Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kolaborasi Pentahelix, Langkah Strategis Untuk Atasi Kusta

Tidak ada komentar

 

Kolaborasi pentahelix merupakan langkah strategis untuk mengatasi kusta
Kolaborasi pentahelix, langkah strategis untuk mengatasi kusta. Dok : Canva

Hari kesehatan sedunia yang bertema " Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta" diperingati pada tanggal 7 April 2022, mengajak kita untuk kembali menyadari betapa pentingnya kesehatan.

Penyakit kusta memang tidak eksis di media karena gaungnya kurang terdengar. Padahal Indonesia masih menempati peringkat ke 3 di dunia sebagai penyumbang penderita kusta, dengan jumlah 17.000 kasus per tahun. Seringkali kita bahkan lupa kalau ada penyakit tropis yang bernama Kusta di lingkungan sekitar.

Selain itu, penderita kusta masih sering mengalami stigma negatif dan diskriminasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu kita perlu melakukan kolaborasi pentahelix lintas sektor, dengan tujuan memberantas penyakit kusta sampai tuntas.

Kusta, Penyakit Menular yang Paling Tidak Menular

Penjelasan tentang penyakit kusta oleh dokter Flora Spkk
dr. Flora menjelaskan tentang penyakit kusta. 


Dikutip dari laman Alodokter Kusta disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycrobacterium leprae. Kusta ini dapat menyerang jaringan kulit, syaraf tepi dan bahkan sampai ke jaringan pernapasan. Kusta ditandai dengan mati rasa pada tungkai dan kaki, selanjutnya akan diikuti dengan munculnya lesi pada kulit. 

Menurut Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Sp.KK, M.Kes, Dipl-STD HIV FINSDV - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), kusta adalah penyakit menular yang paling tidak menular. 

Artinya apa? Penularan kusta terjadi melalui kontak erat dengan penderita kusta yang belum diobati dalam jangka waktu yang lama. 

"kusta bisa menular apabila kontak erat dengan penderita kusta yang belum diobati. Ya kurang lebih kalau kontak eratnya selama 5 tahun. Kalau penderita kusta sudah berobat, tentu tidak menular", papar dr. Flora dalam pebincangannya. 

Penderita kusta pasti sembuh, syaratnya  harus sudah berobat secara tuntas ke dokter. Ketika penderita kusta mempunyai imunyang bisa merespon dengan baik, penyakit tropis ini bisa sembuh dalam waktu 6 sampai 9 bulan. Namun jika imun sudah merespon tidak baik, penderita kusta akan tetap bisa sembuh. Hanya saja waktunya lebih lama yaitu sekitar  2 tahun. Itupun dengan catatan pengobatan yang dilakukan sudah tepat, teratur dan sampai tuntas. 

Penderita kusta jika sudah minum obat, sudah tidak menjadi sumber penularan. apalagi saat ini obat untuk penderita Kusta bisa didapatkan di Puskesmas seluruh Indonesia dengan gratis. 

Selain itu, menurut dokter Flora saat ini belum ditemukan penelitian mengenai penularan penyakit kusta ke janin yang dikandung ibu hamil. 

Seperti yang sudah dituliskan diatas bahwa media kurang menyoroti tentang kusta, menurut R Wisnu Saputra, S.H., S.I.Kom - Jurnalis/Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Bandung, media sudah seharusnya menekankan kepada isu-isu kesehatan terutama fokus kepada penyandang disabilitas kusta. 

Selain itu, kita sebagai masyarakat juga harus lebih hati-hati dengan banyaknya informasi yang beredar. Jangan sampai mendapatkan informasi yang salah tentang kusta, yang akhirnya mengakibatkan diskriminasi terhadap penderita kusta. 

"Masyarakat awam biasanya dapat informasi dari mulut ke mulut. Jadi harus cari info yang valid dulu sebelum sharing", ujar R. Wisnu dalam pemaparannya. 


Cara yang Dapat Kita Lakukan Untuk Mengurangi Stigma dan Diskriminasi Penderita Kusta


Diagnosis Dini dan Pengobatan yang Tepat

Setelah mengenal tentang penyakit kusta, diagnosis dini dan pengobatan yang tepat menjadi salah satu cara yang efektif untuk menanggulangi kusta. Lingkungan terdekat harus mendorong penderita kusta untuk berobat agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Dokter Flora juga menambahkan bahwa penyakit kusta bukan hanya ranah dokter spkk, namun kolaborasi antara dokter umum, ahli kesehatan masyarakat dan perawat. 


Kolaborasi Pentahelix Lintas Sektor

Diskusi publik KBR mengenai kolaborasi pentahelix untuk mengatasi kusta
Diperlukan kolaborasi pentahelix untuk memberantas kusta. 

Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama dan sangat menyeluruh. Kesehatan tidak hanya meliputi kesehatan fisik, namun juga mental, sosial dan spiritual. 

Oleh karena itu diperlukan kolaborasi Pentahelix dari berbagai pihak lintas sektor. Seperti yang sudah dilakukan KBR untuk memberikan informasi yang benar tentang kusta kepada masyarakat melalui siarannya, yang menghadirkan dr. Flora dan R. Wisnu sebagai pembicara. 

Kerjasama pentahelix lintas sektor diharapkan mampu mendorong penderita kusta untuk memeriksakan diri ke tenaga medis sekaligus untuk mengurangi stigma dan diskriminasi yang terjadi di masyarakat. Contoh nyata kerjasama lintas sektor itu adalah upaya bupati Pasuruan yang membentuk program Surya Mas Jelita. Program ini dibentuk untuk mengendalikan dan mengeliminasi penyakit kusta. 

Kerjasama yang melibatkan tokoh masyarakat dan agama juga sangat dibutuhkan untuk memberantas stigma negatif bagi penderita kusta, sekaligus mengendalikan penyebaran kusta di masyarakat. 






Kulit Gatal Kemerahan, Mungkin Dermatitis?

Tidak ada komentar

 

Mencuci tangan akan menjadi sebuah kegiatan yang menyakitkan bagi penderita Dermatitis
Mencuci tangan akan menjadi sebuah kegiatan yang menyakitkan bagi penderita Dermatitis. Dok : Pixabay

Aktifitas sehari-hari menjadi terganggu saat kulit kita bermasalah. Seperti masalah kulit terasa gatal dan kemerahan, yang bisa jadi merupakan gejala terkena dermatitis. Saat mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan seperti aku, yang harus mengalami masa-masa sulit untuk sekedar mencuci tangan. 

Awal Kena Dermatitis, Dikira Kena Kutu Air

Cuci piring terasa menyiksa bagi penderita Dermatitis
Cuci piring terasa menyiksa bagi penderita Dermatitis. Dok : Pixabay

Memiliki wastafel cuci piring yang lebih kecil dari rumah lama membuatku semakin sering mencuci piring. Soalnya kalau tidak segera dicuci, nanti piring kotor akan numpuk di wastafel. Tidak cuma itu aja, sejak sembuh dari Covid aku juga semakin sering mencuci baju. Dalam sehari bahkan bisa mencuci baju sampai 4 kali supaya tidak ada lagi kasus virus masuk rumah gara-gara nempel di baju. Namun dibalik terlalu sering melakukan kegiatan cuci-mencuci, ternyata ada kulit yang tersakiti. Bahkan untuk mencuci tangan pun harus meringis merasakan perihnya kulit yang kena air dan sabun. 

