan  dan official store YOU Beauty yang ada di Shopee. . 

Apakah makin penasaran sama lip tint dari YOU Beauty? Cerita di kolom komentar ya. 



4 Alasan Harus Menulis Walaupun Sudah Menjadi Ibu

Tidak ada komentar

4 Alasan Harus Menulis Walaupun Sudah Menjadi Ibu
Dok : Canva

Pengalaman adalah guru yang sangat berharga, sayang sekali jika tidak dituangkan ke dalam sebuah tulisan. 

Bertransformasi menjadi seorang ibu tidak menyurutkan langkahku untuk terus berkarya melalui sebuah tulisan. Justru hal itu malah membuat tulisanku semakin beragam. Terkadang aku merasa perlu menulis artikel berbau sejarah, tapi lain waktu aku bisa membuat tulisan yang sama sekali  tidak berhubungan dengan sejarah.

Aku mulai aktif menulis lagi di blog menggunakan laptop
Aku mulai menulis lagi sejak 4 tahun yang lalu.
Dokpri

Sebenarnya aku sudah mulai menulis sejak sekolah menengah, hasilnya waktu itu berupa karya tulis yang mewakili sekolah ke tingkat daerah. Namun sayangnya aku berhenti menulis karena keadaan yang tidak mendukung. 

Baru sekitar 4 tahun ini aku kembali aktif menulis. Nah berbagai alasan kenapa aku harus menulis sudah dituliskan dibawah ini.

4 Alasan Harus Menulis, Walaupun Sudah Bertransformasi Menjadi Seorang Ibu


Beban Pikiran Berkurang

Dok  : pixabay

Bagiku menulis itu seperti menuangkan air dari gelas yang udah penuh, ke gelas lain yang masih kosong.

Aku pernah merasa terbebani dengan keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ya aku kaget menjadi seorang ibu dengan bayi kecil yang membuat banyak perubahan dalam kehidupanku. Walaupun aku sudah sering membaca artikel atau buku untuk mempersiapkan diri menjadi seorang ibu, tapi prakteknya tetap saja kaget duluan. 

Beruntung sekali aku ada di dalam lingkaran yang selalu memberikan support untuk menulis. Sejak itu aku meluangkan waktu untuk menuangkan beban pikiran ke dalam tulisan. Jadi dengan menulis, beban pikiran berkurang, tidak gampang stress dan rasanya kayak habis pencet tombol refresh. Plong! Jadi aktifitas sehari-hari nggak terganggu kalau sudah menuangkan sebagian beban pikiran ke dalam tulisan.


Tidak Perlu Curhat ke Orang yang Salah

Pernah curhat ke orang yang salah?Terus merasa ga nyambung? Atau malah curhatan kita dibeberkan ke orang lain?
Kalo aku ditanya gitu sih udah pasti jawabannya PERNAH. 

Belajar dari pengalaman, akhirnya aku lebih pilih menulis daripada curhat ke orang yang salah. Nanti kalau diadu domba, kan malah merusak tali silaturahmi. Lagian kalau menulis itu ceritanya dari kita sendiri, tidak ditambahin bumbu sama orang lain. 

Salah Satu Self Healing


Self healing adalah sebuah proses untuk menyembuhkan luka yang bisa dilakukan oleh diri sendiri. Nah menulis bagiku bisa menjadi self healing yang sangat manjur. Dalam sebuah tulisan, aku bisa menuangkan apapun termasuk emosi yang sedang aku rasakan. 

Kesedihan mengenai sebuah Bangunan Tua di jalur kereta yang sudah tidak beroperasi pernah aku tuliskan dalam sebuah artikel. Tujuannya biar aku tidak kepikiran terus sama bangunan tua tersebut. Soalnya capek kalau kepikiran sesuatu tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, iya kan? 

Berbagi Informasi dan Pengalaman

Tahun lalu aku blusukan ke bekas Keraton Mataram Islam di Pleret, sebelah timur kota Jogja. Kalau aku tidak menuangkan pengalamanku saat blusukan dalam bentuk tulisan di blog, bagaimana aku bisa bercerita kepada anak cucu jika jejak digitalnya tidak ada. 

Dok : pixabay

Oh iya menulis fiksi atau non fiksi tetap membutuhkan pengetahuan yang cukup agar menjadi tulisan yang berkualitas.  
Kalau merasa kurang pede sama tulisan yang sekarang, kita juga bisa memilih pelatihan yang sesuai dengan kemampuan. 

Sekali lagi bertransformasi menjadi seorang ibu, tidak membuatku berhenti berkarya melalui sebuah tulisan. 



" Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Catatan Pringadi bekerja sama dengan Tempo Institute."



Genjot Semangat Nulis Lewat Liebster Award 2020

Tidak ada komentar


Setelah sekian purnama aku males-malesan nulis blog, pagi itu tiba-tiba ada chat masuk dari Mbak Riana.
"Pagi nik, dirimu aku kasih Liebster Award ya"

Hmmm sempat mikir panjang, apaan sih Liebster Awards? Terus aku otw baca artikelnya mbak Riana biar paham.

Artikelnya disini 👇
https://missriana.com/liebster-award-kamu-udah-ikutan-belum/

Dikarenakan kelamaan rebahan, paling buka handphone juga buat berburu diskon di marketplace orange, jadi mohon dimaklumin kalau tulisannya agak ngelantur.

Btw terima kasih banyak Mbak Riana yang udah mention aku buat ikutan Liebster Awards. Jadi makin semangat nih buat nulis.

Credit : pixabay


Liebster Award itu Apa?

Sebelum menjawab tantangan dari Mbak Riana, mari kita kenalan dulu sama yang namanya Liebster Award. Jadi Liebster Award itu adalah sebuah penghargaan yang ada di internet, yang diberikan oleh blogger untuk blogger lainnya dengan S&K tertentu. Kalau tidak salah Liebster Award ini awalnya dari Jerman kemudian menyebar ke seluruh dunia.


Syarat & Ketentuan mengikuti Liebster Award


1. Tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada blogger pemberi tantangan.
2. Menyematkan link tulisan tentang Liebster Awards dari pemberi tantangan.
3. Menuliskan 7 Fakta Diri Sendiri
4. Menjawab 7 Pertanyaan yang diajukan oleh pemberi tantangan.
5. Menantang 7 teman blogger (menyesuaikan aja sih, ga harus 7 ) lainnya buat ikutan Liebster Awards
6. Kamu wajib memberikan 7 pertanyaan kepada teman blogger tadi.
7. Menyisipkan alamat blog teman-teman blogger ke dalam tulisan.
8. Menuliskan Poin 1 sampai 7 dan jangan lupa logo Liebster Awardnya dipasang.


7 Fakta Tentang Diri Sendiri

1. Aku suka banget makan makanan pedas, apalagi masakan sunda. Makannya waktu pindah ke Jogja tuh kayak kaget, kok sambelnya manis sih. 😅 

2. Perfeksionis. Misalnya besok mau melakukan hal-hal yang diluar rutinitas, nyiapinnya bisa dari malam sebelumnya. Biar waktu melakukan hal itu tuh nggak fail karena kegagalan harus diminimalisir atau bahkan dinolkan menurutku. 

3. Suka jalan-jalan ke tempat yang bernilai sejarah, bukan ke tempat wisata. Karena aku nggak suka berkumpul dengan orang banyak, ya ke tempat wisata itu ngabisin energi kecuali liputan (kan dibayar jd energinya dicharger lagi habis bayaran) 🤣. Aku lebih suka jalan-jalan ke bangunan-bangunan bersejarah yang jarang dikunjungi biar waktu kesana tuh lebih kerasa nuansa sejarahnya. 

4. Tidak suka berbicara di depan publik. Waktu kuliah pernah disuruh presentasi, panas dinginnya tuh sejak malam sebelum presentasi. Daripada ngomong di depan publik, aku mending mojok baca buku bertema sejarah kok.

5. Aku tuh penggemar Manchester United yang berprinsip ekonomi tinggi. Soalnya nggak punya koleksi apapun yang ori dari Manchester United. Nggak ada duitnya buat beli-beli kayak gitu. 😅

6. Disiplin. Aku selalu berpikir kalau tidak disiplin itu ngerugiin orang-orang di sekitar kita. Misalnya bayar iuran sampah di RT sampai telat, itu kan bikin repot bendahara RT karena harus nombokin dulu. Ya kali kalau duit bendahara RT-nya lagi selowwww, nah kalo enggak kan repot. 

