Rabu, 19 Desember 2018

Beberapa Target Blogging di Tahun 2019


Copyright : Archies

Tidak terasa sebentar lagi sudah memasuki tahun 2019. Di penghujung tahun seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk menuliskan beberapa target yang ingin dicapai di tahun 2019.
Sebagai seorang blogger, aku punya beberapa target yang ingin dicapai di tahun 2019.

1. Memiliki Domain TLD
Sebenarnya di tahun 2017 aku pernah membeli domain tetapi asal beli saja tanpa mencari tau lebih dalam. Berbagai permasalahan akhirnya muncul karena ketidaktahuanku, seperti harus membeli domain plus hostingnya. Ditambah lagi kantor yang menjual domain tersebut pelayanannya tidak profesional, salah satunya saat aku sudah membayar tidak ada progress apapun dengan domain yang aku beli selama 1 minggu. Jadi kebayang dong keselnya harus cari tau kesana kesini dan komplain ke kantor tersebut tapi responnya lambat.
Belajar dari kesalahan tersebut, tahun depan aku akan lebih berhati-hati dalam memilih tempat untuk membeli domain.

2. Mengoptimalkan Blog
Jujur saja aku belum terlalu paham tentang utak atik blog. Pada dasarnya aku memang tidak terlalu menyukai utak-atik blog karena makan waktu lama. Tetapi sebagai blogger, mau tidak mau aku harus bisa mengutak-atik blog. Pengalaman memasang google analytics saja sudah cukup makan waktu yang lama dan itupun karena diberi tahu oleh mbak Riana, blogger jogja.
Nah di tahun depan, aku ingin menghabiskan sebagian besar me time-ku untuk mengoptimalkan blog, salah satunya yaitu belajar SEO. Alasannya karena blog merupakan investasi masa depan.

3. Lebih Rajin Menulis Artikel
Target blogging selanjutnya adalah aku ingin lebih rajin lagi dalam menulis artikel di blog daripada tahun 2018 ini. Kan sayang kalau blognya sudah TLD tapi jarang menelurkan sebuah artikel.

4. Kualitas artikel yang diposting di blog harus lebih baik lagi daripada tahun ini. Iya dong semakin sering menulis, semakin banyak belajar memilih kata-kata jadi artikelnya harus semakin baik daripada sekarang.

5. Menyelesaikan Artikel Tentang Pura Pakualaman.
Ya target besarku di tahun depan adalah bisa posting artikel lengkap tentang Pura Pakualaman. Sebenarnya kerangka artikel sudah ada di draft, tetapi aku kesulitan untuk mengumpulkan data-data tentang Pura Pakualaman. Kesulitannya karena waktu yang terbatas untuk mencari data, jadi sampai sekarang masih mengumpulkan data-data dulu.
Alasanku ingin menulis tentang Pura Pakualaman juga karena salah satu nenekku lahir tahun 1939 di wilayah milik kerajaan ini yaitu Kabupaten Adikarta. Tidak etis rasanya jika tidak mengenal sejarah tanah kelahiran nenekku yang merupakan wilayah milik Pura Pakualaman pada masa sebelum kemerdekaan.
Apalagi sekarang aku tergabung dalam komunitas Sesaba Adikarta yang mempunyai tagline menguak potensi sejarah Kulon Progo. Sejarah tentang Kulon Progo sendiri sangat minim, tidak banyak yang tau bahwa sebelum merdeka Kulon Progo merupakan milik dari 2 kerajaan. Hal itu yang mendorongku untuk menulis artikel tentang Pura Pakualaman yang tentunya berhubungan dengan sejarah Kulon Progo.

Beberapa target lain masih ada di dalam listku tetapi tidak berhubungan dengan blogging. Jadi cukup itu saja target bloggingku untuk tahun depan. Kita berencana tapi Tuhan yang menentukan, begitupun dengan target. Yang paling penting adalah terus berjuang untuk mencapai target di tahun depan.

Selasa, 18 Desember 2018

5 Situs Yang Sering Dikunjungi Saat Me Time

Copyright : jurnal web


Waktu Indonesia bagian me time sudah akan dimulai. Beruntung malam ini kondusif, jauh dari polusi suara tetangga ngobrol ngalor ngidul yang kadang membuyarkan konsentrasiku dalam membaca. Waktu me time harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, kadang untuk menulis, kadang juga untuk membaca di sebuah situs online. 
Ada beberapa situs online favorit yang sering aku kunjungi.

1. Kompasiana
Aku merasa menjadi bagian dari blogger kompasiana (kompasianer) sejak tahun 2016. Jadi kebanyakan tulisanku ada di kompasiana. Aku mengunjungi kompasiana selain karena mau upload tulisan, kadang juga karena penasaran ada lomba blog atau event apa saja di kompasiana. Selebihnya membaca tulisan-tulisan headline di kompasiana yang sesuai dengan hatiku saja.
Kalau mbak Yatmi melakukan hal apa saja saat berkunjung ke kompasiana?

2. Mojok
Akhir-akhir ini aku sering sekali mengunjung Mojok. Kenapa? Karena penyanjian tulisan di Mojok sering membuatku tertawa. Banyak hal yang dibahas di Mojok termasuk politik, tapi dengan gaya penulisan yang berbeda berhasil membuatku tertawa.

3. RBTH Indonesia
Bagiku mengunjungi situs online RBTH Indonesia adalah sebuah jendela untuk mengetahui Russia. Banyak konten-konten yang disajikan di RBTH Indonesia termasuk keadaan terkini di Russia, sejarah Russia, dan wisata di Russia. Selain itu akun media sosial RBTH Indonesia yang sering mengklarifikasi hoax yang beredar di Indonesia tentang Russia juga membuatku setia menjadi pembaca situs online satu ini. Apalagi admin media sosial RBTH juga interaktif dengan pengikutnya di media sosial, kurang gimana lagi coba? 😁

4. Historia.id
Situs online yang menyajikan artikel bertema sejarah ini selalu menarik untuk dikunjungi. Artikel-artikelnya berisi sejarah dengan gaya penulisan yang ringan. Jadi orang awam pun bisa memahami apa yang disampaikan oleh artikel tersebut. Apalagi ditambah dengan foto-foto lawas sebagai pendukung artikel, membuat semakin terasa syahdu saat membaca.

5. Ribut Rukun
Pertama kali mengenal situs online ribut rukun ini di tahun 2016. Artikel-artikel yang diterbitkan ribut rukun lebih menarik menurutku karena tidak pakai unsur menye-menye dan judul yang bombastis. Sampai saat ini aku masih sering mengunjungi Ribut Rukun karena senang membaca artikelnya. Apalagi beberapa teman bloggerku juga kontributor Ribut Rukun 😁.

Yuk Mampir ke 5 Situs Belanja Online Favoritku

Berbelanja online. Copyright : kumparan.com


Aku sebenarnya jarang banget belanja produk secara online kecuali kalau barang yang kucari memang tidak dijual di supermarket. Jadi tema kali cukup menguras pikiran karena aku harus mengingat-ingat pengalaman belanja produk secara online. Ada banyak kekhawatiran di benakku ketika akan berbelanja produk secara online. Salah satunya adalah barangnya sesuai atau tidak dengan penjelasan yang diberikan oleh penjual. 

Tetapi dengan seiring berjalannya waktu, aku mulai mempercayai beberapa situs belanja online, sampai akhirnya memiliki 5 situs belanja online favorit.

1. Shopee
Sebenarnya aku mengenal Shopee merupakan sebuah ketidaksengajaan. Kira-kira 2 tahun yang lalu, first importir hand skincare korea langgananku memposting bahwa seluruh dagangannya dipindahkan ke Shopee dan tidak berjualan lagi di facebooknya. Jadi kalau mau order ke dia ya harus download Shopee. 
Keuntungan yang diberikan waktu itu adalah free ongkir dengan minimal pembelian tertentu. Sejak itu aku mulai download Shopee dan kalau belanja skincare tetap ke langgananku via Shopee. Kemudahan metode pembayaran dan tracking barang juga membuatku saat itu percaya bahwa situs belanja online ini serius bertarung dengan situs belanja online lainnya di Indonesia. Keseriusan Shopee bersaing akhirnya dibuktikan dengan berbagai iklan Shopee yang tayang di televisi dengan menggandeng artis dalam & luar negeri.

2. Lazada
Ada sebuah kemudahan di Lazada yang membuatku tergoda untuk mencoba membeli barang melalui Lazada. Sekitar 2 tahun yang lalu aku membeli jam tangan merk geneva dan sebuah hairdryer yang harganya miring di Lazada dengan metode bayar di tempat. Metode bayar di tempat membuatku semakin percaya untuk berbelanja online melalui Lazada.
Terkahir kali ingin berbelanja di Lazada adalah saat berencana membeli smartphone Realme C1 melalui flashsale. Tetapi sayangnya tidak mendapatkan smartphone tersebut karena kalah cepat dengan pembeli lain yang berburu flashsale.

3. Blibli 
Mengenal blibli.com baru di tahun 2017 karena salah satu event di Jogja disponsori oleh blibli.com. Dengan perkembangan yang lumayan cepat seperti menjadikan tiket.com sebagai bagian dari blibli.com berhasil membuatku percaya untuk berbelanja di blibli.com. Aku kan kenal duluannya sama tiket.com sih daripada Blibli 😁

4. Sale Stock
Awal kenal sale stock sebenarnya karena aku pernah ikut rekruitmen customer servis di Sale Stock setelah lulus kuliah. Sejak ikut rekruitment Sale Stock, aku merasa harus download aplikasi Sale Stock. Selain itu juga karena penasaran dengan baju-baju yang dijual di Sale Stock beserta kemudahan yang ditawarkan. Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah adanya deskripsi lengkap mengenai item termasuk ukuran dan warna yang masih ada stoknya.

