Selasa, 11 Desember 2018

Aku dan Pekerjaan Rumah Tangga


"Gawean omah kui ra ono entek e," ungkap nenek suatu hari yang artinya kurang lebih bahwa sebuah pekerjaan di dalam rumah itu tidak ada habisnya. Nenek di usianya yang hampir menginjak 80 tahun, masih bisa melakukan pekerjaan rumah tangga tanpa di bantu oleh asisten rumah tangga.

Ketika aku menjadi seorang ibu rumah tangga, aku membuktikan ungkapan nenek itu benar. Pekerjaan rumah tangga biasanya akan ada terus dari mulai aku membuka mata di pagi hari hingga menjelang tidur. Tinggal bagaimana kita memanage pekerjaan rumah tangga tersebut agar tidak merasa terbelenggu.

Aku gampang sekali bosan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang memakan waktu lama. Seperti memasak, selama ini aku hanya memasak dengan waktu maksimal 1 jam jadi bisa dibayangin kan aku masak yang simpel aja.

Sebenarnya aku juga suka mencuci baju tapi kalau mencucinya itu 2 ember besar lama-lama terasa bosan juga. "cucian kok ga selesai-selesai sih dari tadi," gerutuku dalam hati. Sama halnya dengan mencuci piring, kalau banyak juga membosankan dan melelahkan.

Lalu pekerjaan rumah tangga apa saja yang paling disukai? Jawabannya adalah bersih-bersih rumah. Loh kenapa? Aku suka bersih-bersih rumah karena yang dibersihkan di rumah itu banyak. Misalnya bersihin jendela, kan jendela ada beberapa di rumah bukan cuma satu jendela saja. Jadi sambil bersihin jendela, sambil bergerak walaupun bukan bergerak 1000 langkah seperti iklan di televisi. Begitu pula dengan menyapu lantai dan ngepel, kan sukses membuat kita melakukan aktifitas fisik seperti yang dikampanyekan oleh germas.

Aku selalu berusaha membuat rumah bersih dan rapi walaupun punya seorang putri yang masih batita. Ada yang bilang kalau sebuah rumah saat ada anak kecil terus berantakan itu wajar, "nggak apa-apa namanya juga punya anak kecil". Tetapi ungkapan ini tidak berlaku bagiku, justru rumah bersih dan rapi harus dikenalkan pada anak sedini mungkin. Aku tidak pernah melarang anakku mengeluarkan mainannya, tetapi selalu mengingatkannya untuk merapikan mainan setelah selesai digunakan. Selain itu, keadaan rumah yang bersih dan rapi akan membuatku merasa nyaman di rumah.
Kalau mbak Sapti, pekerjaan rumah tangga apa aja yang paling disukai?

Senin, 10 Desember 2018

Hal-Hal Yang Dilakukan Saat Hari Libur

Salah satu Kelas Heritage yang aku ikuti bersama teman-teman Kompasianer Jogja dalam pameran foto suikerkultuur Jogja Yang Hilang, dipandu oleh Komunitas Roemah Toea di Bentara Budaya Yogyakarta. Dokpri

Saat masih single, biasanya aku bisa bermalas-malasan di hari libur. Tetapi ketika sudah menikah dan mempunyai
seorang putri, hari libur akan diisi dengan berbagai hal yang menarik di luar aktifitas harian yang kadang terasa sangat membosankan. Aku sendiri adalah type orang yang gampang bosan dengan aktifitas sehari-hari, jadi hari libur merupakan sebuah pelarian dari rasa bosan tersebut. 

Jadi apa aja yang biasanya aku lakukan di hari libur? 
1. Memasak 
Sebenarnya aku juga hampir setiap hari memasak, kecuali kalau sedang merasa terlalu lelah maka beli masakan matang adalah solusinya. Tetapi memasak di hari libur adalah sesuatu yang berbeda. Aku biasanya pengen coba-coba bikin masakan dengan menu baru. Suami akan mengantarku berbelanja di pasar di pagi hari. Kemudian saat aku mulai memasak, suami akan menjaga putri kami. Aku bukan type orang yang bisa dibantu dalam memasak, karena akan terasa lebih lama selesainya jika dibantu.  Oleh karena itu suami biasanya lebih memilih mengerjakan hal lain daripada membantuku memasak.

