Bijak Menggunakan Media Sosial


Medsos alias media sosial sudah akrab dengan dunia kita saat ini. Kalau ditanya ada berapa akun medsos yang dimiliki, pasti sebagian besar netizen menjawab lebih dari satu akun. Sebagai blogger dan netizen aku memiliki beberapa akun media sosial seperti akun facebook, twitter dan instagram. Saat ini aku lebih suka menggunakan instagram karena kita bisa memilih apa saja jenis postingan yang disukai. Misalnya aku suka bab beauty dan animal, maka waktu kita klik tombol search akan muncul rekomendasi akun atau postingan yang sudah dipilih tadi.
Dalam menggunakan media sosial, aku sebagai seorang emak-emak tentu berusaha untuk tidak "nyinyir". Mengomentari unggahan artis atau menghujat unggahan artis tidak perlu dilakukan karena itu tidak bermanfaat bagiku. Nanti kalau dilaporkan artis yang bersangkutan bagaimana hayo?
Banyaknya informasi yang kita dapatkan di media sosial kadang membuat kita ingin ikut share ke saudara atau teman-teman di dalam grup media sosial seperti grup whatsapp. Tetapi alangkah baiknya jika kita tidak langsung share sebelum membaca lengkap dan melihat sumber informasi tersebut valid atau tidak.
Dalam menerima informasi di media sosial sebaiknya kita memfilter informasi yang masuk sebelum share ke orang lain.
Hal ini dikarenakan belum tentu informasi yang beredar di media sosial tersebut valid.
Seperti yang sebelumnya sering terjadi di grup WA. Banyak sekali yang ingin segera share postingan tanpa melihat sumber informasi tersebut valid atau tidak, pokoknya cepet-cepatan share aja deh biar kelihatan keren. Padahal sikap demikian sesungguhnya malah membuat risih penghuni grup WA karena bunyi terus-terusan. Atau justru malah membuat salah seorang teman di dalam grup WA melakukan left grup. Kadang kalau kebanyakan grup yang selalu share informasi tanpa filter, aku lebih baik left grup saja.
Sebenarnya kementrian komunikasi dan informatika sudah sering melakukan pendekatan kepada masyarakat mengenai filter informasi tetapi aku pikir cara terbaik untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak adalah "think before posting".
Ujung tombak filter media sosial adalah diri kita sendiri bukan pemerintah. Kebebasan bermedia sosial seharusnya tidak menjadikan kita sebebas-bebasnya dalam berkicau karena semua ada konsekuensinya.


Nah bagaimana cerita mengenai bermedia sosial menurut sesama emak-emak yang masih aktif sebagai blogger? Yuk kita tunggu ceritanya.

Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

Posting Komentar

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga