Angkringan Tobat, Perpaduan Konsep Modern dengan Makanan Tradisional







Jogja, sebuah kota kecil yang tak pernah lepas dengan angkringannya. katanya ke Jogja itu tidak puas apabila tidak mencicipi angkringan. angkringan adalah sebuah tempat yang menyediakan minuman dan makanan dimana semua lapisan masyarakat berkumpul dan  wedangan. Wedangan ini sangat tidak asing bagi warga yang tinggal di Jogja. ya bisa kita katakan wedangan adalah sebuah kebiasaan yang digunakan untuk mengisi waktu luang. Saat ini berbagai angkringan sudah menjamur di Jogja terutama di daerah kampus dan tempat wisata. Kita dapat menemukan angkringan di seluruh wilayah Jogja. 

Angkringan Tobat bediri sejak 2 Oktober 2015.  Letak Angkringan Tobat di sebelah utara terminal Condong Catur, alamat lengkapnya di jalan Sukoharjo Rt 01 Rw 01, Sanggrahan, Condong Catur. Menurut saya letak angkringan ini strategis karena dekat dengan jalan raya dan dekat dengan tempat karaoke Top 40. Fasilitas yang diberikan angkringan Tobat ini bisa dibilang lengkap. Tempat parkir cukup luas dan bisa untuk parkir mobil. Mushola dan toilet terletak di ujung belakang angkringan dan tidak lupa disini disediakan wifi dengan kecepatan 10Mbps. Di bagian kanan dan kiri tempat duduk pun disediakan stop kontak yang bisa kita gunakan, jadi intinya ga beda sih sama kita nongkrong dan wifian. Angkringan Tobat buka dari pukul 16.00 sampai 24.00 dan pada hari minggu libur.

Kalau kita makan tidak  bisa lepas juga dengan menu makanan yang disediakan. Menu makanan disini cukup lengkap dengan harga yang terjangkau. Ada berbagai macam nasi bakar seperti nasi bakar teri kemangi, nasi bakar ayam kemangi, nasi sambel teri dan berbagai macam nasi lainnya. Saya mencoba nasi bakar pindang daun kemangi, rasa kemangi yang dipadukan dengan pindangnya cukup menggugah selera makan. Untuk sate tersedia sate usus, sate ati ampela, sate kerang, sate bakso dan ada pula sate jamur yang semuanya bisa dibakar.
Oh iya kita juga bisa menemukan piring seng bergambar bunga yang merupakan piring  antik yang sudah sulit kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Disini piring seng bergambar bunga ini memang digunakan untuk mengambil makanan dan konsep ini sangat menarik untuk saya karena mengurangi penggunaan plastik.

Ada dua pilihan yang ditawarkan untuk menu yang dibakar yaitu bakar kecap dan bakar pedas. Saya mencoba bakar pedas karena memang pada dasarnya menyukai masakan pedas. Sate kerang bakar pedas kali ini cukup membuat saya pesan minum satu lagi, yang artinya bahwa sate ini benar-benar pedas.Gorengan yang disediakan disini cukup beragam, ada tahu isi dan tempe goreng yang keduanya bisa dibakar. Untuk menu kedua ini saya mencoba nasi bakar ayam kemangi dengan 2 tempe goreng bakar pedas.  Ketika saya kesini emang lagi pilek sih jadi saya coba pesan teh jahe. Di beberapa angkringan yang pernah saya coba, teh jahe angkringan Tobat ini menurut saya komposisinya pas banget jadi tidak hanya gula dan teh saja yang terasa, tapi rasa jahenya pun menyatu alias ngeblend.


Untuk pecinta kopi, disini juga disediakan 4 kopi khas nusantara yaitu kopi hitam, kopi Bali Kintamani, kopi Mandheling dari pulau Sumatera dan kopi Kalosi dari Toraja. Jadi tidak usah khawatir bagi pecinta kopi juga bisa nongkrong disini. Kombinasi angkringan dengan konsep modern ini memang sangat menarik bagi pengunjung karena fasilitasnya yang lengkap dan harga yang terjangkau. Untuk lebih jelas mengenai angkringan tobat kamu bisa follow instagramnya juga di @angkringantobat atau di 081804150031

Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

Posting Komentar

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga