Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Klaim Kacamata Pakai BPJS Kesehatan

Tidak ada komentar

klaim kacamata pakai BPJS. Dok : JEC 


Pengalaman Klaim Kacamata Pakai BPJS Kesehatan

Beberapa bulan yang lalu, aku memutuskan untuk mencoba klaim kacamata menggunakan BPJS Kesehatan. Klaim kacamata pakai BPJS ini sebenarnya tidak rumit, asalkan sesuai prosedur. Syarat klaim kacamata pakai BPJS adalah 2 tahun sekali untuk ganti kacamata sesuai indikasi medis dan bisa untuk mata minus atau silinder. Ukuran kacamata yang dijamin oleh BPJS minimal 0.5 dioptri untuk lensa spheris dan 0.25 dioptri untuk lensa silindris.

Klaim kacamata menggunakan BPJS Kesehatan sudah diatur dalam Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Prosedur Penjaminan Pelayanan Refraksi dan Kacamata pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Program Jaminan Kesehatan. Jadi sebagai peserta BPJS kita bisa klaim kacamata pakai BPJS kesehatan. Nah untuk nilai klaim (biaya yang ditanggung) kacamata pakai BPJS Kesehatan tergantung pada kelasnya. Sampai aku menuliskan artikel ini, untuk kelas 3 nilai klaim sebesar Rp 165.000, kelas 2 sebesar Rp 220.000 dan kelas 1 sebesar Rp 330.000. Lumayan kan?


Cara Klaim Kacamata Menggunakan BPJS

  • Datang ke Faskes 1

Hal pertama yang aku lakukan adalah datang ke faskes 1 yang tertera di kartu BPJS yaitu Klinik Bunda Medika, Cikarang Selatan. Saat berkunjung ke Klinik Bunda Medika, aku bertemu dengan dokter umum dan mengeluhkan penglihatan yang semakin buram. Dokter di klinik Bunda Medika memberikan opsi untuk bertemu dokter spesialis mata di RS terdekat. Kemudian aku memilih RS Amanda Cikarang Selatan karena memilih jadwal dokter spesialis mata yang praktek di hari Sabtu. Surat rujukan pun dikeluarkan oleh klinik dan perawat menyarankan untuk mengambil nomor antrian melalui aplikasi JKN Mobile.

“Kalau sudah ada kacamata jangan lupa dipakai ya, supaya minusnya tidak bertambah”, begitu pesan dokter dari klinik.

Surat rujukan dari klinik ke RS. Dokpri


Sebenarnya sebelum datang ke klinik, aku sudah iseng mencoba cek mata saat ikut Kanjeng Papi bikin kacamata. Hasilnya membuatku agak shock karena mataku minus 3 dan silinder 0,75. Bukannya tidak percaya dengan hasil optic tersebut, tapi mengingat harga kacamata yang lumayan merogoh isi dompet makannya aku coba untuk pakai BPJS saja.

  • Datang ke Dokter Spesialis Mata di RS

Pada tanggal 19 Oktober 2024, aku mendatangi RS Amanda Cikarang. Praktek dokter spesialis mata di jadwal adalah jam 11 siang, namun aku berangkat lebih cepat karena takut agak ribet dengan prosedur administratif. Beruntung sekali aku sudah mendapatkan nomor antrian 5 di aplikasi JKN mobile, jadi sampai rumah sakit langsung dibantu pak satpam untuk cek in. Setelah cek in, masuk ke pendaftaran dan isi formulir kemudian dikembalikan ke bagian pendaftaran. Bagian yang harus sabar adalah saat menunggu kehadiran dokter spesialis mata, karena ada kemungkinan meleset dari jadwal yang tertera. Selama menunggu, perawat akan memanggil pasien untuk pengecekan tinggi badan, berat badan dan tekanan darah. Saat itu, dokter datang sudah hampir jam 12 siang dengan antrian pasien yang lumayan banyak.

Saat dipanggil ke dalam ruangan, aku langsung diperiksa oleh dokter spesialis mata dan diberitahu untuk mengantri ke ruang sebelah. Prosesnya begitu cepat jadi aku tidak sempat berkonsultasi, hanya cukup mengatakan bahwa penglihatanku buram. Aku berusaha memaklumi saja karena antrian pasien membludak sementara waktu praktek dokter sangat terbatas.

Tadinya aku pikir dokter akan memberikan resep kacamata saja, ternyata di ruang sebelah sudah ada optic yang sudah bekerjasama dengan dokter tersebut. Jadi setelah dari ruang dokter, aku langsung ke ruang optic untuk membuat kacamata. Disini aku membuat kacamata yang sesuai, agak bingung juga sih karena sebelumnya bikin kacamata tuh asal jadi aja. Setelah memilih frame, lanjut untuk membuat lensa yang sedikit rumit karena harus dicoba dulu untuk berjalan. Dua step ini sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan pembayaran.

surat legalisasi layanan dan nota pembelian kacamata. dokpri


Nah disinilah masalahnya, petugas optic tidak update informasi. Jadi saat membayar harga kacamata, petugas optic mengira bahwa klaim kacamata pakai BPJS kelas 1 hanya Rp 300.000 saja. Namun aku menginformasikan bahwa klaim kacamata BPJS kelas 1 terbaru sebesar Rp 330.000. Untung saja petugas optic percaya, jadi aku tidak perlu berdebat. Harga kacamata dan frame yang aku pilih Rp 850.000, dikurangi klaim BPJS Rp330.000 jadi aku cukup membayar Rp 520.000 saja. Lumayan kan selisihnya?

Setelah selesai pembayaran, aku kembali ke petugas untuk mendapatkan surat legalisasi pelayanan dan surat elegibilitas peserta dari RS Amanda Cikarang.

Beberapa hari kemudian, kacamataku pun sudah jadi. Kali ini aku selalu mengingat pesan dari dokter untuk selalu menggunakan kacamata, walaupun masa penyesuaiannya lumayan bikin pusing. Senangnya bisa melihat dunia dengan jelas, tidak ngeblur lagi dan aku pun tidak takut lagi untuk berkendara sepeda listrik ke jalan yang agak ramai.

 

Klaim kacamata pakai BPJS ini menurutku sangat membantu walaupun hanya bisa digunakan hanya 2 tahun 1x. Namun untuk mendapatkan fasilitas tersebut harus sesuai prosedur dan lumayan memakan waktu, harus benar-benar meluangkan waktu untuk antri bertemu dokter mata di RS. Total waktu yang aku habiskan di RS hampir 3 jam loh waktu itu. Penting banget buat ambil nomor antrian RS di aplikasi JKN mobile supaya dapat nomor kecil jadi tidak terlalu lama menunggu di RS.

Sampai aku menuliskan artikel ini, aku sudah dalam tahap menerima bahwa aku harus berkacamata. Aku sudah mengabaikan omongan orang-orang terdekat yang sering bilang,“ masih muda kok sudah pakai kacamata”.

Mau tua-muda, kalau memang secara indikasi medis perlu pakai kacamata ya udah nurut saran dokter aja!

