Sabtu, 12 Januari 2019

Para Kucing Ibu yang (Mungkin) Sudah di Surga

Salah satu kucing ibu yang meninggal karena tulang tengkoraknya bonyok.
 Dokpri



Hidupku rasanya tidak pernah jauh dari hewan berbulu yang sangat lucu ini. Kata ibu, sejak aku di dalam kandungan memang ada seekor kucing yang setiap hari suka tidur di perut ibu. Jadi mungkin perkenalanku sama hewan lucu ini sudah lama sekali 😆. 

Di usia 4 tahun lebih sedikit, aku ikut ibu ke Bandung dan ternyata ibu juga memelihara seekor kucing betina belang abu yang diberi nama Manis. Sayangnya si Manis ini tidak tahu pergi kemana saat kami pindah rumah. Ya edukasi tentang steril kucing belum sampai ke telinga keluargaku saat itu, taunya ya pelihara kucing itu yang penting dikasih makan, diajarin toilet training dan diajarin nggak nyolek burung puter milik keluarga karena bapak pasti akan marah besar. 

Di rumah baru, kami juga diberi seekor kucing kecil (kitten) oleh tetangga tetapi tidak lama kemudian meninggal. Dikarenakan banyak tikus yang berkeliaran, ibu berinisiatif menangkap kucing liar untuk dipelihara. Aku masih ingat saat ibu menangkap kucing berwarna kuning sampai jari tangannya berdarah-darah. Kucing kuning berekor bundel itu akhirnya kami beri nama Manis. Setelah ditraining selama seminggu tanpa keluar rumah, si Manis pun akhirnya diijinkan keluar rumah dan sudah tau siapa pemiliknya serta rumah tempat dia pulang. Tetapi Tuhan lebih sayang kepada si Manis sehingga memanggilnya pulang lebih cepat. Seolah merasa akan segera dipanggil, si Manis membawa saudaranya (entah saudara kandung beda ayah atau adiknya) ke rumah kami. Kucing putih kuning yang dibawa si Manis ini tidak lama kemudian menggantikan posisi si Manis sebagai salah satu penghuni rumah kami. Jangan tanyakan dimana si Manis meninggal karena saat sekarat pun dia sudah pergi entah kemana. 

Ibu juga sama seperti aku, sering ngajakin ngobrol kucing-kucingnya termasuk kepada kucing kuning-putih pengganti si Manis. Setelah diselidiki ternyata si kucing ini berjenis kelamin jantan tetapi wajahnya cantik mirip kucing betina makannya sering dikejar-kejar garong penunggu desa. Kucing kuning-putih yang sering dipanggil kakek ini hidup sejak tahun 1998-2010. Rupanya si kakek panjang umur dan setia menemani keluarga kami walaupun sudah berkali-kali kami menyangka dia meninggal karena banjir besar. Ya rumah yang kami tempati memang letaknya tidak jauh dari sungai Citarum dan banjir itu sudah menjadi langganan setiap tahun sejak 2004. Entah bagaimana si Kakek selalu survive, tapi pernah suatu saat setelah banjir adikku berkata mungkin si kakek meninggal. Eh tidak lama kemudian muncullah dia dengan keempat kakinya penuh lumpur masuk ke dalam rumah yang habis di pel. Hasilnya ya si kakek dimarahin ibu 😂. 

Tahun 2010 ibu mulai cerita bahwa si kakek sudah tidak mau makan banyak, makan juga pilih yang empuk seperti daging ayam rebus bukan ayam goreng dan tubuhnya mulai kurus. Dari jauh aku selalu berdoa semoga si kakek masih tetap hidup sampai aku selesai kuliah. Tapi si kakek lebih dulu pulang ke pangkuan Tuhan tidak lama setelah ibu bercerita tentangnya. Kira-kira di usia 12tahunnya manusia, si kakek pulang tanpa ingin kami tahu jasadnya dimana. Kucing-kucing kami berpulang ke pangkuan sang Pencipta tanpa meninggalkan jejak. 