Pertama muncul rasa gatal dan kemerahan di sela-sela jari tangan, mirip seperti kutu air. Karena gejalanya mirip kena kutu air, jadi aku obati dengan salep 88. Rasa hangat yang ditimbulkan salep 88 seketika membuat gatal-gatal itu hilang. Namun setelah rasa hangatnya reda, gatal-gatal itu muncul lagi. Bahkan setelah beberapa hari penggunaan salep 88 secara rutin, kulit tidak membaik.

Gatal pada kulit yang tak kunjung sembuh membuatku mencari obat alternatif lainnya. Obat alami untuk membasmi kutu air seperti bawang putih dan soda kue yang tersedia di rumah aku coba gunakan untuk meredakan gatal. Namun lagi-lagi hasilnya NIHIL. Soda kue tidak memberikan efek apapun dan bawang putih ternyata justru membuat keadaan kulitku semakin memburuk. Bahkan untuk sekedar mencuci piring aku harus menahan rasa sakit dan menggunakan sarung tangan plastik.

Konsultasi Online ke Dokter

Konsultasi ke dokter secara online menjadi pilihan saat pandemi
Konsultasi dokter secara online. Dok : Pixabay

Rasa gatal yang bercampur pedih pada kulit terasa sangat menganggu. Namun aku masih enggan bertemu dokter di masa pandemi. Akhirnya aku mencari jalan lain dengan memilih konsultasi dokter melalui aplikasi Alo Dokter dan Klik Dokter. 

Hasil konsultasi dari Alo Dokter berupa saran untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit. Sementara itu hasil konsultasi dari Klik Dokter adalah saran penghentian penggunaan bawang putih dan dokter memberikan resep obat untuk mengurangi rasa gatal. Tapi saat melihat harga obat yang diresepkan, aku mengurungkan niat untuk menebusnya. Aku pikir pasti ada obat generiknya yang harganya lebih terjangkau. 

Masih dengan keyakinan kena kutu air, aku kembali mencoba salep kutu air yaitu Fungiderm. Harapannya tentu saja dengan salep yang cocok, kondisi kulit akan membaik. 

Namun setelah penggunaan rutin selama 1 minggu hasilnya NIHIL dan rasa gatal hebat sering menyerang di malam hari sampai membuatku susah tidur. Aku sempat berpikir apakah mungkin terkena scabies dan membayangkan ribuan kutu hidup dibawah kulit. Ngeriiiiii….!!!  

Memutuskan Bertemu Dokter di Klinik 

Dermatitis berupa kulit gatal dan kemerahan
Dermatitis di tangan seperti yang aku alami. Dok : Alo Dokter

“Pi, aku menyerah! Besok pagi harus ke dokter”, ucapku pada Kanjeng Papi saat kami membicarakan keadaan kulitku yang tak kunjung membaik.  

Di masa pandemi berangkat ke klinik untuk sekedar bertemu dokter itu rasanya seperti mau perang. Masker dobel tidak lupa digunakan dan handsanitizer jangan sampai ketinggalan. Beruntung sekali pagi itu klinik masih sepi jadi bisa cepat bertemu dokter.

“dok jangan-jangan aku kena scabies?”, aku ungkapkan kekhawatiranku semalam pada dokter. 

Namun dokter hanya menggeleng dan bertanya, “nyuci baju pakai tangan? pakai detergent merk apa? “. 

Meskipun agak bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan dokter, aku tetap menjawabnya dengan jujur. Tidak lama kemudian dokter menjelaskan bahwa aku terkena Dermatitis. Deg! Pantesan dikasih obat kutu air nggak mempan.

Salep Betamethasone Valerate untuk meredakan peradangan pada kulit
Salep Betamethasone Valerate untuk meredakan peradangan pada kulit. Dokumen pribadi


Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang menimbulkan gejala mengganggu seperti ruam kemerahan serta kulit terasa gatal, kering dan bersisik. --Alodokter

Dermatitis merupakan penyakit kulit jangka panjang (kronis) yang tidak berbahaya. Gejala yang muncul biasanya berupa gatal-gatal pada kulit, namun jika digaruk terus menerus akan menimbulkan luka pada kulit sehingga terjadi infeksi. Kadang-kadang Dermatitis juga disertasi dengan bruntusan kecil yang berisi cairan (blister) atau retakan kulit di bagian dalam yang menimbulkan rasa nyeri (fisura). --Halodoc

Dokter kemudian memberikan resep obat yang terdiri dari antibiotik, obat pereda rasa gatal dan salep Betamethasone Valerate. Setelah mendapatkan obat, aku segera melangkah keluar klinik diiringi rasa kesal. 

“Kenapa nggak kemarin-kemarin ke dokter sih!”, umpatku dalam hati. 

Mendapatkan penanganan yang tepat menjadi kunci keberhasilan meredakan Dermatitis. Tiga hari setelah mengkonsumsi obat, rasa gatal sudah berangsur hilang dan hanya menyisakan kulit yang kasar kemerahan. Penggunaan salep secara rutin juga dapat membantu mengembalikan kelembaban kulit.

Penyebab Dermatitis Belum Diketahui

Sejak mengetahui terkena Dermatitis, aku mengganti merk deterjen dan sabun cuci piring serta membatasi intensitas untuk kegiatan yang sering bersentuhan dengan air dan sabun. Kalau terpaksa harus nyuci baju dalam jumlah banyak, ya tetep aku cuci sih. Tapi waktu udah selesai nyuci, aku langsung mengeringkan tangan dan menggunakan salep. 

Beberapa hari ini air PAM di rumah mati, jadi aku nyuci menggunakan air sumur yang ternyata lebih ramah di tangan. Kalau kata Kanjeng Papi mungkin karena air sumur tidak mengandung klorin seperti air PAM, jadi tidak membuat tanganku gatal dan kemerahan. Bersyukur sekali keadaan kulitku sekarang semakin membaik saat ini. 

Kurang lebih begitulah ceritaku saat terkena dermatitis. Pelajaran berharga kali ini adalah jangan pernah melakukan diagnosa sendiri jika terjadi sesuatu pada tubuh kita, termasuk gatal dan kemerahan yang seringkali dianggap sepele. Jika gatal dan kemerahan terasa mengganggu sebaiknya segera bertemu dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah teman-teman pernah merasakan kulit gatal-gatal seperti aku? Terus penanganannya gimana? Ceritanya aku tunggu di kolom komentar ya. 

Kuku Lepas Karena Kecelakaan, Apakah Harus ke Dokter?

2 komentar

 

Kuku pada jari kaki
Edited by me using Canva.
Pic : Canva

Sekitar bulan Februari yang lalu, kuku jempol kakiku lepas karena kecelakaan. Ceritanya saat itu aku akan menggeser motor, tetapi karena kurang hati-hati tersandung standar motor yang membuat kuku jempol kakiku terlepas. 

Kukunya hanya terlepas sebagian, tapi justru itu yang membuat sakitnya terasa sampai ke ubun-ubun. Jempol kaki terasa berdenyut kencang dan darah tercecer kemana-mana. Tapi kuku yang terlepas harus dipotong karena jika tidak dipotong akan melukai kulit dibawah kuku yang sedang berdarah-darah. Ini pengalaman pertama kali dalam hidupku kuku jempol kaki terlepas. 😭


Tidak Ada Dokter di Hari Minggu

Dokter perempuan
Dokter yang menanganiku mirip difoto ini.
dok : Pixabay

Sialnya lagi kuku lepas terjadi di hari Minggu, saat dokter di klinik tidak ada. Sedangkan perawat tidak bisa menangani kasusku karena diluar SOP-nya. Selain itu betadine yang tersedia di rumah sudah expired dan aku hanya dirumah berdua dengan si kecil.