 

 


Swiss-Belinn Cikarang, Hotel Ramah Anak yang Wajib Dikunjungi

Tidak ada komentar

 

Swiss-Belinn Cikarang, dok : booking.com

Tidak terasa liburan sekolah akan segera tiba. Kamu sudah punya planning mau liburan kemana? Jika tidak bisa liburan ke luar kota, pilihan untuk staycation bisa jadi alternatif liburan supaya anak tidak bosan. Dalam memilih hotel untuk staycation bersama keluarga, tentu banyak banget yang harus diperhatikan. Apalagi untuk staycation di Cikarang yang merupakan kota industri, mencari hotel ramah anak di Cikarang agak rumit karena kebanyakan hotel lebih menawarkan konsep menginap untuk perjalanan bisnis.

Sekitar pertengahan bulan Mei, aku sudah membuat list beberapa hotel untuk staycation bersama si kecil yang berulang tahun ke 7. Setelah mempertimbangkan banyak hal, termasuk keinginan si kecil dan budget keuangan keluarga, kami memutuskan untuk staycation yang dekat-dekat saja. Pilihan kami jatuh kepada Swiss-Belinn Cikarang.

Review Swiss-Belinn Cikarang

Kesan Pertama Terletak Pada Pelayanan Resepsionis

area lobby Swiss-Belinn Cikarang terasa megah. dokpri


Awalnya aku sempat kebingungan dengan cara booking room di Swiss-belinn Cikarang melalui website karena diminta menggunakan kartu kredit. Padahal kami tidak punya kartu kredit satupun. Tak kehabisan akal, aku langsung menghubungi resepsionisnya melalui nomor yang tertera di Instagram. 

Beruntung sekali sedang ada promo dengan kamar deluxe dengan harga Rp 495.000, yang udah include breakfast 2 orang dan kegiatan untuk anak. Dari penjelasan resepsionis, harga breakfast anak sampai usia 11 tahun sebesar Rp 50.000. Worth it nggak? Tenang, aku ceritakan dibawah ini ya. Selanjutnya, resepsionis membantuku untuk booking room dan pembayarannya dilakukan melalui transfer antar bank.

confirmation letter dari Swiss-Belinn Cikarang


Terletak di Kawasan Industri Jababeka yang sangat strategis, Swiss-Belinn Cikarang menawarkan sensasi menginap yang berkesan untuk si kecil. Saat itu kami memilih promo stay & fun yang dirasa cocok untuk untuk si kecil. Promo ini berlaku sampai 30 Juni 2024, yang memberikan pengalaman untuk anak memasak bersama chef hotel (Chef Kid’s Activites).  

resepsionis sedang bertugas. dokumen pribadi


Saat tiba di lobi hotel, satpam menyambut dengan sigap, membukakan pintu mobil dan menyapa dengan ramah. Untuk parkir mobil bisa di depan dan bagian belakang hotel. Memasuki lobi utama, suasana hotel terlihat megah dengan semburat warna ungu di beberapa bagian. Ada tempat bermain untuk balita, tempat duduk yang nyaman, welcome drink dan free cotton candy untuk anak-anak. Jadi sambil antri check in di resepsionis pun si kecil tidak bosan hanya duduk menunggu saja, tapi bisa ambil free cotton candy dan bermain. Proses check in berlangsung cepat, hanya menyerahkan ID card, tanda tangan dan selesai deh. Sangat berbeda sekali dengan pengalamanku check in di salah satu hotel yang ada di Bogor.

Tidur Nyenyak di Kamar Hotel Swiss-Belinn Cikarang

kamar yang kami tempati selama menginap. dokpri

Kami mendapatkan kamar di lantai 7, untuk naik ke lantai 7 pun harus menggunakan kartu jadi tidak sembarangan orang bisa naik. Setelah beristirahat sebentar, tidak lama pintu kamar diketuk oleh petugas hotel yang memberikan free slice cake untuk si kecil. Untuk mendapatkan free slice cake, sebelumnya aku sudah request dulu ke resepsionis saat booking hotel. Lumayan buat surprise si kecil daripada maminya ini suruh bikin kue di rumah.

Free slice cake. Dokpri

Untuk fasilitas di dalam kamar cukup lengkap walaupun ukuran kamarnya agak kecil. Springbed yang digunakan sebenarnya ukuran single, tapi dijadikan satu dan dipasangi topper merk Lady Americana jadi waktu tidur di bagian tengah tetap terasa nyaman. Di dalam kamar juga tersedia brangkas dan kulkas yang ramah lingkungan. Ya lumayan banget kan kulkasnya bisa untuk menyimpan minuman dingin dan makanan. 

Peralatan mandi yang disediakan hotel.dokpri

Untuk peralatan mandi seperti sabun, shampoo, sikat dan pasta gigi sudah disediakan di kamar mandi lengkap dengan pengering rambut. Handuk disediakan 2 buah namun handuknya sudah minta di upgrade karena terasa agak kasar saat digunakan. Nah kalau sendal hotel, hanya diberikan satu pasang saja.


Shower di kamar mandi. Dokpri

Di dalam kamar tentu saja disediakan TV yang cocok dengan ukuran kamar. Namun sayang sekali TV nya belum smart TV dan channel TVnya terbatas. Si kecil pun bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa menonton kartun favoritnya atau nonton youtube kids. Setelah dijelaskan, akhirnya dia memilih nonton Upin Ipin saja sampai bosan di channel yang tersedia.

Kolam Renang Anak dan Dewasa Terpisah

kolam renang ada di lantai 10. dokumen pribadi

Setelah menghabiskan slice cake, kami menuju ke lantai 10 untuk mengantarkan si kecil berenang. Kolam renang anak dan orang dewasa terpisah, untuk dewasa kedalaman kolam renangnya 1,4 meter. Dikarenakan sudah banyak anak-anak berenang, si kecil pun senang by berenang bersama anak-anak lainnya di kolam anak. Sementara itu, aku berkeliling menuju ruang gym yang letaknya tidak jauh dari kolam renang. Fasilitas gym yang diberikan Swiss-Belinn cukup lengkap, aku tidak tau nama-nama alatnya karena nggak pernah nge-gym. Tapi sekilas mata memandang, alatnya lumayan beragam loh.

Setelah selesai berenang, lanjut ke tempat bilas dan kamar mandi yang ada di lantai 10. Di area berenang sampai kamar mandi ini kami kurang nyaman dengan bau kaporit yang sedikit menusuk hidung. Kalau untuk tempat bilas dan kamar mandinya bersih kok. Petugasnya juga gercep bebersih di seputar kolam renang.

Menu Breakfast yang Beragam

bubur ketan hitam dan croissat favoritku. dokumen pribadi

AC ruangan yang dingin dan Kasur yang empuk membuat kami tertidur nyenyak. Saat pagi tiba, kami bersiap untuk breakfast di restoran yang ada di lobi hotel. Sarapan pagi dimulai pada jam 07.00 sampai sekitar jam 9.30-an. Ternyata kebanyakan yang menginap disini adalah keluarga dengan anak kecil seperti kami. Mungkin waktu itu karena sedang ada acara anak-anak juga sih.