Setelah ditinggalkan oleh si Kakek, ibu dan adik-adikku mulai mencari kitten untuk dipelihara. Iya memelihara kucing sejak kitten lebih gampang dididik daripada memelihara kucing dewasa (aku juga mengalaminya). Sepulang sekolah adikku menemukan kitten kecil berwarna abu-abu di dekat selokan yang akhirnya dibawa pulang. Tetapi selang 3 bulan si kitten meninggal karena tengkorak kepalanya bonyok entah kenapa.

Setelah itu nini Uho (tetangga kami) memberi seekor kitten yang tersesat di dalam rumahnya untuk dipelihara. Usianya mungkin baru satu bulan, saat awal dipelihara ibu bercerita dia hanya mau minum susu dan makan remahan biskuit bahkan badannya dipenuhi jamur dan dia selalu nyaman di dalam kardus.  Sekali waktu aku pulang ke rumah, aku mandikan kitten dengan shampoo anti jamur. Saat dijemur bersama kardusnya, ibu mengira bahwa dia mati. Padahal dia hanya tiduran di lap dalam kardus. Sesekali waktu ku lihat kitten itu ngenyot kain lap yang dikira nenen induknya. Seluruh hatiku rasanya teriris melihat keadaan si kitten, sampai akhirnya memberanikan diri mengoles jamurnya dengan salep. "Kamu harus sembuh!", Kataku di dekat telinga si kitten yang akhirnya diberi nama Owi. Dengan nama tersebut harapan kami adalah dia bisa sehat seperti kucingku yang bermana Snowy. Di tengah pengobatan jamurnya, ibu yang setiap hari melihat keadaan Owi sampai hopeless dan berkata, "Owi kalau mau pulang nggak apa-apa, ibu ikhlas. Tapi kalau masih mau sama ibu, ya cepetan sehat!". 
Kira-kira seperti ini penampakan Owi waktu masih kitten. Tidak ada foto Owi di smartphoneku tapi kami tetap akan mengenangnya. Copyright : shiq4.wordpress.com


Aku yakin dukungan dari keluarga membuat Owi akhirnya mulai nafsu makan dan 3 bulan kemudian udah gendut. Lincah bermain kesana-kesini, suka nangkap tikus dan tidak ada yang menyangka bahwa ini Owi yang dulu jamuran mirip tikus got.
Semakin besar semakin cantik si Owi ini, tapi galak sih. Aku pernah mau gendong Owi tapi malah dicakar. Galaknya itu 11 12 sama Snowy deh. Dielus aja marah-marah dia. Tapi kalau setianya luar biasa, ibu mau berangkat jualan aja dianterin sampai depan gang. Bahkan kalau tidak disuruh pulang, dia bakalan nganter sampai warung. Riskan banget ketabrak kan karena jalan desa juga ramai kalau pagi-pagi. 

Sayangnya, prahara yang terjadi di dalam keluarga kami membuat Owi kena imbasnya. Setelah rumah itu kosong, aku sempat mendengar kabar bahwa Owi sering numpang makan di rumahnya Aa Cepi. Istri Aa Cepi memang sayang sama Owi tapi aku tidak tahu apakah Owi dipelihara atau cuma numpang makan. Sampai sekarang aku menyesal kenapa saat itu tidak membawa Owi sekalian ke Jogja. Setiap ada berita banjir di Bandung Selatan, yang terpikirkan adalah Owi bukan rumah itu lagi. Maafkan kami Owi, semoga Owi selalu di genggam erat oleh tangan-tangan Tuhan yang bekerja di bumi. 

Owi yang galak banget, aku masih selalu ingat bahwa warna kuningmu hanya ada di telinga dan ekor saja. Taringmu yang satu tinggal setengah dan kalau makan tergesa-gesa. Aku disini juga selalu berusaha mengenang Owi dengan memberi makan kucing-kucing liar yang sering main ke rumah walaupun itu tidak bisa menghapus rasa bersalahku kepada Owi.