5. Sociolla
Website belanja komsetik online satu ini berhasil merebut hatiku dengan lengkapnya produk skincare yang dijual dan  berbagai diskon yang diberikan. Selain itu ada "sejenis lelang" skincare pada waktu-waktu tertentu yang sangat menarik untuk diikuti. 

Itu tadi 5 situs belanja online favoritku, kemarin harbolnas banyak flashsale dan diskon yang ditawarkan tapi aku tidak ikut harbolnas. Kalau mbak Sapti kemarin harbolnas borong belanjaan dimana aja?

Minggu, 16 Desember 2018

5 Kebahagiaan Sederhana Seorang Ibu (Introvert)

Mengunjungi tempat bersejarah seperti museum Sandi merupakan sebuah kebahagiaan sederhana versiku. Dokpri

Sebuah kebahagiaan antara satu orang dengan orang lain pasti berbeda. Apalagi bagi seorang ibu yang introvert sepertiku. Arisan, kumpul keluarga atau acara apapun lah yang menghadirkan banyak orang bukanlah hal yang membahagiakan. Justru malah membuatku sakit kepala.

Aku percaya bahwa bahagia itu diciptakan oleh diri sendiri, sedangkan orang lain atau lingkungan hanyalah faktor pendukung saja. Jadi, kebahagiaan sederhana versiku adalah

1. Bisa memberi makan kucing liar di sekitar rumah.
Aku selalu bahagia melihat kucing liar makan di teras rumahku, karena aku tidak tega melihat mereka mengais sisa makanan di tong sampah. Tetapi karena beberapa hal aku juga tidak bisa mengadopsi mereka, jadi hanya bisa membantu memberi makan saja. Biasanya aku nyetok ikan pindang di kulkas juga cuma buat mereka.

Kalau sedang makan di luar rumah, aku juga tidak malu minta tulang-tulang sisa untuk dibawa pulang demi para kucing liar yang sering numpang makan di teras rumah. Apalagi kalau ada salah satu dari mereka yang numpang tidur di teras, ah rasanya kadar bahagiaku nambah deh.

2. Melihat hal-hal baru yang dilakukan oleh putriku. 
Sebentar lagi putriku akan memasuki usia 2 tahun. Ih lagi gemes-gemesnya ya? Iya dong anak usia segitu kan pasti banyak hal baru yang bisa dilakukan. Akhir-akhir ini putriku sukses membuat aku dan suami tertawa karena tingkahnya ketika bernyanyi. Dengan suara yang masih belum jelas dan dia bernyanyi apa juga kami tidak tahu tapi ekpresinya sangat dalam. Hal ini ditunjukkan dengan gerakan tangan dan mata terpejam saat bernyanyi.

3. Mengunjungi tempat bersejarah. 
Beruntung sekali aku tinggal di DIY dimana banyak terdapat tempat bersejarah. Seolah tidak ada habisnya mengeksplor tempat bersejarah di wilayah DIY. Mulai dari ujung barat sampai timur juga pasti ada aja tempat bersejarahnya.

Tidak jauh dari rumah juga banyak tempat bersejarah. Keluarga kecilku sudah mengunjungi Candi Gampingan yang letaknya tidak ada 3km dari rumah. Rencananya aku juga akan segera mengunjungi sekitar bekas keraton Pleret, karena jarak dari rumah ke Pleret juga tidak ada 5 km.

Mengunjungi tempat-tempat bersejarah bagiku seperti sebuah hembusan nafas dikala suntuk.

4. Mengunjungi Perpustakaan.
Sekali lagi aku beruntung karena tinggal tidak jauh dari Grhatama Pustaka, perpustakaan terbesar milik BPAD DIY. Mengunjungi perpustakaan biasanya aku lakukan bersama suami dan putriku di hari minggu.
 Selain meminjam buku bertema sejarah, kami juga mengajak putri kami mengenal perpustakaan melalui berbagau fasilitas yang disediakan di Grhatama. Biasanya kami mengajak putri tercinta ke ruang bermain anak dan ruang musik.

5. Me Time.
Menjadi seorang ibu itu sebuah lompatan besar, itu yang aku dapatkan dari artikel yang ada di blog milik mbak Hilda. Iya aku setuju sekali, karena awal-awal menjadi seorang ibu aku juga sempat shock. Bagaimana tidak, semua perhatian harus dicurahkan kepada putri kami.

Beruntungnya suami selalu mendampingiku setiap saat jadi aku terhindar dari baby blues setelah melahirkan. Merawat anak juga ada capeknya, tidak semuanya seperti yang terlihat di instagram artis ya. Jadi buatku me time adalah sebuah keharusan, biar apa sih? Ya biar nggak ngerasa jenuh dengan aktivitas momong anak.
Selain itu dengan me time aku bisa memahami diri sendiri, produktif dalam menulis dan introspeksi diri. Tulisan ini juga aku tulis saat me time 😁.

Nah itu tadi 5 kebahagiaan sederhana versiku. Ketika hati bahagia, maka mood jelek pun akan hilang seperti debu yang tertiup angin.
Kalau 5 kebahagiaan sederhanaversi mbak Leni yang juga seorang ibu, kira-kira seperti apa ya?

Sabtu, 15 Desember 2018

5 Skincare Andalan Setelah Menikah

Pelembab Viva, bedak Marcks dan sunblok Skin Aqua. Dokpri

Kalau ngobrolin tentang skincare, aku sering merasa muda lagi 😆. Loh kenapa? Jadi inget jaman masih kuliah dulu, suka banget cobain skincare hasil dari kepoin websitenya Female Daily. Kenal dengan produk-produk skincare dari Filipina, Korea dan Jepang juga hasil berkunjung ke Female Daily. 

Kebutuhan skincare berbanding lurus dengan penghasilan saat itu. Apalagi temanku yang sering jualan skincare korea sudah memutuskan untuk berhenti jualan, nah semakin susah juga dapat sampel skincare korea yang harganya miring. Semakin menjelang lulus kuliah, semakin sering mencari skincare substitusi yang harganya lebih miring dan mudah didapatkan. Alasannya adalah budget, ya ketika memutuskan resign dari pekerjaan tetap, otomatis budget untuk skincare harus ditekan termasuk budget untuk facial ke klinik kecantikan 😂. 

Awal-awal menikah, aku masih memakai skincare komplit dari dokter Wisnu, Prambanan. Tetapi setelah mengetahui bahwa aku hamil, skincare kelas berat seperti itu aku stop. Kemudian aku memutuskan kembali ke skincare buatan dalam negeri yang harganya terjangkau dan aman untuk ibu hamil. Kebiasaan menggunakan skincare buatan dalam negeri ternyata berlanjut hingga sekarang.

Dibawah ini adalah penampakan-penampakan skincare yang aku gunakan saat ini. 
Facial foam Larissa dan Sabun Kojie San. Dokpri


1. Pembersih wajah & body butter dari Larissa
Untuk pembersih wajah, aku tetap kembali ke Larissa Facial Foam tea tree. Setelah menikah, facial foam yang aku gunakan juga digunakan oleh suami padahal jenis kulit kami berbeda. Suami memiliki jenis kulit wajah berminyak, sedangkan aku jenis kulit wajahnya kombinasi. Setelah tergoda diskon disana sini ternyata yang cocok di kantong dan bisa dipakai berdua hanya Larissa Facial Foam Tea Tree ini.
Body butter Larissa. Dokpri

Kalau body butter,aku selalu percayakan ke Larissa juga karena body butternya bisa melembabkan kulit kering di tumitku tanpa waktu lama. Wangi body butter Larissa juga seperti adonan kue jadi sukses bikin lapar. 😂

2. Kojie San Soap
Sabun dari Filipina ini memang luar biasa, beruntungnya saat ini produk-produk Kojie San sudah diimpor oleh PT IUCP jadi mudah didapatkan di supermarket terdekat. Selain itu harganya juga lebih terjangkau. Aku biasanya pakai sabun Kojie San saat mandi sore saja karena sabun ini mengandung kojic acid, yang akan mengangkat sel kulit mati. Cara pakainya busa didiamkan di kulit selama 3 menit lalu dibilas. 


Pelembab, bedak Marcks dan Sunblok Skin Aqua. Dokpri

3. Produk Viva : Pelembab dan Hand Body Lotion
Untuk pelembab, aku pakai pelembab yang dikeluarkan oleh Viva Kosmetik. Alasannya karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Selain itu, terkstur pelembabnya mudah meresap di kulit wajah dan tidak lengket sehingga kulit wajah menjadi lembab. Tetapi bulan lalu aku tergoda membeli pelembab keluaran Brun Brun Paris. Teksturnya lebih kental daripada pelembab Viva tapi aku tidak merasakan kelembaban di kulit wajah setelah memakainya.
Handbody Lotion Viva andalanku dan suami karena isinya banyak dan harganya terjangkau. Dokpri

Nah kalau hand body lotion aku pilih Viva karena harganya terjangkau dan kemasannya besar. Buat dipakai berdua dengan suami kan hemat banget nih lotion. Tetapi untuk mendapatkannya di Jogja ini harus ke supermarket besar sekelas Mirota atau Ramai.

4. Bedak Tabur Marcks

Sejak pertama kali kenal klinik kecantikan, dokternya menyarankanku untuk menggunakan bedak tabur saja. Sejak itu pula aku menggunakan bedak tabur, tetapi karena bedak tabur Marcks jauh lebih murah dari klinik kecantikan tersebut maka aku memutuskan untuk membeli Marcks saja. Dengan kemasan yang tidak mudah pecah, isinya banyak dan mudah diblend dengan bb cream membuat aku tetap setia sama bedak tabur Marcks. Awal-awal aku kenal bedak Marcks harganya masih sekitar 8000 rupiah, saat ini sudah menyentuh harga 15.000 rupiah. 