Menu breakfast yang ditawarkan mulai dari masakan nusantara, bubur kacang hijau-ketan hitam, waffle, olahan telur, pasta, bakery, jus, kopi, teh, sereal, puding dan buah-buahan. Menurutku lumayan worth it untuk harga sarapannya karena banyak pilihan. Selain itu harga sarapan anak sebesar Rp 50.000 masih masuk akal. Rasa makanannya juga lumayan enak, tapi yang menjadi favoritku adalah croissant dan bubur ketan hitam.

Si Kecil Memasak bersama Chef

si kecil membuat sandwich. dokpri


Sekitar jam 8 pagi, si kecil mengikuti kelas memasak “chef kid’s activity” bersama chef hotel. Dia diajarkan untuk membuat sandwich dari roti tawar. Namun karena dia hanya berdua bersama chef dan tidak ada teman memasak jadi kurang seru. Selain itu konsentrasi si kecil sudah pecah, ingin segera bermain bersama teman barunya di area bermain.

 

Worth It Nggak Menginap di Swiss-Belinn Cikarang?

Tersedia air mineral dan teko pemanas air di dalam kamar deluxe. Dokumen pribadi

Dari pengalaman menginap di Swiss-Belinn Cikarang, harga yang ditawarkan cukup worth it jika dibandingkan dengan hotel bintang 3 lainnya. Pelayanannya ramah, fasilitas yang diberikan lumayan lengkap dan tidak perlu upgrade kamar untuk menggunakan fasilitas tersebut. Untuk kamarnya nyaman dengan topper Lady Americana, namun TV-nya bukan smart TV dan channelnya tidak banyak. Selain itu handuk yang disediakan mungkin sudah saatnya diupgrade ke yang lebih lembut.

Untuk breakfast, menu makanannya beragam jadi kita bisa memilih makanan yang cocok untuk dinikmati. Free slice cake dan cotton candy menjadi daya tarik sendiri untuk anak-anak yang menginap bersama keluarga. Kegiatan Chef Kid’s activites juga sangat berkesan meskipun si kecil tidak terlalu berkonsentrasi.

Minimal dia sudah mengenal profesi chef di hotel, bukan cuma kenal emaknya yang jadi tukang masak di rumah. Hehe

Overall oke banget sih nginep di Swiss-belinn Cikarang, bisa dijadikan rekomendasi buat keluarga yang akan berkunjung dan menginap di Cikarang nih.

  

Pengalaman Ikut KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

39 komentar

KB IUD menjadi pilihan keluarga kami sejak lama. dok : Haibunda

 Penggunaan KB IUD (intrauterine device) untuk mencegah kehamilan menjadi pilihan yang cocok untuk keluarga kecil kami. Aku sudah menggunakan IUD sejak kelahiran si kecil pada tahun 2017. Selama menggunakan IUD, tidak banyak keluhan yang terjadi. Hanya pada awal penggunaannya terasa sedikit tidak nyaman, tapi lama-lama tubuh akan terbiasa dengan IUD di dalam rahim. 


Pengalaman ikut KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

antrian pelayanan KB. dok : Tribun news Jogja

Alasan ikut KB Gratis

Alasanku ikut KB Gratis tentu saja supaya hemat! kan pemerintah sudah punya programnya melalui BKKBN, ya dimanfaatkan dengan baik dong. Hehe

Sekitar akhir 2022, dalam kartu KB tertulis sudah waktunya mengganti IUD. Namun setelah dicek ulang oleh bidan puskesmas (yang julidnya minta ampun) ternyata IUD yang aku pakai masa expirednya masih bulan November 2024. Dikarenakan aku tidak mau kebobolan karena lupa ganti IUD dan tidak mau ganti IUD di bidan puskesmas tersebut, aku cari informasi dari akun Instagram yang sering memberikan informasi KB gratis yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kota Yogyakarta (DP3AP2KB kota Yogyakarta).

Melihat akun DP3AP2KB kota Yogyakarta yang aktif banget memberikan informasi KB Gratis, rasanya ingin segera mengganti IUD. Sebelum mudik pun aku tanya-tanya tentang KB Gratis untuk bulan Februari 2024, beruntung sekali adminnya fast response dan tidak pelit informasi. Jadi aku memantapkan diri untuk ikut KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Bakti sosial berupa pelayanan KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah kota Yogyakarta ini dalam rangka milad yang ke 101. Acara diselenggarakan pada 7 Februari 2024 dan layanan yang diberikan berupa pasang KB baru, bongkar pasang IUD, ganti cara KB misalnya dari KB IUD ke implan atau sebaliknya.  

Kenapa kok jauh-jauh ke Jogja ikutan KB Gratisnya? Selain sekalian mudik, aku masih terdaftar sebagai warga DIY(Daerah Istimewa Yogyakarta) dan informasi KB-nya tuh jelas, jadi aku bisa mempersiapkan semuanya dengan baik. Seperti fotokopi KTP, kartu KB dan sebagainya yang berkaitan dengan administrasi deh.

Sebenarnya aku pernah nanya-nanya tentang KB gratis di Cikarang, namun jawabannya simpang siur tidak jelas. Ada yang bilang hanya melayani pasang saja tidak melayani bongkar (nah mikir lagi kan bongkarnya harus dimana, biayanya berapa, bidannya julid/nggak), ada yang harus didampingi petugas dari faskes 1 yang tertera di BPJS, dsb astaga ribetnya bikin pusing duluan. Makannya aku mending cari info KB Gratis di Jogja aja deh sekalian mudik.

Setelah mendaftar melalui link yang diberikan oleh DP3AP2KB, tinggal menunggu lolos/tidaknya melalui whatsapp. Alhamdulillah kabar baik yang menyatakan aku bisa ikut KB Gratis RS PKU Muhammadiyah itu masuk melalui pesan singkat pada sore hari di tanggal 6 Februari dan diharuskan membawa fotokopi identitas.


Bongkar Pasang IUD, Ternyata Cepat Kok!

Petugas sedang melayani pasien KB. Dokumen pribadi


Walaupun sudah menggunakan IUD selama bertahun-tahun, tapi tetep aja rasanya deg-degan saat akan bongkar pasang. Beruntung sekali sejak memasuki RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, aku mendapatkan pelayanan yang ramah. Petugas RS mengantarku ke ruangan KB Gratis, disana aku bertemu dengan petugas yang melakukan screening dan konsul KB. Saat konsul, aku menceritakan keinginanku KB sampai batas usia untuk bisa melakukan tubektomi dan hanya memiliki 1 anak. Saat bercerita pun sama sekali tidak dijulidin. Respect untuk ibu petugas konsul KB yang menghargai pilihan pasien.

Setelah melakukan konsultasi, lanjut antri untuk dipanggil ke dalam ruang tindakan. Tidak lama kemudian, aku pun dipanggil masuk ke dalam ruangan. Rasanya gimana ya, deg-degan dicampur rikuh dan kikuk di depan bidan karena baru pertama kali bertemu dengan bidan tersebut.

Bu Bidan yang ramah, membuatku merasa nyaman ketika dilakukan bongkar pasang IUD. Tidak lupa bidan mengajak berdoa sebelum tindakan agar semuanya berjalan lancar. Tidak sampai 15 menit, bongkar pasang IUD pun selesai.  Syukur alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aku sangat berterima kasih kepada ibu bidan senior yang ramah tersebut.Oh iya IUD yang digunakan adalah cooper T dengan masa pakai 6 tahun.  