7. Aku lebih milh nyuci baju daripada jahit baju yang sobek, alias aku tuh nggak telaten.



7 Jawaban dari Pertanyaan Mbak Riana

Nah kalau ini jawaban aku buat 7 pertanyaan dari Mbak Riana.


1. Apa hal nyebelin yang bikin kamu malu seumur hidup?

Jawab : Hal nyebelin yang bikin malu seumur hidup adalah datang ke arisan trah pas lebaran cuma demi dapat angpao. Ya keluargaku kan nggak ikut arisan trah tersebut, tapi nenekku selalu nyuruh aku datang biar dikasih angpao sama saudara-saudara kan sebel aku tuh rasanya. Aku malu banget tapi kalau nggak datang juga takut dimarahin sama nenek. Nah pas udah bisa cari duit sendiri, akhirnya aku ikutan aja arisan trah tersebut biar kalau adik-adikku disuruh nenek untuk datang ke arisan tuh nggak akan malu kayak aku dulu.

2. Imutan mana, cacing atau kecoak? Beserta alasannya ya.

Jawab : lebih imut cacing dong daripada kecoa. Soalnya cacing masih bermanfaat buat menyuburkan tanah. Kalau kecoa nggak ada manfaatnya dan indikasi tempat itu kotor adalah ada kecoanya. 🤣 Pokoknya kalau ada kecoa masuk rumah, aku otomatis berburu sampai kecoanya mati.

3. Waktu sekolah, lebih suka pelajaran hitungan atau hafalan?

Jawab :
Waktu sekolah aku lebih suka pelajaran hafalan, apalagi yang berbau sejarah. Tapi kalau hafalan tabel periodik di pelajaran kimia ya mending kayang aja.😂

4. Rano Karno atau Roy Marten? Alasan dong 

Jawab :
Rano Karno dong soalnya aku suka nonton Si Doel buat bernostalgia ke masa kecil. 😂

5. Boyband era 90-an yang kamu suka?

Jawab :

Boyband era 90-an yang aku sukai tentunya Backstreet Boys. Soalnya mereka lagu-lagunya tuh easy listening dan konsisten berkarya sampai sekarang ❤️

6.Film horror yang paling bikin kamu gak bisa tidur berhari-hari?
Jawab :
Film horor yang bikin aku nggak bisa tidur itu The Conjuring, soalnya jadi parno kalau liat lemari. Takut ada yang tiba-tiba tepuk tangan. 🤣

7.Barang jadul yang masih ada di rumahmu hingga sekarang?
Jawab :
Barang jadul yang ada di rumahku saat ini tuh ada stagennya dari almarhumah nenek.  Stagen warna hijau itu dulu juga dipakai ibu setelah melahirkanku. Nah kemarin waktu aku habis melahirkan, stagen warisan ini berpindah tangan ke aku. Tapi  jarang aku pakai, karena nggak betah sesak. 😅 Ya sudah akhirnya perutku menggelambir setelah melahirkan.


7 Pertanyaan Untuk Teman-Teman Blogger


To the point aja ya, ini daftar 7 pertanyaannya untuk teman-teman blogger yaitu :
1. Masih inget nggak nama guru favoritmu waktu sekolah?
2. Lebih suka makanan manis atau pedas?
3. Apakah kamu suka berbicara di depan publik?
4. Warna kesukaanmu apa?
5. Shopee atau Tokopedia?
6. Pengen ngapain aja sih di masa tua nanti?
7.Pilih Batagor atau Siomay?
8. Selesai pandemi Covid-19 pengen jalan-jalan kemana?

Terkahir, berikut adalah teman-teman blogger yang aku nominasikan menerima Liebster Awards yaitu.....


1. Dimas Anggoro Saputro. Biasanya aku panggil Kanjeng Papi karena dia adalah sebagian hidupku. 

Nah karena blognya baru new gres anget anget (tapi bukan anget tai ayam 😂), kan ga ada salahnya kalau ngajakin Kanjeng Papi buat nulis. 