2. Mengunjungi Museum.
Mengunjungi museum adalah hal yang menarik, banyak sekali pengetahuan yang bisa didapatkan di dalam sebuah museum. Tetapi masyarakat Indonesia pada umumnya masih menganggap museum itu hanya menyimpan benda-benda kuno dan mistik. Aku tidak mau hal itu menyebar di dalam keluarga kecilku dan beruntungnya suami mendukung salah satu programku yaitu mengunjungi museum. Kami berusaha mengenalkan museum kepada putri kami yang masih batita. Bahkan kami pernah mengajaknya ke museum benteng Vredeburg saat usianya belum genap 1 tahun. Museum-museum yang berisi budaya jawa dan  perjuangan bangsa masuk ke dalam daftar list utamaku saat ini. Kenapa? Ya agar putriku nantinya tidak melupakan identitasnya sebagai warga negara Indonesia khususnya orang jawa dan tidak melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa hingga bisa berdiri di tahan merdeka ini. 

3. Mengikuti kelas heritage. Semakin banyaknya gempuran budaya asing ke dalam negeri membuatku selalu ingin mengikuti kelas heritage yang ada di sekitar Yogyakarta. Kenapa? Karena jika tidak mengetahui akar sejarah bangsa melalui kelas heritage, sebagai seorang ibu aku merasa kurang amunisi untuk menahan gempuran budaya asing yang akan terjadi di masa depan. Kalau tidak punya amunisi, bagaimana kelak mendidik anakku nanti? 

4. Ke rumah nenek-kakek biasanya kami lakukan di hari libur. 

5. Jalan-jalan dan kulineran. Saat ada rejeki lebih dan saat hari libur, biasanya keluarga kecilku memutuskan jalan-jalan sambil kulineran. Seperti jalan-jalan ke kota Solo yang bagi kami adalah mengunjungi saudara tua. Biasanya kami memilih menggunakan kereta prameks untuk menuju kota Solo karena harganya yang terjangkau. Setelah lelah berjalan-jalan dan perut lapar, kami akan kulineran. Salah satu tempat favoritku adalah Timlo Sastro di belakang Pasar Gedhe. 
Tetapi saat budget minim, kami akan kulineran di sekitar Kotagede, Yogyakarta karena tidak jauh dari rumah. Menelusuri gang-gang Kotagede yang seperti labirin dan mengunjungi beberapa tempat kuliner favorit ternyata sangat menyenangkan. Walaupun aku merasa deg-degan kalau menemui jalan buntu dan tidak bisa keluar dari gang 😂. Kalau mbak Leni di hari libur biasanya ngapain aja ya?

Minggu, 09 Desember 2018

Lantunan Lagu di Playlist dan Guyuran Hujan

copyright : BuiltLean

Hujan yang mengguyur kota Jogja sejak semalam sepertinya masih enggan untuk berhenti. Aktivitas bangun tidur menjadi aktivitas tersulit untuk memulai kegiatas hari ini dikarenakan udara dingin yang dibawa oleh guyuran hujan. "Berasa kayak di Dago," kataku dalam hati sambil memandangi hujan dari balik jendela kamar.
Di pagi yang dingin ini aku memutuskan untuk membuat secangkir teh hangat dan menyalakan musik agar aku tidak kembali ke tempat tidur.

Di bawah ini adalah beberapa lagu yang ada di playlistku.

1. Westlife - You Rise Me Up
Aku biasanya bernyanyi bersama dengan putriku saat lagu ini mulai berkumandang. Sejenis lagu wajib yang menyentuh hati kali ya 😂

2. Aysel & Arash - Always
Lagu yang dibawakan oleh penyanyi asal Asia Tengah tersebut mungkin kurang dikenal oleh publik Indonesia. Aku sendiri lupa darimana menemukan lagu ini. Tetapi irama musik yang disajikan cukup membuat badan ikut bergoyang.