5. Sunblok Skin Aqua
Nah kesetiaanku sama skin aqua nggak perlu diragukan lagi deh 😂. Soalnya selain karena harganya terjangkau, tekstur skin aqua itu tidak pekat seperti sunblok yang lain. Selain itu tekstur skin aqua ringan mirip pelembab (karena emang ada pelembabnya sih), gampang diserap kulit wajah, gampang di blend dengan bedak, dan nggak bikin komedoan walaupun pakai yang spf 50. 

Eh tau-tau udah 5 aja nih produk skincare yang aku pakai. Gimana dengan pensil alis dan lisptik? Ah kalau aku sih nggak pakai pensil alis jadi nggak ada rekomendasi pensil alis. Kalau lipstik sih aku tidak terpaku dengan satu merk, pokoknya asal punya lipstik saja sudah cukup. Saat ini aku sudah memiliki seorang putri kecil yang cantik, jadi masih bisa pakai skincare secara rutin itu sudah sangat bersyukur. Apalagi kalau dapat endorse skincare seperti mbak Vika, ah betapa bahagiaaanya diriku.  😍

Jumat, 14 Desember 2018

Ada Memori Tersimpan di Jalan Radio-Palasari

Copyright : pexels


Jalan Radio-Palasari yang terletak di belakang Universitas Telkom, memiliki banyak sekali kenangan bagi keluarga kami, terutama bagiku. Bermacam-macam kenangan baik itu yang menyenangkan ataupun menyedihkan ada disini. Terkahir kali menyusuri jalan ini di tahun 2015, sukses membuat anganku kembali ke masa kecil. Padahal jika dilihat sekilas, tidak ada yang spesial dari jalan ini. Apalagi sekarang ditambah dengan banyaknya kos-kosan mahasiswa sehingga membuat jalan ini terasa sempit.

Jadi apa aja sih kenangan masa kecil yang masih tersimpan disini?

1. Sawah yang cukup luas dengan burung bangau di pematang sawah yang menemani pak tani membajak sawah menggunakan kerbau. Ya walaupun kawasan ini merupakan daerah industri, tapi sekitar tahun 1996 masih terdapat sawah yang lumayan luas dan pak tani yang membajak sawahnya menggunakan kerbau. Masih terekam jelas di dalam ingatanku mengenai gambaran sawah, burung bangau dan pak tani.

2. Tempat tinggal pertamaku saat ikut orang tua ada di ujung jalan ini. 
Seperti yang sudah aku tuliskan di artikel sebelumnya, aku ikut dengan orang tua kira-kira di usia 5 tahun. Orang tuaku menempati bekas gedung sekolah SMP Telkom yang sudah tidak digunakan lagi. Hanya ada 3 KK yang menempati bekas sekolah tersebut yaitu orang tuaku, pak Uwan dan keluarga penjaga gedung sekolah yang aku sendiri lupa namanya. Aku berteman dekat dengan putri dari pak Uwan bernama Teh Siti.
Bekas sekolah terletak di jalan Radio-Palasari yang paling ujung ini berbatasan langsung dengan jalan Moch.Toha.
Jalan Moch.Toha merupakan jalur arteri yang menghubungkan kota Bandung dengan wilayah Majalaya atau Pangalengan. Jalan Moch. Toha tidak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan ringan maupun kendaraan berat.
SD Pasawahan X, tempatku bersekolah hanya tinggal menyebrang jalan Moch.Toha, jadi aku tidak perlu diantar untuk berangkat ke sekolah.

3. Berkenalan dengan teman-teman yang berbeda suku dan agama di sekolah. Sekolah di SD Pasawahan X membuatku berkenalan dengan banyaknya teman yang berbeda suku dan agama. Ada Agus, Andri dan Okta yang merupakan putra dari karyawan pabrik di sekitar jalan Moch.Toha, mereka berasal dari suku Jawa. Sementara itu teman dekatku Silvia asli suku sunda. Tetapi yang paling sering main ke kompleks tempat tinggalku bernama Candra Nasution, dia orang batak. Candra sering ikut kakaknya main ke rumah Teh Siti jadi otomatis kami sering bermain sekolah-sekolahan bersama. Pernah suatu kali Candra datang dengan membawa tangisannya,  entah diapain sama temannya di kelas.
"Ah ternyata anak laki-laki juga bisa menangis," kataku dalam hati saat itu.

4. Aku sering diajak jalan-jalan setiap hari Minggu oleh mas Pur (bukan mas Pur di sinetron TOP ya) ke STT Telkom.
Mas Pur nama lengkapnya kalau tidak salah ingat  Purwadi, saudara satu daerah yang saat itu sedang mencoba mengadu nasib di kawasan industri jalan Moch.Toha. Sebelum mendapatkan pekerjaan, mas Pur sempat tinggal di tempat kami. Pernah suatu kali radio-tapenya di lumuri lem fox olehku dan teh Siti, tetapi mas Pur tidak pernah marah. Justru ibu yang memarahiku dan menyuruhku minta maaf, sejak kejadian aku mengerti kapan aku harus meminta maaf. Setelah kejadian itu mas Pur tetap seperti biasanya, hari minggu selalu mengajakku jogging ke STT Telkom 😁. Sayangnya aku lupa kapan dan kenapa mas Pur pindah dari tempat kami dan tidak tahu kabarnya sampai sekarang 😞. Padahal bagiku mas Pur itu sudah seperti seorang kakak laki-laki.

5. Di ujung jalan ini, ada warung mie kocok langganan bapak. Di sekitar tahun 95-96 jalan Radio-Palasari merupakan satu-satunya jalan menuju STT Telkom. Di dekat rumah ada pohon tanjung besar yang meneduhi badan jalan. Nah dibawah pohon tanjung ini terdapat beberapa warung yang berjejer. Mulai dari warung sayuran milik Bu Ema, warung milik bu Elon, warung bakso dan warung mie kocok yang masih eksis sampai sekarang. Dulu kalau akan membeli mie kocok, ibu membawa rantang yang agak besar karena bapak sangat menyukai mie kocok tersebut. Terakhir aku ke Bandung, ternyata belum berkesempatan mengunjungi warung mie kocok langganan bapak ini.
Kalau mbak Dian kenal mie kocok nggak ya waktu kecil di Tasik? 😁

Kamis, 13 Desember 2018

Lima Keinginanku Yang Belum Terwujud

Copyright : tritunggal 

Tidak terasa bulan Desember sudah bergulir menuju pertengahan. Hujan pun sudah turun membasahi daerah tropis seperti negaraku, bahkan di beberapa daerah di Indonesia sudah terjadi banjir.

Setelah kemarin flashback sedikit ke banjir, hari ini aku tidak akan ngomongin banjir.
Menuju tahun 2019 tinggal menghitung hari saja. Detik demi detik terlewati menuju menit demi menit, lalu jam demi jam hingga seharian penuh terlewati begitu saja.

"Kok rasanya cepet ya? Tau-tau udah tanggal segini aja ", gumamku dalam hati.

Kita yang berencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Ada beberapa keinginan di tahun 2018  yang belum terlaksana,  tetapi aku berharap tahun depan bisa segera terlaksana. Beberapa hal tersebut diantaranya,

1.  Foto bersama suami menggunakan busana adat Jawa (Jogja)  & busana pernikahan masa kolonial. 
Kami berdua berasal dari suku Jawa, lahir di tanah Jawa, sampai berumah tangga juga di tanah Jawa. Rasanya kurang pas kalau tidak memiliki sebuah foto berbusana adat Jawa (Jogja) asli setelah menikah. Dulu kami menikah tidak mengenakan baju adat Jawa karena berbagai hal, makannya setelah menikah aku ingin sekali postwedding mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan pernak pernik khasnya.
"Ojo ngangsi wong Jowo iku ilang Jawane", begitu pesan simbah saat kami menikah dan pesan tersebut yang mendorongku ingin berfoto mengenakan busana adat Jawa.
Mengenai foto pernikahan berbusana kolonial itu sebenarnya karena aku sedang belajar tentang sejarah kolonial. Syahdu, ucapan itu selalu tercetus saat melihat foto pernikahan di masa kolonial dimana sang wanita mengenakan gaun putih dan pria mengenakan jas yang sedang tren pada masanya. Tetapi untuk berfoto seperti itu, aku mengalami kesulitan dalam menemukan gaun lawasnya.

2. Mengunjungi kota Salatiga.
Sebenarnya sudah sejak lama aku mengidam-idamkan menginjakkan kaki di kota Salatiga. Selama ini aku hanya menikmati kota tersebut melalui tulisan dan foto saja. Ditambah lagi teman-teman komunitas Roemah Toea yang sering mengunjungi 3 buah kereta jenazah di Salatiga, kan aku jadi semakin ingin ke Salatiga. Berbagai peninggalan kolonial juga terdapat di Salatiga, itu daya tarik utama kota tersebut di mataku.

Sebenarnya pada pertengahan November, teman-teman Roemah Toea mengajak kami bergabung untuk mengunjungi 3 bocah mbeling (kereta jenazah) ke Salatiga. Tetapi kami tidak bisa ikut karena sudah diminta lebih dulu untuk menyaksikan pernikahan salah satu admin Kompasianer Jogja 😁.

3. Mengecat rumah dengan warna hijau tosca. Aku sama sekali tidak menyukai warna kuning, mungkin karena menyilaukan mata atau bikin gerah karena warna kuning yang dipakai di rumah ini kuning lemon bukan kuning yang soft. Aku berencana menggantinya dengan warna hijau tosca yang  adem dan tidak menyilaukan mata.
Ngecat rumah sebenarnya hal yang tidak terlalu berat untuk dilaksanakan tetapi jika suami tidak ada waktu luang ya gimana mau ngecatnya. Kalau aku yang ngecat, nanti dipastikan tidak akan rapi hasilnya 🤣

4. Aku ingin mengoptimalkan blog pribadiku di tahun depan. 
Berbagai langkah seperti konsisten menulis dan menggunakan domain berbayar ingin segera aku wujudkan.