2. Elisabeth Elzha. Blogger yang selalu menginspirasi dengan postingannya di www.elzha09.com ini sekarang udah bertransformasi jadi ibu. Tapi tetep meluangkan waktu untuk sharing hal-hal yang bermanfaat di medsosnya kok. 


3. Latifah Ayu Kusuma. Kami sering ketemu di event, dan semangatnya mbak Latifah ini sering nular ke aku. Mbak Latifah juga jadi kontributor di beberapa media online.  Nah kalau blognya bisa diintip ke www.latifahkusuma.blogspot.com


4. Ika Tri Cahyaningsih. Pembawaanya kalem, tapi kalau udah jepret-jepret foto hasilnya menakjubkan. Blogger yang satu ini juga punya usaha online bikin kue kering loh, intip aja di IG-nya dijamin bikin ngiler. 🤤 Oh iya kalau blognya disini www.duakakikuu.com


5. Yatmi Rejeki, juragan catering yang satu ini kalo udah share bab usaha emang jempolan banget. Selain expert di bidang catering, mbak Yatmi juga sering sharing tentang SEO blog.  Webnya ada disini www.nasiboxjogja.id


6. Leni Marlin Lase, seorang blogger dan working mom ini tulisannya banyak yang menginspirasi lho. Salah satunya yang bercerita tentang KPR rumah dari BTN, aku banyak belajar dari artikel tersebut. Nah artikel-artikel lainnya yang tidak kalah inspiratif. 



Nah karena udah panjaaaang banget kayak kereta api babaranjang, maka usai sudah tulisan ini dibuat biar nggak pada capek bacanya. 😁 Btw Liebster Awards ini ajang seru-seruan aja kok nggak wajib harus diterima tantangannya. Pokoknya jangan membebani deh, soalnya hidup udah banyak beban. 😂

Pokoknya terima kasih banyak ya sudah mampir ke blog aku 🥰


Mau Liburan ke Kota Lama Semarang? Tenang #PastiAdaOYO

Tidak ada komentar

Wajah Kota Lama, Semarang.
Dok : Aga Yurista

Pengalaman Mencari Penginapan di Semarang


Saat masih kuliah di tahun 2013, seorang teman mengajak saya untuk menjejakkan kaki di Semarang. Dia diminta oleh kakaknya untuk legalisir ijazah di Universitas Sultan Agung. “Kakak mau daftar CPNS soalnya, jadi harus sekarang juga”, jelasnya saat kami mengobrol di depan kelas.

Dikarenakan membutuhkan waktu seharian untuk urus legalisir, kami akhirnya memutuskan untuk bermalam di Semarang. Tapi untuk mendapatkan penginapan tentu tidak mudah pada tahun 2013. Setelah selesai dengan keperluan di Universitas Sultan Agung, kami berputar-putar mencari penginapan menggunakan taksi.  Setelah berputar-putar sekitar satu jam, akhirnya kami dapat penginapan yang disarankan oleh seorang warga yang kami temui. Untuk mencapai penginapan tersebut lumayan ribet dengan masuk ke dalam gang. Bahkan sampai sekarang saya tidak ingat penginapan tersebut terletak di daerah mana.

Penginapan yang dikategorikan homestay itu memberikan harga yang lumayan mahal. Tetapi bagaimana kami menolaknya karena sudah terlalu lelah untuk berputar-putar mencari penginapan menggunakan taksi. Artinya kalau mencari penginapan lagi sama saja bayar taksi lagi kan?

Kalau tidak salah ingat, tarif penginapan tersebut per malam dibanderol sebesar 300ribuan pada tahun 2013. 

Pengalaman susahnya mencari penginapan dengan harga yang terjangkau dan tempat yang strategis ini akhirnya membuat saya setia menggunakan aplikasi yang menawarkan penginapan. Apalagi untuk mengunjungi kota yang menarik seperti Semarang, wajib banget googling dulu tempat penginapannya.


Kota Semarang


Sebagai penikmat sejarah kolonial, saya suka menjelajahi  jejak-jejak kolonial di negeri ini .Salah satunya mengunjungi sebuah kota pelabuhan yang terletak di pesisir utara pulau Jawa yaitu kota Semarang. Saya sendiri tinggal di Jogja, jadi tidak terlalu jauh untuk menempuh perjalanan menuju kota Semarang.