3. Glenn Fredly - Januari
Kamu putus di Januari? Ah enggak kok, aku hanya menyukai lagu-lagu milik Glenn Fredly terutama yang berjudul Januari karena enak didengarkan aja.

4. Manthous - Geblek Kulon Progo
Ini adalah lagu yang sering aku putar berkali-kali saat merasa kangen dengan tempat kelahiran. Sejauh apapun merantau, pasti akan kangen dengan tempat kelahiran.

5. Westlife- beautiful in white
Aku sering mbrambangi alias merasa terharu ketika lagu ini dikumandangkan. Kenapa? Karena lagu ini menceritakan tentang betapa agungnya sebuah pernikahan.

6. Yovie Nuno - Sakit Hati

7. Fort Minor - Welcome
Sebuah band besutan Mike Shinoda Linkin Park, setelah vakum sekian lama akhirnya merilis sebuah lagu baru berjudul Welcome. Keunikan jenis musiknya membuatku segera download saat lagu ini baru saja dirilis.

8. Linkin Park - What I've Done
Selain karena lagu ini merupakan soundtrack dari film transformers, irama dan liriknya yang bersemangat bisa menyuntikkan semangat padaku di pagi hari.
9. Craig David - Unbelievable

10. Gesang- Bengawan Solo
Lagu keroncong Bengawan Solo sudah sangat melegenda. Walaupun sudah ada yang menyanyikannya dalam bentuk musik jazz, aku tetap menyukai lagu ini dalam bentuk keroncong.

Hal tersulit dalam hidup adalah saat kita berusaha melawan diri sendiri. Begitupun aku, melawan rasaku yang ingin kembali tarik selimut itu susah. Walaupun sudah mendengarkan lagu kesukaan di playlist, tetep aja lingkungan sekitar mendukung untuk tarik selimut lagi 😂
Kalau mbak Vika hari ini pengen tarik selimut lagi nggak?

Sabtu, 08 Desember 2018

5 Youtuber Favorit

Pic : youtube

Aplikasi youtube sebenarnya jarang banget aku pakai kecuali urgent dalam mencari video sesuatu di internet. Selain karena nggak ada kuota, pada dasarnya aku memang kurang bisa memahami sesuatu yang disampaikan lewat unggahan video di youtube alias loading lama. Untuk memahami apa yang disampaikan melalui video di youtube, aku harus nonton videonya berkali-kali. Tetapi walaupun jarang youtube-an, aku tetap memiliki sederet nama youtuber favorit di Indonesia.

1. Kaesang Pengarep
Putra terkahir presiden RI ini memang memiliki selera humor yang tinggi. Terungkap dalam video-vidoenya di youtube yang membuat penontonnya tertawa. Apalagi cuitannya di twitter setelah dia memiliki Sang Pisang, tambah menandakan kekocakannya dalam bermedia sosial. Aku masih ingat bagaimana Kaesang membuat video tanya jawab dengan kakak perempuannya sebelum kakaknya ini menikah. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Kaesang cukup konyol dan membuatku tidak bisa berhenti tertawa. Tingkah-tingkah konyol tersebut yang akhirnya membuat kebulatan tekadku untuk mengklik subscribe pada aku youtube Kaesang.

2. Mikael Rinto
Sebagai teman dalam satu komunitas yaitu komunitas Roemah Toea, mas Rinto yang sering mengunggah video kereta api ini juga memiliki pengetahuan tentang sejarah  yang mumpuni. Membicarakan kereta api tidak lepas dari sejarah kolonial tentunya karena adanya kereta api juga dibawa oleh kolonial.

3. SkinnyIndonesian24
Konten yang disajikan mengangkat berbagai tema di Indonesia termasuk politik, kemenangan atlit bulu tangkis dan isu penting lainnya. Kreavitas mereka diasah terus dalam video-video yang diunggah di Youtube sampai akhirnya SkinnyIndonesian24 masuk nominasi penghargaan bergengsi dari Youtube.

4. Bayu Skak
Youtuber yang berasal dari Malang ini tetap menggunakan logat jawa timuran dalam berbagai video kocaknya. Ditambah dengan meluncurkan film Yowis Ben yang membuat nama Bayu Skak semakin dikenal publik. Aku bahkan sudah nonton film ini sampai dua kali.

5. Londo Kampung
Bule satu ini sering mengerjai orang-orang yang ditemuinya dengan pura-pura bertanya menggunakan berbahasa inggris dan orang-orang akan kaget saat dia menelepon temannya menggunanakan bahasa Jawa dengan fasih. Coba deh bayangin jika kamu sebagai orang jawa bertemu dengannya lalu kalah fasih, aduh rasanya pasti malu-malu gimaan gitu.
Kalau mbak Dian udah pernah liat ketemu mas Londo Kampung ini belum?




Kamis, 06 Desember 2018

Hal-hal yang Ingin Aku Lakukan di Tahun 2019

Copyright : networkworld.com

Tidak terasa sudah memasuki bulan Desember yang ada di penghujung tahun 2018. Bunga-bunga desember yang ditanam oleh ibu sudah mulai mekar dengan siraman air hujan hampir setiap hari. Masih ada beberapa hal yang belum bisa aku lakukan di tahun 2018 sementara tahun 2019 tinggal menghitung hari.

Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan di tahun 2019, yaitu :

1. Kembali sejenak ke Bandung. 
Ada beberapa hal yang ingin aku selesaikan disana terutama meminta maaf kepada seorang tetangga di samping rumah lama dan mencari kucing kami yang bernama Owi. Aku menyesal dulu tidak membawa Owi sekaligus ke Jogja karena tidak ada biaya. Aku ingin sekali membawanya pulang di tahun 2019 nanti.

2. Sterilkan kucing liar di sekitar rumah.
Populasi kucing di sekitar rumahku sudah mulai banyak lagi. Tetapi tidak banyak yang peduli dengan mereka. Jika over populasi akan dibuang entah kemana oleh tim sweeping kucing.
Seperti para kucing liar yang dulu sering numpang makan di rumahku, waktu aku tinggal mudik selama 4 hari mereka entah dibuang kemana. Padahal makan dan minum sudah aku sediakan untuk para kucing di teras.
Tahun 2019 aku berharap ada rejeki lebih, agar aku bisa mensterilkan kucing-kucing liar di sekitar rumah.

3. Renovasi garasi rumah. Garasi rumahku bocor karena dulu pemasangan atapnya terburu-buru.

4. Membelikan wastafel cuci piring untuk Nenek agar beliau tidak kerepotan membawa piring kotor ke kamar mandi. Tahun 2019 nenek akan memasuki usia 80 tahun dan beliau masih sanggup melakukan pekerjaan rumah tanpa dibantu asisten rumah tangga.

5. Menjelajahi Kulon Progo terutama tempat-tempat bersejarahnya dan menuliskannya dalam artikel untuk digitalisasi manuskrip. Aku lahir di Kulon Progo, rasanya tidak lengkap jika aku tidak mengetahui sejarah tanah kelahiranku.
Aku juga ingin membagikan hasil jelajah heritageku dalam sebuah artikel kepada publik terutama publik Kulon Progo. Kenapa? Ya agar warga Kulon Progo tidak lupa dengan asal usul dan sejarahnya.
Kulon Progo sebelum tahun 1951 merupakan wilayah milik 2 kerajaan yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Sekarang yang menjadi bandara adalah tanah milik Pakualaman bukan Sultan Ground, jadi kalau ada yang demo-demo bilang Sultan bla bla bla itu tanah Sultan dan lain-lain ya aku cuma mau ngakak aja sih 🤣
Tanpa tau sejarah kok waton jeplak!
Apalagi tahun 2019 Kulon Progo merupakan gerbang internasional bagi para wisatawan. Jika generasi mudanya tidak peduli dengan sejarah, lama-lama sejarah Kulon Progo akan hilang tertelan zaman tanpa di digitalisasi.
Kalau mbak Dian tertarik menjelajahi Kulon Progo yuk bareng aku juga boleh 😁

Rabu, 05 Desember 2018

Bandung dan Jogja Dalam Untaian Memori

Inilah kawasan alun-alun Bandung, ya Bandung yang lebih dikenal orang awam daripada Kab. Bandung dan Kab.Bandung Barat. Dok : Pikiran Rakyat

Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menyesuaikan diri di tempat baru dan mencari teman baru bagiku tidak mudah untuk dilakukan. Tetapi itu sebuah kenyataan yang terjadi di kehidupanku.