Selasa, 08 Januari 2019

Skincare Untuk Bayi? Mustela Aja


Produk Mustela yang dicoba di rumah. Dokpri

Menjadi seorang newbie mommy di jaman sekarang memang harus pintar mencari informasi, apalagi yang berkaitan dengan buah hatinya. 
Setelah melahirkan di tahun 2017, banyak hal baru yang terjadi di kehidupanku terutama tentang buah hatiku. Aku pernah sangat panik ketika bayiku yang belum genap berusia satu bulan mengalami semacam jerawat di mukanya. Kepanikan mendorongku menemui bidan yang tempat prakteknya tidak jauh dari rumah. Bidan kemudian menyarankan untuk memberikan lotion hypoallergenic pada kulit bayi yang berjerawat. Jika tidak hilang dalam 1 minggu, maka bidan akan memberikan salep. Selang satu minggu sejenis jerawat yang muncul di wajah dan badan bayiku mulai mengering sampai lama-lama hilang dengan sendirinya. 

Dari kejadian tersebut, aku berpikir bahwa jenis kulit bayi itu sangat sensitif. Rasa penasaran semakin memuncak saat mom blogger community memberi tawaran untuk mengikuti talkshow Mustela. "Wah pas banget untuk nambah pengetahuan tentang kulit bayi", kataku dalam hati.

Sebelum hari H, aku menyempatkan diri mencari tau tentang brand Mustela karena benar-benar masih asing di telingaku. Dulu aku mengira bahwa orang dewasa saja yang membutuhkan skincare, dari hasil kepo ke website mustela ternyata bayi juga membutuhkan skincare. Waduh selama ini aku kemana aja kok sampai nggak tahu ya? Sebuah penyesalan terucap di dalam hati sambil mengelus dada.

Acara Talkshow
Acara Talkshow Mustela dengan tema cara mengenal jenis kulit bayi & anak. Dok : Amalia Sarah

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang yaitu tanggal 22 Desember 2018 bertepatan dengan hari ibu. Talkshow dengan tema cara mengenali jenis kulit pada bayi & anak, diadakan di lantai 3 Vinolia Baby & Kids Yogyakarta. Acara yang dimulai pukul 13.30 ini menghadirkan pembicara dr.Intan Diana Sari ( head of medical PT Interbat) dan Mohamad Nurhadi (Brand Manager Mustela Indonesia).

Menurut dr.Intan ada fakta-fakta yang perlu diketahui oleh kita semua mengenai kulit bayi yaitu lapisan pelindung kulit bayi belum terbentuk sempurna, kulit bayi cenderung kering, stem cell kulit sangat tinggi tetapi cenderung menurun drastis di usia 0-2 tahun karena faktor luar dan bayi terlahir dengan jenis kulit yang berbeda.
Perbedaan jenis kulit bayi tersebut kemudian di bagi 3 jenis agar lebih mudah diketahui oleh orang tua.

Pertama kulit normal pada bayi ditandai dengan kulitnya bersih, terasa lembab dan lembut saat disentuh.
Kedua kulit kering pada bayi memiliki ciri-ciri kulit bayi cenderung kasar, bersisik bahkan sampai mengelupas.
Kalau jenis kulit yang terakhir adalah kulit atopik (eksim)  dengan ciri-ciri  sangat kering dan kadang ada ruam merah pada kulit serta terasa gatal. Dari pemaparan tersebut, aku menyimpulkan bahwa bayiku memiliki jenis kulit normal. Jadi, #Apajeniskulitbayimu ?

Siapa sih Mustela?