Kartu peserta KB. Dokumen pribadi


Saat bongkar pasang IUD rasanya sedikit mules karena dorongan cocor bebek untuk jalan penggantian IUD. Kebetulan aku bongkar pasang IUD dalam masa akhir haid, jadi rasanya lebih mudah dan tingkat mulesnya tidak seperti 7 tahun lalu saat pertama kali pasang IUD. Menurut beberapa artikel yang pernah aku baca dan info dari petugas, waktu haid merupakan waktu yang tepat untuk pasang atau ganti IUD. Hal ini dikarenakan serviks sedang terbuka jadi rasa sakitnya lebih ringan.

Penggantian IUD sudah selesai, aku diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit, konsumsi dan uang transport. Selanjutnya aku sudah bisa beraktifitas seperti biasa, bisa jalan kaki di Malioboro sampai berbelanja di Ramai supermarket. Selama jalan kaki tentu saja nggak ada yang nawarin naik becak karena aku hanya pakai sendal jepit dan bawa nasi kotak. Hehe

Selesai bongkar pasang IUD, langsung jalan-jalan ke Malioboro. Dokumen pribadi


 

Kejutan Tak Terduga, Menang Challenge Ramadan & Lebaran Berkreasi dari Bogasari

Tidak ada komentar

 

Dok : Bogasari


Kadang Tuhan memberikan sebuah kejutan yang tidak terduga. Menang challenge Bogasari kemarin adalah salah satu kejutan tak terduga yang Tuhan berikan. Siapa yang mengira bahwa foto Serabi kuah Kinca yang aku posting di Instagram, bisa memenangkan sebuah perlombaan yang diikuti banyak peserta.  


Berawal dari Keinginan Bikin Serabi Kuah Kinca

Sebelum memasuki bulan Ramadan, aku memang sudah berniat untuk membuat serabi kuah kinca. Namun niat bikin serabi ini sering pupus karena bahan-bahannya tidak lengkap atau aku mager untuk melengkapi bahan serabi.

Nah saat bulan Ramadan, keinginan bikin serabi ini semakin kuat. Ditambah waktu scroll timeline Instagram nemu challenge dari Bogasari, akhirnya membulatkan tekad untuk bikin Serabi Kuah Kinca. Setelah menemukan resep serabi yang cocok, sudah cek kelengkapan bahan di rumah dan mood sedang dalam keadaan bagus, terciptalah serabi kuah kinca yang pas di lidah keluarga.


Menang Challenge Foto Adalah Sebuah Kejutan Tak Teduga

Serabi kuah kinca. Dokumen pribadi


Sebenarnya aku tidak pernah belajar foto produk secara langsung. Makannya ketika menang challenge foto dari Bogasari pun rasanya masih seperti mimpi. Ya gimana lagi, lha wong printilan foto aja minim, seperti background foto yang berwarna hitam itu sebenarnya adalah sarungnya Kanjeng Papi dan mangkok untuk kuah serabi adalah mangkok hadiah santan instan. 

Mau menjamin rasa serabi juga tidak bisa karena kan ini lomba foto, bukan lomba masak yang bisa icip-icip. Nothing to loose aja deh pokoknya waktu itu, yang penting sudah ikutan challenge Bogasari karena kebetulan aku selalu stok terigunya di rumah.

ss dari IG Bogasari


Kejutan tak terduga tiba-tiba muncul pada tanggal 24 April 2023, berupa sebuah notifikasi di Instagram yang menyatakan bahwa aku masuk 3 Top Winners Challenge Ramadan dan Lebaran Berkreasi bareng Bogi. Sungguh kejutan yang luar biasa, tidak henti-hentinya rasa syukur tercucap. Saat aku memberitahu ibu tentang hal ini pun ibu seolah tidak percaya, karena selama ini ibu anggap aku nggak bisa masak.

 

Hadiah dari Bogasari Apa Aja?

foto bersama pihak Bogasari. dok : Bogasari

Saat mengetahui bahwa aku masuk 3 Top Winners, jujur saja aku tidak memperhatikan hadiah apa saja yang akan aku terima selain photoshoot. Tapi saat itu sejujurnya aku sedang menginginkan sebuah pan baru, keinginan ini aku ungkapkan dalam hati kepada Tuhan saja. 

Aku nggak tega bilang ke Kanjeng Papi karena kami sedang menabung demi sebuah mobil. Sementara uangku juga belum cukup untuk membeli sebuah pan baru, jadi ya sudah curhatnya ke Tuhan saja.

Nah setelah Bogasari memberikan jadwal photoshoot, aku kembali melihat postingan pemenang Bogasari yang tertulis jelas bahwa pemenang juga akan mendapatkan cooking set. Namun tidak disebutkan cooking setnya merk apa dan isinya apa saja. 

Masalahnya adalah saat itu pihak Bogasari terus mengubah jadwal photoshoot (ini maklum banget karena Bogasari harus atur jadwal berbagai pihak), sementara aku mempersiapkan ulang tahun si kecil jadi bikin pikiranku agak semrawut. Bahkan Kanjeng Papi sampai bilang lepasin aja hadiah dari Bogasari daripada kepikiran terus. Sejak itu aku mulai agak selow karena tidak mau semuanya terlewatkan, tanpa dapat pan baru.

Jadi hadiah yang diberikan Bogasari dalam postingannya adalah Proffesional Food Photography & Media Promotion plus Premium Cooking Set

Hadiah Cooking set merk Stein Cookware yang sudah lama diidamkan.
Ini hadiah challenge bukan goodie bag yaaa, ada effort untuk mendapatkanya. dokpri


Nah dari situ aku mulai bingung bagaimana cara photoshoot ke Jakarta dari planet Cikarang Selatan dengan aman dan harga terjangkau.

Beruntung sekali mendekati akhir Mei,pihak Bogasari memberitahukan bahwa ada akomodasi yang disediakan untuk pemenang jadi “nyicil ayem” karena budget untuk ke Jakarta tidak mengganggu keuangan rumah tangga. Bahkan pada H-1 pihak Bogasari memberitahukan bahwa pemenang diberikan fasilitas menginap di Yello Hotel Harmoni selama 2 hari. Wah tentu saja aku dan si kecil langsung bersemangat ke Jakarta meskipun tanpa Kanjeng Papi karena Kanjeng Papi harus kerja.

Dari Cikarang ke Jakarta, aku dan si kecil menggunakan gocar sampai stasiun kemudian dilanjutkan dengan KRL. Aku tidak berani menggunakan gocar sampai Jakarta karena mempertimbangkan banyak hal, salah satunya takut mabuk perjalanan. Saat tiba di Yello Hotel Harmoni, kami disambut oleh kak Tesa dan Kak Juventia yang bertugas mendampingi pemenang lomba.