5. Menabung lebih banyak lagi untuk masa depan putri tercinta kami. 
Ya walaupun laju inflasi setiap tahun terus menerus terjadi, aku akan tetap menabung tetapi mungkin menabungnya tidak dalam bentuk uang.( Tumben aku mau pakai istilah laju inflasi segala 😂).

Tidak terasa malam semakin larut setelah aku menuliskan beberapa hal yang ingin aku capai sesegera mungkin. Seekor kucing garong baru saja  melongokkan kepalanya dari jendela, pertanda waktu istirahat harus segera dimulai dengan menutup jendela kamar. Sebelum tidur, aku berdoa semoga hal-hal diatas bisa segera terlaksana di tahun 2019. #2019giatmenabung 😋

Berdamai Dengan Penyesalan

Copyright : Tiny Buddha

Menatap layar, mengetik satu dua kata lalu dihapus lagi. Tema kali ini sukses menguras isi otak dengan cara membuatku flashback ke masa lalu. Namanya juga kehidupan, pasti ada berbagai peristiwa yang berisi penyesalan.

1. Menyesal bersekolah di SMA.

Ah masa itu adalah masa-masa dimana sesuatu yang terjadi menjadi sebuah tembok penghalang bagiku. Tembok itu memang sengaja aku bangun sendiri, agar tidak ada intervensi dari siapapun atau bahkan agresi militer dari pihak manapun.

Keputusan melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP tidak pernah aku dapatkan, tetapi keluarga tempatku menumpanglah yang menentukan. Saat itu memang posisiku serba tidak enak, aku menumpang di tempat nenek, orang tuaku tidak punya wewenang apapun untuk memutuskan dimana aku bersekolah dan aku mendapatkan intervensi tingkat tinggi untuk melanjutkan sekolah. Aku menyesal tidak memaksakan diri melajutkan ke SMK, padahal saat itu nilaiku bisa masuk SMK.

Semenjak itu sebagai bentuk protes, aku tidak pernah serius belajar. Bahkan lebih suka membangun tembok dengan cara menenggelamkan diri di perpustakaan dan membatasi diri dalam berteman.

Ditambah saat akan duduk di kelas 2 SMA, aku tidak diberi pilihan oleh sekolah mengenai jurusan. Aku masuk ke kelas ilmu pengetahuan alam, padahal aku tidak suka. Jadi sampai sekarang aku nggak pernah ngerasain manfaatnya ngapalin tabel periodik yang isinya Aurum, Ferrum dll.

Apalagi drama sebelum aku lulus SMA juga membuatku semakin ingin cepat-cepat meninggalkan SMA tersebut. Jadi targetku saat itu yang penting lulus, nilai bahasa inggris bagus, nilai yang lainnya aku tidak peduli.

Bahkan kalau bisa sampai sekarang, aku ingin menghapus memoriku saat SMA. Kalau hapus file di memori handphone kan gampang tinggal tekan delete, tetapi menghapus file di otak kan susah. Semenjak lulus SMA sampai sekarang, aku hanya pernah berkunjung ke bekas sekolahku tersebut satu kali saja untuk legalisir ijasah.

Suatu saat aku pernah bermimpi detik-detik menuju kelulusan SMA, dan disana aku merasa lelah dengan semuanya sehingga ketika terbangun aku menangis. Seiring dengan kesadaran yang sudah kembali ke level 100%, aku baru sadar bahwa aku kan sudah melewati hal itu beberapa tahun yang lalu. Kenapa masih takut sampai menangis segala? 😂 Ah mimpi yang menakutkan.

2. Meninggalkan Teman Dekatku Semasa SD
Banjir yang melanda wilayah Dayeuhkolot-Baleendah-Bojongsoang di tahun 2004 membuatku pindah sekolah ke Kulon Progo. Saat itu komunikasi tidak semudah jaman now dan kepindahanku  tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat berpamitan kepada seorang teman dekatku bernama Silvia.

Hanya dia yang menemaniku saat aku dibully dengan kata-kata "Niken itu Belanda" oleh teman-teman satu kelas.
Sampai saat ini aku masih berusaha mencari jejak Silvia.

Kabar terakhir yang aku dengar dari ibu adalah rumah Silvia sudah pindah, jadi aku belum bertemu Silvia sampai sekarang. Searching di internet juga susah karena SD Pasawahan X tempat kami bersekolah sudah dilebur dengan SD Pasawahan II. Semoga suatu saat aku dipertemukan dengan Silvia.

3. Salah Pilih Jurusan Saat Kuliah. 

Aku pernah berkuliah di jurusan akuntansi di sebuah kampus swasta. Jurusan ini aku pilih karena banyak yang bilang bahwa akuntansi memiliki 2 mata pisau untuk digunakan di dunia kerja.

Kenyataan yang aku dapatkan selama berkuliah adalah nilai-nilai manajemenku lebih bagus daripada akuntansi. Mungkin seharusnya aku dulu ambil jurusan manajemen seperti mbak Riana saja ya. 😁 
Tetapi aku tidak memutuskan untuk pindah jurusan karena akan ada beberapa nilai mata kuliah yang tidak diakui di jurusan manajemen. Jadi ya sudah dijalani aja kuliahnya sampai selesai sambil bekerja partime.

Sampai saatnya mendekati wisuda dengan penuh kebimbangan karena IPK jeblok, aku menemui pak Tri Hendro (seorang dosen  inspiratif bagiku).
Beliau berkata, " udah nggak apa-apa ikut wisuda saja mbak Niken. Duniamu bukan disini, nggak usah lama-lama disini".

Sejak saat itu aku tidak menggunakan gelarku untuk mencari seonggok berlian 😂. Aku memilih mencari duniaku sendiri, dunia yang jauh dari hiruk pikuk akuntansi 😂.
Seandainya waktu bisa diputar kembali, mungkin aku akan memilih jurusan sejarah atau arkeologi saja. 😋

Sejujurnya sampai aku menuliskan ini, aku masih berusaha berdamai dengan diri sendiri agar penyesalan-penyesalan ini tidak lagi mengganggu kehidupanku.

Blogger Partime atau Fulltime?

Copyright : Rindi Tech

Aku mengenal blog sebenarnya sudah cukup lama lama, tetapi bukan berarti mengenal dunia blogger juga sudah lama. Awal-awal menulis blog juga hanya sebuah keisengan semata, daripada nggak tau mau ngapain ya udah deh nulis blog aja. Isinya sekedar review skincare yang aku pakai dengan bahasa yang masih kaku.

Ah sampai sekarang juga kadang kaku 😂. Iya makannya aku ikutan challenge dari Blogger Perempuan ini supaya terbiasa nulis jadi nggak kaku deh tulisannya. 😋

Lalu kesibukan dunia perkuliahan dengan segala tugas-tugasnya membuatku melupakan blog. Sampai akhirnya mulai ngeblog lagi setelah selesai kuliah. Banyaknya waktu luang dan menjadi bagian dari sebuah komunitas blogger tentu menjadi salah dua dari pemacu untuk menulis blog lagi.

Blogger partime atau full time? 

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang full di rumah, tetapi pekerjaan rumah juga tidak akan ada habisnya kecuali dicut sendiri, aku memilih menjadi blogger partime.
Alasannya karena aku harus membagi waktu dengan pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan setiap hari. Jadi kadang harus ngejar deadline setelah liputan, kadang juga di rumah seharian untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Sebagai seorang ibu, aku juga harus memperhatikan suami dan putriku kan

Hampir setiap nulis di blog akan aku lakukan jika keduanya sudah tertidur pulas. Tetapi berbeda lagi kalau sedang dikejar deadline, suami akan bergantian mengasuh putri kami agar aku bisa menulis dengan cepat tanpa gangguan, soalnya berurusan sama waktu. Apalagi menulis di luar tema kesukaan, bagiku membutuhkan waktu yang lebih lama.

Menulis merupakan aktivitas yang menyenangkan bagiku, salah satunya karena dapat mengurangi beban pikiranku lebih tepatnya. Oleh karena itu awal-awal kembali ke dunia blog, aku memilih menulis di sebuah platform dan belum mengoptimalkan blog pribadi. Sampai pada akhirnya aku tertarik mencoba untuk mengoptimalkan blog pribadi seperti sekarang ini.

Walaupun belum seprofesional teman-teman blogger yang lainnya, aku juga terus belajar untuk menjadi blogger profesional. Karena aku percaya pada sebuah pernyataan "berkaryalah sampai karyamu akan dicari orang".


Selasa, 11 Desember 2018

Aku dan Pekerjaan Rumah Tangga


"Gawean omah kui ra ono entek e," ungkap nenek suatu hari yang artinya kurang lebih bahwa sebuah pekerjaan di dalam rumah itu tidak ada habisnya. Nenek di usianya yang hampir menginjak 80 tahun, masih bisa melakukan pekerjaan rumah tangga tanpa di bantu oleh asisten rumah tangga.

Ketika aku menjadi seorang ibu rumah tangga, aku membuktikan ungkapan nenek itu benar. Pekerjaan rumah tangga biasanya akan ada terus dari mulai aku membuka mata di pagi hari hingga menjelang tidur. Tinggal bagaimana kita memanage pekerjaan rumah tangga tersebut agar tidak merasa terbelenggu.

Aku gampang sekali bosan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang memakan waktu lama. Seperti memasak, selama ini aku hanya memasak dengan waktu maksimal 1 jam jadi bisa dibayangin kan aku masak yang simpel aja.

