Kamis, 29 November 2018

5 Film Rekomendasi yang Bisa Nambah Semangat

Luke Evans dalam film Dracula Untold. Sumber : Google


Cuaca Jogja pagi ini gerimis syahdu, membuat lebih nyaman untuk tarik selimut dan nonton film di dalam rumah. Kali ini aku akan merekomendasikan 5 film kesukaanku yang mungkin bisa dijadikan alternatif saat cuaca gerimis seperti sekarang. Kelima film tersebut diantaranya :

1. Transformers series
Poster film Transformers Age of Extincion. Wikipedia

Sejak kehadirannya dalam bentuk kartun 2D di layar kaca,  aku sudah mulai mengikuti serial transformers ini. Apalagi di tahun 2007 dirilis film transformers dalam bentuk film laga fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Michael Bay.
Kehadiran film-film transformers selanjutnya seperti Revenge of the Fallen (2009), Darkside of the Moon (2011), Age of Extincion (2014) dan The Last Knight (2017) juga semakin membuatku menyukai serial ini.
Tokoh favoritku tentu saja Optimus Prime, bahkan di laptopku juga ada stiker autobot. Menonton serial transformers biasanya akan aku lalukan ketika aku membutuhkan suntikan semangat, karena habis nonton transformers pasti jadi semangat.

2. Van Helsing
Poster film Van Helsing. Wikipedia

Film yang menceritakan tentang perburuan dracula di sekitar abad pertengahan ini menurutku sangat menarik. Pemandangan wilayah Transylvania yang sangat sedikit ditembus sinar matahari, kemudian kastil dracula yang misterius membuat semakin penasaran dengan daerah tersebut. Selain itu menempatkan Richard Roxburg sebagai dracula sangat cocok ditambah dengan aktingnya yang memukau ketika berduel dengan Gabriel Van Helsing (Hugh Jackman).
Dracula yang diperankan oleh Richard Roxburg dalam film Van Helsing. Google

 Ya jujur saja impian saya adalah mengunjungi kawasan Transylvania dan kastil Dracula 😁

3. My Name is Khan
Poster film My Name is Khan. Wikipedia

Film drama bollywood yang berhasil merebut pasar internasional ini memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, film ini berhasil mengangkat isu sensitif. Film yang dibintangi Shah Rukh Khan dan Kajol ini berhasil membuatku membuka mata mengenai apa yang harus dilakukan ketika aku numpang di negara orang lain dan menjadi minoritas. Selain itu film ini juga mengajarkan kepada setiap orang untuk selalu berbuat baik dan menolong orang lain tanpa memandang suku, ras dan agama.

4. Dracula Untold 
Poster film Dracula Untold. Wikipedia

Tentang dracula lagi nih, ya aku penggemar film-film yang menyajikan tokoh dracula sebagai seorang pemimpin, bukan vampire menye-menye yang isinya cinta-cintaan. 
Dalam film Dracula Untold yang dibintangi Luke Evans ini, aku berhasil melihat benang merah penjajahan Turki Usmani ke Wallacia (Transylvania). Luke Evans berhasil memukau dengan penampilanya sebagai Dracula yang ingin melindungi keluarga dan rakyatnya.
Walaupun hanya film, tetapi bagiku Dracula bisa saja adalah seorang pahlawan di wilayahnya yang ingin melepaskan diri dari penjajahan Turki Usmani.

5. Hotel Transylvania
Poster film Hotel Transylvania. Wikipedia

Film rekomendasiku yang terakhir adalah film kartun yang akan membuat tertawa terbahak-bahak dengan tingkah konyol para monsternya. Film bergenre komedi yang rilis di tahun 2012 ini berhasil menghilangkan kesan seram terhadap dracula tetapi tetap ada ciri khas seorang dracula. Papa Drac, seorang dracula pemilik hotel transylvania yang kesan awalnya seram, ternyata bisa berbuat konyol demi anaknya yang bernama Mevis yang menyukai manusia.


Itu tadi beberapa film rekomendasiku.  Nah kalau 5 film rekomendasi mbak Dian apa aja ya?

Rabu, 28 November 2018

5 Blogger Favorit yang Menginspirasi


Setiap bloger punya cara tersendiri untuk menyampaikan pesan dalam tulisannya.
Begitupun dengan 5 blogger favoritku, punya gaya tulisan yang tidak sama antara bloger satu dengan yang lainnya. Tetapi bukan berarti di luar 5 blogger ini tidak menjadi inspirasi ya, tentu saja masih banyak para blogger di luar sana yang menginspirasiku dalam menulis.