Akhirnya aku memberanikan diri memotong kuku yang terlepas sambil menumpahkan air mata sederas-derasnya. Kemudian luka dibersihkan dengan alkohol dan ditutup menggunakan kassa steril. Sampai sekarang rasanya jempol kakiku masih berdenyut saat membayangkan kejadian kuku kaki terlepas.


Konsultasi Online Terus ke Klinik

Konsultasi online. Dok : tripzilla.id

Setelah rasa shock agak reda, aku mencoba berkonsultasi online dengan dokter melalui Halodoc. Nah dari konsultasi tersebut dokter tetap menyarankanku untuk ke klinik. Akhirnya hari Senin aku datang ke klinik pagi-pagi dengan harapan segera ditangani dokter. Sayang sekali dokter umum saat itu tidak mau menangani luka (entah karena bukan kompetensinya atau gimana, pokoknya perawat sudah memberitahukan bahwa dokter yang jaga pagi itu tidak mau menangani kasusku) dan aku akhirnya disuruh datang lagi sore hari demi bertemu dokter lainnya. Ingin menangis sekaligus kesal tapi bagaimana lagi aku butuh dokter.


Kembali ke Klinik di Sore Hari

Klinik kesehatan
Dok : doctortool

Sore hari aku kembali ke klinik dan beruntung sekali dokter muda yang aku temui bisa menangani kasusku. Sambil menyiapkan peralatan, dokter mulai berbincang denganku.

" Ini kejadiannya kapan?", tanya dokter muda yang ternyata berdinas di RS Panti Rini. 

"Kemarin dok, tapi kan aku ga bisa langsung ke klinik. Hari Minggu kan gak ada dokter", jawabku sambil merinding melirik jarum suntik.

" Sebenarnya pas habis kejadian bisa langsung dibawa ke UGD rumah sakit loh. Punya BPJS kan?", kembali dokter muda itu bertanya.

" Punya BPJS kok Dok. Owalah kirain gak bisa, padahal aku nunggu klinik buka. Tapi ya gimana Dok, aku cuma sama si kecil kalo ke RS nanti kasian dia," jawabku sambil menunjuk si kecil yang sibuk memperhatikan peralatan di ruang dokter. 

"Wis gak apa-apa yang penting sekarang sudah di klinik untuk ditangani", jelas dokter itu menenangkan. 

Sejujurnya aku memang tidak tau kalau kejadian seperti kuku lepas ini masuk ke dalam kategori gawat darurat yang bisa ditangani oleh UGD rumah sakit. 

Kalau aku tahu, mungkin aku sudah masuk UGD malam itu dan tidak usah merasakan semalam bersama jempol kaki yang berdenyut.😅 

Oke habis ini mari kita mempelajari kriteria gawat darurat yang bisa dicover BPJS. 


Menahan Sakitnya Disuntik

Alat suntik yang membuatku merinding ketakutan
Alat suntik yang bikin merinding
Dok : pixabay

Aku memejamkan mata sambil menahan sakitnya jarum suntik yang menembus kulit jempol kaki. Jarum suntiknya tentu lebih besar dari jarum suntik biasa. Saat aku meringis kesakitan, si kecil sempat ikut menangis. Tapi aku jelaskan bahwa dokter tidak menyakitiku, justru dengan cara seperti ini supaya jempol kakiku segera sembuh.


Luka Dibersihkan dan Sisa Kuku Dipotong

Jari kaki diperban
Jempol kakiku akhirnya diperban seperti foto ini.
Dok : detik.com

Menurut Alodokter, ekstraksi kuku atau Avulsi kuku merupakan tindakan bedah ringan yang dilakukan dokter. Oleh karena itu dokte perlu memeriksa luka lebih dulu sebelum melakukan tindakan bedah ringan.

Namanya bedah ringan pasti dibius ya. Nah setelah dibius, luka dibersihkan dengan cairan infus. Kemudian sisa kuku yang belum terlepas segera dipotong. Luka kemudian dikompres dengan kassa steril yang sudah dibasahi dengan cairan infus. Kemudian luka dibalut lagi dengan kassa steril + perban dan tidak boleh kena air. Selain itu aku diberikan obat pereda rasa sakit seperti asam mefenamat.


Pergantian Perban Oleh Dokter

Dokter melalukan tindakan medis dan membersihkan luka pada kuku kaki yang lepas
Dok : Alodokter

Penggantian perban harus dilakukan oleh dokter dalam minggu-minggu pertama pasca bedah ringan. Jadi 3 hari sekali aku selalu mengunjungi klinik di jam untuk bertemu dokter yang sama. Pada minggu selanjutnya, setelah perkembang lukannya cukup baik dan tidak bernanah, maka kontrol bisa dilakukan lima hari sekali.  

Saat kontrol terakhir, luka sudah mulai kering dan aku merasakan gatal di sekitar jempol kaki. Dokter memberi kabar baik bahwa gatal-gatal itu pertanda cikal bakal kuku sudah mulai terbentuk jadi tidak boleh digaruk. 


Diberikan Salep Antibiotik

Salep antibiotik untuk kuku lepas
Salep antibiotik untuk luka (akibat kuku terlepas) yang diberikan dokter.
Dokumen pribadi


Setelah luka kering, perawatan bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Dokter memberikan salep antibiotik untuk kuku lepas bernama Gentamicin Sulfate 0,1 %. Salep ini termasuk obat generik dengan lambang merah yang berarti obat keras, pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaanya sesuai dengan saran dokter. 


Kuku yang Lepas Bisa Tumbuh Lagi

Kaki dengan kuku yang sehat
Kuku kaki itu punya peran penting. 
Dok : pixabay

Hal yang paling sering ditanyakan saat kuku lepas adalah berapa lama kuku akan tumbuh lagi? 

Nah menurut dokter yang merawatku, kuku yang lepas bisa tumbuh kira-kira 6 bulan sejak kita merasakan gatal-gatal di sekitar kuku yang lepas. Tapi kuku akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan jika kita mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi. 

Pertumbuhan Kuku Lebih Cepat dari Perkiraan

Aku sangat bersyukur kuku jempol kakiku tumbuh lebih cepat dari perkiraan dokter. Dari pengalamanku tadi jika terjadi kuku lepas, sebaiknya segera kunjungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pokoknya jangan lelah untuk mengikuti saran dokter dan telaten merawat luka pasca kuku lepas ya. Dan jangan lupa jaga kuku baik-baik karena kalau kehilangan baru terasa sakitnya 💔 

Apakah teman-teman punya pengalaman kuku lepas seperti aku? Kalau iya, bisa sharing di kolom komentar ya.😊

Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Tes IVA di Puskesmas Kalasan

Tidak ada komentar


Sumber : P2PTM Kemenkes

Tirto.id --Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk dan kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.



"Dek, besok pagi ada tes IVA. Mau ikut nggak? Kalau mau, besok langsung datang saja ke Puskesmas Kalasan pagi-pagi, " kata ibu saat kami menginap di rumahnya malam itu, di penghujung Oktober.  Sebenarnya besok ibu masak-masak dan aku ingin membantu, tetapi tes IVAA juga penting.

"Besok ada yang bantuin ibu masak kok, tenang aja ada pasukannya", jawab Kanjeng Papi (suamiku) saat aku mengutarakan kegalauanku untuk ikut tes IVA.