Pengalaman Pertama Kali Photoshoot

foto bareng mas Angga, fotografer andalan di Bukan Main Studio. dokpri


Sebagai orang yang sering memotret benda (karena kebutuhan pekerjaan), ternyata ada saatnya difoto juga. Kalau biasanya difoto oleh Kanjeng Papi atau tripod, kali ini aku difoto oleh seorang fotografer profesionel bernama mas Angga di Bukan Main Studio. Ada rasa takut, khawatir, grogi, malu dan sebagainya campur jadi satu sampai bikin nggak bisa tidur nyenyak di kamar hotel meskipun kamarnya nyaman.


kamar hotel Yello Harmoni, ada sofa dekat jendela yang cocok untuk overthingking mikirin serangan Decepticon. dokpri

Ya sekali-kali sambil overthinking mikirin bagaimana jika Monas diserang Decepticon, biar cepet tidur dan mimpinya bukan tentang foto studio tapi tentang transformers. Sayangnya mimpiin transformers tidak terjadi,  justru aku bermimpi telat ke studio foto sehingga sebelum adzan subuh pun sudah terbangun. 😂

Pertama kali menginjakkan kaki di Bukan Main Studio, kami langsung disambut oleh tim fotografer yang tengah bersiap. Aku langsung duduk untuk di make up dan beruntung sekali kakak-kakak disana ramah anak jadi si kecil tidak merasa sendirian dan dicuekin. Anak sudah aman, artinya hati mamaknya ini tidak gusar mikirin macam-macam, so prosesi make up pun berjalan lancar.

Tiba saatnya pemotretan, muka-muka antagonis kayak aku ini harus bisa diubah supaya lebih keibuan dan ceria memegang serabi warna warni di mangkuk. Beberapa kali tim mengarahkanku dengan sabar, membantu merapikan baju, rambut dan apron. Tidak terhitung berapa kali jepretan kamera terjadi, namun aku merasa nyaman dengan suasana yang dibangun oleh tim sehingga saat difoto pun terasa jauh lebih rileks.

Tim membantuku saat photoshoot. dok : Bogasari

Ini adalah pertama kalinya aku melakukan photoshoot dan kesimpulannya adalah photoshoot ternyata tidak mudah. Dalam photoshoot diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk membangun suasana nyaman sehingga photoshoot bisa berjalan lancar. Oh iya untuk foto-foto tersebut nantinya dikurasi oleh pihak Bogasari untuk diposting di media sosial.

Btw aku juga sempat bertanya kepada pihak Bogasari tentang alasan memilihku sebagai pemenang. Ternyata jawabannya adalah karena resep yang aku share itu real (bukan asal nyomot di google) bahkan resepnya di recook oleh pihak Bogasari.

Setelah acara photoshoot selesai, para pemenang lomba dipersilahkan untuk beristirahat di Yello Hotel Harmoni sampai keesokan harinya. Nah pengalaman menginap di Yello Hotel Harmoni akan aku ceritakan di tulisan selanjutnya ya.

Dari pengalaman menjadi pemenang Bogasari, akhirnya aku punya cooking set + pan baru, punya foto-foto bagus dan pengalaman ke Jakarta berdua dengan si kecil. Oh iya ada satu pesan penting dari Bogasari yaitu bahwa terigu itu tidak putih bersih (secerah tepung tapioka/aci) karena terigu berasal dari gandum yang warnanya agak kecoklatan. Jadi, simpulkan sendiri ya 😁

Mei 2023 adalah bulan yang tidak terlupakan, banyak kejutan yang tidak terduga dan tentunya semua itu tidak akan terjadi tanpa kuasa Tuhan.

Bukber Tanpa Wacana? Yuk ke Festival Kuliner Ramadan Ayo Makan

Tidak ada komentar
Suasana malam hari setelah berbuka puasa di festival kuliner Ramadan Ayo Makan
Suasana malam hari setelah berbuka puasa di Fast, Feast, Festive Ayo Makan semakin ramai.
dokumen pribadi

Buka bersama di bulan Ramadan sepertinya sudah menjadi sebuah tradisi bagi sebagian besar masyarakat. Saat memasuki bulan Ramadan, biasanya undangan buka bersama pun mulai bermunculan, seperti undangan buka bersama dengan rekan kerja, alumni sekolah, komunitas, warga perumahan, bahkan sampai keluarga besar. Momen buka bersama bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar rekan kerja, tetangga atau saudara, yang hanya bisa bertemu saat Ramadan karena berbagai kesibukan.

Namun, terkadang buka bersama yang sudah direncanakan jauh-jauh hari bisa saja gagal. Kalau sudah seperti ini, bukber tanpa wacana bisa menjadi solusi sekaligus review tempat makan terbaik. Nah itulah yang keluarga kami lakukan saat akhir pekan kemarin. Tanpa rencana buka bersama, eh bertemu teman-teman di festival kuliner ramadan Ayo Makan.


Halaman beranda dari website Ayo Makan. 

Ayo Makan adalah sebuah platform kuliner dibawah naungan PT. ESB (Esensi Solusi Buana), yang menghadirkan kekayaan kuliner Indonesia melalui festival kuliner Ramadan. Dengan mengusung tema “Fast, Feast and Festive”, Ayo Makan hadir di Pulau Satu, Senayan Park Mall dari tanggal 5 April sampai 16 April 2023. Dalam festival kuliner kali ini, Ayo Makan menghadirkan berbagai  merchant  food and beverage, baik nusantara maupun internasional. Suasana yang unik dengan konsep “jelajah rasa” ini memang cocok banget untuk buka bersama di bulan Ramadan.

Ayo Makan! Pesan Makanan Jadi Lebih Mudah


suasana sore hari di festival kuliner Ramadan Ayo Makan
suasana sore hari saat kami tiba di festival kuliner ramadan Ayo Makan. dokumen pribadi

Setelah mengarungi kemacetan ibu kota di sore hari, akhirnya kami sekeluarga tiba di Senayan Park. Di bagian depan mall sudah terlihat beberapa flyer festival kuliner Ayo Makan. Bahkan saat menginjakkan kaki di lobi mall pun flyer menuju venue Ayo Makan terlihat dengan jelas, jadi sangat memudahkan pengunjung untuk menuju kesana. Nah untuk masuk ke Fast, Feast, Festive Ayo Makan ini tidak dipungut biaya alias Gratis loh, cukup registrasi saja di website Ayo Makan.

Ayo Makan adalah platform digital yang memudahkan kita untuk pesan makanan. Sebelum memasuki festival, aku sudah registrasi dulu di website Ayo Makan dan memilih makanan yang akan disantap saat buka bersama. Ayo Makan juga menyediakan berbagai promo voucher makanan dengan potongan sampai 50 %. Voucher makanan ini tersedia pada halaman beranda dan cara pembelianya cukup mudah.

Kenapa Harus ke Fast, Feast, Festive Ayo Makan ?

Aku tuh sebenarnya orang yang males untuk buka bersama di luar rumah karena buka bersama itu seringkali waktunya habis untuk antri ambil makanan dan berlomba dengan waktu sholat magrib. Apalagi kalau kapasitas mushola di tempat bukber kecil, sementara yang bukber banyak, otomatis antri kan? Makannya setiap mau bukber diluar rumah, harus kepoin dulu musholanya.