Sebenarnya aku juga suka mencuci baju tapi kalau mencucinya itu 2 ember besar lama-lama terasa bosan juga. "cucian kok ga selesai-selesai sih dari tadi," gerutuku dalam hati. Sama halnya dengan mencuci piring, kalau banyak juga membosankan dan melelahkan.

Lalu pekerjaan rumah tangga apa saja yang paling disukai? Jawabannya adalah bersih-bersih rumah. Loh kenapa? Aku suka bersih-bersih rumah karena yang dibersihkan di rumah itu banyak. Misalnya bersihin jendela, kan jendela ada beberapa di rumah bukan cuma satu jendela saja. Jadi sambil bersihin jendela, sambil bergerak walaupun bukan bergerak 1000 langkah seperti iklan di televisi. Begitu pula dengan menyapu lantai dan ngepel, kan sukses membuat kita melakukan aktifitas fisik seperti yang dikampanyekan oleh germas.

Aku selalu berusaha membuat rumah bersih dan rapi walaupun punya seorang putri yang masih batita. Ada yang bilang kalau sebuah rumah saat ada anak kecil terus berantakan itu wajar, "nggak apa-apa namanya juga punya anak kecil". Tetapi ungkapan ini tidak berlaku bagiku, justru rumah bersih dan rapi harus dikenalkan pada anak sedini mungkin. Aku tidak pernah melarang anakku mengeluarkan mainannya, tetapi selalu mengingatkannya untuk merapikan mainan setelah selesai digunakan. Selain itu, keadaan rumah yang bersih dan rapi akan membuatku merasa nyaman di rumah.
Kalau mbak Sapti, pekerjaan rumah tangga apa aja yang paling disukai?

Senin, 10 Desember 2018

Hal-Hal Yang Dilakukan Saat Hari Libur

Salah satu Kelas Heritage yang aku ikuti bersama teman-teman Kompasianer Jogja dalam pameran foto suikerkultuur Jogja Yang Hilang, dipandu oleh Komunitas Roemah Toea di Bentara Budaya Yogyakarta. Dokpri

Saat masih single, biasanya aku bisa bermalas-malasan di hari libur. Tetapi ketika sudah menikah dan mempunyai
seorang putri, hari libur akan diisi dengan berbagai hal yang menarik di luar aktifitas harian yang kadang terasa sangat membosankan. Aku sendiri adalah type orang yang gampang bosan dengan aktifitas sehari-hari, jadi hari libur merupakan sebuah pelarian dari rasa bosan tersebut. 

Jadi apa aja yang biasanya aku lakukan di hari libur? 
1. Memasak 
Sebenarnya aku juga hampir setiap hari memasak, kecuali kalau sedang merasa terlalu lelah maka beli masakan matang adalah solusinya. Tetapi memasak di hari libur adalah sesuatu yang berbeda. Aku biasanya pengen coba-coba bikin masakan dengan menu baru. Suami akan mengantarku berbelanja ke pasar di pagi hari. Kemudian saat aku mulai memasak, suami akan menjaga putri kami. Aku bukan type orang yang bisa dibantu dalam memasak, karena akan terasa lebih lama selesainya jika dibantu. 

2. Mengunjungi Museum.
Mengunjungi museum adalah hal yang menarik, banyak sekali pengetahuan yang bisa didapatkan di dalam sebuah museum. Tetapi masyarakat Indonesia pada umumnya masih menganggap museum itu hanya menyimpan benda-benda kuno dan mistik. Aku tidak mau hal itu menyebar di dalam keluarga kecilku dan beruntungnya suami mendukung salah satu programku yaitu mengunjungi museum. Kami berusaha mengenalkan museum kepada putri kami yang masih batita. Bahkan kami pernah mengajaknya ke museum benteng Vredeburg saat usianya belum genap 1 tahun. Museum-museum yang berisi budaya jawa dan  perjuangan bangsa masuk ke dalam daftar list utamaku saat ini.
Kenapa? Ya agar putriku nantinya tidak melupakan identitasnya sebagai warga negara Indonesia khususnya orang jawa dan tidak melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa hingga bisa berdiri di tahan merdeka ini. 

3. Mengikuti kelas heritage. Semakin banyaknya gempuran budaya asing ke dalam negeri membuatku selalu ingin mengikuti kelas heritage yang ada di sekitar Yogyakarta.
Kenapa? Karena jika tidak mengetahui akar sejarah bangsa melalui kelas heritage, sebagai seorang ibu aku merasa kurang amunisi untuk menahan gempuran budaya asing yang akan terjadi di masa depan.
Kalau tidak punya amunisi, bagaimana kelak mendidik anakku nanti? 

4. Ke rumah nenek-kakek biasanya kami lakukan di hari libur. 

5. Jalan-jalan dan kulineran. Saat ada rejeki lebih dan saat hari libur, biasanya keluarga kecilku memutuskan jalan-jalan sambil kulineran. Seperti jalan-jalan ke kota Solo yang bagi kami adalah mengunjungi saudara tua. Biasanya kami memilih menggunakan kereta prameks untuk menuju kota Solo karena harganya yang terjangkau. Setelah lelah berjalan-jalan dan perut lapar, kami akan kulineran. Salah satu tempat favoritku adalah Timlo Sastro di belakang Pasar Gedhe. 
Tetapi saat budget minim, kami akan kulineran di sekitar Kotagede, Yogyakarta karena tidak jauh dari rumah. Menelusuri gang-gang Kotagede yang seperti labirin dan mengunjungi beberapa tempat kuliner favorit ternyata sangat menyenangkan. Walaupun aku merasa deg-degan kalau menemui jalan buntu dan tidak bisa keluar dari gang 😂. Kalau mbak Leni di hari libur biasanya ngapain aja ya?

Minggu, 09 Desember 2018

Lantunan Lagu di Playlist dan Guyuran Hujan

copyright : BuiltLean

Hujan yang mengguyur kota Jogja sejak semalam sepertinya masih enggan untuk berhenti. Aktivitas bangun tidur menjadi aktivitas tersulit untuk memulai kegiatas hari ini dikarenakan udara dingin yang dibawa oleh guyuran hujan. "Berasa kayak di Dago," kataku dalam hati sambil memandangi hujan dari balik jendela kamar.
Di pagi yang dingin ini aku memutuskan untuk membuat secangkir teh hangat dan menyalakan musik agar aku tidak kembali ke tempat tidur.

Di bawah ini adalah beberapa lagu yang ada di playlistku.

1. Westlife - You Rise Me Up
Aku biasanya bernyanyi bersama dengan putriku saat lagu ini mulai berkumandang. Sejenis lagu wajib yang menyentuh hati kali ya 😂

2. Aysel & Arash - Always
Lagu yang dibawakan oleh penyanyi asal Asia Tengah tersebut mungkin kurang dikenal oleh publik Indonesia. Aku sendiri lupa darimana menemukan lagu ini. Tetapi irama musik yang disajikan cukup membuat badan ikut bergoyang.

3. Glenn Fredly - Januari
Kamu putus di Januari? Ah enggak kok, aku hanya menyukai lagu-lagu milik Glenn Fredly terutama yang berjudul Januari karena enak didengarkan aja.

4. Manthous - Geblek Kulon Progo
Ini adalah lagu yang sering aku putar berkali-kali saat merasa kangen dengan tempat kelahiran. Sejauh apapun merantau, pasti akan kangen dengan tempat kelahiran.

5. Westlife- beautiful in white
Aku sering mbrambangi alias merasa terharu ketika lagu ini dikumandangkan. Kenapa? Karena lagu ini menceritakan tentang betapa agungnya sebuah pernikahan.

6. Yovie Nuno - Sakit Hati

7. Fort Minor - Welcome
Sebuah band besutan Mike Shinoda Linkin Park, setelah vakum sekian lama akhirnya merilis sebuah lagu baru berjudul Welcome. Keunikan jenis musiknya membuatku segera download saat lagu ini baru saja dirilis.

8. Linkin Park - What I've Done
Selain karena lagu ini merupakan soundtrack dari film transformers, irama dan liriknya yang bersemangat bisa menyuntikkan semangat padaku di pagi hari.
9. Craig David - Unbelievable

10. Gesang- Bengawan Solo
Lagu keroncong Bengawan Solo sudah sangat melegenda. Walaupun sudah ada yang menyanyikannya dalam bentuk musik jazz, aku tetap menyukai lagu ini dalam bentuk keroncong.

Hal tersulit dalam hidup adalah saat kita berusaha melawan diri sendiri. Begitupun aku, melawan rasaku yang ingin kembali tarik selimut itu susah. Walaupun sudah mendengarkan lagu kesukaan di playlist, tetep aja lingkungan sekitar mendukung untuk tarik selimut lagi 😂
Kalau mbak Vika hari ini pengen tarik selimut lagi nggak?

Sabtu, 08 Desember 2018

5 Youtuber Favorit

Pic : youtube

Aplikasi youtube sebenarnya jarang banget aku pakai kecuali urgent dalam mencari video sesuatu di internet. Selain karena nggak ada kuota, pada dasarnya aku memang kurang bisa memahami sesuatu yang disampaikan lewat unggahan video di youtube alias loading lama. Untuk memahami apa yang disampaikan melalui video di youtube, aku harus nonton videonya berkali-kali. Tetapi walaupun jarang youtube-an, aku tetap memiliki sederet nama youtuber favorit di Indonesia.

1. Kaesang Pengarep
Putra terkahir presiden RI ini memang memiliki selera humor yang tinggi. Terungkap dalam video-vidoenya di youtube yang membuat penontonnya tertawa. Apalagi cuitannya di twitter setelah dia memiliki Sang Pisang, tambah menandakan kekocakannya dalam bermedia sosial. Aku masih ingat bagaimana Kaesang membuat video tanya jawab dengan kakak perempuannya sebelum kakaknya ini menikah. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Kaesang cukup konyol dan membuatku tidak bisa berhenti tertawa. Tingkah-tingkah konyol tersebut yang akhirnya membuat kebulatan tekadku untuk mengklik subscribe pada aku youtube Kaesang.