Sebelum mengenal tes IVA, sebenarnya aku lebih dulu mengenal tentang papsmear. Tahun lalu aku sudah ikut papsmear jadi tidak terlalu takut untuk membayangkan tes IVA. 

Pengalaman Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di Puskesmas Kalasan

Suasana ruang tunggu
puskesmas Kalasan.
Dok : Dwi Janto


Mengunjungi puskesmas tanpa informasi yang jelas mengenai tes IVA sebenarnya membuatku dag dig dug. Ya takutnya udah masuk puskesmas tapi  salah informasi kan zonk banget. Malunya itu loh dilihat orang banyak. 😅

Menginjakkan kaki di puskesmas Kalasan, aku disambut oleh petugas yang berjaga di nomor antrian. Ya nomor antrian di puskesmas Kalasan udah pake print-printan kayak di bank itu loh. Tapi kadang ada yang membutuhkan bantuan untuk ambil nomor, jadi ada petugas yang jaga deh. Aku tidak diberikan nomor antrian oleh petugas, tetapi langsung diarahkan ke ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Di dalam ruang KIA terlihat ada 2 orang petugas medis yang berkutat dengan formulir di meja. Kemudian aku diberikan satu formulir yang harus diisi identitas dan tentunya nomor BPJS.

Lupa Membawa Kartu BPJS

Beruntung sekali aku punya aplikasi mobile JKN jadi waktu nggak bawa kartu BPJS bisa liat nomor BPJS-nya di aplikasi ini. Setelah mengembalikan formulir kepada petugas medis, aku diminta untuk menunggu di ruang tunggu puskesmas.
"Nanti dipanggil bu, "kata petugas saat aku mengembalikan formulir tersebut.

Tes IVA itu Apa?

Dok : Kemenkes


Tes IVA adalah sebuah tes untuk mendeteksi dini kanker serviks yang relatif mudah dilakukan dan memberikan hasil yang cepat. Pemeriksaan dilakukan dengan cara meneteskan asam asetat ke permukaan mulut rahim.

Tingkat keakuratan tes IVA sekitar 61%, jauh dibawah tingkat keakuratan papsmear. Walaupun demikian, tes IVA ini dianggap lebih efisien karena memberikan hasil yang cepat dan bisa dilakukan di klinik atau puskesmas terdekat dengan biaya terjangkau.

Masuk ke Ruang Periksa


Saat mendengar namaku dipanggil, aku segera masuk ke ruang KIA. Kemudian bidan melalukan tes IVA yang ternyata tidak semengerikan kata orang-orang. Hampir mirip seperti saat papsmear atau pasang IUD.

Langkah-langkah tes IVA antara lain :

1. Berbaring dengan posisi kaki terbuka seperti saat akan melahirkan.

2. Dokter/Bidan akan memasukkan cocor bebek (spekulum) ke dalam vagina. Spekulum berguna untuk menahan mulut vagina agar tetap terbuka, jadi mulut dan leher rahim akan terlihat.

3. Dokter/Bidan akan mengoleskan cairan asam asetat menggunakan kapas yang digulung (mirip cutton bud) ke permukaan jaringan leher rahim kemudian setelah satu menit hasilnya akan terlihat.

Hasil Tes IVA


Bersyukur sekali hasil tes IVA milikku normal karena tidak ada perubahan warna. Jika terjadi perubahan warna, itu tandanya jaringan serviks tidak sehat jadi akan ada penanganan lebih lanjut dari puskesmas. Kemudian bidan menyarankan untuk mengulang tes IVA lagi 3 tahun lagi.

Hasil tes IVA milikku.
Dokpri


" Kalau mau tes IVA tapi BPJSnya beda faskes juga bisa kok, puskemas Kalasan melayani tes IVA dengan biaya sebesar Rp 20.000", jelas bu bidan saat aku menanyakan kisaran biaya tes IVA.

Dok : Kemenkes



Diajarin SADARI Oleh Bidan

Dok : Kemenkes

Ternyata para ibu-ibu yang ikut tes IVA juga dapat info penting tentang SADARI (periksa payudara sendiri) untuk mendeteksi dini kelainan pada payudara setelah selesai tes IVA. Ibu-ibu diajak praktek SADARI secara langsung oleh bidan di ruang KIA, tidak cuma mendengarkan cerita Bidab saja. 



Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa mengikuti tes IVA karena kesehatan reproduksi wanita juga perlu diperhatikan demi masa depan.  Semoga dengan ceritaku ini, semakin banyak para ibu yang berani mengikuti tes IVA yang sama sekali tidak menakutkan.

Menjaga Kesehatan Lebih Baik daripada Mengobati

Periksa Gigi Gratis di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2019

Tidak ada komentar
Pembukaan BKGN UMY 2019.
 Dokpri


Suatu pagi tertanggal 11 November 2019.

Pukul 05.00 semburat fajar sudah menampakkan diri di ufuk timur. Ketika jarum jam dinding bergerak, saat itu pula hiruk pikuk suasana pagi akan segera terlihat.

Berbekal pengalaman kehabisan kuota saat BKGN UGM 2019, aku tidak mau mengalami hal yang sama di BKGN UMY 2019. Oleh karena itu, bangun pagi adalah solusi terbaik. Udah mirip rutinitas anak sekolahan deh tiba-tiba harus bangun pagi terus mandi. 😅

Pengalaman masa kecil yang sering sakit gigi sudah aku ceritakan di Artikel sebelumnya. Nah termotivasi dari pengalaman tersebut, aku membawa si kecil untuk ikut periksa gigi di BKGN UMY 2019. Aku juga sengaja memilih hari pertama untuk datang ke BKGN agar si kecil tidak bosan menunggu nomor antrian untuk bertemu dokter.

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) UMY 2019

Asisten Brand Manajer Pepsodent
memberikan sambutan.
Dokpri

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) merupakan komitmen Unilever melalui brand Pepsodent untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat luas. Hal ini disampaikan oleh Asisten Manager Pepsodent saat membuka BKGN UMY 2019. Tema BKGN tahun 2019 ini  adalah Indonesia Tersenyum. Harapannya anak-anak Indonesia terbebas dari gigi berlubang agar percaya diri saat tersenyum. Pahlawan senyum tidak hanya dari kalangan ekspert tetapi dimulai dari keluarga dengan mengajarkan sikat gigi minimal 2x sehari.

Pemukulan gong oleh drg. Sugiyanti
 (perwakilan PDGI wilayah DIY)
sebagai tanda BKGN UMY 2019
 resmi dibuka. Dokpri


Target peserta BKGN 2019 sebesar 64.000, oleh karena itu BKGN menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi (AFDOGI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) dan universitas-universitas di seluruh Indonesia.
Jadwal BKGN 2019.
Dok : website pepsodent

Untuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, BKGN diadakan di dua tempat yaitu RSGM UGM dan RSGM UMY. 
Poster BKGN 2019.
Sumber : IG BKGN UMY 2019


BKGN UMY 2019 diselenggarakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (RSGM UMY) yang terletak di kompleks Asri Medical Center (AMC ) Jl. HOS Cokroaminoto no.17A Pakuncen,  Yogyakarta. Penyelenggaraan BKGN UMY 2019 dimulai dari tanggal 11 sampai 13 November 2019, dengan target 1200 peserta. Oleh karena itu BKGN menggandeng partner media & radio di Jogja.