Beli makanan untuk buka puasa dengan cepat melalui website Ayo Makan, sampai lokasi langsung ambil deh
definisi "fast" pada festival kuliner Ayo Makan, sampai depan merchant langsung ambil makanan tanpa antri. dokumen pribadi

Dibawah ini beberapa alasan harus ke Fast, Feast, Festive Ayo Makan versi keluargaku, diantaranya :

  1. Lokasinya Mudah Dijangkau. Yup, lokasi festival kuliner ramadan ini di Pulau Satu, Senayan Park Mall, Jakarta yang mudah dijangkau oleh transportasi umum dan kendaraan pribadi. Teman dari penjuru Jakarta pun akan lebih mudah menemukan festival kuliner Ayo Makan karena letaknya. Selain itu, lokasinya persis di bagian samping mall memudahkan pengunjung untuk sholat magrib setelah berbuka puasa, karena di mall terdapat mushola.
  2. Banyak pilihan makanan, mulai dari masakan nusantara sampai masakan internasional. Banyaknya pilihan makanan dan minuman dalam sebuah festival kuliner memang memiliki daya tarik tersendiri. Fast, Feast, Festive Ayo Makan menghadirkan berbagai ragam kuliner nusantara dan mancanegara yang siap menggoyang lidah. Ada kuliner internasional seperti Hoyong, Hotdog Boy, Luberger dan 2080 Burger yang siap menemani berbuka puasa. Ada kuliner nusantara seperti Liliwetan, Sate Padang Ajo Ramon, Kedai Nasi Kapau Bukittinggi, Cuanki Bandung Mang Udin dan Pisang Goreng Srikaya Ahou.  Bukber tanpa wacana akan lebih menyenangkan dengan banyaknya pilihan ragam kuliner yang ada.  
  3. Beragam Promo Voucher jajan, hingga potongan 50%. Kaum mendang mending, yang kalau mau jajan sambal ngecek promo seperti aku cocok banget nih ke festival kuliner Ayo Makan. Kemarin, aku beli voucher seharga 25ribu rupiah saja dengan nilai 50ribu. Cara pembelian vochernya juga cukup mudah yaitu klik voucher yang diinginkan, pilih cara pembayaran (kemarin aku beli voucher-nya pakai mandiri VA) dan bayar. Voucher yang sudah dibeli akan muncul pada akun kita. Voucher yang sudah aku beli, akhirnya aku gunakan untuk membeli 2 paket nasi ayam taliwang di merchant D Legend Café tanpa antri. Aku pesan makanan lewat website Ayo Makan, jadi waktu sampai sana tuh tinggal ambil makanannya aja dan duduk manis di meja menunggu berbuka puasa. Selain promo voucher diatas, masih ada free promo voucher berupa potongan sebesar Rp.5000 untuk minimal pembelian Rp.7000 sampai potongan Rp.20.000  untuk pembelian Rp.100.000 serta masih ada promo grab bike/car tujuan ke Senayan Park menggunakan kode AYO MAKAN, maka akan mendapatkan potongan sebesar Rp.5000.
  4. Tersedia berbagai macam hiburan jadi tidak bosan menunggu buka puasa. Selain menampilkan berbagai tarian, pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu juga ada band performace yang menghibur pengunjung festival kuliner.
  5. Banyak Games Seru Bertabur Hadiah. Nah ini cocok banget sambil menunggu buka puasa, daripada ghibah mendingan ikutan games buat seru-seruan dan kalau beruntung bisa dapat hadiah.
  6. Tersedia Meja dan Kursi yang Bersih untuk Dine In. Tempat yang berih untuk makan  penting banget saat festival kuliner Ramadan. Beruntung sekali, Ayo Makan menyediakan meja dan kursi yang bersih untuk dine in saat buka bersama. Jadi makan saat buka puasa pun terasa lebih tenang dan nikmat.
  7. Tersedia Tempat Sampah yang Memadai. Keberadaan tempat sampah juga penting banget nih di acara festival kuliner Ramadan.  Sebelum memutuskan untuk duduk manis, aku terbiasa berkeliling dulu untuk mencari tempat sampah. Di festival kuliner Ramadan  Ayo Makan tersedia banyak tempat sampah jadi mudah untuk membuang sampah bekas makanan saat buka bersama.

 

Mau Bukber Tanpa Wacana? Bisa dong, Yuk ke Fast, Feast, Festive Ayo Makan!

bukber tanpa wacana dengan teman-teman di festival kuliner Ayo Makan
bukber tanpa wacana di festival kuliner Ayo Makan. dokpri

Melihat letaknya yang strategis di tengah kota Jakarta, festival kuliner Ayo Makan ini layak banget dijadikan rekomendasi tempat buka bersama tanpa wacana. Pilihan makanannya banyak, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat, masakan nusantara dan masakan internasional semuanya ada disini. 

Selain itu masih banyak voucher promo, hiburan, games dan keseruan lainnya. Untuk  pesan makanan, lebih mudah melalui website Ayo Makan, jadi sampai sana tinggal sat set ambil makanan dan duduk manis menunggu waktu berbuka puasa sambal bersilaturahmi dengan teman-teman. Buat yang belum bisa mampir ke festival ini tapi ingin mencicipi makanannya bisa delivery melalui website Ayo Makan dan jangan lupa pakai promonya supaya lebih hemat.

 

Ayam bakar taliwang Dlegend Cafe di festival Ayo Makan
bonus foto ayam bakar taliwang Dlegend Cafe di festival kuliner Ayo Makan. dokpri

 

Panggung Tanggap Covid-19, Dedikasi Pemuda Untuk Desa Panggungharjo

Tidak ada komentar
Bergerak bersama menanggulangi Covid-19.
dok : website Desa Panggungharjo


Dua tahun yang lalu, saat virus Covid-19 menyebar, merekonstruksi kehidupan dalam sekejap, menyebabkan teriakan berbalut keresahan di seluruh penjuru negeri. Benar sekali, pandemi mengubah seluruh tatanan kehidupan di masyarakat, mobilitas menjadi terbatas dan masyarakat dihinggapi kekhawatiran-kekhawatiran yang seringkali bermuara pada perbedaan pendapat. Kubu percaya dan tidak percaya Covid bahkan saling berebut untuk mendapatkan tempat di masyarakat. Ditambah dengan lambannya respon tim siaga Covid-19 dalam menangani penyebaran virus, tentu membuat keadaan di masyarakat semakin tidak kondusif.

PTC-19 Dedikasi Pemuda Untuk Desa

Pemuda Penggagas Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19)  

Zidny, pemuda penggagas gerakan PTC-19.
dok : Astramagz 2021


Adalah seorang pemuda bernama Muhammad Zidny Kafa, tergerak hatinya untuk menggagas sebuah solusi di tengah pandemi. Ia dan rekan-rekan satu daerah tidak ingin tinggal diam, mereka kemudian menggagas Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19) pada 20 Maret 2020 di Desa Panggungharjo, Bantul, DIY. Bergandengan tangan bersama dengan lurah Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, gerakan PTC 19 ini meliputi mitigasi bencana Covid-19, baik secara klinis maupun non klinis.

Pendataan Kondisi Warga Melalui Website Buatan PTC-19 

Dalam melaksanakan kegiatannya, tim PTC-19 menyediakan website dan formulir yang dapat diisi secara online, untuk mendata kondisi terkini warga desa Panggungharjo. Sebuah formulir online pada website yang biasanya hanya untuk pelengkap administrasi tertentu, kini dapat digunakan sebagai alat mitigasi pandemi Covid-19. Warga desa Panggungharjo juga tidak perlu khawatir untuk mengisi data, karena lurah desa Panggungharjo sudah memerintahkan perangkat desa untuk menyebarkan website dan formular tersebut.