Lima blogger favoritku diantaranya : 

1. Lengkong Sanggar Ginaris. 
Blog milik Lengkong Sanggar. Dokpri
Blog  jejakkolonial.blogspot.com ini sering kali muncul di halaman pertama google ketika kita ketik berbagai peninggalan kolonial di Indonesia. Bagaimana tidak, blognya sudah hits di kalangan pecinta sejarah terutama sejarah kolonial. Apalagi mas Lengkong yang belum lama ini meneruskan S-2 di bidang arkeologi UGM juga sering mblusuk bersama dengan teman-teman komunitas Roemah Toea


2. Wates Pahpoh (watespahpoh.net)
Blog milik Wates Pahpoh. Dokpri

Blog yang dituliskan oleh para admin dan kontributor Wates pahpoh ini tidak hanya menyajikan opini.  Sebagian isi blognya juga menyajikan berbagai tulisan mengenai sejarah Kulon Progo. Dengan tagline Menyentuh Sudut Kulon Progo, Watespahpoh berhasil membuatku selalu merindukan tulisan terbarunya terutama mengenai sejarah kolonial di Kulon Progo. 


3. Dewi Damanik Nielsen  

Blog milik Dewi Nielsen.dokpri

Mengenal sosok Dewi Nielsen sebenarnya aku temukan dari tulisannya di Blogger Perempuan. Selain menyajikan foto-foto yang menarik hati pembaca, Dewi Nielsen juga berhasil membuat pembaca blognya mengetahui kehidupan di negara Denmark melalui sebuah tulisan.


4. Erykar Lebang
Blog milik Erykar. Dokpri


 Sosok food combining yang satu ini berhasil menginspirasi saya untuk menerapkan pola makan yang benar di dalam rumah. Sebagai seorang ibu, sangat penting untuk memperhatikan asupan gizi untuk anggota keluarga dan saya menemukannya di blog erykar.com

5. Grace Melia (gracemelia.com
Blog milik Gesi. Dokpri

Siapa sih yang tidak mengenal sosok seorang ibu yang sangat inspiratif ini?  Tulisan-tulisan mbak Gesi terutama tentang rubella berhasil menyadarkan saya mengenai pentingnya imunisasi MR bagi buah hati. Informasi-informasi mengenai MR juga saya dapatkan dari postingan mbak Gesi yang merupakan founder dari Rumah Ramah Rubella.

Yap, itu tadi sedikit cerita tentang 5 blogger favoritku. Kalau versi kamu, siapa aja sih 5 blogger favoritmu?

Jasa Ekspedisi Sameday Delivery? Paxel Aja


brosur paxel.dokpri

Sekitar sebulan yang lalu, saya sempat melihat postingan para bloger jabodetabek di medsos tentang sebuah jasa ekspedisi berwarna ungu-kuning yang belum akrab di wilayah DIY.
Jasa pengiriman logistik apa sih? Kok mirip dengan salah satu provider smartphone? Pertanyaan demi pertanyaan melintas sebelum saya membaca utuh postingan tersebut. Kekepoan saya pun bertambah saat mengetahui nama jasa pengiriman logistik tersebut adalah Paxel. Telunjuk tidak terasa meluncur ke aplikasi playstore dan segera download.
Belum sempat registrasi akun di Paxel, eh ternyata saya dapat kabar bahwa jasa pengiriman logistik ini akan mengadakan syukuran di Jogja.
Setelah mengetahui mekanisme untuk mengikuti acara syukuran, saya segera melakukan registrasi akun Paxel dan mendapatkan saldo sebesar 100.000 yang bisa digunakan untuk mencoba kirim paket. 
bapal Djohari Zein, founding father Paxel. dokpri

Tiba saat yang dinanti-nanti yaitu tanggal 24 November 2018, Paxel mengadakan syukuran di Ling Lung Cafe, Yogyakarta. Acara syukuran ini dihadiri oleh para bloger jogja dan pihak Paxel sendiri.
Betapa terkejutnya saya ketika melihat seorang senior di jasa pengiriman logistik sebelah ternyata membidani lahirnya Paxel. Beliau adalah bapak Djohari Zein yang sudah malang melintang di dunia perlogistikan sejak lama. Setelah sukses dengan logistik sebelah, beliau terketuk hatinya untuk membidani startup baru bernama Paxel ini dengan tagline #AntarkanKebaikan. Menurut beliau, Paxel tidak sekedar bisnis karena di setiap 20 paket yang dikirimkan melalui Paxel, ada dana yang disisihkan untuk anak-anak yang kurang beruntung melalui Yayasan Rumah Harapan Kita yang didirikan oleh Valencia Mieke Randa. 
Valencia Mieke Randa, pendiri Yayasan Rumah Harapan Kita. dokpri

Pembicara selanjutnya adalah Alexander Zulkarnaen selaku Brand Happiness Hero dari Paxel dan Intan  selaku Chief Happiness Hero. Paxel memiliki filosofi Pax : package or people dan El : accelerate yang kurang lebihnya berarti Paxel diharapkan bisa melayani masyarakat kemana saja dengan lebih cepat. 
aplikasi Paxel.dokpri

Nah apa saja sih keunggulan Paxel ?
1. Tarif flat, ya dimana tarif yang digunakan tidak dengan ukuran jarak tetapi menggunakan ukuran dimensi barang. Saya sudah mencoba mengirimkan paket dengan dimensi ukuran terkecil seharga 18.000 per paket.
2. Sameday Delivery. Paxel memiliki keunggulan sameday delivery yang berarti jika kita kirim paket sebelum jam 2 siang, Hero akan menjemputnya kemudian akan di distribusikan secara estafet pada hari yang sama juga. Jadi paket yang dikirimkan sebelum jam 2 siang akan diterima oleh penerima sekitar jam 10 malam.
3. Fitur pelacakan pengiriman tentu ada di aplikasi Paxel untuk mempermudah customer dalam melakukan pelacakan pengiriman.
5.Happiness Hero. Nah Paxel tidak punya kurir, tapi punya Happiness Hero. Kenapa dikasih nama Happiness Hero? Jawabannya tidak lain karena Paxel tidak hanya sekedar mengantarkan paket tetapi juga mengantarkan kebaikan dengan happy dan ujung tombak dari Paxel itu sendiri.
6. Uang kembali jika pengiriman melebihi waktu yang sudah ditentukan. Ya telat beberapa menit aja Hero sampai di rumah penerima paket, maka saldo paxel yang sudah terpotong akan dikembalikan.
Nah untuk usaha frozen food, silahkan cek keunggulan-keunggulan Paxel dan segera download serta registrasi akun Paxel. Jangan lupa pakai referal code : nikennawangsari ya supaya dapat saldo Paxel sebesar 100.000 yang bisa langsung digunakan saat itu juga.

Selasa, 27 November 2018

5 Benda Prioritas di Dalam Tas

barang-barang prioritas. dokpri

Menjadi seorang ibu tentu prioritas yang dibawa di dalam tas berbeda dengan saat masih lajang. Agak shock juga sebenarnya ketika perlengkapanku sebanyak 1 pouch harus tergantikan oleh perlengkapan bayi. Tapi aku belajar untuk menerimanya karena sekarang aku adalah seorang ibu yang harus memprioritaskan anaknya. Selain itu, aku tidak mau isi tasku terlalu banyak karena berat kalau harus menggendong anak ditambah dengan menggendong tas.

Jadi, apa aja sih yang wajib ada di dalam tasku?
1. Smartphone & kelengkapannya.
Membawa smartphone ketika bepergian tentu tidak akan lengkap jika perlengkapannya seperti charger dan power bank tidak dibawa. Kalau habis baterai kan sama aja smartphonenya tidak bisa digunakan . Oleh karena itu aku tidak lupa minimal membawa charger smartphone agar ketika baterainya sudah sekarat, tinggal cari colokan deh.
2. Dompet
Dompet juga penting untuk ada di dalam tas karena selain untuk membawa sejumlah uang, beberapa kartu identitas juga tersimpan di dompet. Apalagi kalau bepergian jauh, dompet adalah barang yang wajib dibawa.
3. Perlengkapan bayi (popok sekali pakai, minyak telon, baju ganti & tissu)
Nah ini dia perlengkapan yang selalu aku taruh di dalam pouch tersendiri karena isinya banyak dan lumayan berat. Tapi kalau tidak dibawa juga nanti repot sendiri. Perlengkapan bayi yang aku bawa dalam satu pouch biasanya terdiri dari 1 pasang baju ganti, 1pc popok sekali pakai, 1 botol minyak telon ukuran 65ml, 1 botol sabun mandi 2in1 ukuran 50ml dan 1 bungkus tissue basah. Banyak kan? Iya dong demi anak 😁 supaya tidak repot juga sih misalnya kalau baju anak kotor karena habis makan kan tinggal ganti aja.
4. Sunblok
Dari sekian banyak perlengkapanku yang tergantikan oleh 1 pouch perlengkapan bayi, aku memilih sunblok untuk tetap setia di dalam tasku. Jogja kadang panas terik, disitulah sunblok harus kembali di pakai supaya kulit wajah tidak gosong.
5. Tumbler air minum. Aku membiasakan diri membawa air minum juga agar lebih hemat dan tidak repot harus membeli air minum dalam kemasan. Selain itu haus bisa menyerangku dan putriku kapan saja, jadi sedia air minum di dalam tumbler lebih baik daripada harus lari-lari mencari minimarket untuk membeli air minum dalam kemasan. Belum lagi kalau kena harga yang tidak wajar, kan nyeselnya itu 2x.
Nah kalau mbak Riana kira-kira apa aja yang selalu ada di dalam tasnya ya?

Senin, 26 November 2018

Menggoyang Lidah di 5 Tempat Makan Favorit

sapo tahu RM Makmur. dokpri

Urusan lidah memang tidak bisa disamakan antara satu orang dengan orang lain. Tetapi aku akan mencoba mengeksplor 5 tempat makan favoritku yang mungkin bisa dijadikan referensi.

Nah 5 tempat makan favoritku, antara lain :
1. RM Makmur Chinese Food.
Sebagai penggemar chinese food, dulu aku  sering berkunjung ke rumah makan Makmur. Tetapi ketika aku pindah kos, sempat beberapa kali mencoba mencari RM Makmur walaupun hasilnya nihil. Beruntungnya beberapa bulan yang lalu teman memberitahu bahwa RM Makmur pindah lokasi di jalan Gandekan Lor samping refleksi Kakiku. Berbekal rasa kangen dengan kwetiaw siram seafood-nya, akhirnya aku dan suami berhasil menyambangi RM Makmur di hari terakhir PBTY 2018.

2. Keong Mas Resto
Suasana lawasan yang disuguhkan oleh Keong Mas Resto beserta masakan ala rumahannya membuatku merasa kembali ke rumah nenek. Rumah makan yang berada di Sewon, Bantul ini memiliki tempat outbond juga lho. "Jangan Ndeso" menjadi menu favorit ketika mengunjungi resto ini bersama keluarga.

3. Sate Ratu
Awalnya rasa penasaran menyelinap saat hendak mengunjungi sate ratu. Sate tanpa bumbu kacang yang saya kenal selama ini hanya sate kambing, tetapi sate ratu berhasil membuat rasa penasaran saya terjawab. Pecinta pedas wajib mampir kesini deh! Di jogja paradise foodcourt jalan Magelang ya jangan lupa.

4. Bakmi Jawa Tsibitsu
Warung bakmi jawa yang terletak di jalan bantul (selatan Universitas Terbuka) buka mulai sore sampai (kadang-kadang) dini hari. Menu utamanya ada bakmi jawa rebus, goreng dan rica-rica ayam kampung yang siap menggoyang lidah. Ada yang spesial disini yaitu pembuat teh pocinya adalah seorang disabilitas yang tidak lelah melayani pengunjung. Teh buatannya selalu berhasil bikin kangen, apalagi ditambah dengan gula batu. Tapi jangan pernah tanyakan ES karena disini tidak menyediakan minuman dingin. Hehe

5. Toko Oen Semarang
Mengunjungi Toko Oen Semarang di malam hari tentu memiliki sensasi berbeda. Aku pertama kali mengunjunginya di tahun 2011. Resto yang ada di dalam toko Oen buka sejak siang hari, tetapi mengunjunginya di malam hari akan lebih terasa syahdu. Atmosfir di tahun 30an cukup terasa kental apalagi ditambah dengan alat musik keroncong yang tertata rapi. Menurut temanku yang paling enak dari toko yang terletak di jalan Pemuda kota Semarang ini adalah nasi goreng ham-nya, tetapi aku tidak bisa mencicipinya. Bagiku es krim toko Oen sudah cukup untuk membuat pikiranku melayang-layang ke tahun 30an.

Mau referensi tempat makan lebih banyak lagi? Nah tunggu ya karena temanku yang doyan kuliner bernana Mbak Yatmi juga akan menceritakannya.

Minggu, 25 November 2018

5 Fakta Diri untuk Mengenal Diri Sendiri


Mengenal diri sendiri memang tidak mudah, pencarian jati diri bagiku bahkan memakan waktu hampir seperempat abad. Setelah menemukan fakta-fakta tentang diri sendiripun untuk menerima keadaan sesuai fakta tentu tidak mudah. Tetapi mau bagaimanapun ya inilah fakta tentang diri sendiri yang harus selalu aku syukuri.