Kompleks Asri Medical Center (AMC).
Dokpri



BKGN sebenarnya terbuka untuk umum, tapi banyak juga mahasiswa yang datang. Mungkin informasinya lebih cepat menyebar ke mahasiswa melalui media sosial seperti pesan beruntun di whatsapp.  Sementara itu masyarakat umum sepertiku mendapatkan informasi BKGN melalui akun instagram BKGN UMY 2019. Berbeda dengan ibu-ibu yang duduk di sebelahku, beliau bercerita bahwa mendapatkan informasi BKGN dari pesan beruntun yang diberikan  oleh mahasiswa UMY. 

Pengalaman Periksa Gigi di BKGN UMY

Poster BKGN UMY 2019.
Sumber : IG BKGN UMY 2019


Sebenarnya ini adalah tahun kedua bagi keluargaku periksa gigi di BKGN. Alasan memilih ikut periksa gigi di BKGN karena GRATIS dan tidak serumit menggunakan BPJS di klinik.

Sebenarnya BPJS mengcover tindakan skeling gigi  (membersihkan karang gigi) 1x dalam setahun, tetapi salah satu persyaratannya adalah harus ada indikasi medis, agar dokter gigi di klinik bisa langsung memberikan tindakan skeling. Singkatnya, kalau karang giginya sudah banyak banget dan sangat mengganggu  tuh baru bisa pakai BPJS untuk skeling. Oleh karena itu kami memutuskan untuk ikut BKGN saja yang tidak terlalu rumit syarat dan ketentuannya.

Nah untuk mengikuti periksa gigi gratis, syarat dan ketentuannya bisa dibaca di instastory BKGN UMY 2019.

Ada beberapa hal perlu dipersiapkan saat memutuskan untuk mengikuti periksa gigi gratis di BKGN.

1. Punya Waktu Luang

BKGN UMY 2019 memiliki target 1200 peserta dalam 3 hari. Itu artinya setiap hari paling tidak ada 400 peserta yang datang. Nah pengambilan kupon periksa gigi dimulai dari pukul 06.00, sementara jadwal buka layanan pukul 08.00,  jadi harus berangkat pagi-pagi untuk ambil kupon. Jarak dari rumah ke RSGM UMY memakan waktu sekitar 35 menit, jadi kami berangkat pagi-pagi sekali untuk ambil kupon.

Kupon BKGN-ku dan si kecil.
Dokpri


2. Kartu identitas (SIM/KTP)

Hari pertama BKGN UMY 2019 pelayanan dibuka pukul 09.00 karena ada acara pembukaan terlebih dahulu. Setelah acara pembukaan BKGN UMY 2019 selesai, peserta akan dipanggil sesuai nomor di dalam kupon. Sebelum menuju meja registrasi, kami mempersiapkan kartu identitas terlebih dahulu. Nah di meja registrasi, kartu identitasnya tinggal diberikan kepada petugas untuk mencatat identitas di form yang sudah disediakan. Petugas akan menanyakan beberapa hal seperti riwayat kesehatan, alergi dan keluhan yang dialami oleh peserta.

3. Sarapan

Oh iya kalau ke BKGN itu jangan lupa sarapan dulu. Kemarin setelah mendapatkan kupon periksa gigi di pukul 06.10 , kami kemudian membeli sarapan di Pasar Serangan yang tidak jauh dari RSGM UMY. Loh kenapa harus sarapan? Soalnya kami tidak sempat untuk sarapan di rumah. Selain itu BKGN antriannya banyak dan memakan waktu lama bisa bikin lapar, jadi sambil menunggu pelayanan dibuka bisa sarapan dulu.

4. Sabar

Nah sabar juga penting banget karena alur pelayanan BKGN sudah diatur sedemikian rupa sehingga semua bisa mendapatkan pelayanan dengan baik.


Alur Pelayanan BKGN UMY 2019


Registrasi


Alur pelayanan yang pertama kali setelah mendapatkan kupon adalah registrasi, kemudian form akan dibawa oleh peserta menuju lantai 4 untuk bertemu dokter gigi.

Konsultasi ke Dokter Gigi


Di ruangan ini, ada banyak sekali dokter gigi yang standby. Si kecil dan aku mendapatkan dokter gigi dengan nomor 19 - 20. Sementara Kanjeng Papi mendapatkan dokter gigi yang berbeda meja denganku. Pertama si kecil dulu yang diperiksa, beruntung sekali dia mau membuka mulutnya saat dokter memeriksa keadaan giginya. Terlihat ada beberapa carries gigi di gigi seri bagian atas. Sementara gigi geraham masih aman-aman saja. Kemudian dokter menyarankan untuk segera ditambal di ruang tindakan khusus anak. Tindakan tersebut dituliskan ke dalam form yang kemudian diberikan ke pada petugas di depan ruang tindakan.

Sementara aku yang memiliki gigi sensitif ternyata sudah saatnya mendapatkan tindakan skeling. Iya sih sudah lama juga tidak skeling, mungkin ada 1 tahun. Menurut dokter karang gigiku tidak termasuk dalam kategori berat. Jadi aku berpikir tidak membutuhkan waktu lama untuk membersihkannya.

Dokter yang aku temui lumayan interaktif dan tidak merasa terburu-buru dalam melakukan komunikasi dengan pasiennya.

Tindakan Medis

Setelah bertemu dokter gigi
 kemudian form dibawa ke meja ini.
 dokpri


Selanjutnya ada petugas yang mengantarkan form ke meja-meja yang ada di dekat ruang tindakan. Peserta akan dipanggil satu persatu oleh petugas untuk masuk ke ruang tindakan.

Ruang tindakan. Dokpri

Di dalam ruang tindakan, ada 2 petugas yang akan menyambut. Salah satu petugas adalah koas (ko-assisten) yang sedang praktek di RSGM, sementara petugas yang satunya akan mengisi formulir yang kita bawa tadi.

Di ruang tindakan ini, aku bertemu dengan koas bernama Dwiky yang interaktif tetapi masih agak grogi karena menghadapi pasien pertama.
Sebenarnya aku sudah akrab dengan tindakan skeling, jadi aku tetap tenang saat beberapa kali gigi terasa ngilu. Beberapa kali dokter gigi senior terlihat mondar mandir di lorong sambil sesekali memeriksa pekerjaan koas.

Dari keterangan Dwiky, target peserta menyentuh angka 1200 dalam 3 hari membuat koas hanya memiliki waktu 30 menit untuk melakukan tindakan medis. 

"Ada injury time 15 menit sih mbak, tapi nggak tau kenapa ini kok tim saya yang disuruh cepat-cepat", keluhnya setelah selesai melakukan skeling.
Setelah itu dokter gigi senior akan diminta untuk cek ulang hasil skeling koas. Tanpa ada sepatah kata apapun, dokter senior itu langsung mengecek ulang lalu pergi.

Sementara itu Kanjeng Papi masih mendapatkan tindakan skeling di sebelah saat aku meninggalkan ruang tindakan dengan gigi yang sudah bersih.

Habis skeling itu rasanya gigi lebih bersih dan enteng aja.
Si kecil berfoto dengan ikon gigi BKGN
Dokpri

Setelah itu kami masuk ke ruang tindakan untuk anak-anak. Tadinya si kecil biasa aja tapi ternyata dia menangis saat melihat peralatan dokter gigi. Jadi kami memutuskan untuk pulang saja sambil mencari cara agar si kecil mau tambal gigi. Kami pulang saat adzan duhur berkumandang, jadi totalnya kami menghabiskan waktu sekitar 6 jam untuk mengikuti BKGN UMY 2019.

Sampai Jumpa di BKGN selanjutnya ya!






Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut itu Penting, Tapi………………

Tidak ada komentar

Periksa gigi. Doc : Alodokter

Aku tuh bosen sama yang namanya ngerasain sakit gigi! 👊 Makannya daripada ngerasain sakit, mending dirawat. Banyak-banyak cari informasi tentang perawatan gigi gratis atau dipakai BPJS-nya deh biar giginya jangan sampai rusak atau sakit.

Pernyataan diatas memang sering aku lontarkan kepada orang-orang di sekitarku saat salah satu dari mereka mengeluhkan sakit gigi. Kelihatan sadis ya? tapi mau bagaimana lagi kadang prioritas untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut itu diabaikan. Coba deh waktu merasakan sakit gigi, paling juga baru ingat ke dokter gigi kan? Atau malah beli obat alternatif yang tersedia di warung?😋

Waktu kecil, aku tuh akrab banget sama yang namanya sakit gigi, gusi bengkak sampai pipinya dikasih salonpas. Bosen banget rasanya tiap sakit gigi terus nggak bisa makan. Informasi tentang kesehatan gigi dan mulut juga sangat minim, soalnya orang tuaku sibuk bekerja sebagai buruh pabrik. Sebelum tinggal bersama orang tua, aku tinggal bersama nenek yang terbiasa memanjakan cucunya apalagi kalau cucunya nangis minta dibelikan permen.

opo wae dituruti sing penting bocah meneng*—itulah kira-kira prinsip nenek dalam merawat cucunya. Tetapi pada akhirnya prinsip ini juga yang membuatku akrab dengan sakit gigi.
Gigi berlubang.
Dok : Alodokter

Bertemu tenaga medis itu mahal—pemikiran kedua orang tuaku ini membuatku tidak akrab dengan dokter gigi sewaktu kecil. Bahkan kalau sakit gigi cukup mengkonsumsi obat-obatan warung pengurang sakit gigi atau salonpas ditempelkan di pipi (yang bikin pipinya gosong)😂. Serius aku pernah mengalami ditempelin salonpas di pipi waktu sakit gigi dan rasanya malu banget waktu ke sekolah. Aku mengenal dokter gigi  karena cabut gigi susu di puskesmas Dayeuhkolot sekitar tahun 1997.

Jadi pemikiranku saat itu kalau cabut gigi tuh ke dokter gigi, tapi kalau sakit gigi ya beli obat di warung.

Banyak orang memilih obat sakit gigi yang beredar di warung-warung terdekat karena mudah didapatkan, murah meriah, nggak pakai ribet harus antri dan bertemu dokter. Kalau ketemu dokter juga sakitnya nggak langsung sembuh, kira-kira alasan itu yang aku dapatkan saat teman atau saudara atau bahkan keluarga tidak mau ke dokter gigi waktu sakit gigi. Ada juga yang waktu sakit gigi ke dokter gigi, terus pas udah dikasih obat pereda nyeri plus disarankan untuk cabut gigi tapi setelah sembuh malah kabur. Padahal tindakan-tindakan yang dilakukan dokter gigi tersebut merupakan solusi untuk berhenti akrab dengan sakit gigi.
Dok : RSGM Maranata


Semakin bertambahnya usia, seorang anak perempuan tentu akan berusaha menjaga penampilannya. Di masa SMA, aku nggak mau lagi sakit gigi sampai gusinya bengkak dan bikin muka jadi benjol. Selain itu aku bosan dengan konsumsi obat-obatan warung. Akhirnya aku memutuskan untuk menghindari pemicu sakit gigi walaupun belum melakukan periksa gigi rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

Aku mulai mengurang minuman manis, tidak mengkonsumsi permen, tidak makan makanan manis dan tidak makan cokelat. Beberapa teman malah mengira bahwa aku diet karena sering memesan es jeruk tanpa gula, padahal demi bisa makan tanpa terganggu sakit gigi ya ampunnnn.😌

Bertemu Dokter Gigi karena Promo Skeling


Mungkin sekitar tahun 2011 aku memutuskan untuk bertemu dokter gigi di kinik gigi Dentes yang bertempat di Seturan. Selain karena promo skeling, aku merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan gigi dan mulut soalnya beberapa kali sikat gigi tuh berdarah. Eh kok pas banget habis gajian, jadi anggaran untuk ke dokter gigi tuh ada. Sebelum skeling juga aku sempat tanya-tanya ke teman soal skeling, nah dapat info kalau skeling itu sakit. Tapi demi kesehatan gigi dan mulut, keputusanku sudah bulat untuk melakukan skeling.

Hari yang ditunggu pun tiba, beruntung aku bertemu dokter yang sangat informatif dalam mengedukasi pasiennya. Kalau tidak salah beliau bernama dokter Ella. Skeling gigi pun dilakukan oleh dokter Ella dengan teliti sampai menghabiskan waktu 1 jam lamanya. Selain skeling, ternyata ada beberapa gigi gerahamku yang bolong juga dibersihkan. 

Dokter kemudian menyarankan untuk rontgen gigi ke laboraturium sebelum memutuskan gigi gerahamku akan dicabut atau ditambal. Hasil rontgen gigi mengindikasikan bahwa satu geraham kiriku tidak bisa diselamatkan alias dicabut. Sementara gigi geraham yang bolong lainnya masih bisa ditambal. Sejak saat itu aku jadi paham bahwa kesehatan mulut dan gigi juga harus diperhatikan, soalnya kalau bersih kan lebih enak untuk makan dan lebih percaya diri.

Dokter juga memberikan informasi bahwa skeling sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali, sama seperti periksa gigi rutin. 



Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Kepada Orang Terdekat


Kemudian di tahun 2013, aku memutuskan untuk memakai kawat gigi sehingga lebih intens bertemu dengan dokter gigi. sejak saat itu sakit gigi yang diakibatkan oleh gigi berlubang menjauh untuk selamanya. Cerita tentang pemasangan kawat gigi, kapan-kapan aku tuliskan ya. 😉

Tetapi dibalik kebahagiaanku yang sudah jauh-jauh dari sakit gigi, aku tidak bisa mengedukasi dengan baik tentang kesehatan gigi dan mulut kepada orang-orang terdekat.

Adikku yang pertama tidak bisa makan menggunakan geraham karena ternyata gerahamnya bolong. Suatu hari aku membawanya ke klinik gigi, penambalan dilakukan satu per satu sampai akhirnya adikku melanjutkan penambalan giginya di rumah sakit dekat rumah. Tetapi lagi-lagi karena adikku tidak mau mengurangi makanan/minuman manis dan aku tidak bisa mensuport dana untuk perawatan gigi, perawatan giginya tidak dilanjutkan.

Adikku yang kedua, giginya bertumpuk dan ibu belum mengantarnya ke klinik karena sibuk bekerja sementara adikku tidak mau berangkat sendiri demi giginya. Padahal keluargaku sudah memiliki BPJS aktif yang bisa digunakan untuk bertemu tenaga medis.

Ibu juga pernah merasakan sakit gigi karena beberapa giginya sudah tanggal dan hanya menyisakan akar. Tetapi belum juga mau memeriksakan diri ke klinik yang tertera di kartu BPJS. Bahkan ketika ada iklan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di televisi, aku sudah menginformasikan jadwal periksa gigi gratis kepada keluarga. Namun masih banyak alasan yang keluar ketika ku ajak ke BKGN.
BKGN UMY 2019. Dokpri


Sekali lagi edukasi kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting, tetapi kalau yang diedukasi saja tidak mau bergerak, ya kita bisa apa sih? 