Sungai yang mengalir di dekat Kota Lama.
Dok : Aga Yurista


Kota Semarang pernah dijuluki Venetie van Java oleh orang-orang Belanda di masa lalu. Hal itu tidak mengherankan karena kota Semarang dilalui oleh banyak sungai. Bahkan dalam sebuah lagu berbahasa jawa menuliskanKota Semarang pada sebuah lirik “semarang kaline banjir”.

Secara administratif kota Semarang menghubungkan kabupaten Semarang, Kendal dan Demak. Kota ini juga memiliki pelabuhan yang sangat sibuk bernama Tanjung Emas.

Untuk menempuh perjalanan dari Jogja menuju Semarang lebih mudah menggunakan bus dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Tetapi sekarang bisa juga ditempuh menggunakan kereta api di jam-jam tertentu dengan tarif yang terjangkau. Opsi terakhir tentu menggunakan kendaraan pribadi melewati jalan raya yang sama dengan bus.

Menurut berbagai literatur sejarah, kota Semarang dulunya merupakan wilayah milik Kerajaan Mataram Islam. Tetapi semasa pemerintahan Susuhunan Paku Buwono I, kota ini dilepaskan kepada VOC. Makannya tidak heran jika Semarang kemudian memiliki bangunan peninggalan kolonial yang masih berdiri kokoh dan menarik untuk dikunjungi.


Little Netherland “Kota Lama” Selalu Memanggil Untuk Kembali 


Pertama kali saya mengunjungi Kota Lama Semarang itu di tahun 2010 dan saya kesana sendirian. Di tahun 2010, masih jarang sekali orang mengunjungi Kota Lama.

Bahkan  seorang ibu sepuh yang saya temui di dalam angkot berpesan, “hati-hati mbak kalau ke Kota Lama sendirian soalnya disana banyak preman”.

Tetapi karena Kota Lama sudah terlihat di sebrang sungai, maka saya tidak menurungkan niat untuk berkunjung walaupun hanya sampai di depan gereja Blenduk sambal celingak celinguk takut ada pemerasan.
Saya mengunjungi Kota Lama,
di tahun 2013.
 Dokpri



Tiga tahun kemudian saya juga berkesempatan mengunjungi kota Lama kembali bersama teman yang saya ceritakan diatas tadi. Suasana di kota lama sudah jauh lebih menyenangkan daripada tahun 2010. Beberapa orang juga sudah terlihat mulai mengunjungi kota lama, buktinya untuk berfoto di depan gereja Blenduk saja harus bergantian.

Saya berfoto di depan gedung kolonial,
tahun 2013
Dokpri


Selanjutnya di tahun 2015, saya berusaha untuk menyusuri gang di kota lama yang diapit oleh Gedung-gedung tinggi peninggalan Belanda. Saya menginjakkan kaki di kota Lama menjelang senja, jadi hanya bisa menyusuri sebagian gang saja. Saya menyusuri gang  di sebelah Gedung Marba kemudian berputar melewati gedung-gedung tinggi sampai akhirnya ke Jembatan Berok.

Gereja Blenduk Semarang.
Dok : Aga Yurista


Kehadiran orang-orang yang menikmati kota Lama seperti saya ternyata disambut baik oleh pemerintah kota Semarang.   Hal ini dibuktikan dengan adanya revitalisasi Kota Lama tahap 1 yang dimulai sejak tahun 2017. Kemudian revitalisasi Kota Lama saat ini memasuki tahap kedua.
Nah untuk mengelilingi Kota Lama, pemerintah kota Semarang ternyata sudah meluncurkan sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai pemandu.

Walaupun sudah berkali-kali mengunjungi kota Lama, saya merasa belum puas karena belum menyentuh Kota Lama sampai ke sudut-sudutnya. Apalagi saat melihat postingan seorang teman yang berisi beberapa bangunan di kota Lama sudah mulai dibenahi agar terlihat lebih cantik. Seperti gedung Spiegel yang sudah menjadi Bistro, Marba yang sudah dicat ulang, Gedung-gedung di dekat jembatan Berok yang sudah bersolek cantik (padahal terakhir kali berkunjung tuh atapnya hampir roboh) dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa bulan yang lalu ada parade festival Kota Lama. Sayangnya waktu belum berpihak kepada saya, kesempatan untuk mengunjungi Kota Lama belum juga terealisasi.