Namun, formulir online dan website yang sudah dibuat oleh PTC-19 tidak dibiarkan berjalan sendirian begitu saja. Zidny dan tim melakukan pendekatan door to door, berkeliling dari satu rumah ke rumah warga lainnya. Hal ini dilakukan karena belum semua warga desa melek digital. Bahkan beberapa ada yang kesulitan menggunakan smartphone atau tidak memiliki kuota yang cukup untuk sekedar mengakses formulir online.

Tantangan Lain Dalam Menjalankan PTC-19

Tantangan lain setelah proses pendataan yang berjalan mulus adalah literasi digital warga desa. Banyaknya informasi tentang pandemi Covid-19 yang tersebar di internet bisa menjadi sebuah boomerang jika tidak difilter dengan baik. Oleh karena itu PTC-19 turut memberikan edukasi digital kepada warga masyarakat desa Panggungharjo, supaya informasi pencegahan Covid-19 tersampaikan dengan baik.

Melalui data yang diberikan oleh masyarakat desa secara online, tim PTC-19 dapat mengidentifikasi awal atas segala dampak yang dialami oleh warga. Selanjutnya tim akan mengolah data dan melakukan identifikasi menjadi beberapa kelompok, agar PTC-19 bisa melakukan langkah selanjutnya. Olah data dan indentifikasi warga oleh PTC-19 ini mempermudah pemerintah desa untuk mengatur sumber daya manusia dan tenaga kesehatan dalam menanggulangi pandemi.

Website yang dibuat oleh Zidny dan rekan-rekannya ini dapat dikatakan sebagai jembatan penghubung antara masyarakat desa Panggungharjo, pemerintah desa dan tenaga Kesehatan. Melalui website Bantul Tangguh, pendataan pasien lebih cepat dan rapi. Pada bulan November 2020, PTC juga mendirikan shelter yang digunakan untuk pasien covid bergejala ringan. Sementara untuk pasien covid bergejala berat dibantu untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Gerakan PTC -19 ini kemudian berhasil menekan angka kasus Covid-19 di desa Panggungharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melihat dedikasi Muhammad Zidny Kafa bersama pemuda desa Panggungharjo, Astra mengganjar Zidny sebuah penghargaan lewat SATU Indonesia pada tahun 2021 dengan kategori khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pademi Covid-19. Dari sosok Zidny, kita mendapatkan banyak pelajaran berharga yang patut diteladani seperti mitigasi bencana Covid-19, edukasi literasi digital kepada masyarakat dan dedikasi anak muda kepada lingkung desa yang berhasil menekan kasus Covid-19.


sumber : Booklet SATU Indonesia Awards

Langkah Kecil Untuk Menjaga Hutan Indonesia

10 komentar

Langkah kecil untuk menjaga hutan Indonesia
Hutan yang ada di dekat rumah nenek. dokumen pribadi

 

Akhir-akhir ini aku sering ngajak si kecil untuk nonton video keindahan hutan Kalimantan di channel youtube keluarga Kalaweit. Pohon-pohon yang tinggi di hutan hujan tropis pulau Kalimantan ternyata sangat indah. Dengan memperkenalkan bahwa hutan adalah rumah bagi flora dan fauna melalui tayangan yang tepat, menurutku ini adalah sebuah langkah awal bagi si kecil untuk mencintai hutan dan menjaga hutan Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa mempunyai hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia. Oleh karena itu hutan Indonesia sering disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Hutan hujan tropis yang luas terletak di pulau Kalimantan.

Ngomongin soal luas hutan Indonesia, menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luasnya mencapai 91,4 hektar atau 50,1 % dari luas daratan pada tahun 2019. Selain memiliki hutan hujan tropis yang luas di Kalimantan, ternyata negara ini  juga memiliki beberapa jenis hutan lainnya. Yaitu hutan bakau, hutan mangrove, hutan gugur, hutan lumut, hutan rawa, hutan musim, sabana dan stepa.

Kekayaan hutan Indonesia tidak terbatas pada keanekaragaman hayatinya saja, tapi juga keanekaragaman hewani yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. 

berwisata ke hutan kota tanpa meninggalkan sampah
berwisata ke hutan kota Deltamas. dokumen pribadi


Oh iya untuk hasil hutan Indonesia diantaranya kayu, damar, resin, minyak kayu putih dan masih banyak lagi.  Tentu saja #IndonesiaBikinBangga dengan #HutanKitaSultan ya. Namun kondisi hutan Indonesia saat ini bisa dikatakan tidak baik-baik saja.

 

Ancaman terhadap Hutan Indonesia Sudah di Depan Mata

Ditengah kebanggaan kita akan hutan Indonesia yang sangat kaya, ternyata terdapat berbagai ancaman yang sudah ada di depan mata,  seperti dibawah ini.

Deforestasi Hutan/Penggundulan Hutan

Deforestasi hutan oleh perorangan ataupun untuk industri ini sangat nyata. Pengalaman melihat sendiri deforestasi hutan pernah aku alami. Sewaktu kecil dan tinggal dengan nenek di salah satu desa yang tidak jauh dari hutan, aku terbiasa melihat warga yang dengan sengaja menebang pepohonan di hutan.

Suara gergaji mesin yang sedang menumbangkan pepohonan besar seringkali terdengar dari sisi lain bukit. Padahal setauku tempat itu merupakan hutan “tutupan” yang tidak boleh ditebang pohonya tetapi masih boleh diambil hasil hutannya seperti kemiri, merica bolong dan daun kayu putih. Kayu-kayu dari hutan kemudian dibawa ke dekat jalan raya untuk diangkut oleh truk-truk besar yang akan datang di hari-hari tertentu.

hutan di sekitar desa masih hijau
suasana pagi di desa Kalibiru, sekarang terlihat hutannya masih hijau karena sudah tidak ada deforestasi hutan. dokumen pribadi


Akibat dari deforestasi hutan yang sudah terjadi bertahun-tahun, desa nenek seringkali kekurangan air bersih di musim kemarau. Perbukitan menjadi gersang dan warga tidak bisa bercocok tanam karena kekeringan. Nah baru pada tahun 1996 diresmikan bendungan atau waduk Sermo, yang digunakan untuk menampung air hujan dan dapat menyuplai air bersih ke desa tempat nenek tinggal.

 

Pencemaran Hutan dengan Sampah

Sekarang hutan di desa nenek sudah berubah menjadi tempat wisata yang terkenal. Namun seperti masalah pada umumnya yaitu sampah di hutan semakin banyak. Pencemaran hutan dengan sampah ini sangat membahayakan kelangsungan ekosistem hutan loh. 

Menurut Waste4change sampah anorganik yang sulit terurai akan membuat lapisan tanah susah ditembus oleh akar tanaman. Jadi tanamannya sulit tumbuh dengan baik. Selain itu sampah yang menumpuk dapat menghalangi air hujan untuk menembus ke dalam tanah sehingga menghambat proses penyerapan mineral. 