Memberikan edukasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.



note :
* apa aja dituritun, asal anak nggak rewel/ diem

Insto Dry Eyes, Solusi Untuk Mata Kering

Tidak ada komentar

Insto Dry Eyes, selalu ada bersama make-up. Dokpri

Pernah merasakan mata terasa lelah saat menatap layar laptop atau smartphone?  Kalau aku sih jawabannya pasti pernah dong. Apalagi kalau kerjaan yang mengharuskan mata berhadapan dengan layar smartphone atau laptop. Rasanya mata sepet, mata pegel, bahkan kadang sampai mata terasa perih. Keadaan yang tidak nyaman seperti ini bagiku sangat mengganggu.

Gejala Mata Kering

Sebelumnya aku selalu berpikir bahwa tetes mata hanya untuk mata merah karena iritasi dan debu. Tidak pernah terpikirkan bahwa mata sepet, pegel dan perih itu merupakan gejala dari yang namanya mata kering. Aku pikir dengan memejamkan mata sebentar bisa mengurangi gejala mata kering. Tapi ternyata tidak sama sekali.  Gejala mata kering yang dibiarkan dalam jangka waktu lama juga akan ada dampaknya untuk kesehatan mata. Padahal mata kan panca indera yang sangat penting untuk manusia. Jadi sudah seharusnya gejala-gejala diatas diwaspadai sebagai gejala mata kering.

Mata pegel saat menatap layar komputer. Dok : kompas

Terus apa sih penyebab terjadinya gejala-gejala diatas?
Pertama, mata sepet bisa terjadi karena kita terlalu lama menatap layar smartphone seperti yang pernah aku rasakan. Lama-lama tatapan mata ke layar smartphone menjadi kabur alias ngeblur. Jarak antara mata kita dengan layar smartphone kan dekat, nah ini juga bikin mata sepet.
Kedua, mata pegel saat menatap layar komputer atau laptop. Ya, itu salah satu penyebab aku tidak terlalu suka menulis di depan komputer atau laptop soalnya walaupun udah pakai kacamata tetap saja mata terasa pegel. Padahal kadang untuk mengedit tulisan yang harus tayang, kan lebih enak lewat laptop atau komputer karena layarnya lebih besar.
Ketiga, mata perih bisa terjadi karena terlalu lama terpapar AC di dalam ruangan. Semasa kuliah aku sering merasakan mata sampai terasa perih karena terlalu lama di kelas berAC. Apalagi kalau kelas pagi, udah ACnya dingin banget masih merasakan mata perih. Hasilnya tidak bisa konsentrasi dengan mata kuliah yang diajarkan oleh dosen.

Bertemu dengan Insto Dry Eyes

Insto dry eyes masih aman di dalam dus. Dokpri

Setelah pernah mengalami gejala-gejala mata kering, aku akhirnya googling tentang cara menangani mata kering. Beruntung sekali aku bertemu dengan Insto Dry Eyes, solusi untuk mengatasi mata kering.
Insto Dry Eyes mengandung Hydroxtpropyl methylcellulose yang memberikan efek pelumas seperti air mata, sehingga mengatasi kekeringan pada mata dan mengurangi iritasi akibat kurangnya produksi air mata. Nah ada juga yang menyebutkan bahwa Insto Dry Eyes ini adalah air mata buatan. 😁 Aku sih setuju aja soalnya waktu diteteskan di mata itu rasanya hampir sama seperti saat kita mengeluarkan air mata.

Insto Dry Eyes ini kemasannya mini,
 jadi mudah dibawa kemana-mana.
 Dokpri


Enaknya lagi, Insto Dry Eyes mudah didapatkan dimana saja baik online maupun offline. Aku kemarin belinya sih offline aja di apotek terdekat dari rumah. Nah harganya juga terjangkau banget, berkisar 15ribuan aja udah bisa bawa pulang Insto Dry Eyes.

Keterangan exp date dan HET dari Insto Dry Eyes.
 Dokpri

Ngomongin soal kemasan, Insto Dry Eyes ini kemasannya mini (7,5ml). Jadi mudah dibawa kemana-mana karena nggak makan tempat. Aku biasanya bawa insto Dry Eyes di dalam pouch make up soalnya kan kecil, tinggal nyelip aja udah masuk pouch make up. Karena wanita itu nggak bisa lepas dari pouch make-up, dan menempatkan Insto Dry Eyes di pouch make up itu bikin tenang. Jadi sewaktu-waktu terasa ada salah satu gejala mata kering, langsung tetesin aja Insto Dry Eyes. Ah senengnya mata bisa melihat indahnya dunia tanpa gangguan sepet, pegel dan perih.
Bye Mata Kering!





Bebas Aktif dan Percaya Diri Bersama Uricran

Tidak ada komentar
Privé Uri-cran memberikan solusi untuk penderita anyang-anyangan. Dokpri

Pengalaman Pribadi Terkena Anyang-Anyangan

Pernah mendengar istilah anyang-anyangan? Atau malah sudah pernah mengalami anyang-anyangan? Kalau aku sih dua-duanya, mendengar istilah anyang-anyangan pernah, mengalami anyang-anyangan juga pernah, komplit.

Anyang-anyangan yang sangat menggangu aktifitas. Dok : uricran

Kejadiannya sekitar tahun 2012, saat aku mulai berhenti dari pekerjaan dan akan memulai kuliah.  Awalnya anyang-anyangan ini aku anggap sepele, tidak pernah menyangka bahwa anyang-anyangan ini dua hari kemudian membuatku panik bukan kepalang. Bagaimana tidak panik, dua hari kemudian ada urine yang keluar bercampur dengan sedikit darah. 

Rasa sakit dan perih saat BAK tidak terlalu aku hiraukan di awal , tapi kalau sudah melihat darah itu tandanya ada yang tidak beres. Tanpa berpikir panjang, aku menuju apotek dan disarankan oleh apoteker untuk membeli antibiotik. Kalau tidak mengalami perubahan, apoteker menyarankanku untuk bertemu dokter spesialis kandungan. Untungnya gejala BAK dengan sedikit darah ini berhenti keesokan harinya setelah aku mengkonsumsi antibiotik sampai habis (ini kadang bikin aku males minum antibiotik, soalnya kalau sudah sembuh pasti aku lupa minum antibiotik).

Aku pikir-pikir yang menyebabkan aku terkena anyang-anyangan itu adalah karena sering menahan BAK (Buang Air Kecil). Pekerjaanku dulu kan mendampingi penumpang yang menggunakan bus, tidak mungkin bisa seenaknya bilang berhenti di pom bensin untuk BAK. Apalagi kalau jalan macet, yang ada sopirnya marah-marah kalau minta berhenti-berhenti terus. Setelah kejadian itu aku lebih aware dengan gejala anyang-anyangan.

Rangkaian Event Uricrevent di kota Solo

Berfoto di booth yang telah disediakan Uricran. Dokpri

Berawal dari keingintahuan yang lebih tentang anyang-anyangan, aku beruntung sekali mengikuti acara #PriveUricran #WomansCommunity #Combiphar #JogjaSolo (rangkaian dari Event Uricrevent) di Harris Hotel Solo pada tanggal 14 Juli 2019. Acara yang bertema "Aktif dan Percaya Diri dengan Memelihara Saluran Kemih" menghadirkan narasumber dokter Erwin Gunawan Sp.OG dari RS Kasih Ibu Solo, Michella Talita dari Combiphar dan Ika Puspita (blogger yang aktif sharing tentang Uricran).