Mau tau apa aja? Yuk simak sebentar.

1.Fakta yang pertama aku adalah seorang Introvert.  Menemukan fakta diri bahwa aku seorang introvert tidaklah mudah dimana sebagian masyarakat kita lebih mengenal seorang ekstrovert. Setelah mengalami berbagai cerita semasa remaja, pada tahun 2016 aku baru menerima bahwa aku seorang introvert. Dulu saat SMA, seorang teman pernah berkata " kalau kamu kayak gini terus, ga bakalan punya temen". Ya sejak SMA aku memang jarang berkumpul dengan teman, tidak menyukai keramaian dan cenderung menyendiri. Memiliki teman dekat pun bisa dihitung dengan jari. Bukannya tidak mau berteman, tetapi aku merasa lebih nyaman ketika sendirian.

2. Hidupku tidak bisa jauh dari seekor kucing. Sejak kecil, hewan lucu berbulu yang tidak suka mandi ini sudah akrab dengan kehidupanku. Aku masih ingat saat berusia 6 tahun, keluargaku memiliki seekor kucing belang bermana Manis. Kemudian ketika pindah rumah di tahun 1998, kami juga didatangi seekor kucing berwarna putih-kuning yang kemudian diberi nama Manis juga. Ternyata "pak tua yang manis" ini memiliki umur panjang, hingga meninggal di tahun 2012.
 Waktu kuliah juga aku memiliki kucing bernama Snowy dan Shiro yang sudah steril, demi kelangsungan hidupnya. Sampai saat ini Shiro dan Snowy masih segar bugar bersama ibuku di Kalibiru. Sementara itu, walaupun sebenarnya aku dan suami tidak berkomitmen memelihara kucing tetapi para kucing liar selalu datang ke rumah kami untuk sekedar makan dan numpang tidur di teras.

3. Tidak telaten dalam menjahit, ya jika disuruh memilih aku lebih suka mencuci baju daripada menjahit baju yang sobek.

4. Tidak tahan dengan cuaca panas dan dingin. Ya fakta ini mulai kelihatan ketika aku pindah sekolah ke Kulon Progo sekitar tahun 2004. Mengingat kota Bandung yang saat itu masih lumayan sejuk, saat pindah ke Kulon Progo aku merasakan udara yang menurutku panas sampai beberapa kali sakit dan mimisan. Tetapi jika udara terlalu dingin, aku akan bersin-bersin bahkan sampai bentol-bentol merah di kulit.

5. Suka melihat keadaan bersih dan rapi. Kebiasaan ibu di rumah mengajarkanku untuk selalu rapi dan bersih ternyata berhasil. Saat aku sudah menjadi seorang ibu, aku pun selalu mengajak si kecil untuk merapikan mainan setelah digunakan. Selain itu aku tidak bisa tidur saat keadaan rumah belum rapi karena saat tidur pasti kepikiran keadaaan yang belum bersih dan rapi tadi. Repot banget kan ya mau tidur aja harus rapi-rapiin semuanya dulu? 😂

Nah itu tadi 5 fakta tentang diriku yang sudah ku acc dengan sepenuh hati. Setiap orang pasti punya berbagai fakta diri yang berbeda-beda, nah gimana nih kalau fakta diri dari teman seprofesiku yang juga seorang ibu?