2. Mikael Rinto
Sebagai teman dalam satu komunitas yaitu komunitas Roemah Toea, mas Rinto yang sering mengunggah video kereta api ini juga memiliki pengetahuan tentang sejarah  yang mumpuni. Membicarakan kereta api tidak lepas dari sejarah kolonial tentunya karena adanya kereta api juga dibawa oleh kolonial.

3. SkinnyIndonesian24
Konten yang disajikan mengangkat berbagai tema di Indonesia termasuk politik, kemenangan atlit bulu tangkis dan isu penting lainnya. Kreavitas mereka diasah terus dalam video-video yang diunggah di Youtube sampai akhirnya SkinnyIndonesian24 masuk nominasi penghargaan bergengsi dari Youtube.

4. Bayu Skak
Youtuber yang berasal dari Malang ini tetap menggunakan logat jawa timuran dalam berbagai video kocaknya. Ditambah dengan meluncurkan film Yowis Ben yang membuat nama Bayu Skak semakin dikenal publik. Aku bahkan sudah nonton film ini sampai dua kali.

5. Londo Kampung
Bule satu ini sering mengerjai orang-orang yang ditemuinya dengan pura-pura bertanya menggunakan berbahasa inggris dan orang-orang akan kaget saat dia menelepon temannya menggunanakan bahasa Jawa dengan fasih. Coba deh bayangin jika kamu sebagai orang jawa bertemu dengannya lalu kalah fasih, aduh rasanya pasti malu-malu gimaan gitu.
Kalau mbak Dian udah pernah liat ketemu mas Londo Kampung ini belum?




Kamis, 06 Desember 2018

Hal-hal yang Ingin Aku Lakukan di Tahun 2019

Copyright : networkworld.com

Tidak terasa sudah memasuki bulan Desember yang ada di penghujung tahun 2018. Bunga-bunga desember yang ditanam oleh ibu sudah mulai mekar dengan siraman air hujan hampir setiap hari. Masih ada beberapa hal yang belum bisa aku lakukan di tahun 2018 sementara tahun 2019 tinggal menghitung hari.

Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan di tahun 2019, yaitu :

1. Kembali sejenak ke Bandung. 
Ada beberapa hal yang ingin aku selesaikan disana terutama meminta maaf kepada seorang tetangga di samping rumah lama dan mencari kucing kami yang bernama Owi. Aku menyesal dulu tidak membawa Owi sekaligus ke Jogja karena tidak ada biaya. Aku ingin sekali membawanya pulang di tahun 2019 nanti.

2. Sterilkan kucing liar di sekitar rumah.
Populasi kucing di sekitar rumahku sudah mulai banyak lagi. Tetapi tidak banyak yang peduli dengan mereka. Jika over populasi akan dibuang entah kemana oleh tim sweeping kucing.
Seperti para kucing liar yang dulu sering numpang makan di rumahku, waktu aku tinggal mudik selama 4 hari mereka entah dibuang kemana. Padahal makan dan minum sudah aku sediakan untuk para kucing di teras.
Tahun 2019 aku berharap ada rejeki lebih, agar aku bisa mensterilkan kucing-kucing liar di sekitar rumah.

3. Renovasi garasi rumah. Garasi rumahku bocor karena dulu pemasangan atapnya terburu-buru.

4. Membelikan wastafel cuci piring untuk Nenek agar beliau tidak kerepotan membawa piring kotor ke kamar mandi. Tahun 2019 nenek akan memasuki usia 80 tahun dan beliau masih sanggup melakukan pekerjaan rumah tanpa dibantu asisten rumah tangga.

5. Menjelajahi Kulon Progo terutama tempat-tempat bersejarahnya dan menuliskannya dalam artikel untuk digitalisasi manuskrip. Aku lahir di Kulon Progo, rasanya tidak lengkap jika aku tidak mengetahui sejarah tanah kelahiranku.
Aku juga ingin membagikan hasil jelajah heritageku dalam sebuah artikel kepada publik terutama publik Kulon Progo. Kenapa? Ya agar warga Kulon Progo tidak lupa dengan asal usul dan sejarahnya.
Kulon Progo sebelum tahun 1951 merupakan wilayah milik 2 kerajaan yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Sekarang yang menjadi bandara adalah tanah milik Pakualaman bukan Sultan Ground, jadi kalau ada yang demo-demo bilang Sultan bla bla bla itu tanah Sultan dan lain-lain ya aku cuma mau ngakak aja sih 🤣
Tanpa tau sejarah kok waton jeplak!
Apalagi tahun 2019 Kulon Progo merupakan gerbang internasional bagi para wisatawan. Jika generasi mudanya tidak peduli dengan sejarah, lama-lama sejarah Kulon Progo akan hilang tertelan zaman tanpa di digitalisasi.
Kalau mbak Dian tertarik menjelajahi Kulon Progo yuk bareng aku juga boleh 😁

Rabu, 05 Desember 2018

Bandung dan Jogja Dalam Untaian Memori

Inilah kawasan alun-alun Bandung, ya Bandung yang lebih dikenal orang awam daripada Kab. Bandung dan Kab.Bandung Barat. Dok : Pikiran Rakyat

Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menyesuaikan diri di tempat baru dan mencari teman baru bagiku tidak mudah untuk dilakukan. Tetapi itu sebuah kenyataan yang terjadi di kehidupanku.

Aku lahir di Kulon Progo, tepatnya sebuah desa kecil yang sekarang sudah terkenal dengan wisata alamnya. Kulon Progo masih bagian dari DIY lho 😉
Menjelang usia 4 tahun, orang tuaku membawaku untuk tinggal di kawasan jalan Radio-Palasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dekat Universitas Telkom yang saat itu masih bernama STT Telkom. Aku masih ingat, setiap hari minggu keluargaku pasti joging ke STT Telkom.

FYI secara administratif yang namanya "Bandung" dibagi jadi 3 wilayah yaitu Kabupaten Bandung Barat beribukota di Cimahi, Kabupaten Bandung beribukota di Soreang dan Kota Bandung itu sendiri. Jadi kalau bilang pernah tinggal di Bandung, nah Bandung yang mana dulu 😁

Perbedaan bahasa menjadi permasalahan terbesarku saat aku pindah tempat tinggal. Seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai berbahasa sunda. Tetapi ibu tetap menggunakan bahasa jawa di dalam rumah sehingga aku tidak melupakan bahasa tempat asalku.

Sekitar tahun 1998, keluargaku mulai pindah rumah ke sebuah desa yang letaknya kurang lebih 500 meter dari sungai Citarum. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru adalah satu-satunya jalan untuk tetap bisa bersosialisasi. Ibu pernah menanyakan mengenai pindah sekolah, tetapi aku tidak mau karena aku sudah nyaman dengan teman-teman di SD Pasawahan X walaupun dengan resiko harus menempuh perjalanan lebih lama.

Krisis moneter, bapak diberhentikan dari pekerjaan (walaupun aku tahu ketika sudah dewasa bahwa bapak diberhentikan karena menemukan dokumen pemberhentiannya) dan kemarau panjang sempat kami alamai pada saat tinggal di desa tersebut. Tetapi Tuhan maha baik, sepanjang pinggiran sungai Citarum tumbuh bayam liar yang bisa digunakan warga desa sebagai sayur.

Krisis moneter juga membuat teman-teman SDku pindah sekolah ke Jawa Tengah. Tapi untuk orang yang tinggal di wilayah pulau jawa bagian barat, pasti hanya akan meyebut Jawa. Entah Jawa bagian mana 😂 kalau kamu pernah tinggal pulau jawa bagian barat, pasti ada yang pernah bertanya " mudik ka Jawa si mbak tea?". Jadi seolah-olah bagian barat pulau jawa ini terpisahkan laut dengan Jateng ke timur alias bukan bagian dari pulau Jawa🤣

Pada tahun 2000,awal mula bencana alam tahunan,  yang sampai sekarang masih sering terjadi hingga melumpuhkan jalan provinsi dari kota Bandung menuju daerah Pangalengan dan Majalaya. Ya banjir tahunan, aku sudah lelah mengalaminya. Banjir 3 meter sampai mengungsi selama 1 minggu di dalam tenda sudah pernah aku alami.

Pada tahun 2004, saat usia adikku masih 2 tahun, ibu memutuskan membawa kami kembali pulang ke Kalibiru, Kulon Progo. Akupun akhirnya pindah sekolah. Pertama kali menginjakkan kaki di sekolah baru, aku merasa seperti alien dari planet Pluto.
Tugu Jogja. Dok :@jogjaupdate


Pada saat aku sudah mulai banyak teman di sekolah menengah, ibu membawaku tinggal bersama nenek di Temon, Kulon Progo. Beruntung sekolahku tidak ikut dipindahkan dengan resiko aku harus menempuh waktu hampir 1 jam menuju sekolah dengan menggunakan kendaraan umum.

Di akhir sekolah menengah atas, aku pindah numpang ke rumah pakdhe di Wates, Kulon Progo. Kota Wates yang sejak kecil hanya sebagai tempat turun kereta saat mudik dari Bandung akhirnya bisa aku nikmati di akhir pekan.

Dari hasil berpindah-pindah sekolah, aku kehilangan beberapa teman dekat karena jarak. Masa itu kami belum memiliki ponsel, jadi komunikasipun terputus saat pindah sekolah. Sampai saat ini aku tidak menemukan jejak teman dekatku saat di SD Pasawahan X bernama Silvia. Ditambah SD Pasawahan X sudah dilebur jadi satu dengan SD Pasawahan II.