Sebelum mengenal rangkaian produk mustela untuk si kecil, yuk kenalan dulu sama perusahaan ini dan sepak terjangnya supaya lebih percaya. Mustela merupakan produk dari Perancis yang sudah ada sejak tahun 1950. Berbekal dengan pemahaman bahwa kulit bayi membutuhkan perawatan khusus, Mustela menghadirkan rangkaian produk perawatan kulit bayi yang spesifik dan merupakan pioner riset terhadap kulit bayi. Pilar-pilar utama Mustela adalah menggunakan bahan alami, kualitas produk,  efikasi yang teruji secara klinis, kenyamanan pemakaian dan keamanan yang terjamin. Pilar-pilar tersebut akhirnya  membuat Mustela menjadi mother & baby skin care nomor 1 di Eropa. Nah sekarang hadir di Yogyakarta, bahagia kan? 😊

Produk-produk Mustela

Untuk Kulit Normal
Salah satu produk Mustela untuk kulit normal. Dokpri


Mustela menghadirkan rangkaian produk berbahan Avocado Perseose, sebuah bahan aktif yang sudah dipatenkan mustela dan digunakan di seluruh produk Mustela Bébé. Fungsi Avocado Perseose pada kulit normal adalah untuk menjaga kelembaban kulit, menjaga kekayaan sel kulit bayi sejak lahir dan menjaga serta memperkuat lapisan kulit. Ciri-ciri dari rangkaian produk Mustela untuk kulit normal adalah tutupnya berwarna biru. Selain rangkaian bath & cleansing, ada juga rangkaian skincarenya. Kesan pertama saat bayiku mandi menggunakan sabun cair dari Mustela adalah tidak banyak busa yang dihasilkan. Selain itu ada wangi khas dari Mustela dan melembabkan kulit bayi setelah mandi.
Bayiku tidur nyenyak setelah mandi & dipijat menggunakan produk Mustela.dokpri


Untuk Kulit Kering
Gentle soap untuk kulit kering.dokpri


Rangkaian produk Mustela untuk kulit kering gabungan antara Avocado Perseose dengan Dermo-Nutrition Compleks (berbahan madu). Fungsinya untuk mengembalikan kelembutan dan kelembaban kulit bayi. Rangkaian produk ini memiliki tutup berwarna kuning.

Untuk Kulit Atopik
Produk Mustela untuk kulit atopik. Dokpri

Menurut American Academy of Dermatology, 1 dari 5 anak beresiko mengalami dermatitis atopik. Penyebab pasti dari dermatitis atopik sampai saat ini belum diketahui, tetapi dugaan sementara berasal dari berbagai hal seperti faktor keturunan, sistem imun yang rendah, dan iklim serta kelembaban yang rendah. 50-70% bayi yang memiliki jenis kulit dermatitis atopik dapat terkena asma selama masa pertumbuhannya. Oleh karena itu selain diketahui pemicu dan dijauhkan alergennya juga harus ada perawatan kulit yang tepat.
Mustela hadir dengan formula Avocado Perseose dan sunflower oil distillate yang sudah teruji klinis dan aman dalam merawat kulit atopik. Rangkaian untuk kulit atopik ini tutupnya berwarna hijau tosca.

Mustela Maternity yang ada warna merahnya. Dokpri
Selain mempunyai produk untuk bayi & anak lainnya seperti suncare tenyata Mustela juga mengeluarkan produk untuk para ibu setelah melahirkan (Mustela Maternity). Produk tersebut  berupa Mustela strech mark serum dan Mustela Body Firming Gel.
Berfoto di booth Mustela sebelum acara talkshow. Dokpri

Produk-produk Mustela ini sekarang sudah bisa dibeli Mothercare, Guardian,  Viva Generic, Century, Watson, Baby Shop terdekat, orami.com dan JD.ID. Nah gampang banget kan dapetin produk Mustela?
Selengkapnya boleh banget mampir kesini,
Website : mustela.co.id
Instagram : @mustelaindonesia
Facebook : Mustela Indonesia


Foto bareng setelah acara talkshow. Dok : Amalia Sarah

Para Kucing Ibu yang (Mungkin) Sudah di Surga

Salah satu kucing ibu yang meninggal karena tulang tengkoraknya bonyok.  Dokpri Hidupku rasanya tidak pernah jauh dari hewan berbul...