Kenyamanan si Kecil Saat Menginap adalah Prioritas Traveling


Nah dalam melakukan traveling, pasti kita membutuhkan tempat untuk beristirahat. Apalagi seperti saya yang memiliki batita, memilih tempat penginapan itu sangat penting. Tidak mungkin saya menyewa sejenis dormitory seperti waktu masih single.

Dok : OYO Hotels Indonesia


Untuk melakukan traveling, hal pertama kali yang dicari adalah penginapan yang sesuai dengan budget di kantong . Kategori penginapan yang saya cari tentunya harus terjangkau dengan isi dompet, dekat dengan transportasi umum dan memberikan kenyamanan maksimal. Oleh karena itu pilihan saya jatuh kepada OYO Hotels Indonesia yang sudah tersebar di 100 kota di Indonesia. Dengan #PastiAdaOYO jaringan hotel ini mudah sekali ditemukan di berbagi wilayah seluruh Indonesia.

OYO memberikan beberapa kategori penginapan yang disesuaikan dengan budget para traveler, yaitu

  1. OYO Flagship yang memberikan kamar nyaman dengan harga terjangkau
  2. OYO Collection O berupa hotel premiumdengan lokasi dan infrastruktur sangat baik
  3. OYO town house yang didesain sesuai dengan gaya milenial
  4. OYO Smart memberikan kamar nyaman yang dapat diandalkan dengan harga terjangkau
  5. OYO Capital O didesain dengan keunggulan infrastruktur dan aksesibilitas.

Nah selain itu OYO Hotels Indonesia menawarkan berbagai  promo yang menarik di waktu yang tepat. Seperti pada bulan November ini, OYO Hotels menawarkan harga Rp 18.000 di hotel-hotel tertentu yang bisa dicek pada aplikasi OYO. Pada tanggal keren seperti 11.11, OYO juga punya Harbolnas (Hari Booking OYO Hotels Nasional) yang menawarkan promo menginap hanya Rp 99.000 dengan periode booking dari tanggal 11 sampai 13 November 2019 dan periode menginap sampai akhir November 2019.

Untuk update promo yang ditawarkan OYO Hotels bisa di cek di aplikasi OYO mobile dan media social OYO.  Aplikasi OYO juga memiliki versi kecil yang tidak memakan space di dalam smartphone kita yaitu OYO Lite. Saya pakai OYO Lite soalnya memori smartphone hampir penuh.


Mau Ke Semarang Lagi?


Kalau dikasih pertanyaan : mau ke Semarang Lagi? Jawaban saya sudah pasti IYA.

Salah satu gedung kolonial di Kota Lama
Dok :Aga Yurista

Soalnya Kota Semarang memiliki berbagai destinasi wisata juga sudah dijangkau oleh OYO Hotels Indonesia. Sebenarnya di penghujung tahun ini saya merencanakan untuk menuntaskan berkeliling ke Kota Lama bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Apalagi jika mendapatkan diskon 70% dari OYO, saya bisa menghemat untuk biaya penginapan. So, dana yang tadinya digunakan untuk penginapan bisa dialihkan untuk memanjakan lidah.  Seperti mencicipi bebek gongso legendaris yang terletak di samping Gedung Marba atau nasi goreng babat pak Karmin dekat Jembatan Mberok.

Nasi goreng babat pak Karmin.
Dok : Merdeka.com


Kabar gembiranya adalah OYO Hotels ternyata ada yang letaknya tidak jauh dari Kota Lama.  Dengan kabar gembira ini, emak-emak berprinsip hemat seperti saya tidak akan mejerit dengan biaya transportasi ke Kota Lama dong. Kan mudah sekali menemukan OYO Hotels #PastiAdaOYO.