Sabtu, 24 November 2018

Bijak Menggunakan Media Sosial


Medsos alias media sosial sudah akrab dengan dunia kita saat ini. Kalau ditanya ada berapa akun medsos yang dimiliki, pasti sebagian besar netizen menjawab lebih dari satu akun. Sebagai blogger dan netizen aku memiliki beberapa akun media sosial seperti akun facebook, twitter dan instagram. Saat ini aku lebih suka menggunakan instagram karena kita bisa memilih apa saja jenis postingan yang disukai. Misalnya aku suka bab beauty dan animal, maka waktu kita klik tombol search akan muncul rekomendasi akun atau postingan yang sudah dipilih tadi.
Dalam menggunakan media sosial, aku sebagai seorang emak-emak tentu berusaha untuk tidak "nyinyir". Mengomentari unggahan artis atau menghujat unggahan artis tidak perlu dilakukan karena itu tidak bermanfaat bagiku. Nanti kalau dilaporkan artis yang bersangkutan bagaimana hayo?
Banyaknya informasi yang kita dapatkan di media sosial kadang membuat kita ingin ikut share ke saudara atau teman-teman di dalam grup media sosial seperti grup whatsapp. Tetapi alangkah baiknya jika kita tidak langsung share sebelum membaca lengkap dan melihat sumber informasi tersebut valid atau tidak.
Dalam menerima informasi di media sosial sebaiknya kita memfilter informasi yang masuk sebelum share ke orang lain.
Hal ini dikarenakan belum tentu informasi yang beredar di media sosial tersebut valid.
Seperti yang sebelumnya sering terjadi di grup WA. Banyak sekali yang ingin segera share postingan tanpa melihat sumber informasi tersebut valid atau tidak, pokoknya cepet-cepatan share aja deh biar kelihatan keren. Padahal sikap demikian sesungguhnya malah membuat risih penghuni grup WA karena bunyi terus-terusan. Atau justru malah membuat salah seorang teman di dalam grup WA melakukan left grup. Kadang kalau kebanyakan grup yang selalu share informasi tanpa filter, aku lebih baik left grup saja.
Sebenarnya kementrian komunikasi dan informatika sudah sering melakukan pendekatan kepada masyarakat mengenai filter informasi tetapi aku pikir cara terbaik untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak adalah "think before posting".
Ujung tombak filter media sosial adalah diri kita sendiri bukan pemerintah. Kebebasan bermedia sosial seharusnya tidak menjadikan kita sebebas-bebasnya dalam berkicau karena semua ada konsekuensinya.


Nah bagaimana cerita mengenai bermedia sosial menurut sesama emak-emak yang masih aktif sebagai blogger? Yuk kita tunggu ceritanya.

Jumat, 23 November 2018

Berkomunitas Menambah Amunisi Semangat Untuk Menulis


Bergabung dengan komunitas sudah aku lakukan sejak duduk di bangku kuliah. Walaupun aku seorang introvert, tetapi aku suka bergabung dalam sebuah komunitas karena penasaran dengan pergerakannya. Dalam memilih komunitas, aku akan bergabung berdasarkan hobi dan minat.

Saat ini aku masih aktif di dalam beberapa komunitas, salah satunya Blogger Perempuan Network. Ada beberapa alasan yang membuatku bergabung, diantaranya :
1. Untuk mengoptimalkan blog dan media sosial.
Di dunia bloger, peran komunitas sangat penting. Sebagai seorang bloger pemula aku pasti ingin mengoptimalkan blog dan media sosial yang aku miliki. Nah aku menemukan berbagai cara mengoptimalkan blog dan media sosial di dalam komunitas Blogger Perempuan Network melalui artikel-artikelnya.
2. Menambah jaringan pertemanan antar blogger perempuan.
Sebagai blogger, berjejaring itu penting apalagi antar sesama blogger perempuan. Dengan bergabung di dalam BP Network saya mendapatkan teman-teman baru dan semakin semangat untuk menulis.
3.  Menambah penghasilan dengan mengikuti kompetisi² dan event yang diadakan oleh BP Network.

Banyak teman banyak rejeki, kalimat ini sepertinya cocok dengan apa yang terjadi saat ini. Selain banyaknya jaringan pertemanan yang aku dapat, kompetisi dan event yang diadakan oleh BP Network juga membuatku semakin semangat dalam menulis.
Nah itu tadi beberapa alasanku bergabung dalam blogger perempuan network, kalau teman-teman apa aja sih alasannya?

Kerja di Rumah Tanpa ART? Bisa kok!