Aku lahir di Kulon Progo, tepatnya sebuah desa kecil yang sekarang sudah terkenal dengan wisata alamnya. Kulon Progo masih bagian dari DIY lho 😉
Menjelang usia 4 tahun, orang tuaku membawaku untuk tinggal di kawasan jalan Radio-Palasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dekat Universitas Telkom yang saat itu masih bernama STT Telkom. Aku masih ingat, setiap hari minggu keluargaku pasti joging ke STT Telkom.

FYI secara administratif yang namanya "Bandung" dibagi jadi 3 wilayah yaitu Kabupaten Bandung Barat beribukota di Cimahi, Kabupaten Bandung beribukota di Soreang dan Kota Bandung itu sendiri. Jadi kalau bilang pernah tinggal di Bandung, nah Bandung yang mana dulu 😁

Perbedaan bahasa menjadi permasalahan terbesarku saat aku pindah tempat tinggal. Seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai berbahasa sunda. Tetapi ibu tetap menggunakan bahasa jawa di dalam rumah sehingga aku tidak melupakan bahasa tempat asalku.

Sekitar tahun 1998, keluargaku mulai pindah rumah ke sebuah desa yang letaknya kurang lebih 500 meter dari sungai Citarum. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru adalah satu-satunya jalan untuk tetap bisa bersosialisasi. Ibu pernah menanyakan mengenai pindah sekolah, tetapi aku tidak mau karena aku sudah nyaman dengan teman-teman di SD Pasawahan X walaupun dengan resiko harus menempuh perjalanan lebih lama.

Krisis moneter, bapak diberhentikan dari pekerjaan (walaupun aku tahu ketika sudah dewasa bahwa bapak diberhentikan karena menemukan dokumen pemberhentiannya) dan kemarau panjang sempat kami alamai pada saat tinggal di desa tersebut. Tetapi Tuhan maha baik, sepanjang pinggiran sungai Citarum tumbuh bayam liar yang bisa digunakan warga desa sebagai sayur.

Krisis moneter juga membuat teman-teman SDku pindah sekolah ke Jawa Tengah. Tapi untuk orang yang tinggal di wilayah pulau jawa bagian barat, pasti hanya akan meyebut Jawa. Entah Jawa bagian mana 😂 kalau kamu pernah tinggal pulau jawa bagian barat, pasti ada yang pernah bertanya " mudik ka Jawa si mbak tea?". Jadi seolah-olah bagian barat pulau jawa ini terpisahkan laut dengan Jateng ke timur alias bukan bagian dari pulau Jawa🤣

Pada tahun 2000,awal mula bencana alam tahunan,  yang sampai sekarang masih sering terjadi hingga melumpuhkan jalan provinsi dari kota Bandung menuju daerah Pangalengan dan Majalaya. Ya banjir tahunan, aku sudah lelah mengalaminya. Banjir 3 meter sampai mengungsi selama 1 minggu di dalam tenda sudah pernah aku alami.

Pada tahun 2004, saat usia adikku masih 2 tahun, ibu memutuskan membawa kami kembali pulang ke Kalibiru, Kulon Progo. Akupun akhirnya pindah sekolah. Pertama kali menginjakkan kaki di sekolah baru, aku merasa seperti alien dari planet Pluto.
Tugu Jogja. Dok :@jogjaupdate


Pada saat aku sudah mulai banyak teman di sekolah menengah, ibu membawaku tinggal bersama nenek di Temon, Kulon Progo. Beruntung sekolahku tidak ikut dipindahkan dengan resiko aku harus menempuh waktu hampir 1 jam menuju sekolah dengan menggunakan kendaraan umum.

Di akhir sekolah menengah atas, aku pindah numpang ke rumah pakdhe di Wates, Kulon Progo. Kota Wates yang sejak kecil hanya sebagai tempat turun kereta saat mudik dari Bandung akhirnya bisa aku nikmati di akhir pekan.