Mencicipi Kreasi Bakso Premium Bonanza di kota Solo

Tidak ada komentar


keseruan selesai demo masak kreasi bakso Bonanza, ada Chef Brian Wicaksono di tengah-tengah para momblogger. dok : MBC

Bakso merupakan salah satu makanan yang mudah ditemukan dimana saja. Di dekat rumah ada penjual bakso, bahkan di bandara dan di mall pun pasti ada yang jualan bakso. Nah sebagai pecinta kuliner yang berbau bakso, aku lebih sering jajan daripada membuat bakso sendiri di rumah. Alasannya sih aku nggak telaten bikin bakso, jadi mendingan jajan daripada bikin sendiri. 


Tanggal 19 April 2019, aku diberi kesempatan oleh Mom Blogger Community untuk mencicipi bakso premium Bonanza. Apalagi setelah aku tau bahwa yang akan melakukan demo masak kreasi bakso Bonanza adalah Chef Brian Wicaksono, aku semakin semangat untuk ikut acara ini dong😆. 

Saat matahari mulai menampakkan diri di ujung timur, aku sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kota Solo menggunakan kereta Prameks (Prambanan Ekspress) bukan parameks ya. Sengaja memilih jam berangkat lebih pagi agar aku tidak “kemrungsung”. Kemrungsung adalah sebuah perasaan terburu-buru yang sering membuatku melupakan sesuatu, seperi lupa mematikan keran air atau lupa nggak pakai parfum atau lupa-lupa yang lainnya. Perjalanan menuju kota Solo ditempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit, apalagi sambil ketiduran di prameks pasti tau-tau udah sampai.

Saat kereta prameks masih melaju mendekati stasiun Purwosari, tidak sengaja aku sudah menekan tombol “order” gocar. Beruntungnya si sopir masih mau menunggu di depan Robinson, sebrang stasiun Purwosari. Tidak ada 5 menit ternyata aku sudah menginjakkan kaki di stasiun Purwosari, melihat wajah kota Solo dari pintu gerbang. 

Perjalanan masih lancar saat menuju tempat event yaitu di Solo Square, jaraknya hanya sekitar 1 km dari stasiun. Tapi kalau harus jalan kaki ya lumayan menguras tenaga pagi itu (baru sarapan arem-arem satu biji soalnya 😀). Sesampainya di Solo Square, ternyata masih kepagian jadi belum dibuka gerbangnya. Tapi daripada telat, mending kepagian deh. Nggak sengaja ternyata aku duduk bersebelahan dengan mbak SPG Bonanza yang mau jaga stand di tempatku liputan nanti.

Setelah bisa masuk ke dalam lobby Solo Square, aku sempatkan untuk mencari tau kapan Chef Brian datang, tapi nihil. Tidak lama kemudian sesosok pria menggunakan baju memasak berwarna merah bata datang bersama dengan seorang wanita dikucir kuda, mengenakan baju yang sama. Ternyata seelah kuamati pria tadi adalah Chef Brian Wicaksono, mungkin dengan partner kerjanya.  
Chef Brian Wicaksono. dokpri


Aku masih ingat sosok Chef Brian Wicaksono. Juara 2  di kompetisi Mater Chef Indonesia season 3 ini selalu mengenakan baju batik dan “kuat” di masakan nusantara.


Perkenalan dengan Bakso Bonanza


bakso sapi Bonanza. dokpri
Sekitar pukul 10 acara memasak kreasi bakso dimulai dengan perkenalan dari pihak Bonanza oleh mbak Caroline.  Bonanza merupakan bakso premium, dibuat dari 84% daging sapi berkualitas yang diambil dari peternakan sendiri. Sapi dari peternakan milik Bonanza ini diberi makan dengan pakan yang bernutrisi, ditambah dengan nanas. Loh kenapa sapinya dikasih nanas segala? Biar daging sapinya nanti empuk dong. Tapi selain diberi makan nanas, sapi juga mendapatkan treatment khusus sebelum disembelih agar dagingnya bisa empuk dan dijamin halal. Bakso sapi Bonanza dibuat tanpa bahan pengawet dan bakso sebaiknya disimpan di freezer agar tahan sampai 6 bulan. Kemasan bakso Bonanza ada yang 250 gram dan 500 gram (isinya 33 butir).