Dulu saat masih single, saya selalu membayangkan bahwa setelah menikah dan punya anak, saya akan tetap bekerja. Bekerja yang kasat mata di sebagian besar masyarakat ya maksud saya, sepertu bekerja di kantor.
Namun semuanya berubah ketika janji suci diucapkan di depan penghulu pada tahun 2016. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, saya dan suami memiliki kesepakatan bahwa setelah menikah harus mandiri.
Saya sendiri sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah sejak sekolah menengah. Jadi ketika berumah tangga bukan hal baru untuk mengerjakan pekerjaan rumah tanpa ART (asisten rumah tangga). Apalagi saya seorang introvert yang belum tentu menerima kehadiran "orang asing" di dalam rumah.
Di pertengahan tahun 2017, kami memiliki seorang anggota keluarga baru. Ya putri tercinta kami telah lahir ke dunia. Kami juga berkomitmen untuk mengurusnya sendiri, iya sendiri tanpa bantuan orang tua maupun ART. Repot? Iya pasti repot, namanya juga pengalaman pertama mengurus bayi newborn ditambah dengan pekerjaan rumah tangga. Tetapi kerepotan tersebut bisa kami atasi dengan bekerja sama.
Contohnya seperti yang terjadi di hari ketiga setelah melahirkan. Ketika saya mencuci pakaian,  suami akan menimang putri kami tercinta. Sampai saat ini, ketika saya melakukan pekerjaan rumah tangga, suami akan mengajak putri kami bermain.  Saat hari libur, suami juga tidak segan-segan turun tangan membantu pekerjaan rumah tangga yang biasa saya lakukan. Apalagi ketika saya mulai kembali aktif menulis, suami tidak keberatan untuk membagi waktu istirahatnya dengan mengawasi putri kami bermain saat saya menulis.
Nah kan tau repot, kenapa tidak memakai ART ?
Pertanyaan ini kerap muncul ketika tetangga,saudara atau teman yang mengunjungi putri kami tercinta. Jawaban kami tetap sama yaitu karena kami ingin mandiri. Bagi kami berumah tangga adalah bekerja sama mengarungi kehidupan. Jadi tantangan bekerja di rumah tanpa ART berhasil kami selesaikan dengan bekerja sama.

Kamis, 22 November 2018

2 Alasanku Dalam Memilih Nama Blog


Nama, kadang ada yang bilang apalah arti sebuah nama tetapi bagiku nama menggambarkan karakter pemiliknya. Begitu juga dengan nama blog yang aku pakai yaitu nickenblackcat.
Nama panggilanku ada di awal menandakan bahwa ini blog milik Niken. Niken sendiri merupakan sebuah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku saat aku lahir ke dunia ini. Selain itu memanggil nama depan di dalam keluargaku sudah menjadi kebiasaan. Ya  sejak kecil aku di panggil Niken jadi kalau ada yang memanggilku dengan nama belakang, sudah pasti aku tidak akan menoleh karena tidak biasa.

Blackcat yang berarti kucing hitam, sejak dulu sebenarnya aku mengidam-idamkan memiliki peliharaan seekor kucing hitam. Sekitar tahun 2013 lahirlah seekor kucing hitam dari Snowy (kucing peliharaanku yang ada di foto berwarna putih polos) tetapi kemudian meninggal karena terkurung di dalam bak pasir. Wajar sih karena kucing hitamku saat itu masih kecil dan suka bermain-main dengan bak pasirnya. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi memiliki kucing hitam tetapi Tuhan maha baik sehingga mengijinkanku memiliki kucing hitam putih bernama Shiro. Sejak saat itu kedua kucing yang ku pelihara di steril agar kehidupannya lebih baik.
Selain itu aku penyuka warna hitam, bagiku hitam bukan berarti kelam, tetapi lebih berarti tenang dan misterius. Sayangnya aku takut hitam yang berati gelap karena kalau mati listrik tengah malam kan semuanya jadi gelap, nah aku pasti teriak minta tolong 😂.
Nah itulah tadi beberapa alasan aku menggunakan nama blogku nickenblackcat, kalau kamu?

Rabu, 21 November 2018

Sejarah dan Traveling, I am Back Again!


Foto ini diambil di dekat sebuah kereta uap di Museum Ambarawa. dokpri

Ngobrolin traveling ke tempat bersejarah kalau tidak dituliskan di blog, rasanya ada yang kurang. Maka dari itu aku sebenarnya mencodongkan blogku ke blok timur, eh bukan maksudku tema yang kupilih untuk blogku adalah sejarah dan traveling.

Kenapa sih sejarah?

Sebenarnya aku mulai menyukai sejarah sejak kelas 4 sekolah dasar di Bandung, tetapi malah dibully oleh teman-teman sekelasku dengan umpatan "Niken tuh Belanda! Dasar Belanda ih ga usah ditemenin!"
Umpatan ini membuatku semakin ingin mempelajari sejarah, terutama sejarah kolonial karena mau tidak mau, suka tidak suka, sejarah kolonial itu merupakan sebuah  perjalanan yang sudah ditempuh sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. 
Selain itu beruntung sekali aku bertemu dengan guru sejarah bernama bu Jumarsih dan pak Budiman (semoga beliau-beliau ini selalu dalam lindungan Tuhan) saat sekolah menengah. Kedua guru sejarah ini berhasil menyampaikan mata pelajaran sejarah tanpa bikin ngantuk, sehingga apa yang disampaikan bisa tersimpan rapi di dalam memori.  
Ada waktunya aku melupakan mata pelajaran kesukaanku ini ketika sekolah menengah atas dan kuliah, walaupun akhirnya I am back again!