Dari hasil berpindah-pindah sekolah, aku kehilangan beberapa teman dekat karena jarak. Masa itu kami belum memiliki ponsel, jadi komunikasipun terputus saat pindah sekolah. Sampai saat ini aku tidak menemukan jejak teman dekatku saat di SD Pasawahan X bernama Silvia. Ditambah SD Pasawahan X sudah dilebur jadi satu dengan SD Pasawahan II.

Masa-masa kuliah aku habiskan untuk tinggal di kota Jogja walaupun sempat beberapa kali pindah kos. Aku tidak pernah memilih kos yang banyak gangnya karena aku sendiri susah untuk hapal jalan 😂. Saat ini aku beruntung karena masih berjodoh untuk tinggal di kota Jogja.

Selasa, 04 Desember 2018

Aku Punya 10 Akun IG Favorit

Bangunan RS Santo Yusup Kalibawang. Doc : Sesaba Adikarta

Sebagai netizen aktif, aku memiliki akun instagram yang sering digunakan untuk memposting kegiatan-kegiatan yang ku lakukan. Tetapi selain memposting, aku juga memiliki beberapa akun favorit yang sering aku kunjungi walaupun tidak terlihat di timeline.

10 akun favorit yang sering aku kunjungi diantaranya,

1. @roemahtoea
Akun instagram komunitas Roemah Toea ini menyajikan berbagai foto bangunan kolonial dengan caption yang lumayan panjang.
Bangunan-bangunan kolonial yang diposting oleh para admin sebagian besar adalah hasil karya jepretan mereka ketika melakukan blusukan. Kalau foto lawas bangunan era kolonial biasanya mereka mencari data dari berbagai sumber terpercaya.
Mau tau pahit manisnya mencari foto lawas bangunan peninggalan kolonial melalui data? Tunggu artikelku selajutnya ya 😁

2. @watespahpoh
Akun hits yang menjangkau sudut Kulon Progo ini sering aku kunjungi saat bersantai. Nah untuk apa sih? Ya tentunya untuk mencari tau tentang apa yang terjadi di Kulon Progo 😉

3. @rbthindonesia
Ini akun yang sukses membuatku ingin terbang ke Russia. Penasaran tentang Russia, kepoin aja akun ini deh.

4. @sesabaadikarta
Akun komunitas Sesaba Adikarta ini berisi tentang kegiatan-kegiatan komunitas dalam blusukan menyelami sejarah Kulon Progo. Meskipun akun ini masih muda, tetapi berusaha melengkapi sekelumit sejarah di Kulon Progo dengan postingannya saat jelajah heritage.

5. @nenamansoor
Aku biasanya stalking akun milik nenamansoor saat akan menggunakan jilbab karena tutorial jilbabnya mudah untuk dipraktekkan.

6. @larissacenter
Postingan-postingan dari akun larissa sangat bermanfaat bagi seorang ibu sepertiku. Apalagi ditambah dengan postingan diskon perawatan, ah senengnyaaa 😍

7. @grhatamapustaka
Selain memposting mengenai yang terjadi di Grhatama, akun ini juga sering memberitahukan kepada followersnya tentang diskusi-diskusi yang menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

8. @basukibtp
Tokoh yang sangat menginspirasi ini sering aku stalking melalui akun instagramnya. Alasannya segambreng, cukup aku yang tau aja daripada nanti ada yang baper.

9. @russiabeyond
 Akun ini menyajikan keindahan negara Russia melalui foto-foto yang disajikan. Caption yang digunakan adalah bahasa inggris disertai dengan hastag bahasa Russia.

10. @k_jogja
Sebagai keluarga dari Kompasianer Jogja, aku favoritkan akun IG nya karena berisi tentang informasi-informasi penting yang bisa diikuti oleh kompasianer.

Kalau mbak Riana akun favoritnya apa aja?

Aku dan Pekerjaan Rumah Tangga

" Gawean omah kui ra ono entek e, " ungkap nenek suatu hari yang artinya kurang lebih bahwa sebuah pekerjaan di dalam rumah itu...