Masa-masa kuliah aku habiskan untuk tinggal di kota Jogja walaupun sempat beberapa kali pindah kos. Aku tidak pernah memilih kos yang banyak gangnya karena aku sendiri susah untuk hapal jalan 😂. Saat ini aku beruntung karena masih berjodoh untuk tinggal di kota Jogja.

Selasa, 04 Desember 2018

Aku Punya 10 Akun IG Favorit

Bangunan RS Santo Yusup Kalibawang. Doc : Sesaba Adikarta

Sebagai netizen aktif, aku memiliki akun instagram yang sering digunakan untuk memposting kegiatan-kegiatan yang ku lakukan. Tetapi selain memposting, aku juga memiliki beberapa akun favorit yang sering aku kunjungi walaupun tidak terlihat di timeline.

10 akun favorit yang sering aku kunjungi diantaranya,

1. @roemahtoea
Akun instagram komunitas Roemah Toea ini menyajikan berbagai foto bangunan kolonial dengan caption yang lumayan panjang.
Bangunan-bangunan kolonial yang diposting oleh para admin sebagian besar adalah hasil karya jepretan mereka ketika melakukan blusukan. Kalau foto lawas bangunan era kolonial biasanya mereka mencari data dari berbagai sumber terpercaya.
Mau tau pahit manisnya mencari foto lawas bangunan peninggalan kolonial melalui data? Tunggu artikelku selajutnya ya 😁

2. @watespahpoh
Akun hits yang menjangkau sudut Kulon Progo ini sering aku kunjungi saat bersantai. Nah untuk apa sih? Ya tentunya untuk mencari tau tentang apa yang terjadi di Kulon Progo 😉

3. @rbthindonesia
Ini akun yang sukses membuatku ingin terbang ke Russia. Penasaran tentang Russia, kepoin aja akun ini deh.

4. @sesabaadikarta
Akun komunitas Sesaba Adikarta ini berisi tentang kegiatan-kegiatan komunitas dalam blusukan menyelami sejarah Kulon Progo. Meskipun akun ini masih muda, tetapi berusaha melengkapi sekelumit sejarah di Kulon Progo dengan postingannya saat jelajah heritage.

5. @nenamansoor
Aku biasanya stalking akun milik nenamansoor saat akan menggunakan jilbab karena tutorial jilbabnya mudah untuk dipraktekkan.

6. @larissacenter
Postingan-postingan dari akun larissa sangat bermanfaat bagi seorang ibu sepertiku. Apalagi ditambah dengan postingan diskon perawatan, ah senengnyaaa 😍

7. @grhatamapustaka
Selain memposting mengenai yang terjadi di Grhatama, akun ini juga sering memberitahukan kepada followersnya tentang diskusi-diskusi yang menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

8. @basukibtp
Tokoh yang sangat menginspirasi ini sering aku stalking melalui akun instagramnya. Alasannya segambreng, cukup aku yang tau aja daripada nanti ada yang baper.

9. @russiabeyond
 Akun ini menyajikan keindahan negara Russia melalui foto-foto yang disajikan. Caption yang digunakan adalah bahasa inggris disertai dengan hastag bahasa Russia.

10. @k_jogja
Sebagai keluarga dari Kompasianer Jogja, aku favoritkan akun IG nya karena berisi tentang informasi-informasi penting yang bisa diikuti oleh kompasianer.

Kalau mbak Riana akun favoritnya apa aja?

Seandainya aku punya uang 100 juta

Dok : okezone

Tidak terasa sudah memasuki bulan Desember, aku mulai melihat kalender yang terdapat tanggal merahnya. Agenda-agenda keluarga sudah mulai ku susun apalagi adikku akan menginap di rumah di pertengahan Desember. Menyusun agenda liburan keluarga tidak bisa sembarangan, cek harga sana sini itu penting karena menjelang akhir tahun harga kebutuhan pokok juga akan merangkak. Ah andai saja punya uang 100 juta, aku akan melakukan hal-hal di bawah ini :

1. Berdonasi kepada satwa melalui organisasi animal walfare yang terpercaya. 
Kenapa kok donasinya ke satwa bukan panti asuhan saja? Hmm udah banyak sih yang donasi ke panti asuhan, jadi kalau aku donasinya ke satwa aja. Tapi untuk berdonasi, aku akan memilih organisasi animal walfare yang terpercaya biar nggak disalahgunakan donasinya.

2. Investasi
Nah sampai saat ini aku masih mencari tau tentang investasi yang menguntungkan. Sependek pemahamanku, investasi emas dan tanah itu menguntungkan. Tetapi kalau teman-teman ada yang memiliki pengetahuan lebih tentang investasi yang logis, boleh banget share ke aku ya.

3. Tabungan Pendidikan
Biaya pendidikan kedepannya semakin mahal, oleh karena itu aku akan menyimpan sebagian uang 100 juta untuk biaya pendidikan putriku melalui tabungan pendidikan.

4. Renovasi rumah akan aku lakukan jika aku memiliki uang 100 juta sehingga fungsi ruangan di dalam rumah bisa dimaksimalkan dan tidak terlihat sempit.

5. Mengajak adikku ke Museum Ambarawa dan Semarang.
Adikku yang paling kecil adalah seorang railfans yang bercita-cita menjadi masinis kereta api. Dia sangat ingin mengunjungi museum kereta Ambarawa sejak 2tahun lalu. Oleh karena itu jika aku memiliki uang 100 juta, sebagian akan aku gunakan untuk mengajak adikku jalan-jalan ke museum kereta api Ambarawa dan mblusuk ke bangunan-bangunan kolonial di sekitar Ambarawa. Setelah itu aku akan mengajaknya ke kota Semarang untuk mengunjungi Lawang Sewu  yang masih berhubungan dengan kereta api. Stasiun Tawang juga masuk ke dalam daftarku karena aku ingin menunjukkan stasiun terindah di masa kolonial kepada adikku.
Untuk berkeliling Ambarawa dan Semarang tentu butuh biaya yang lumayan kan kalau tidak pakai numpang tidur di tempat saudara?hehe

Nah kalau mbak Yatmi memiliki uang 100 juta kira-kira mau ngapaian aja?

Senin, 03 Desember 2018

5 Negara Tujuan Wisata Impianku di Belahan Bumi Lain

Mengunjungi negeri orang adalah satu impianku sejak kecil, bukan karena tidak bersyukur tinggal di dalam negeri sendiri tetapi karena ingin mengetahui kehidupan di belahan bumi lain. Apalagi bumi sebelah eropa timur yang jarang dijangkau media-media di Indonesia. 

Negara-negara mana aja sih yang ingin aku kunjungi? 

1. Russia
Copyright : @lvvtravel 

Sejak masa kanak-kanak, aku suka menggambar sebuah kastil dengan kubah setengah lingkaran tetapi diatasnya terdapat salib. Suatu ketika, gambar tersebut ketahuan oleh ibu, yang kemudian menyebabkan aku tidak pernah lagi menggambarnya. Tetapi ingatan tentang gambar itu sudah tercatat di dalam memoriku. Dengan keterbatasan informasi semasa remaja, aku tetap berusaha mencari negara tersebut melalui buku-buku di perpustakaan. 

Buku-buku tentang Russia tidak banyak beredar di negara ini, karena sebagian orang masih menganggap Russia itu komunis, komunis itu PKI 😂.
Padahal ideologi usang komunis sudah tidak relevan dengan jaman dan setelah adanya  "glasnot dan perestroika yang dicetuskan oleh Mikhail Gorbachev di tahun 1990" komunis sudah tidak digunakan lagi oleh Russia (yang dulu disebut Uni Soviet dan setelah glasnot- perestorika Uni soviet pun bubar, salah satu negara pecahan Uni Soviet ya ini Republik Federasi Russia). Seiring dengan perkembangan jaman, dimana google selalu diandalkan, maka mencari tau tentang Russia pun sangat mudah. 

Apalagi sejak piala dunia 2018 yang diadakan di Russia, tambah bikin ngiler ingin mengunjungi negara tersebut. Bukan hanya karena keindahan Kremlin, St.Petesrburg, Tatarstan atau Lapangan Merahnya, tetapi kehidupan di alam liar Siberia juga menarik untuk dikunjungi.


Ditambah dengan adanya kereta Trans Siberia yang menghubungkan Moskow dengan Beijing yang semakin membuat penasaran tentang Russia.


Sampai sekarang saya masih selalu melihat tentang Russia melalui akun media sosial RBTH (Russia Beyond The Headline)  yang berbahasa indonesia. 

2. Estonia
Wajah dari muka website estonia.com

Mungkin nama negara ini tidak sepopuler negara-negara lainnya di benua eropa. Negara kecil yang berbatasan dengan laut Baltik ini baru saja merdeka di tahun 90an setelah pecahnya Uni Soviet.
Sebagai negara kecil ternyata Estonia memiliki tingkat kepadatan yang rendah diantara negara-negara eropa. Bangunan-bangunan tua di kota Tallin, Estonia merupakan daya tarik utama bagiku untuk mengunjunginya. 

3. Rumania
Transilvania. Wikipedia

Negara yang terletak di semenanjung Balkan ini lebih dikenal dengan negara asal drakula. Bagaimana tidak, kastil drakula juga ditemukan di negara ini yaitu di kota Brasov yang merupakan perbatasan antara pegunungan Transilvania dan Wallacia.
Vlad Tepes III/Vlad Dracul seorang pahlawan nasional Rumania yang sering dianggap dracula. Foto : Wikipedia

Selain itu hal yang paling menarik bagiku adalah mengenal seorang pahlawan nasional Rumania bernama Vlad Tepes III (Vlad Dracul), yang sering dirumorkan oleh dunia barat sebagai tokoh antagonis drakula (apalagi ditambah membaca novelnya Bram Stroker yang berjudul Dracula). 
Foto : Visittransilvania.ro


4. Belanda
Foto : tribunnews.com

Negara yang memiliki kanal-kanal besar dengan bangunan tua ini memang sudah menjadi negara impian yang ingin aku kunjungi. Aku sangat ingin mengunjungi Tropenmuseum dan Leiden University karena disana banyak menyimpan manuskrip yang berhubungan dengan Indonesia.