Nah 10 tahun kemudian baru aku berani menulis di blog dengan tema sejarah, hasil dari traveling ke Museum Kereta Api Ambarawa bersama teman-teman Roemah Toea. Beruntung sekali di awal tahun 2016 aku bertemu dengan teman-teman dari komunitas Roemah Toea yang ternyata memiliki tujuan untuk menyampaikan sejarah kolonial dan menghapus kesan seram terhadap peninggalan kolonial. 
Dari sejarah kita bisa mengetahui nenek moyang kita dan sepak terjangnya yang membuat kita bisa berdiri sampai hari ini di tanah merdeka.  
Lawang Sewu saat malam hari. dokpri


Lalu, kenapa sih suka traveling? 

Traveling buatku seperti melakukan refresh otak dan melihat dunia walaupun aku belum pernah traveling keliling dunia hehe. Dengan melakukan traveling, aku banyak menemukan pengalaman dan pelajaran hidup yang tentunya tidak bisa ku dapatkan di dalam pendidikan formal. Jika guru yang terbaik adalah pengalaman, maka traveling akan memberikan pengalaman yang luar biasa. 
Sekitar tahun 2011 untuk pertama kalinya aku melakukan traveling sendirian ke Semarang tanpa mengenal kota Semarang sama sekali. Sesampainya di Semarang, ketika naik angkot aku menanyakan apakah benar ini angkot menuju Kota Lama dan aku diajakin bareng sama pasangan nenek-kakek yang akan menuju pasar Johar dekat dengan Kota Lama. Angkot kemudian berhenti di dekat pasar Johar dan aku memutuskan untuk ikut nenek tersebut ke masuk ke dalam pasar sambil meliha-lihat pasar rancangan Thomas Karsten  tersebut. Soal Kota Lama, duh jangan dibayangin Kota Lama waktu itu sudah tertata seperti sekarang.  Sebelum aku beranjak menuju Kota Lama si nenek memberitahuku untuk berhati-hati di area tersebut karena aku sendirian. Dari pengalaman tersebut aku tau bahwa masih ada orang baik di luar sana seperti si nenek kakek yang mengajakku bareng ke pasar Johar. 
Untuk tema-tema yang lain kadang aku harus bersemedi dulu agar bisa menulis, jangan dibayangin bersemedi seperti dalam film-film laga ya. Aku cuma butuh waktu ekstra untuk sendirian dalam menelurkan sebuah tulisan bertema diluar sejarah dan traveling.

Selasa, 20 November 2018

Nulis di Blog is My Way





Menulis di blog bukan perkara gampang sih tapi kalau dijalanin dengan tekun bisa dibilang tidak sulit. Sebenarnya aku menulis di blog udah sejak tahun 2012 dengan alasan berbagi pengalaman alias mereview skincare yang lagi booming saat itu. Tetapi keinginan untuk memberdayakan blog belum ada, walaupun seorang teman pernah berkata, "nulis di blog aja nanti bisa dapat uang lho".  
Banyaknya media sosial yang aku pakai juga membuatku lupa dengan aktifitas menulis di blog. Jadi blogku sempat vakum selama aku kuliah. Beruntung banget setelah aku menyelesaikan kuliahku, aku bertemu dengan mbak Vika seorang bloger kompasiana yang berhasil menginspirasiku untuk kembali menulis di blog.

Sebuah artikel yang pernah dituliskan mbak Vika di Ribut Rukun mengenai introvert menjadi landasanku untuk kembali ke dunia menulis di blog. Ya aku seorang introvert dengan kadar 65% yang tidak terlalu memiliki banyak teman dan menyukai sejarah tetapi saat itu masih mencari jati diri dengan ikut grup sana sini sebelum menemukan grup yang cocok. Aku merasa sudah menemukan jalanku kembali ketika menulis di blog!

Selain itu ketika otakku bekerja keras untuk memikirkan sesuatu, aku sekarang bisa mencurahkannya di blog agar beberapa syaraf di otakku tidak mengadakan perang. Kemudian setelah semuanya tertulis, hatiku berteriak "gencatan senjata berhasil!" 
Menulis di blog bagiku merupakan bagian untuk menjadi diri sendiri, tanpa diintervensi siapapun.

Para Kucing Ibu yang (Mungkin) Sudah di Surga

Salah satu kucing ibu yang meninggal karena tulang tengkoraknya bonyok.  Dokpri Hidupku rasanya tidak pernah jauh dari hewan berbul...