Nah dampak jangka panjangnya tentu saja akan menyebabkan berkurangnya mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah. Sampah juga dapat mencemari sumber air yang ada di hutan. Kalau airnya sudah tercemar, tentu tidak bisa dikonsumsi oleh kita karena akan menyebabkan penyakit seperti kolera, diare disentri dan lainnya.

 

Kebakaran Hutan

kebakaran hutan. Gambar oleh Ylvers (Pixabay)

Kebakaran hutan di Indonesia seringkali menyita perhatian dunia. Bahkan Wahli sampai menuliskan  kebakaran hutan ini sudah seperti agenda tahunan. Setiap memasuki musim kemarau di Indonesia, pasti ada saja hutan yang terbakar. Menurut harian Republika, dari awal tahun 2022 sampai tanggal 27 Juli 2022 sudah terjadi 131 peristiwa kebakaran hutan dan lahan. 

Kebakaran hutan mengakibatkan punahnya flora dan fauna yang tinggal di hutan, serta berdampak langsung pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Selain itu asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan infeksi mata.

 

Perburuan Satwa Liar

Hutan merupakan rumah untuk berbagai jenis flora dan fauna, termasuk satwa liar. Nah perburuan satwa liar ini tentu akan membuat ekosistem di hutan menjadi tidak seimbang. Nah jika ekosistemnya saja tidak seimbang, tentu saja akan berpengaruh ke rantai makanan.

Ya misalnya gini deh, kalau monyet yang biasanya makan buah-buahan di hutan sudah habis diburu, nanti siapa yang akan membantu penyebaran biji-bijian di hutan. Terus predator puncak mau makan apa kalau monyet sebagai salah satu makanan mereka udah nggak ada?

Bahaya yang mengancam dari perburuan satwa liar lainnya adalah penyakit zoonosis. Bisa saja bakteri yang menempel di salah satu hewan liar itu kelihatannya tidak berbahaya bagi hewan tersebut. Tetapi ternyata sangat berbahaya bagi manusia dan menyebabkan penyakit yang sulit diobati.

 

Langkah Kecil Untuk Menjaga Hutan Indonesia dimulai dari Keluarga

Mengingat berbagai macam ancaman terhadap hutan Indonesia, berikut ini beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Mengurangi Penggunaan Kertas dan Tissue

Tau nggak sih kalau untuk produksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon yang sudah berusia 5 tahun dan 40 lembar tissue dibuat dari 1 pohon yang berusia 6 tahun? Bisa terbayangkan kalau dalam 1 bulan penggunaan kertas atau tissue kita tuh dari berapa pohon?

Setelah membaca beberapa artikel yang membahas tentang dampak penggunaan kertas dan tissue bagi hutan, aku semakin yakin untuk mengurangi pembelian kedua benda ini.

Sampai saat ini aku selalu mengajak si kecil untuk menggunakan tissue seminimal mungkin. Kalau habis cuci tangan sebisa mungkin dikeringkan menggunakan handuk atau lap saja, tidak perlu pakai tissue. Selain itu keluargaku juga memanfaatkan kertas bekas dari kantor. Kertas bekas itu biasanya digunakan si kecil untuk belajar mewarnai, menggambar dan menulis huruf. 

Kalau sudah penuh dengan coretan si kecil, kertas bekas akan berpindah ke dapur untuk dijadikan alas kompor. Semua ini kami lakukan #UntukmuBumiku

 

Tidak Meninggalkan atau Membuang Sampah Sembarangan di Hutan

Semakin banyak hutan yang dibuka untuk tempat wisata, tempat berkemah dan sebagainya seringkali membuat masalah baru yaitu sampah yang ditinggalkan. Bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan saat mengunjungi hutan ini penting sekali untuk menjaga kelestarian hutan.

Jalan-jalan ke hutan tanpa meninggalkan sampah
jalan-jalan ke hutan tanpa meninggalkan sampah. dokpri

Saat aku mengajak si kecil naik ke hutan wisata yang ada di tempat nenek, biasanya kami menjadi #TeamUpforImpact dengan membawa bekal minum sendiri pakai tumbler dan meminimalisir sampah. Kalaupun ada bekas tissue yang habis digunakan buat ngelap keringat, biasanya dimasukin saku aja sampai nanti dibuang saat menemukan tempat sampah.

Tidak Memelihara Satwa Liar

harimau sumatera yang terancam punah nggak usah dipelihara di rumah. kalau pengen banget kan bisa pelihara kucing aja yang masih satu family sama harimau. dok : Annabel_P (pixabay)

Nah ini juga sangat penting, satwa liar rumahnya di hutan dan keberadaanya menjadi ekosistem keseimbangan hutan. Jadi tidak usah “aneh-aneh” memelihara satwa liar di rumah, cukup pelihara hewan yang sudah didomestifikasi saja seperti kucing, anjing dan hewan ternak. 

Berbagai artikel dan thread twitter yang ditulis oleh orang yang berkompeten di bidangnya seperti drh Purbo sudah cukup menjelaskan bahwa hewan liar punya fungsi penting dalam keseimbangan ekosistem.

 

Berdonasi

Untuk menjaga kelestarian hutan, kita juga bisa berdonasi untuk hutan. Namun donasi itu nggak dibatasi dengan uang saja lho. Sekarang dengan mendengarkan sebuah lagu juga sudah bisa berdonasi. Loh kok bisa? Ya bisa dong. 

Makannya yuk luangkan waktu untuk mendengarkan lagu yang berjudul “Dengar Alam Bernyanyi” di Spotify atau Apple Music karena royalti dari lagu tersebut akan digunakan untuk perlindungan hutan di Indonesia.

 

Hutan difungsikan sebagai tempat wisata alam
hutan difungsikan sebagai tempat wisata alam, namun harus terus dijaga kelestariannya. dokpri

Hutan Indonesia tuh sangat luas, bahkan mencapai 50,1% dari total daratan. Namun berbagai ancaman terhadap hutan terlihat sangat nyata, di depan mata kita.  Oleh karena itu diperlukan berbagai langkah kecil yang bisa kita mulai dari lingkup keluarga seperti mengurangi penggunaan tissue dan kertas, tidak meninggalkan sampah di hutan, tidak memelihara satwa liar dan meluangkan waktu untuk mendengarkan lagu #DengarAlamBernyayi di Spotify atau Apple music karena royalti lagu tersebut akan digunakan untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia. 

Jadi yuk kita bergandengan tangan untuk menjaga hutan Indonesia dimulai dari lingkup terdekat yaitu keluarga. 

 



Referensi :

https://lindungihutan.com/blog/9-jenis-hutan-dan-ciri-hutan-di-indonesia/

https://travel.detik.com/travel-news/d-5800615/apakah-indonesia-masih-menjadi-paru-paru-dunia.

https://www.republika.co.id/berita/rfrdis485/sudah-131-kebakaran-hutan-terjadi-tahun-ini

https://waste4change.com/blog/bagaimana-sampah-memengaruhi-hutan-dan-sumber-air/

https://www.walhi.or.id/kebakaran-hutan-dan-lahan-menolak-lupa-terhadap-kejahatan-korporasi

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2014/Dampak-Penggunaan-Kertas-dan-Tisu-Bagi-Hutan/?amp