Peternakan sapi milik Bonanza ini letaknya di Lampung Tengah. Produk-produk lain dari Bonanza ada susu sapi segar yang expirednya hanya 14 hari setelah dikemas dan daging sapi segar tentunya. Saat ini susu sapi segar Bonanza hanya tersedia di Jabodetabek, sementara produk baksonya sudah bisa ditemukan di Hypermart atau Superindo di pulau Jawa.
penjelasan tentang bakso Bonanza oleh mbak Caroline yang bikin makin penasaran. dokpri

Mendengar penjelasan dari mbak Caroline membuatku ingin segera mencicipi kelezatan bakso Bonanza. Saat Chef Brian sudah siap memasak, sebenarnya ada tawaran untuk maju ikut memasak dengan Chef tapi aku tidak berani mengajukan diri karena malu dilihat orang banyak. Akhirnya seorang blogger dari Solo yang mengajukan diri untuk memasak bersama Chef Brian. 

Memasak Kreasi Bakso Bersama Chef Brian Wicaksono

chef Brian memasak bersama salah satu momblogger. dokpri


Memasak bagiku adalah kegiatan yang kadang menyenangkan, kadang juga melelahkan. Tetapi melihat demo masak kreasi bakso Bonanza yang dipandu oleh Chef Brian , aku seperti memiliki semangat untuk memasak lagi. Apalagi setelah mencicipi bakso bakar barbeque hasil masakan Chef Brian, rasanya luar biasa. Perpaduan bumbu barbeque berpadu dengan gurihnya bakso daging sapi Bonanza berhasil membuatku berucap,” ini baksonya enak banget”. 
bakso kuah kari ala Chef Brian Wicaksono. dokpri

Masakan kedua Chef Brian adalah bakso kuah kari. Beberapa bumbu seperti bunga lawang dipakai untuk masakan ini. Aku sudah lama mengenal bunga lawang, tapi aku pikir itu Cuma untuk masakan padang aja. ternyata sekarang aku baru tau bahwa bunga lawang bisa dijadikan bumbu untuk memasak kari. Tekstur kental kuah kari menggunakan terpung terigu, aku kira dulu malah pakai tepung tapioka loh. 

Oh iya Chef Brian memasak tidak menggunakan MSG, tetapi memadukan garam dan gula pasir untuk membuat masakan lebih sedap. Pas banget kan resepnya buat aku yang masih punya si kecil. Pesan Chef Brian adalah boleh saja pakai MSG asal dengan takaran yang tidak berlebihan, orang dewasa maksimal konsumsi MSG 5mg per hari. Setelah selesai memasak, aku dapat mencicipi masakan bakso kari. Perpaduan kuah kari yang kaya akan rempah-rempah nusantara dengan empuknya bakso Bonanza membuatku tidak bisa berhenti mengunyah. Ada rasa gurih di setipa gigitan bakso Bonanza. 

Masakan terakhir dari Chef Brian adalah bakso kuah. Bakso kuah yang biasanya untuk membelinya harus ke warung bakso, kali ini bisa dihadirkan di rumah dengan kreasi sendiri. Chef Brian memberikan tips agar kuah bakso tidak keruh seperti bawangnya digeprek saja dan seledrinya dimasukkan ke dalam kuah tanpa diiris-iris. Oh iya kuah disini merupakan kuah kaldu sapi, bukan air yang diberi penyedap ya. Agar bakso kuah lebih sedap untuk dinikmati, kemudian diberi taburan bawang goreng.
SPG Bonanza sedang menawarkan produknya ke pengunjung Solo Square. dokpri

Tanpa disadari keseruan acara memasak kreasi bakso Bonanza ini cukup menarik antusias pengunjung yang datang ke Solo Square. Aku melihat beberapa kali pengunjung menghampiri stand bakso Bonanza untuk melakukan transaksi jual beli. Oh iya ada diskon 20 % untuk bakso sapi Bonanza ukuran 500 gram selama periode promo di hypermart Solo Square. Selain itu diberikan hadiah berupa mangkok cantik untuk pembelian 2 kemasan @500 gram bakso Bonanza.

Jadi tunggu apalagi, buat yang bilang nggak telaten bikin bakso kayak aku, sekarang kita bisa kok menghadirkan kreasi bakso yang lebih higienis dan enak di rumah tanpa perlu repot harus jajan ke warung bakso. Terus buat yang masih penasaran bisa banget cek ke websitenya Bonanza dan kepoin instagramnya di @bonanzabeef.id .