5. Armenia
Kastil abad pertengahan di Armenia. Foto : podroze.onet.pl

Negara yang terakhir sukses membuatku penasaran adalah negara Armenia yang terletak di Asia Tengah. Berawal dari postingan om Hans(seorang teman berkebangsaan Belanda keturunan Armenia) mengenai silsilah keluarganya yang ternyata seorang saudagar kaya di Hindia Belanda semasa kolonial,  rasa penasaranku tentang negara ini sangat besar. Ditambah dengan banyaknya kastil-kastil abad pertengahan yang masih berdiri di Armenia yang sangat indah, sukses membuatku memasukkan nama negara ini dalam list negara-negara tujuan wisata impian.
Kalau mbak Sapti pengen ke negara mana aja nih sebagai tujuan wisata?

Sabtu, 01 Desember 2018

Tips Hidup Sehat ala Niken


Copyright: habitatindonesia.org

Hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Bahkan sejak kecil kata-kata "lebih baik mencegah daripada mengobati" sudah akrab di telinga sejak sekolah dasar. Gambaran mengenai hidup sehat sudah sering diperoleh terutama melalui iklan layanan masyarakat di televisi. Selain itu sosialisasi puskesmas kepada masyarakat melalui kader-kader posyandu juga sangat membantu dalam melaksanakan pola hidup sehat. Tetapi pada kenyataannya untuk melaksanakan pola hidup sehat pasti butuh perjuangan. Perjuangan lahir maupun batin, karena tanpa niat yang kekeuh maka lahirpun belum tentu mengikuti niat tersebut dengan baik. Apalagi kalau gampang kepincut obat diet sana sini yaaa 😂 

Ada beberapa tips sehat yang sering aku pakai agar badan tetap sehat, yaitu :
1. Minum air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika sudah merasakan haus, aku segera minum air putih untuk menjaga kerja ginjal agar tidak terlalu berat. Apalagi jika cuaca panas, sebaiknya sebelum tenggorokan terasa kering sekali segera minum air putih agar mencegah dehidrasi. Ada yang bilang bahwa menahan lapar itu masih mending daripada menahan haus. 

2. Makan dengan menu yang mengandung gizi seimbang. 
Sekarang ini kementrian kesehatan melalui germas sudah melakukan kampanye gizi seimbang. Konsumsi karbohidrat harus diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah sesuai dengan piramida gizi seimbang. Ditambah dengan konsumsi gula garam harus dibatasi sesuai dengan piramida gizi seimbang agar tidak merusak kinerja butuh. 

3. Olahraga teratur. Beruntung sekali setiap minggu pagi ibu-ibu di lingkungan rumahku melakukan jalan santai selama minimal 30 menit. Rute yang ditempuh juga tidak jauh-jauh dari perumahan.  Jadi aku bisa ikut jalan santai secara teratur walaupun sambil mendorong kereta bayi, dan pulangnya bisa sekalian beli sayuran segar  untuk dimasak. 

4. Tidur minimal 8 jam per hari. Ya  jika aku tidur kurang dari 8 jam pasti akan merasakan sakit kepala. Oleh karena itu aku selalu berusaha tidur minimal 8 jam dalam sehari.

5. Positif thinking. Ini menurut suamiku sama pentingnya dengan poin-poin diatas. Kenapa? Karena sugesti positif di dalam pikiran, akan terbawa pada tingkah laku kita sehari-hari. 

Kalau 5 tips kesehatan dari mbak Leni kira-kira apa ya?

Ada Perjuangan Dibalik Koleksi Sendalku

Sendal berhak tinggi yang dikenal dengan nama wedges. Copyright : Pricenia.com


Seorang wanita kadang mengoleksi barang bukan karena butuh tetapi karena keinginan. Pernyataan ini tepat buatku karena sampai sekarang aku masih tergoda untuk mengoleksi sendal di rumah.
Tetapi setelah menjadi seorang ibu, tentu saja koleksi sendalku tentu sudah tidak selengkap dulu. Beruntung beberapa jenis sendal masih terlihat nangkring di gudang dengan rapi. 

Kenapa suka koleksi sendal?
Pertanyaan ini sering ditanyakan juga oleh suamiku. Jawabannya adalah karena aku pernah membeli sendal dengan cara mencicil sebanyak 2x lewat temanku. Sebuah perjuangan yang sangat panjang karena untuk mencicil, aku menggunakan 10% dari gajiku di toko yang berkisar 450.000 demi sendal impian. 

Perjuangan membeli sendal ini menjadi daya dorong untuk menambah koleksi sendal saat aku memiliki gaji lebih. Alasannya sih supaya bisa ganti-ganti sendal dan tidak perlu meminjam sendal kepada orang lain. 

Sampai saat ini koleksi sendal berhak tinggi masih ada 2 pasang, sementara yang lain sudah aku jual kembali saat pindah kos. Ditambah lagi seperti yang aku katakan bahwa aku sudah menjadi seorang ibu, jadi sendal-sendal berhak tinggi dan wedgesku sudah jarang ku pakai.

Nah kalau koleksi barang mbak Vika di rumah kira-kira apa aja ya?

Kamis, 29 November 2018

5 Film Rekomendasi yang Bisa Nambah Semangat

Luke Evans dalam film Dracula Untold. Sumber : Google


Cuaca Jogja pagi ini gerimis syahdu, membuat lebih nyaman untuk tarik selimut dan nonton film di dalam rumah. Kali ini aku akan merekomendasikan 5 film kesukaanku yang mungkin bisa dijadikan alternatif saat cuaca gerimis seperti sekarang. Kelima film tersebut diantaranya :

1. Transformers series
Poster film Transformers Age of Extincion. Wikipedia

Sejak kehadirannya dalam bentuk kartun 2D di layar kaca,  aku sudah mulai mengikuti serial transformers ini. Apalagi di tahun 2007 dirilis film transformers dalam bentuk film laga fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Michael Bay.
Kehadiran film-film transformers selanjutnya seperti Revenge of the Fallen (2009), Darkside of the Moon (2011), Age of Extincion (2014) dan The Last Knight (2017) juga semakin membuatku menyukai serial ini.
Tokoh favoritku tentu saja Optimus Prime, bahkan di laptopku juga ada stiker autobot. Menonton serial transformers biasanya akan aku lalukan ketika aku membutuhkan suntikan semangat, karena habis nonton transformers pasti jadi semangat.

2. Van Helsing
Poster film Van Helsing. Wikipedia

Film yang menceritakan tentang perburuan dracula di sekitar abad pertengahan ini menurutku sangat menarik. Pemandangan wilayah Transylvania yang sangat sedikit ditembus sinar matahari, kemudian kastil dracula yang misterius membuat semakin penasaran dengan daerah tersebut. Selain itu menempatkan Richard Roxburg sebagai dracula sangat cocok ditambah dengan aktingnya yang memukau ketika berduel dengan Gabriel Van Helsing (Hugh Jackman).
Dracula yang diperankan oleh Richard Roxburg dalam film Van Helsing. Google

 Ya jujur saja impian saya adalah mengunjungi kawasan Transylvania dan kastil Dracula 😁

3. My Name is Khan
Poster film My Name is Khan. Wikipedia

Film drama bollywood yang berhasil merebut pasar internasional ini memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, film ini berhasil mengangkat isu sensitif. Film yang dibintangi Shah Rukh Khan dan Kajol ini berhasil membuatku membuka mata mengenai apa yang harus dilakukan ketika aku numpang di negara orang lain dan menjadi minoritas. Selain itu film ini juga mengajarkan kepada setiap orang untuk selalu berbuat baik dan menolong orang lain tanpa memandang suku, ras dan agama.

4. Dracula Untold 
Poster film Dracula Untold. Wikipedia

Tentang dracula lagi nih, ya aku penggemar film-film yang menyajikan tokoh dracula sebagai seorang pemimpin, bukan vampire menye-menye yang isinya cinta-cintaan. 
Dalam film Dracula Untold yang dibintangi Luke Evans ini, aku berhasil melihat benang merah penjajahan Turki Usmani ke Wallacia (Transylvania). Luke Evans berhasil memukau dengan penampilanya sebagai Dracula yang ingin melindungi keluarga dan rakyatnya.
Walaupun hanya film, tetapi bagiku Dracula bisa saja adalah seorang pahlawan di wilayahnya yang ingin melepaskan diri dari penjajahan Turki Usmani.

5. Hotel Transylvania
Poster film Hotel Transylvania. Wikipedia

Film rekomendasiku yang terakhir adalah film kartun yang akan membuat tertawa terbahak-bahak dengan tingkah konyol para monsternya. Film bergenre komedi yang rilis di tahun 2012 ini berhasil menghilangkan kesan seram terhadap dracula tetapi tetap ada ciri khas seorang dracula. Papa Drac, seorang dracula pemilik hotel transylvania yang kesan awalnya seram, ternyata bisa berbuat konyol demi anaknya yang bernama Mevis yang menyukai manusia.


Itu tadi beberapa film rekomendasiku.  Nah kalau 5 film rekomendasi mbak Dian apa aja ya?

Para Kucing Ibu yang (Mungkin) Sudah di Surga

Salah satu kucing ibu yang meninggal karena tulang tengkoraknya bonyok.  Dokpri Hidupku rasanya tidak pernah jauh dari hewan berbul...