Peserta yang mendapatkan doorprize foto bersama . Dokpri

Dalam acara ini tidak cuma para wanita yang hadir, tapi anak-anak juga mendapatkan tempat spesial untuk menggambar. Jadi anak-anak yang ikut ibunya ke acara ini tidak mudah bosan dengan duduk manis saja. Selain itu, ada kompetisi foto di booth yang sudah disediakan oleh Uricran dan banyak doorprize yang bisa dibawa pulang. Sudah dapat pengetahuan, bisa bawa pulang doorprize, wah rejeki nomplok ya. 😁

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Dokter Erwin Gunawan Sp.OG (memakai baju batik) sedang menjawab pertanyaan dari peserta. Dokpri

Menurut dokter Erwin Gunawan Sp.OG, infeksi saluran kemih awalnya berupa naiknya bakteri E-coli ke uretra, kalau tidak segera diberikan tindakan maka bakteri akan naik ke saluran kemih sampai akhirnya menyebabkan gagal ginjal. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa infeksi saluran kemih akan membawa dampak seburuk itu. Selain itu uretra pada wanita lebih pendek daripada pria, jadi wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih. Penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK) bahkan 2 diantaranya ISK berulang.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran kemih yang disebabkan oleh mikroba seperti bakteri, jamur atau bahkan virus. Infeksi saluran kemih juga umum terjadi pada manusia.
Infeksi saluran kemih kadang menunjukkan gejala-gejala awal, kadang juga tidak memiliki gejala apapun. Beberapa hal berikut menunjukkan terjadinya ISK :

  • BAK frekuensinya lebih sering
  • Sakit dan perih saat BAK (buang air kecil)
  • Nyeri panggul pada wanita
  • Nyeri anus pada priaU
  • Urine lebih pekat, berbau menyengat dan bahkan kadang mengandung darah
  • Badan terasa lelah dan kurang sehat
  • Demam.

Infeksi saluran kemih dibagi menjadi 2 yaitu infeksi saluran kemih bawah dan infeksi saluran kemih atas. Infeksi saluran kemih bawah terjadi pada uretra dan kandung kemih, nah aku masuk kategori ini waktu mengalami BAK yang terasa sakit plus ada darahnya. Kemudian infeksi saluran kencing atas terjadi pada ureter dan ginjal.

Dok : website Uricran

Terus apa sih yang menyebabkan Infeksi Saluran Kemih?

Bakteri E-coli. Dok : Wikipedia

Infeksi saluran kemih 80% disebabkan oleh adanya bakteri E-coli yang nempel di saluran kemih. Nah gimana bakterinya ini bisa menempel di saluran kemih? Banyak hal yang jadi penyebab si bakteri masuk ke dalam saluran kemih, seperti toilet yang kurang bersih, air yang kotor, sering menahan BAK, cara membasuh yang salah dan hubungan seksual.

Sementara itu, pencegahan ISK bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti
minum air putih yang cukup, melakukan cara membasuh yang benar, tidak menggunakan air kotor saat membasuh, BAK sebelum dan sesudah berhubungan seksual serta mengkonsumsi cranberry. Penjelasan lengkap dari dokter Erwin ini membuatku manggut-manggut mengerti bahwa menjaga kesehatan kandung kemih juga sangat penting untuk menunjang aktifitas sehari-hari.

Yuk Kenalan sama Uricran

Penelitian yang disajikan oleh Uricran pada Desember 2018, sebanyak 52% tidak melakukan apapun ketika mengalami anyang-anyangan. Waduh kok serem ya? Mungkin aku juga akan masuk 52% tersebut kalau tidak ada pengalaman terkena infeksi saluran kemih (ISK).
Terus tadi kan sudah disebutkan salah satu cara mencegah ISK adalah mengkonsumsi Cranberry. Nah Cranberry ini sudah mengandung Proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah menempelnya E-coli pada dinding saluran kemih. Penelitian kandungan PAC pada cranberry sudah lama dilakukan.

Buah Cranberry. Dok : healthline

Cranberry sebagai pilihan alternatif nin antibiotik profilaksis, yang dapat mengurangi angka kejadian infeksi E-coli pada saluran kemih sebesar 36% serta menurunkan 58% angka kejadian infeksi saluran kemih berulang.(Cetakan 1-Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran)

Namun, cranberry yang memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan saluran kemih ini tidak ditemukan di supermarket terdekat. Semisal ada, pasti cranberry impor yang harganya menjulang tinggi. Rasa asam dari cranberry juga membuat kita tidak akan suka mengkonsumsinya secara langsung, paling tidak dibuat jus untuk bisa dikonsumsi. Sama sekali tidak praktis kan?

Privé Uri-cran dari Combiphar. Dok : website uricran

Beruntung sekali Combiphar mempersembahkan Prive Uri-cran yang mengandung ekstrak cranberry untuk mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih (ISK). Prive Uri-cran terdiri dari 2 jenis yaitu :

  •  Uricrane Capsule, berbentuk kapsul dengan komposisi 250mg ekstrak cranberry, dosis 1-2 kapsul per hari dan dalam 1 box berisi 30 kapsul. 
  • Uricrane Plus, berbentuk serbuk dengan kandungan 375mg cranberry ekstrak, 60mg vitamin C, 0,1mg Bifidobacterium bifidium dan 0,1mg Lactobacillus acidophillus. Dosis penggunaanya 1-2 sachet aja per hari dan dalam satu box berisi 15 sachet.

Kemudian Prive Uri-cran ini bisa diminum setiap hari dan konsumsinya tidak perlu bersamaan dengan antibiotik. Cara kerja antibiotik kan mematikan seluruh bakteri padahal sebenarnya tubuh kita juga perlu bakteri baik (probiotik) kalau mati semua gimana dong? Nah dalam prive uricran plus terkandung bakteri baik bagi tubuh kita. Terus antibiotik juga harus diminum secara teratur, kalau tidak akan menyebabkan resistensi pada tubuh alias kebal terhadap antibiotik tersebut. Penggunaan antibiotik pada ibu hamil juga tidak dianjurkan dan antibiotik tidak mencegah anyang-anyangan yang berulang.

Sampel uricran plus yang diberikan kepada peserta. Dokpri

Dalam acara ini, semua peserta diberikan sampel uricran plus yang sudah diseduh dan 2 sachet uricran plus. Pertama kali mencicipi minuman berwarna pink ini, ada rasa segar yang melewati tenggorokan. Tidak terbayangkan bahwa minuman ini berasal dari cranberry yang asam.
Ika Puspita, seorang blogger (berjilbab) dan Michella Talita dari Combiphar berbincang-bincang bersama MC. Dokpri

Nah informasi paling penting adalah Prive Uri-cran ini mudah didapatkan kok. Uricran tersedia di Century, Watson, Viva Health, Apotek K-24, apotik-apotik terdekat dan Lazada.

Untuk kenalan lebih dekat sama Uricran, silahkan kunjungi website Uricran dan follow media sosialnya ya soalnya banyak banget informasi yang bisa kamu dapatkan. Salah satunya Weekly Quiz Uricrevent di instagram, yang berhadiah 2 tiket gratis (untuk 5 pemenang terpilih) ke final event ini di Jakarta dan bertemu Susan Bahtiar secara langsung.
Instagram : @uricran.id
Fanspage : Prive Uri-Cran

The last word, bye anyang-anyangan! Sekarang udah ada Uricran yang membuat wanita bebas untuk aktif dan menambah percaya diri tanpa takut keseringan bolak bali kamar mandi.